Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
dekat


__ADS_3

.


.


.


"ahaha...! los juga punya ide bagus !!". seru Rose semangat '45.


Ren hanya melirik adeknya sekilas lalu kembali melanjutkan pr nya.


Rose menggambar Kuda yaitu Kuda Aa yang gagah berdasarkan ingatan Rose yang juga kuat, mereka dapat PR menggambar 1 bagian tertentu semampunya bukan gambar pemandangan atau lainnya hanya 1 saja.


Nensy hanya ingin tau bagaimana kemampuan menggambar anak-anak didiknya,


.


.


pagi-pagi


"itu gulungan apa sayang? ". tanya Nana melihat tas Rose dan Ren ada satu gulungan kertas yang membuatnya penasaran isi didalam gulungan kertas itu.


"apa itu nak? ". tanya Arka juga.


"pllll". jawab sikembar serentak.


"Pr? apa? kok di gulung begitu? ". tanya Diah juga.


"gamballl". jawab Rose


"iya Pa.. ma.. Oma..! gambal". sahut Ren


"sudah-sudah..! ayo disuruh sarapan dulu anak-anak". Diah mengajak


Nana dan Arka membawa anak-anaknya duduk di Kursi lalu menyiapkan sarapan roti untuk anaknya, tak lupa mereka harus menghabiskan susu yang dipersiapkan untuk mereka.


"ayo pak saballl..! ". ajak Sikembar menarik-narik tangan supirnya.


"nggak diantar Mama sama Papa sayang? ". tanya Nana


"papa nak? ". tunjuk tangan Arka seperti anak kecil mencari perhatian,


"tidak usah Pa.. Ma..! besok aja". jawab sikembar serentak


krik... krik..


semua orang yang di meja makan saling pandang tidak mengerti, tapi tidak protes juga saat sikembar minta diantar oleh supir.


setibanya di Sekolah,

__ADS_1


banyak anak sekolahan Sikembar berusaha untuk dekat dengan si Putra-Putri penguasa itu tapi tidak pernah ada yang bisa dekat dengan mereka.


Rose yang terlihat ceria dan ramah nyatanya sulit untuk didekati, bukan maksud apa-apa tapi Rose tau mana yang tulus dengannya dan yang bukan, hampir merata mereka semua ingin berteman karna ada maunya.


"kakak tunggu!! ". rengek Rose


Ren menghentikan langkah kakinya dan memutar ke arah Rose, Rose berpamitan pada Supirnya lalu pergi bergandengan tangan dengan kakaknya yang memang menunggu Rose.


Supir nya yang bernama Sabar tersenyum lembut, "Nona Kecil dan Tuan Kecil sangat berbeda, mereka tau cara membuat kedua orangtuanya supaya tidak repot, beruntungnya Nyonya dan Tuan". gumam Pak Sabar.


jika anak-anak lain pasti minta waktu orangtuanya untuk meluangkan waktu dengannya tapi sikembar malah ingin Orangtuanya bekerja saja jangan memberi waktu untuk mereka seolah mereka sudah dewasa padahal masih anak-anak.


"kepribadian mereka menjadi lebih tangguh karna Nyonya sangat menyayangi mereka, 24 jam tidak pernah berpaling tentu saja mereka sudah kenyang kasih sayang". kekeh Pak Sabar


(maksud Pak Sabar 24 jam karna Nana tidak bekerja hanya menghabiskan waktu untuk sikembar dan Arka saja).


baik Pak Sabar maupun pekerja Mansion Arkatama tau bagaimana pengorbanan waktu Nana demi anak-anaknya supaya tumbuh menjadi anak yang hebat dan tidak akan membuat masalah, Nana berhasil mendidik anaknya dengan penuh Cinta tanpa main tangan dan tak pernah membentak.


.


di kelas


"bagaimana sayang? kalian bisa tunjukkan hasil karya kalian hmm? ". tanya Bu Nensy pada sikembar yang tak kunjung membuka hasil gambar mereka ke teman sekelas.


Ren dan Rose secara bersamaan membuka hasil gambar mereka, Nensy sampai tercengang melihat hasilnya sementara anak-anak yang lain malah melongoh menatap gambar itu yang terlihat nyata.


"ini Pohon Belingin didepan kelas kita". kata Ren


"itu kalian yang gambar? ". tanya anak laki-laki sopan.


