
.
.
.
Artikel tentang Qiki pun beredar, banyak orang yang menyayangkan kejadian ini mengapa tidak sejak dulu kejahatan Qiki terbongkar, para pekerja yang berdemo pun semakin banyak.
kini Qiki didatangi oleh Pengadilan Jaksa langsung, semua bukti akan membuat Qiki mendekam dalam penjara seumur hidup tidak bisa lagi disogok atau dibayar dengan denda.
Saat Qiki dibawa oleh orang-orang berjas, semua orang yang berdemo melempar telur busuk, tomat busuk, sayuran busuk dan banyak lagi.
"sialaaaaannn.. kaliannn". marah Qiki tiba-tiba
kedua Pria berjas yang memegang Qiki cukup kewalahan memegang Qiki terlebih lagi bau Qiki sungguh menyengat hidung sehingga Qiki terlepas dan menyerang salah satu dari pendemo itu, tak tanggung-tanggung semua orang yang berdemo menyerang Qiki dengan cara mengeroyok,
"cepat bantu dia...! ". teriak salah satu Jaksa mencoba mengamankan sebagian orang.
"hentikaaannn!! ". teriak Jaksa lain.
Qiki melakukan kesalahan besar dengan masuk menyerang salah satu dari para pendemo yang dipenuhi dendam dan amarah, mereka sudah lama ingin menghabisi Qiki sebab manusia seperti Qiki tidak pantas berada di muka bumi ini suka menganiaya orang lain yang lebih lemah darinya.
tidak tau saja Rakyat adalah pimpinan tertinggi di negara Indonesia, pejabat atau pemimpin Negara tidak ada apa-apanya jika bukan Rakyat yang memilih mereka semua.
"sudah hentikan...!! ". teriak Pria-pria berjas yang bertugas membawa Qiki.
Qiki sudah tak sadarkan diri, ia dipukuli secara massa penuh luka dan darah, Pria paruh baya itu dilarikan ke Rumah Sakit karna ditebak luka nya cukup serius.
begitulah Cara Nana melampiaskan dendamnya, ia tidak suka menyakiti dengan fisik tapi menyerang dengan mental (Bathin) karna rasa sakit yang paling menyakitkan adalah terkena mental, kalau rasa sakit kena fisik bisa sembuh dan sehat kembali berbeda dengan luka batin.
Arka sedang berada di Perusahaannya, ia melihat kabar Qiki selama 1 harian penuh membuatnya ngeri, tapi hanya saat dirinya sendiri saja kalau ada orang lain pura-pura tak peduli.
"Tuan? ". panggil Endra
"hmm? ". sahut Arka
"sebenarnya siapa sosok hacker ini Tuan? kenapa dia hebat sekali?? saya benar-benar merinding jika anda menyakitinya Tuan". oceh Endra
Arka menatap tajam Endra yang cengar-cengir,
"saya harap anda jangan jadi tukang korupsi ya Tuan? saya tidak mau anda berakhir seperti Pak Qiki ini". pinta Endra
"kenapa aku harus menyakiti istriku sendiri? kau bicara hati-hati sebelum aku menyumpal mulutnya dengan batu mendidih". kata Arka yang memang tak suka kata-kata Endra.
Endra membekap mulutnya tapi keningnya mengkerut, "apa hubungannya Hacker misterius dengan Nyonya Muda? Tuan memang aneh".
"boleh saya bertanya Tuan? ". tanya Endra
__ADS_1
"tidak boleh". jawab Arka cepat.
"hehe.. terimakasih Tuan, sebenarnya apa hubungan Hacker misterius dengan Nyonya Muda Tuan?". tanya Endra dengan muka temboknya.
Arka berdecak, ia tidak mengerti mengapa Endra semakin menyebalkan?
"menurutmu? ". tanya balik Arka dengan malas.
"apa menurut saya Tuan? tidak mungkin si Hacker misterius itu Istri anda, Nyonya Muda tidak mungkin bisa meretas kan? Haha". jawab Endra sambil tertawa.
Arka menatap datar Endra, "kenapa tidak bisa? kalau memang istriku yang melakukannya menurutmu bagaimana? aku mau tau reaksimu".
Endra yang tertawa menghentikan tawanya menatap Arka tak percaya, "t.. tidak mungkin, Nyonya Muda kan seorang Pembisnis".
Arka menyeringai, "menurutmu kenapa Nana bisa tau kebusukan Qiki? jika bukan Pria bernama Rezantara Hindiro yang dipecat di Perusahaan Qiki mungkin Nana tidak akan tau kebusukan Pria itu, Nana memang baik hati pada orang lain tapi dia benci para petinggi yang mempermainkan kehidupan orang lain".
