Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
menolong


__ADS_3

.


.


.


Nana kembali ke Acara Pesta, kali ini Arka lebih lengket dengan Nana seolah melindungi Nana jika ada bahaya lain yang mendekati pujaan hatinya.


Emma dan Yunus saling pandang dan mengangguk tipis, Nana kebetulan melihat ke arah Yunus yang menatap Emma dari kejauhan.


"ciihh... apa lagi rencana si licik itu? ". batin Nana yang tau mereka tengah menyusun rencana.


bermain dengan orang licik Nana harus cerdas, ia tidak akan membiarkan mereka menang.


"hmmm? ada baiknya aku harus mendapatkan rambut Yunus.. haha". Nana tiba-tiba saja mendapatkan ide.


Nana mendekati Arka yang langsung meraih pinggangnya, Nana berbisik pada Arka terlihat Arka mengerutkan keningnya.


"kenapa? ". tanya Arka


"aku akan mengambil DNA mereka berdua lalu mencocokkannya". jawab Nana melirik Yunus dan Celinne sekilas.


"lalu? ". Arka


"lalu apa hmm? tentu saja itu akan menjadi bukti kalau dia itu Putri Penguasa Palsu". gemas Nana mencubit kedua pipi Arka yang tersenyum.


kegiatan mereka berdua dilihat oleh Celinne, "berbahagialah kau Anna.. aku akan membuatmu menangis darah setelah ini, wajahmu yang kau banggakan itu akan aku hancurkan". batin Celinne dengan tangan terkepal dan dengan deru nafas yang tidak beraturan.


Celinne dicampakkan Vano bukannya move on malah semakin menggilai Pria itu, tidak tersentuh, hampir semua Pria yang menggilainya tapi bukan karna kecantikannya namun karna dirinya adalah Pewaris W Group dari Keluarga terpandang (Wijaya), berbeda dengan Devano sebelumnya memang tidak mempermasalahkan Pertunangan mereka entah apa yang terjadi Devano tiba-tiba meninggalkannya karna perempuan yang mendapat julukan si kekasih sempurna itu.


"tapi tunggu? bukankah dia seorang dokter? kenapa dia bilang belajar bisnis? apa otaknya ada 2?". cecar Celinne bergumam sendiri.


Celinne belajar Bisnis saja sudah pusing tujuh keliling apalagi tambah belajar kedokteran, jadi menurutnya otak manusia tidak mungkin bisa sehebat itu.


"huuh...! dia pasti menghafal naskah". batin Celinne menebak.


Celinne berjalan ke arah Nana, tiba-tiba saja situasi menjadi panik dan khawatir saat seorang Pria sekitar berumur 50-an terkapar di lantai.


Nana yang tadi masih asik mencubit pipi Arka pun menoleh begitu juga Arka,


"ada apa Arka? ". tanya Nana


"sepertinya ada orang yang pingsan". jawab Arka


Nana melepaskan diri dari Arka dan berlari ke arah kerumunan itu, Arka pun mengikuti Nana karna takut ada yang sedang mencari celah ditengah keseriusan Nana sebab Arka tau Nana bisa mengobati orang alias seorang dokter.

__ADS_1


"minggir..! aku periksa". teriak Nana


Nana menyanggul rambutnya dengan cepat hingga leher jenjang dan bahunya semakin terlihat jelas, Nana tidak memikirkan orang lain yang menatapnya, ia bersimpuh memegang kepala Pria tua itu.


"siapa kamu? ". tanya Asisten Pria Tua yang tergeletak itu.


"Anna..! ". jawab Nana memegang denyut nadi Pria tua itu.


"uhuukk.. uhukk...! ". Pria tua itu terlihat kesakitan dengan muka memerah.


"sial..! ". Nana berdiri karna tau apa yang terjadi


"ada apa? ". tanya Asisten pria tua itu khawatir.


"dia tersedak sesuatu, cepat bantu keluarkan itu jika tidak dia bisa meninggal". titah Nana.


Arka bergerak cepat mengangkat tubuh Pria Tua itu lalu memegang lengannya, Arka juga mengguncang Pria Tua itu supaya mengeluarkan sesuatu yang tersangkut di tenggorokannya.


"apa yang bisa aku bantu? ". tanya si Asisten Pria Tua itu khawatir.


"apa lagi? harus keluarkan dulu yang tersangkut itu". jawab Nana sedikit membentak sebab ia sedang khawatir dengan keadaan Pria tua itu jika tidak tertolong Nana akan begitu sedih.


