
.
.
.
Arka tiba di Mansion Arkatama dan melihat mobil kecil berputar-putar di depan pagar, Arka membuka atap mobilnya.
"Ren?? ". panggil Arka
"papa?? ". Ren melajukan mobilnya ke Arka kini sejajar disamping Arka hanya saja ukuran mobil mereka berbeda.
"Bagaimana Son?? suka? ". tanya Arka mengelus kepala Ren.
"Suka". jawab Ren semangat '45.
Arka tertawa,
"bye.. papa?? ". lambai tangan Ren.
Ren melajukan mobilnya didepan Arka dan berputar kiri-kanan hingga Arka menggeleng-geleng kepalanya sambil senyam-senyum lalu tertawa.
Arka tidak marah mengiringi mobil mungil didepannya yang supirnya adalah Ren.
Tin... tin... tinnn...!!!
Nana berlari ke asal suara dan menepuk keningnya melihat 2 pelakunya adalah Ren yang menyeringai lebar dan Arka tengah tersenyum tampan mengedipkan matanya seolah menggoda gadis cantik.
"ingat umur sayang...! kamu itu udah punya anak jangan genit!! ". omel Nana
"genit sama Istri sendiri tidak apa". jawab Arka dengan senyum tertampannya.
Nana pusing sendiri melihat 2 mobil berbeda ukuran itu berputar-putar menggodanya, Nana berjalan ke arah Arka yang menghentikan mobilnya melepas seatbeltnya sambil mendongak menatap penuh cinta Istrinya.
Arka mengira Nana akan semakin terpesona padanya dan akan berbuat agresif diranjang sementara Nana berkacak pinggang menatap suaminya.
kyaaakkkk
"aduuuh...!!! sayaaang..! sakiiittt! ". pekik Arka membuka mobilnya dan memegang tangan Nana karna tangan cantik Nana menjewer telinganya hingga terasa seperti hampir lepas.
"aaah...!! kabuuuulllll !!". Ren melajukan mobilnya ke belakang menuju kandang kuda milik Arka dan Nana.
"Sooonnnnn!!! ". teriak Arka menggema sambil mengulurkan tangannya seolah meminta bantuan.
inilah yang membuat Sikembar takut pada Nana, memang Nana tidak pernah kasar pada mereka tapi melihat cara Nana menghukum Arka sangat menakutkan, tidak salah sikembar takut pada Nana sungguh Nana tidak pernah membentak Sikembar apalagi main tangan.
Nana hanya mengajari suaminya supaya tidak mengajari anaknya berbuat salah seperti suka-suka dijalan, jika di jalan besar bisa habis anaknya
Nana marah pada Arka karna mengajari anaknya seperti itu, Arka malah salah rencana berpikir Nana akan menggila padanya tapi malah Arka yang gila karna dihukum sang Istri.
"mau apa hah?? kenapa bawa mobil kayak tadi? apa kamu pikir semua itu lucu sayang? ". tanya Nana dengan mata melotot.
"ada apa sayang? ". tanya Diah yang buru-buru datang mendengar teriakan Arka.
__ADS_1
"eehh? kenapa Nak? ". tanya Diah bingung melihat Arka di jewer oleh Nana.
"Mom...! tolong Arka..! ". pinta Arka memelas.
"kamu pasti buat kesalahankan? ". tanya Diah menyelidik.
"iya Mom..! dia berbuat kesalahan Mom..! berani-beraninya dia mengajari Ren yang tidak-tidak, kenapa dia malah berputar-putar dengan mobilnya ini Mom.. bagaimana jika Ren mengikutinya dan menjadi pembalap liar?? didikan orangtua itu sangat membentuk kepribadian anak, Nana tidak suka Ren jadi pembalap nanti Mom". omel panjang Nana.
Arka menjatuhkan rahangnya, "sayang...! bukan aku yang mengajarinya tapi dia yang mengajariku".
"apaaa?? jangan berbohong sayang..! kamu pikir aku percaya hah?? mana mungkin anak usianya 4 tahun bisa mengajarimu hal seperti itu, dia belum punya SIM jadi jangan mencoba membodohiku sayang..! aku seorang Presdir!! ". bentak Nana
Arka memutar pandangannya ke Diah yang tertegun, "kamu yakin Nak?? kamu yakin Ren yang mengajarimu? ". tanya Diah sekali lagi.
