Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
tamu tak diinginkan


__ADS_3

.


.


.


Nana hanya diam saat Arka dengan hati-hati mengobati kakinya yang lecet-lecet, sebenarnya Nana tidak merasa itu luka besar tapi sebagai Anna yang sangat menjaga penampilan itu adalah masalah besar.


"apa sakit sayang? ". tanya Arka


Nana menggeleng.


"ayo kita pergi..! ". ajak Endra menarik kedua bawahannya.


kedua pria yang diseret Endra tengah melihat perlakuan manis Arka, mereka seolah sedang belajar cara memperlakukan kekasih pujaan biar hati si perempuan luluh, mereka akhirnya mengerti mengapa Anna bisa jatuh cinta pada Tuan Mereka.


"Arka? ". panggil Nana


"diamlah..! aku sedang mengobati kakimu, lihatlah kakimu lecet sayang". gemas Arka


Nana pun memilih diam, matanya melihat kegiatan Arka, Arka sangat tampan dengan raut wajah seriusnya itu tengah mengobati kaki Nana.


"kalau dilihat-lihat Arka menjadi 100 kali lebih tampan saat ini, waktu aku menemukannya dia tampan tapi sekarang semakin tampan". batin Nana


"kamu hebat sekali Nana, aku tidak tau kamu bisa beladiri". puji Arka memegang kaki Nana


"bisa tapi aku tidak semahir kalian yang sekolah". jawab Nana


"dari mana kamu belajar sayang? aku tau ilmu itu adalah milik ajaran ilmu beladiri Pria nomor 1 di Indonesia, dan menjadi salah satu perguruan yang paling ingin dimasuki bagi yang ingin belajar beladiri dan yang keluar dari sana pasti hebat-hebat sepertimu". Arka


"benarkah? aku hanya melihat Vidio hangat yang beredar, aku hanya melihat saja dan aku bisa mempelajarinya". jawab Nana


"mereka semua bilang kamu anak pertapa putih sayang". puji Arka lagi


"Anak pertapa putih? ". beo Nana tidak mengerti.


"iya, perguruan Pertapa putih". jawab Arka


Arka pun menjelaskannya pada Nana, hingga Nana mengerti.


"mau kemana Arka? ". tanya Nana melihat Arka mengambil jas kebesarannya.


Arka memakaikannya ke Tubuh Nana.


"kita beli heelsmu hmm? aku tidak sanggup melihat kekasihku tidak memakai alas kaki". jawab Arka


Nana menatap Arka yang sangat dekat dengannya, kali ini Nana tidak memekik saat digendong oleh Arka hanya melingkarkan tangannya di leher Arka.

__ADS_1


Arka melihat ke Nana yang sontak saja matanya melebar, "muaaah.. !! kamu tidak tau bagaimana khawatirnya aku tadi". Arka berkata dengan nada lembut.


Nana tersenyum tipis, "aku baik-baik saja". jawab Nana dengan tulus.


alhasil Arka membawa Nana dengan cara digendong, para Karyawan Arka hanya bersorak menggoda mereka namun ditatap tajam oleh Arka mereka malah melarikan diri.


dibawa ke Butik dan Arka mencarikan sendiri heels yang diinginkannya sedangkan Nana duduk menonton aksi nya yang disebar luaskan ke media yang tengah duduk di sofa.


"mereka benar-benar memujiku ya? aku pikir semua sudah hancur". gumam Nana pelan


Nana tak mengira Imagenya akan melambung setinggi ini, ia menjadi Viral dan sosok Anna semakin dipuja-puja.


"Anna hanya palsu". gumam Nana pelan tidak ada yang mendengarnya.


"aku menemukan heels yang cantik sayang, aku belikan tapi sekarang pakai sepatu aja ya? ". Arka


Nana menyimpan ponselnya dan mengambil kotak yang berisi heels pilihan Arka, Nana tersenyum lebar sementara Arka terlihat serius memasangkan sepatu lain ke Kaki Anna.


Anna tersadar melihat para pelayan yang tengah menatapnya dengan pandangan kagum dan iri, bisa membuat seorang Tuan Muda Arkatama Group jatuh cinta pada perempuan, itu adalah hal yang sangat langka.


"Arka sudah..! mereka menatap kita". bisik Nana


"biarkan saja..! biar mereka tau kalau kamu hanya milikku saja Sayang". jawab Arka dengan tenang.


