Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
wanita asing


__ADS_3

.


.


.


ke esokan paginya


Toni mengamuk saat diberitau oleh tim perias bahwa pengantin wanitanya tidak ada alias hilang, sebelumnya Toni tidak mencari Nita karna saat itu Nita mengirim pesan bahwa ia harus mengurung diri di kamar untuk mempersiapkan diri.


namun tak disangka malah Nita lari dihari pernikahan Toni, Toni melempar semua barang-barang yang ada disekitarnya lalu berteriak meminta bawahannya untuk mencari Nita sampai dapat.


keluarga terdekat Toni yang mau masuk ke Rumah Toni untuk memenuhi undangan tiba-tiba dilarang masuk mengatakan pernikahan ditunda sampai pengantin wanita ditemukan dan meminta kerabat Toni datang di malam hari.


"kalian cari dia sampai dapattt! ". teriak Toni


"baik Tuan". jawab bawahan Toni serentak.


kabar Nita lari dari pernikahannya dengan Toni pun diketahui para wartawan yang mendatangi Rumah Toni, mereka menunggu Toni keluar untuk bisa diwawancara, mereka tak habis-habisnya membuat live langsung mengatakan pengantin wanita melarikan diri tanpa sepengetahuan dari pengantin Pria.


tidak ada yang mencela Nita malah para netizen mengatakan bahwa Nita melakukan hal yang benar dengan lari dari Toni, Toni sudah dipecat dari W Group hanya punya uang dari usaha Restaurantnya itupun tidak akan mampu memenuhi kebutuhan Nita untuk kedepannya


selain sudah berumur Toni juga sudah bisa dikatakan jatuh miskin tapi berlagak mau menikahi Nita bahkan mencela Toni yang tidak memikirkan anaknya yang ada di RSJ


Toni semakin menggila dimalam hari tidak juga menemukan Nita, ia mengamuk dan mengamuk seperti orang kesurupan tidak ada yang berada didekat Toni malah lari entah kemana supaya tidak terkena amukan Pria Tua yang sedang kasmaran namun ditinggal begitu saja.


.


Nana tertawa terbahak-bahak melihat berita mengenai Nita lari dari pernikahannya dengan Toni, bahkan agensi serta managernya Nita pun tidak tau kalau Nita akan lari dari pernikahan itu.


"udah nggak sedih? ". tanya Arka merapikan rambut Nana


Nana memukul bahu Arka dan mendelik kesal hingga pria tampan milik Nana itu tertawa,


"Oh.. Arka". Nana sadar akan sesuatu


"hmm? apa sayang? kamu mau menikah denganku?". tanya Arka


Nana memutar bola matanya dengan malas, "aku mau nonton bioskop ada film baru dan cuplikan filmnya sangat menarik, aku mau nonton kamu mau ikut? ".


"boleh..! kiss dulu". Arka memanyunkan bibirnya


Nana mengecup bibir Arka hingga Arka gemas menangkup pipi Nana lalu melakukannya berulang kali hingga Nana tertawa memukul-mukul dada bidang Arka pelan seolah protes jangan menciuminya seperti itu.


mereka berdua langsung berangkat ke bioskop terdekat, Nana dan Arka bergandengan tangan tak luput dari tatapan orang yang juga menonton bioskop seolah dapat hadiah besar melihat sepasang kekasih sempurna itu ada didekat mereka.

__ADS_1


"ayo kita kesana..! ". ajak Arka


"aku bisa duduk disana Arka, bukankah kamu bisa beli tiket sendiri aku sudah beritau judul filmnya kan?". omel Nana


"sayang..? kamu terlalu berbahaya ditinggal sendiri di tempat ramai, akan banyak pria mendekatimu dengan banyak modus". Arka berkata dengan serius sambil menyeret tangan Nana yang mengerucutkan bibirnya dengan pasrah dibawa Arka.


antrian tiket, Arka tanpa ragu merangkul pinggang Nana sedangkan Nana menyandarkan kepalanya di bahu Arka sambil memainkan ponselnya, sepertinya mereka tidak tau bahwa telah menjadi objek foto setiap pengunjung Bioskop.


"lihat Arka..? ini foto ku dengan Aa sangat bagus kan? ". tanya Nana memperlihatkan layar ponselnya dan Arka melihatnya lalu tersenyum.


"iya..! Foto Tinaku mana? ". tanya Arka


Nana tertawa pelan lalu menggeser layar ponselnya dan terlihatlah foto Arka bersama Tina (Kuda) selanjutnya ada foto Nana dan Arka.