Ren dan Rose berjalan santai ke meja Nensy dan mengambil Kapur yang ada, mereka menggambar di papan yang berbeda.


pertanyaan itu sudah membuat sikembar mengerti bahwa mereka semua meragukan gambar itu adalah hasil karya Sikembar, dengan tenang mereka menggambarnya di papan tulis dengan bantuan kursi yang ada didekat mereka.


"ya Tuhan..!". Nensy sampai membekap mulutnya syok melihat hasil karya tangan sikembar di papan tulis sangat mirip.


"apa mereka memang bisa melukis? ". gumam Nensy tak percaya.


"maaf bu gulu..! mereka menyebalkan, masa meleka tidak pelcaya kalau ini gambal kami". rajuk Rose dengan bibir mengerucut lucu.


"ah.. hahaha.. iya nak.. iya.. silahkan Rose menceritakan alasan menggambar Kuda ya? ". pinta Nensy gugup.


Rose menceritakan semua nya lalu kembali duduk, tinggal Ren yang masih asik melukis bahkan sampai semut dan daun keringnya pun ia ingat.


"bu Gulu..! len punya ingatan yang bagus jadi sekali mengamati semua nya ingat bukan pandai menggambal tapi memang len ingat semua yang ada disini". Ren menunjuk otak cerdasnya.


Nensy melihat gambar Ren dengan kikuk, ternyata keuntungan punya ingatan bagus adalah hal ini, baru ini Nensy tau bisa melukis ternyata bukan modal tangan yang berbakat melainkan ingatan yang bagus.


.

__ADS_1


.


Ren dan Rose pergi ke Rumah Celvin, dimana Kedua orangtuanya meminta Pak Sabar mengantarkan Sikembar ke Rumah Celvin dan Intan.


"kenapa kesini sih? ". gerutu Rose


"kenapa dek? ". tanya Ren penasaran.


"Los malas sama bang El kak..! dia menyebalkan sekali". jawab Rose mengerucutkan bibirnya.


Ren tersenyum, "tapi Tante Intan bisa malah! ayo kita masuk!! ".


sesampainya di dalam Rumah Celvin dan Intan, El berlari ke arah Rose dan mengusap kedua pipi Rose yang sangat menggemaskan,


"lihatlah Nana..! El sangat merindukan Rose". gemas Intan.


Nana tertawa kecil, "lihatlah wajah masam anakku Kak..! dia terlihat kesal". kata Nana.


"tapi dia sangat menggemaskan Nana..! maka nya El suka menggodanya". jawab Intan.


"apa-apaan sih abang..! jangan pegang-pegang pipi aku". protes Rose dengan galak.


El tersenyum lebar, "adek sangat lucu..! abang beli boneka cantik dari Paris..! ayo ikut abang! ". El menarik tangan mungil Rose yang menekuk wajah imutnya.


Ren hanya menatap datar El yang memang suka sekali menggoda adik kembarnya tapi bisa dikatakan El sayang banget sama Rose selalu membelikan Rose sesuatu sampai Ren sendiri heran sebenarnya apa mau El suka menggoda tapi ada rasa sayangnya juga.


"ayo son..!". ajak Arka menyentuh punggung Putranya.


Intan merangkul lengan Nana sambil senyam-senyum, dulu Celvin pernah jatuh cinta pada Nana tapi sebagai Pria sejati tidak pernah menggunakan cara curang apalagi saat itu Arka mengakui kalau Nana memang miliknya begitu sebaliknya.


Celvin terlambat tapi tidak memaksa seperti Pria lain, karna perempuan tidak hanya satu tapi jatuh Cinta itu sulit beruntunglah Celvin terlibat cinta satu malam dengan Intan yang membuatnya memiliki Putra tampan yang sangat pintar seperti dirinya.


.


.


"apa ini bang? ". tanya Rose menunjuk boneka Angry bird yang diberikan El untuknya.


"adek lucu kalau marah seperti angry bird ini, hehe.. abang suka jadi beli untuk adek yang suka marah-marah". kata El


Rose menekuk alisnya, "abaaaanng..!! besok-besok Los malas ke lumah abang".


"jangan dek..! hehe..! ini buat adek juga". El menarik tangan Rose yang hendak pergi lalu memberikan Menara Eiffel yang terlihat sangat indah.


"waahhh". mata besar Rose berbinar seketika menerima hadiah pemberian El.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2