Nana pun memaksakan bibirnya untuk tersenyum ke arah mereka hingga tiba-tiba Yardan datang ke Butik itu dan meminta yang lainnya untuk pergi.


Nana sampai tepuk jidat karna takut identitasnya terbongkar yaitu Putri Penguasa yang sebenarnya.


"Papa..! Nek, Kek! kenapa kesini? nanti banyak orang yang curiga". kata Nana


mereka seolah tidak peduli malah mengomeli Nana balik hingga Nana tak bisa lagi menjawab hanya nyengir kuda.


.


.


di Perusahaan


Hemachandra tiba di Perusahaan Arkatama Group, ia begitu penasaran pada gadis yang sedang Viral itu, apakah benar kekasih Devano? tidak bisa dibiarkan, Hema sangat suka gadis itu yang sangat berkarisma.


Arka tiba seorang diri, "kau? sedang apa kau disini? bukankah kau ada di Perusahaan Bandung? ". tanya Arka dengan dingin.


"apa benar gadis yang sedang jadi pembicaraan itu milikmu? ". tanya Hema dengan seringai


"ya, kenapa? kau mau mencoba merebutnya? bukankah kau suka merebut apa yang aku miliki". ejek Arka melenggang pergi meninggalkan Hema yang ada di Lobi bahkan tidak diajak masuk.


Arka sudah memerintahkan seluruh karyawannya untuk tidak mengizinkan Hema masuk ke Perusahaannya.

__ADS_1


"dimana dia? ". teriak Hema


Arka mengabaikannya, Hema menyeringai.


"jika aku tidak bisa mendapatkan Perusahaanmu maka aku akan mendapatkan kekasihmu". kata Hema dengan senyum jahatnya pun berbalik pergi.


.


Arka ada di Ruangannya dan Endra pun masuk ke Ruangan Arka.


"anda memanggil saya Tuan? ". tanya Endra


"kenapa Hema bisa ada disini? ". tanya Arka balik


Endra pun menggaruk kepalanya, "Pak Toni yang memintanya ke sini untuk mengurus berkas-berkas dari Perusahaan cabang yang harus anda lihat dan tandatangani".


Arka mengepalkan tangannya, "apa aku bisa membunuh mereka Endra? ". tanya Arka


"maksud Tuan? bukankah saat itu anda yang tidak mau membunuhnya? tidak ada bukti bahwa mereka mencoba membunuh anda sedangkan Hema itu hanya bukti mengarah padanya, dia menyangkalnya". Endra


"dia tertarik pada Nana-ku". keluh Arka


"hanya karna tertarik pada Nona Nana? padahal sebelumnya dia hampir mati oleh mereka tidak ada niat balas membunuh mereka hanya di jatuhkan saja, Nona Nana..?? anda sangat menakjubkan". batin Endra


"aku harap kamu mengerti maksudku Endra". Arka


"Tuan..? persoalan membunuh bukan hal mudah, zaman sekarang hukum sudah berjalan sebagai mana mestinya, jika dia dibunuh akan disorot media! nah... otomatis sidang akan berjalan dan mencari pelakunya, walaupun kita bersih dalam mengerjakan sesuatu tapi bukan sembarang orang juga kita bunuh Tuan". Endra


Arka memijit pelipisnya, "jadi maksudmu aku membiarkan dia mencoba merebut Nana-ku? ".


"tidak Tuan..! saya yakin Nona Nana tidak akan tergoda pada Pria pas-pasan seperti Hema". jawab Endra datar.


"hah? ". Arka tidak mengerti.


Endra menjelaskan ketampanan Arka tiada duanya, lalu Arka bukannya senang malah berdecak.


"aku hanya takut dia menggunakan trik licik untuk mendapatkan Nana-ku". lirih Arka


"kelicikan Hema tidak sebanding dengan kelicikan Mantan Nyonya Wijaya Tuan, jika Nona Nana bisa menghadapi licik sekelas Nyonya Emma saya yakin Nona Nana bisa menghadapi Hema yang tidak ada apa-apanya". Endra


Arka pun merasa jauh lebih tenang namun jujur ia tidak bisa teledor. Arka pun meminta Endra pergi dan ia melihat layar ponselnya dimana ada pesan bahwa Yardan meminta bertemu dengannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2