"ini bagus-bagus semua..! kenapa aku tidak dikirimkan foto-foto ini? ". tanya Arka terdengar tak terima foto-foto itu tidak ada di ponselnya.


Nana tersenyum lebar menoel-noel hidung Arka, "jangan ngirim dong Arka..! kalau mau kita bisa foto bersama dengan baju berbeda, kenapa harus kirim dari ponselku?".


"sayang aku tidak banyak memiliki fotomu". kata Arka


Nana mengulurkan tangannya tanpa bertanya lagi Arka mengeluarkan ponselnya dan memberikannya ke Nana.


Nana memainkan ponsel Arka lalu mengerjabkan matanya melihat foto-fotonya yang tidak pernah Nana tau.


"ini foto kapan? ". tanya Nana ke Arka penasaran


"benarkah? ". tanya Nana terkekeh membuat Arka heran


"dimana lucunya? ". tanya Arka merangkul pinggang Nana lebih erat.


"kamu seperti penguntit Arka". ledek Nana


Arka tersenyum mengecup kening Nana, Nana hanya kembali melihat ponsel Arka dan menyandarkan kepalanya kembali di bahu Arka tak lupa juga Nana memotret dirinya bersama Arka dengan senyuman manisnya.


"Arka lihat sini..! ". pinta Nana


Arka menoleh ke arah tunjuk Nana lalu tangan Nana memegang dagu Arka,


"senyum Arka..! kamu manusia kan? bukan Foto atau patung yang tidak bisa tersenyum, jangan bilang kalau ada saraf mu yang rusak sampai tidak bisa tersenyum, aku melihatmu selalu tertawa dan tersenyum padaku". omel Nana


tidak tau saja orang yang mendengar Nana berbicara seperti itu menahan tawa apalagi melihat kepatuhan Tuan Muda Arkatama itu.


setelah mendapatkan tiket, Nana dan Arka masuk ke tempat belanjaan membeli Popcorn, minuman dingin untuk menjadi cemilan di dalam bioskop.


.

__ADS_1


"aduuh...! ". pekik Nana


Nana hampir tersandung dengan cepat Arka menarik Nana dan memeluknya, hampir saja Nana menumpahkan minumannya.


"terimakasih Arka". jawab Nana memutar kepalanya melihat wanita yang tengah bercanda ria dengan temannya.


"kau..? ". Arka mendekati wanita itu yang seolah berlagak polos tidak tau apa-apa.


Nana menahan lengan Arka, "ayo Arka..! lihat saja apa yang akan aku lakukan". ajak Nana menyeringai tipis hingga teman wanita itu terlihat gugup.


Nana membawa Arka pergi namun sebelum itu kaki Nana menyeret 1 sepatu tanpa sepengetahuan wanita itu yang sedang asik bercerita dengan temannya.


Arka melihat kaki Nana yang berjalan tidak normal pun tersenyum tipis, "pintar sekali sayang". bisik Arka.


Nana tersenyum lalu mereka berdua tiba ditempat duduk dan menunggu bangku bioskop penuh.


"siapa dia sayang? kamu mengenalnya? ". tanya Arka


Nana menggeleng kepalanya pelan, "aku tidak kenal dia Arka". jawab Nana


"nanti akan aku beri pelajaran lagi". kata Arka serius


"Arka ini masalah perempuan". peringatan Nana


Arka pun tak lagi melawan, "kalau laki-laki aku boleh melindungimu kan? ".


"boleh". jawab Nana tersenyum manis.


"baiklah..! aku tau hukumanmu lebih menyeramkan dariku". gemas Arka meradu keningnya dengan kening Nana.


Nana melirik wanita itu yang dengan cepat melihat arah lain, Nana tersenyum miring.


tiba-tiba semua menjadi gelap dan hanya layar raksasa saja yang hidup pertanda film akan di mulai.


"lebih baik aku fokus nonton terlebih dahulu". gumam Nana tersenyum misterius.


film bioskop hanya sampai 2 jam hingga saat selesai semua gelap tidak ada yang bisa melihat, Nana mengambil kesempatan itu melempar sepatu tadi ke sembarang arah.


"aaahhhh! ". jerit seseorang menggema hingga semua yang ada di dalam ruangan bioskop itu terkejut.


Nana dengan cepat duduk memainkan ponselnya seolah tidak melakukan apa-apa, lampu pun tiba-tiba menyala hingga semua menjadi terang benderang.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2