"iya Mom..! masa iya Arka bohong, Mommy tau kan dia bukan anak normal". bujuk Arka
Nana terdiam lalu pegangan tangannya di telinganya Arka melonggar, dan Arka segera meminta melepaskan tangan Nana dari telinganya.
Nana hampir terduduk lemas tapi Arka segera memegang lengan Nana dan merangkul pinggang Nana,
"kenapa sayang? ". tanya Arka khawatir
"aku hanya takut kalau anakku akan menjadi seorang pembalap! kenapa seperti ini? bagaimana ini? ". gumam Nana dengan lirih.
"tidak sayang..! kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan Anak-anak kita membawa mobil sendiri sampai punya SIM, tidak akan !!". Arka berkata dengan serius.
Nana tersenyum lemah, "terimakasih sayang".
"hmm..! jangan khawatir ya? ". bisik Arka dengan lembut merapikan anak rambut Nana.
Nana tersenyum dan menganggukkan kepalanya,
.
.
"sayaaang..? ayo makan!!!". panggil Nana.
"iya ma? ". sahut Ren
"ayo makannn!! ". sambung Arka
"ayo sayang...!! nanti saja mainnya". Diah.
"iyaaa". sahut Ren
Arka menggendong Ren dan mengecup pipi Ren yang menatap datar Papanya hingga Arka tertawa lepas, dan Nana menggenggam tangan Ren sambil tersenyum.
mereka berjalan memasuki Mansion ternyata Rose sedang makan di kursi dengan posisi berjongkok, Rose memutar kepalanya dan tersenyum kikuk dengan wajah belepotan.
"kenapa sayang? ". tanya Arka membawa Ren dan duduk disamping Rose.
Ren langsung mengambil makanannya sendiri seolah sudah dewasa,
__ADS_1
"biar mama yang ambilkan nak! ". Nana hendak mengambil sendok yang Ren pegang tapi dijauhkan oleh Ren.
"bial len ya ma? len udah besal bial mama ambilin papa saja yang masih bayi". pinta Ren menyeringai lebar.
Arka tak tau malunya mengangkat piringnya sambil tersenyum cerah ke Nana, Diah menganga lebar melihat muka tembok Arka yang tidak tau malu.
"lose sudah siap..! Los buat pllll!! byeee!! ". Lose turun dari kursinya berjalan dengan kaki kecilnya tanpa berlari.
semua orang saling pandang ditempat, Nana melihat Noni.
"Maaf Nyonya.. Tuan..! tepat jam 12 siang tadi Nona kecil minta makan". jawab Noni
Nana melihat jam tangannya yang ternyata sudah hampir jam 1, "ya Tuhan..! Rose sangat tepat waktu dan menuruti permintaanku". gumam Nana.
"bagaimana sikembar begitu patuh padamu sayang?". gemas Diah mengelus kepala Ren
Nana hendak menjawab tapi mendengar suara Arka membuat Diah dan Nana melihat Arka yang bertingkah seperti anak kecil.
"sini sayang..! ayo makan! ". ajak Arka menepuk kursi disampingnya.
"iya.. kita makan saja". ujar Nana pelan.
semua orang pun makan siang bersama di Mansion, sementara Ren yang sudah siap berpamitan meninggalkan meja makan hendak belajar karna keasikan bermain melupakan PR-nya.
tidak ada yang mencegah Ren tentu meminta Ren buru-buru mengerjakan PRnya.
.
.
sikembar asik belajar di Ruangannya sambil mengerjakan PRnya yang kini disuruh menggambar.
"kakak gambal apa?? ". tanya Rose semangat.
"tidak tau". jawab Ren
"telus kenapa megang kuas? ". tanya Rose mengerjab.
"eeh.. salah..! sehalusnya kakak pegang pensil". Ren meletakkan kuasnya dan mengambil pensil.
Rose memperhatikan gambar yang dilukis Ren, Ren hanya menggambar sebuah pohon tapi terlihat cantik seperti asli.
mata besar Rose membulat, "kakaaakk?? kenapa bisa asli? ".
Ren mengelus telinganya, "jangan libut dek! ".
"heheh..! adek tengok! ". rengek Rose.
Ren mengangguk lalu fokus kembali ke gambarnya dengan pensil, Ren memiliki ingatan yang sangat bagus saat mengamati sesuatu bukan karna ia pintar melukis itu sebabnya ia bisa menggambar 1 hal begitu detail sampai semut-semut dan dedaunannya pun ia ingat.
.
.
__ADS_1
.