
.
.
.
Nana menjelaskan situasinya pada Anna kecil dan ingin mengobati Anna kecil tapi gadis kecil itu sepertinya tidak terlalu bersemangat.
"aku seorang dokter..! ". kata Nana dengan serius.
(Author : Anna adalah gadis kecil sedangkan Nana adalah gadis dewasa)
"dokter? apa hebatnya seorang dokter? semua dokter telah diberikan padaku untuk mengobatiku tapi tidak ada yang bisa". jawab Anna begitu sedih.
"aku dokter hebat..! ". Nana memuji dirinya sendiri.
Anna tersenyum lalu Nana memberi semangat untuk Anna supaya mau berjuang bersamanya, tekat kuat dari Anna itu sudah obat sendiri dan peran paling penting bagi Anna.
.
beberapa bulan kemudian
Leonard datang ke Indonesia membawa pengawalnya, kedatangannya membuat heboh para wartawan dari berbagai tempat.
kebetulan ada seorang wartawan di Bandara dan melihat Leonard tentu mengabari rekannya yang lain, namun terlambat Leonard dan rombongan sudah pergi ke Hotel penginapan.
Dikamar Leonard memegang foto Anna yang tersenyum diatas kursi Roda.
"kakek akan menjemputmu nak..! Kakek sudah mempersiapkan mental menemui Yardan dan akan meminta maaf padanya". kata Leonard.
"bersabarlah Cucuku! ". kata Leonard dengan lirih
sepeninggal Nana Perusahaannya dalam masalah dan tak bisa menemui Yardan lebih cepat, Mansionnya diserang oleh orang-orang misterius beruntung Anna kecil sudah dibawa oleh Anna dewasa dan Leonard bisa menyapu bersih semuanya sampai tuntas.
Kini semua sudah aman dan Leonard bisa datang ke Indonesia meminta maaf pada Yardan supaya Nana mau melepaskan cucunya.
.
pagi-pagi
Leonard beserta rombongan tiba di Mansion Wijaya tapi Satpam mengatakan tidak ada Yardan di Mansion. salah satu satpam menghubungi Yardan mengatakan Tuan Leonard datang tentu Yardan memberikan alamat Mansion Arkatama.
"Tuan kami ada di Mansion ini..! Tuan silahkan kesana". ucap kedua satpam sedikit membungkukkan badan karna merasa Leonard adalah orang penting dikelilingi pengawal.
Leonard pun datang ke Mansion Arkatama, mereka menggunakan GoogleMaps.
"apa disini Mansion Arkatama? ". tanya Leonard ke penjaga gerbang.
"Tuan Leonard ya? ". tebak salah satu satpam
"iya". jawab Leonard.
__ADS_1
tak ada halangan, Leonard pun bisa masuk bersama pengikutnya ke Mansion Arkatama.
Yardan telah menunggu kedatangan Leonard di depan Mansion, Leonard pun merasa tempat ini sangat luas dan tempat persembunyian paling aman bagi cucunya.
"ada apa Tuan? ". tanya salah satu pengawal Leonard.
"cari Tanah seluas Mansion ini, aku juga akan membangun istana seperti ini lebih aman dan jauh dari bahaya". Leonard ingin memiliki Mansion seperti milik Arkatama yang banyak pohon dan taman bahkan Mansionnya jauh kedalam.
"baik Tuan".
Yardan pun tersenyum tipis melihat kedatangan rombongan Leonard,
"ada apa Tuan menemuiku? ". tanya Yardan langsung saat Leonard keluar dari mobilnya.
Leonard ingin menjawab tapi Yardan sudah meminta Leonard untuk masuk ke Mansion.
di Ruang tamu ada Diah, Dewi saja sedangkan Orangtua Yardan ada di Mansion sesekali mereka pergi ke Rumah yang ada di Pantai tapi lebih sering di Mansion sebab Yardan jarang di Mansion selalu ke Mansion Arkatama dimana Istrinya tinggal disana.
"aku mau minta maaf padamu Tuan Yardan! ". ujar Leonard dengan serius.
"minta maaf? untuk apa Tuan? ". tanya Yardan
Leonard menceritakan alasannya hingga Yardan menganga tak percaya Putrinya bisa sehebat itu, bahkan Dewi pun membekap mulutnya syok tak berbeda jauh dengan Diah yang juga terkejut.
"jadi Anna kecil itu Cucu anda Tuan? ". tanya Yardan
"tapi Nana bilang Anna dibuang oleh Kakeknya". kata Dewi
"apa Cucuku baik-baik saja? ". tanya Leonard.
"tentu saja!". jawab mereka semua serentak.
Yardan hampir tumbang melihat Leonard bersimpuh padamya meminta maaf, bahkan semua pengawal Leonard juga bersimpuh.