"ja.. ja.. jadi? ". gagap Endra
"Rezantara Hindiro bekerja sebagai Asisten ketiga Nana di Perusahaan W Group, Nana adalah Hacker yang kau puji-puji". jelas Arka dengan santai.
Endra membelalak sempurna, Kakinya melemas seketika sungguh tak percaya kebenaran ini.
"Tuan hanya bercanda kan?". tanya Endra
Arka tertawa, "aku bercanda? kalau kau tidak percaya coba saja menghianatiku dan kau akan berakhir sama dengan Pria itu".
"aku tau maka nya aku memberitaumu, rahasiakan sampai kau mati kebenaran itu". tegas Arka.
.
Endra keluar dari Ruangan Arka dengan keadaan menyedihkan, tidak ada yang tau mengapa Endra seperti itu karna sudah tau identitas si Hacker yang ditakuti para penjahat.
.
.
ke esokan harinya di pagi hari.
di Mansion Arkatama
Arka menceritakan tentang Endra pada Nana, Nana tersenyum saja mendengar perkataan Arka.
"lalu apa manfaatnya sayang? kenapa kamu memberitaunya? ". tanya Nana penasaran.
"dia mengatakan kalau aku menyakitimu dan akan berakhir sama seperti pak Qiki itu, aku marah lah dan ingin membuatnya mampus". kesal Arka
"lalu bagaimana dia? ". tanya Nana
__ADS_1
"aku melakukan kesalahan sayang, dia jatuh sakit karna kata-kataku". gerutu Arka
Nana terkekeh, "ayo kita jenguk dia".
Ren dan Rose ada bersama Diah serta keluarga Nana yang lain sedang berkunjung, Nana pergi bersama Arka menjenguk Endra yang berada di Rumah Sakit karna demam tinggi.
Diah menyampaikan doa nya semoga lekas sembuh pada Endra, ia meminta maaf tidak bisa menjenguk karna Diah lebih betah dirumah bersama cucu-cucunya.
dewi dan Yardan meminta Arka berhati-hati dalam berkendara, Arka jalan berpegangan tangan dengan Nana memasuki mobil menuju Rumah Sakit, mereka seperti sepasang kekasih padahal sudah punya anak.
di Rumah Sakit, kamar VIP.
"Endra? ". Nana menyapa Endra
Endra terbelalak padahal tadi matanya mengantuk mendengar suara lembut itu yang sangat ia kenali adalah Nana membuat rasa kantuknya menghilang,
"N.. Nyonya..? Tuan? ". Endra mencoba untuk duduk dan Arka membantu dengan stelan di kepala brankar Endra.
"semoga cepat sembuh ya? ". Nana memberikan banyak buah-buahan pada Endra.
Glek...!!
"te.. terimakasih Nyonya". ucap Endra gugup.
"kenapa? bukankah kau penasaran apakah Istriku memang peretas itu atau bukan? tanyakan saja padanya". ledek Arka ke Endra.
Endra tersenyum kikuk dengan wajah pucat, Nana menggeleng kepalanya ke Arka.
"kamu apaan sih sayang, aku sudah bilang kan jangan berbicara seperti itu padanya lihatlah karnamu dia masuk Rumah Sakit". omel Nana ke Arka.
Arka menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"maaf ya Endra..! suamiku emang usil, aku saja kaget dia memberitaumu". ucap Nana ke Endra.
Endra menelan salivanya bersusah payah, alhasil Nana menarik nafas dalam-dalam lalu menjelaskan semua pada Endra untuk tidak terlalu takut padanya.
"benar itu..! kalau kau tidak melakukan kejahatan kenapa harus takut pada Istriku heh? ". ledek Arka membenarkan kata-kata Nana.
"bukan takut karna itu Tuan.. tapi aku benar-benar syok saat tau Peretas terhebat itu adalah seorang perempuan, dan ternyata adalah Istri Bos ku sendiri". batin Endra.
Nana memukul bahu suaminya, "kamu jangan mengejek orang sayang, kamu juga syok saat tau aku bisa meretas kan? ".
Endra melirik ke Arka yang berdehem dan terbatuk-batuk, Endra tersenyum hilang sudah rasa canggungnya tadi karna bukan hanya Endra saja yang syok tapi Arka juga bisa syok beda nya Endra langsung demam.
.
.
__ADS_1
.