
.
.
.
Si Ketua mendekat dengan tatapan laparnya ke Nana, Nana mengangkat kakinya dan menendang Dada Si Ketua Preman dengan heelsnya hingga terlempar.
"kalian salah mencari target". kata Nana berdiri angkuh dan kakinya melebar, Nana sangat seksi dengan pemandangan itu.
kedua Teman Si Ketua berlari ke Pria pertama dan menanyakan keadaan nya.
"haisssh...! hajar dia". Titah si Ketua
"baik Tuan". jawab Pria 2 dan 3 patuh.
Nana tersenyum sinis lalu mengangkat kedua tangannya dan mengepal, ia menyeringai lalu melambai tangannya ke arah kedua Pria itu
"ayo kemarilah..! Anna adalah Perempuan Gila". kata Nana dengan senyum misteriusnya.
kedua Pria itu pun saling pandang lalu menganggukkan kepala, mereka menyerang Nana bersamaan.
Nana menahan pukulan Pria 2 dan Pria 3 hendak memukulnya dari samping tapi Kaki Nana sudah menghadang dan menendang dengan kakinya begitu cepat hingga Pria 3 termundur beberapa langkah.
Nana meninju dagu Pria kedua hingga mendongak dan Nana tendang dengan kaki juga ujung heelsnya mengenai hidung Pria 2 dan terpelanting mengenai Aspal dan tak sadarkan diri.
"curang. !". berang pria ketiga
Nana menyerang Pria terakhir dengan serangan mematikan hingga Pria itu kelelahan menangkis gerakan tangan Nana yang cepat,
plak...! Nana menampar Pria ketiga dan menampar lagi dan lagi hingga sudut bibir Pria itu berdarah,
"hukuman karna berani merendahkan Anna". Nana memukul dagu Pria itu dengan Kepalan tinjunya lalu memukul dada Pria itu dengan kedua tangannya beberapa kali hingga termundur lalu mengenai Mobil mereka sendiri dan terjatuh terbatuk-batuk darah.
si Ketua terbelalak melihat kehebatan Nana, "sialan.. dia perempuan tangguh..! aku terlalu meremehkannya". batin si Ketua
Nana berjalan dengan heelsnya dan tak lupa tatapan angkuhnya itu lalu memijak Dada bidang si Ketua dengan heelsnya begitu kuat.
"am.. ampun.. Nona". ucap Si Ketua memegang kaki Nana.
Nana memijaknya semakin kuat, "bahkan kekasihku tidak pernah memandangku sepertimu memandangku..! sepertinya barangmu ini perlu diberi pelajaran..! aku tidak suka sesuatu yang menonjol". seringai Nana
Si Ketua dengan cepat melindungi asetnya, Nana memijak dada Si Ketua semakin kuat hingga tangan yang tadi melindungi asetnya berpindah memegang kaki Nana dan meminta Ampun.
__ADS_1
Nana menyeringai lalu memijak aset Pria itu hingga terdengar teriakan disana, kedua bawahan siketua sampai tersadar dari pingsan mereka dan begitu ngilu melihat kaki Nana yang mengenakan heels memijak aset ketuanya,
kejam..! itulah yang ada di kedua pikiran mereka.
"sudah aku bilang kalian salah pilih target". seringai Nana.
"a.. aam.. ampun Nona.. aaakhh.. Nona.. Aaahhh". jerit pilu si Ketua
"aku bukan perempuan pertama yang kalian jadikan target kan? untuk itu aku harus balaskan dendam perempuan sebelum aku". kata Nana memijak semakin kuat hingga Si Ketua itu terkencing didalam celana dan pada akhirnya pingsan.
Nana meringis, "dasar menjijikkan..! kau mengotori heelsku". teriak Nana mengangkat sebelah kakinya.
Nana berbalik dan kedua Preman lainnya saling berpelukan ketakutan, Nana mendekati mereka yang berteriak memohon ampun.
"lepaskan heelsku. ! cepat..! ketua kalian mengotori heelsku". titah Nana.
Pria ketiga dengan gemetaran merangkak ke Kaki Nana dan melepaskan heels Nana,
"dan kau..? ". bentak Nana ke Pria yang berdiam diri dengan wajah memucat.
Akhirnya pria kedua pun merangkak ke Kaki Nana dan melepaskan heelsnya di kaki Nana yang lainnya.
"kalian menjijikkan". keluh Nana
"sudah merusak mobilku dan sekarang mengotori Heelsku, kalian tidak tau bagi perempuan sepertiku Heels itu seperti kehebatan kami hah? ". marah Nana
Nana menggerutu hingga saat ia tersadar sudah banyak orang yang merekam aksi hebatnya bahkan berdecak kagum pada Nana.