"lebih kencang Arka! ". pinta Nana berteriak.


Nana memeriksa keadaan Pria itu dan tersenyum manis, "Dia sudah baikan".


Pria tua itu pun masih terbatuk-batuk, wajah yang tadi begitu merah kini telah memudar kembali ke warna asli wajahnya yang putih.


"Kakekk? ". teriak seorang Pria yang di hubungi Asisten Pria tua itu.


Nana memberi jalan pada Pria itu, "sepertinya aku pernah melihatnya, dimana ya? ". batin Nana


"Kakek? sabar ya Kek..! dokter dalam perjalanan". ucap Pria itu yang tak lain Celvin.


Celvin adalah Pria yang pernah membantu Nana mengobati seorang Pasien yang kejang-kejang di Rumah Sakit, Celvin memegang ibu Ida saat itu dengan begitu baik hingga Wanita itu berhasil diselamatkan.


"Tuan? Pak Zulfikar sudah selamat berkat gadis ini, Anna". kata si Asisten Kakeknya Celvin bernama Rozi.


Celvin mendongak dan tertegun melihat Nana, "benar kamu yang membantu Kakekku? ". tanya Celvin.


"Ekheemm..! aku yang mengguncang Kakekmu". Arka menyahut.


Celvin menoleh ke Arka, "terimakasih ku ucapkan pada kalian berdua".


"sama-sama". jawab Arka dan Nana bersamaan.

__ADS_1


"kakek..? kakek sadar? ". Celvin tersenyum lega melihat kakeknya membuka mata.


Zulfikar membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah Nana yang tadi samar-samar ia lihat saat dirinya begitu kesakitan.


Celvin membantu Zulfikar berdiri dan Rozi juga membantu Zulfikar berdiri,


"nak..! terimakasih ya sudah tolong Kakek! ". ucap Zulfikar yang melihat sekilas Nana yang membantunya.


Nana tersenyum lalu merentangkan sebelah tangannya dan Arka dengan cepat menyambut tangan Nana, "ini dia yang membantu Kakek, jika dia tidak melakukannya dengan baik mungkin ..."


"kakek mengerti..! terimakasih nak Vano". ucap Zulfikar.


mereka saling mengucapkan terimakasih, hingga tiba-tiba Celinne datang.


"loh.. bukannya kamu bisnis ya Anna? kenapa bisa mengobati orang? sebenarnya kamu ini seorang dokter atau seorang pembisnis? ". Celinne berkata dengan senyum miringnya.


Nana memutar bola matanya dengan jengah, "Honey....!! aku sangat lapar". Nana merengek manja ke Arka.


"iya sayang..! ayo kita pergi! ". ajak Arka merangkul pinggang Nana dengan mesra.


"kau belum menjawab pertanyaanku Nona Anna". panggil Celinne yang seolah merasa Nana tidak bisa menjawabnya.


"asal anda tau ya Nona Celinne..! Anna ku memang bisa mengobati orang, bahkan saat aku dalam keadaan kritis dia lah yang menyembuhkanku hingga aku jatuh cinta padanya". Devano yang menjawab.


semua orang pun berdecak kagum,


"apa yang patut di curigai dengan seorang pembisnis yang bisa menguasai ilmu kedokteran?". Vano berkata sambil membawa Nana pergi.


Celvin terdiam melihat situasi itu, "ternyata dia kekasihnya Tuan Muda Arkatama, aku terlambat" . batin Celvin yang juga jatuh cinta pandangan pertama pada Nana saat berada di Rumah Sakit.


"nak..? ". Panggil Zulfikar yang tau Cucunya menaruh hati pada sosok bidadari tadi.


Celvin pun tersadar lalu membantu Kakeknya keluar bersama Rozi, sedangkan yang lainnya juga membubarkan diri berbisik-bisik tentang Kehebatan Nana dan keirian Celinne.


Celinne pun berteriak pada mereka untuk tidak menyebut namanya, mereka malah melarikan diri sudah pasti akan menggosipi kelakuan Celinne diluar sana.


Celinne mengepalkan tangannya, Nana dan Arka keluar malah mencari makan diluar, sementara Yardan yang melihat dari kejauhan buru-buru menghapus air mata harunya.


putrinya benar-benar cerdas dan berpendidikan, padahal sebenarnya tidak jika bakat sudah menurun ijazah atau piagam pun tidak dibutuhkan lagi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2