Nana tiba di Mansion Arkatama membawa seorang gadis kecil, "kenapa tiba-tiba banyak mobil kak? ". tanya Anna kecil heran juga penasaran.
"entahlah Anna..! ayo kita masuk! ". ajak Nana membuat Anna tersenyum lebar.
"jangan berlari Anna..! jangan lompat-lompat". pinta Nana terkekeh melihat Anna jalan sambil meloncat riang kesana-kemari namun tidak melepaskan tangannya.
"Anna baru sembuh kak..! sekarang Kaki Anna sudah sehat tentu saja Anna bahagia". kata Anna dengan suara nyaring hingga orang-orang didalam mendengar suara itu.
"Anna pulangg!! ". teriak Anna dengan heboh.
"Nana pulang..! ". sahut Nana juga
namun Anna dan Nana terdiam melihat banyak orang bersimpuh dan Yardan melihat Putrinya, begitu juga Leonard yang tak percaya melihat Cucunya kini tak lagi menggunakan kursi roda.
"ooh.. Tuan Leonard..! ". Nana menggandeng tangan Anna dan membawanya mendekati Leonard.
"Kakek?? ". senyum manis Anna menunduk dan mengelus rambut putih Kakeknya.
__ADS_1
"apa yang kamu lakukan nak? kenapa Tuan Leonard begini? ". bisik Yardan merangkul pinggang Putri kesayangannya.
Nana tersenyum lebar malah menempelkan keningnya di bibir Yardan hingga Yardan menciumi kening Nana tapi pikirannya masih bertanya-tanya.
"Anna? ini kamu nak? ". tanya Leonard meneteskan air mata harunya melihat Cucu kecilnya bisa berdiri tanpa kursi roda.
"iya Kakek..! ini semua berkat Kak Nana yang menyembuhkan Anna". kata Anna dengan bahagia
Leonard pun melihat ke arah Nana yang tengah bermanja memeluk Papanya bahkan menoel-noel hidung Yardan betapa lucunya Yardan dengan tampang bodohnya itu hingga Nana kini menggoda Papanya saja melupakan ada Pria berkuasa seperti Leonard tengah melihatnya.
"Anna rindu Kakek". Anna memeluk Leonard
mereka saling berpelukan dan Leonard menangis terisak-isak serta semua pengawal Leonard pun terharu, mereka yang awalnya sudah menyiapkan senjata untuk menyerang Nana jika tidak mau melepaskan Anna kecil pun meletakkannya senjata mereka dilantai dan saling berpelukan bersama rekan-rekannya.
Dewi dan Diah pun berpelukan, mereka merasakan keharuan antara Leonard dan Anna.
"Kakek makin kurus aja ya? Anna malah makin gemuk". cerocos Anna dengan riang
semua yang mendengarnya pun tertawa
Leonard bangkit dan mendekati Nana lalu hendak bersimpuh tapi Nana sudah memegang Leonard melihat Nana menggeleng kepalanya pun Leonard menegakkan kembali tubuhnya.
"aku hanya balas dendam Tuan Leonard..! sekarang anda kalah bukan? saya menang. sudah berapa kali saya bilang kalau uang tidak menjamin kemenangan". kata Nana
"yaah.. kamu menang...! terimakasih telah menyembuhkan Cucuku..! katakan apa yang bisa saya berikan? saya akan berikan apapun yang anda inginkan Nona Nana". kata Leonard dengan membungkukkan sedikit tubuhnya.
"tidak ada Tuan.! saya hanya minta anda tidak akan mempermainkan orang lain lagi, hanya karna anda pernah dikhianati anda juga tidak boleh menganggap orang asing itu musuh semua yang harus dibinasakan". Nana
Yardan sampai bangga menciumi pelipis Nana.
Leonard tersenyum tulus, "anak anda hebat sekali Tuan Yardan..! ".
"Kakek..? Anna mau sekolah tapi Anna boleh tinggal disini? ". tanya Anna memeluk pinggang Kakeknya.
"iya Tuan..! Anna seperti putri kecil saya sendiri". kata Diah
"benar Tuan..! Anna sangat manis mengingatkan saya pada Nana saat kecil". sambung Dewi juga
"baiklah..! Kakek akan menyelesaikan semua urusan Kakek di Luar Negri dan akan pindah kesini bagaimana?? ". tanya Leonard menggendong cucu kesayangannya.
Anna mencium kening Leonard, "kata Papa Yardan mencium kening itu tanda sayang jadi Anna sangat sayang sama kakek".
Leonard pun memeluk Cucunya sambil menghapus air matanya yang tak berhenti menetes.
Nana menang hingga Leonard ingin memberikan apapun yang Nana inginkan tapi gadis menawan itu tidak menginginkan apapun.
.
.
.
__ADS_1