"maaf.. maaf..!". Nana pun memilih masuk ke Mobilnya tanpa memakai alas kaki.
.
"haisssh...! bagaimana cara mereka melihatku?? pasti mereka bilang aku seperti preman,, aduuuh.. image ku sebagai Anna sudah rusak". Ricau Nana yang mengomeli diri sendiri karna tak bisa menahan diri untuk mempertahankan image Anna yang sempurna.
"aaaaah..... mereka tadi merekamku lagi, mampus akuu". gerutu Nana
sebenarnya Nana bisa saja menghapus setiap postingan Orang tapi jika diantara perekam tadi melakukan siaran langsung bagaimana? Anna kan bisa berbahaya, semua yang Nana lakukan selama menjadi Anna sekarang sudah rusak hanya karna ketiga Preman tak tau diri itu menghadangnya ditempat yang ramai.
bukankah Preman beraninya dijalan sepi? Nana tak habis pikir.
setibanya di Perusahaan Arkatama Group, Nana berlari tanpa alas kaki.
"Annna?? ". heboh beberapa Karyawan Arka.
__ADS_1
Nana yang merasa Image Anna telah rusak pun melarikan diri, ia berlari dengan kaki berjinjit dan masuk ke Lift Privat, padahal Nana tidak pernah masuk ke Lift khusus itu.
"Arkaaa?? ". teriak Nana dengan rengekan khasnya berlari memasuki Ruangan Vano.
Nana terhenti seketika melihat ada 3 Karyawan Devano, termasuk Endra yang tengah menonton Vidio pertarungannya.
"haissh..! ". Nana berbalik dan Arka berdiri dan berlari dengan langkah lebar ke arah Nana.
"sayang? bagaimana keadaanmu? ". tanya Arka memegang bahu Nana karna ia tau situasi Nana tadi sebab sedang jadi buah bibir banyak orang bahkan vidio pertarungan serta kekejaman Nana terlihat jelas.
Nana seperti perempuan psikopat didalam rekaman yang tersebar luas itu.
"Arka..? hiks.. hiks..!". Nana merengek memeluk Arka seolah tengah mencari tempat persembunyian.
Arka memeluk Nana dengan erat, "kenapa sayang? apa perlu kita ke Rumah sakit? ". tanya Arka khawatir.
ketiga Pria yang masih di Ruangan Arka itu ada yang melongoh sampai menjatuhkan ponselnya, sedangkan Endra yang tau hanya menatap datar saja Tuan Muda nya.
"pertemanan 7 tahun tidak ada artinya saat ada perempuan disisinya". gerutu Endra.
mereka berteman baik sejak masuk SMA, hingga ke Perguruan tinggi.
"Arka..? a.. aku..? aku minta maaf.! image ku sebagai kekasih sempurna mu sudah tercoreng.. hiks... hikss... bagaimana ini Arka?". isak Nana
Arka mengerutkan keningnya, "image mu rusak? siapa bilang sayang? ". tanya Arka
Nana mendongakkan wajahnya dan dagunya bersandar di belahan dada bidang Arka.
"tad.. tadi..? huhu..! kamu pasti sudah menontonnya kan? aku sungguh tidak tau akan ada yang merekamku..! lagian mereka yang salah karna membuat mobilku rusak dan menatapku seperti itu, kejamnya mereka ingin membawaku pergi lalu suruh aku ganti rugi dengan tubuhku..! aku marah dan melupakan semuanya.. hiks.. hiks.. hancur sudah reputasi kekasih sempurnamu Arka, aku minta maaf". Nana kembali memeluk Arka
Arka tersenyum begitu tampannya, ia yakin Nana salah faham karna saat ini Vidio Nana trending bukan dinilai kejam malah dipuji habis-habisan karna Nana sangat hebat bisa menghabisi preman yang meresahkan disetiap kota di pulau jawa itu.
"image mu tidak rusak sayang..! mereka malah mengatakan kamu memang pantas menjadi kekasih sempurnaku". kata Arka dengan lembut mencium sayang pelipis Nana.
Nana melepaskan pelukannya dan menatap Arka tak percaya, "benarkah? walau aku melakukan hal kejam begitu? ".
Arka mengangguk lalu menggendong Nana dan mendudukkan sang kekasih hati di Meja Kerjanya yang luas.
"kita obati kakimu ya? ". kata Arka mengelus pipi Nana dan menghapus sisa air mata Nana.
Perlakuan Arka itu begitu manis hingga ketiga Pria yang berdiri seperti patung itu bertanya-tanya dalam hati apa Arka itu seorang Playboy? bagaimana bisa melakukan hal semanis itu !.
.
__ADS_1
.
.