
.
.
.
acara berlangsung dengan meriah, mereka semakin semangat bersenang-senang turut bahagia akan keajaiban yang terjadi pada Anna.
awalnya mereka syok saat tau Anna adalah Cucu Leonard yang digadang-gadangkan lumpuh itu tapi mereka juga tidak bisa menyebarkan berita publik, jika hanya rumor saja mungkin bisa tapi tidak ada bukti seperti foto atau vidio, mereka tidak bisa memotret atau merekam Cucu Leonard itu untuk mencari Viral.
Nana mengedarkan pandangannya hingga matanya bertemu dengan mata Hema yang tertegun ditatap Hema, Hema tersenyum sementara Nana sudah memutar kepalanya mencari hal lain.
"apa tadi dia tidak sengaja melihatku atau bagaimana? siapa yang dia cari? ". gumam Hema
Nana mengedarkan pandangannya, "mana Ayahnya?". batin Nana
"aahhh...! ". Nana kaget saat memutar kepalanya kebelakang ada Toni dibelakangnya.
"maafkan saya yang mengagetkan Nona Presdir". ucap Toni dengan kepala tertunduk sopan
"huh..! iya kenapa anda dibelakangKu? ". tanya Nana setengah kesal
"sekali lagi maafkan saya Nona". ucap Toni dengan sopan
Nana mengerutkan keningnya, "sepertinya aku mengenalmu, siapa anda? apa kita pernah bertemu sebelumnya? ". tanya Nana
"kita pernah berpapasan saat di Perusahaan Nona". jawab Toni masih sopan seperti orang yang sangat berpendidikan tinggi.
Nana berkata, "oh.. iya pantas saja tidak berasa asing".
"apa Nona bisa mengikuti saya? ". tanya Toni
Nana menaikkan sebelah alisnya pura-pura tidak tau,, "untuk apa? aku punya pekerjaan penting". tolak Nana.
"kalau begitu saya permisi Nona". izin Toni
Nana menatap datar Pria itu, "dia pikir bisa menipuku ya?? dasar orang bodoh yang merasa sok pintar". dumel Nana
Nana berbalik dan membelalak kaget saat ada pelayan yang seperti sengaja mendekatinya untuk menyiram jus ke gaunnya.
Nana dengan cepat hendak mengelak tapi karna sudah terlalu dekat akhirnya jus itu memang mengenai gaun Nana.
__ADS_1
si Pelayan tersungkur karna licin menginjak gaun Nana yang berusaha mengelak sementara rencananya tadi tidak seperti itu, gerakan Nana sudah termasuk cepat bisa menggagalkan setengah rencana Pelayan itu hingga bisa tersungkur.
"Nanaaa? ". teriak Arka berlari ke arah Nana
Yardan, Ara dan Abi cepat ke arah Nana sementara yang lainnya menyusul.
"maafkan saya Nona..! maafkan saya! ". ucap Pelayan itu yang keningnya sudah memerah dan baju pelayannya basah.
"aah... sialnya aku...! seharusnya aku tidak memakai gaun seberat ini". batin Nana merutuki
Arka melepaskan jasnya lalu memasangkan jasnya ke tubuh Nana, Anna berlari diikuti Caca dan Leonard.
"kakak terluka? kakak nggak kenapa-napa? ". cecar Anna
"sayang? kamu baik-baik saja nak? ". tanya Yardan memegang bahu Nana dan memperhatikan Nana yang terluka.
Mommy Diah, Mama Dewi, Nyonya Sarah dan Tuan Besar Aman pun juga datang mengkhawatirkan Nana.
"Semuanya dengar Nana ya? yang menjerit itu bukan Nana tapi pelayan itu, Nana tidak terluka". jawab Nana mulai pusing.
"ayo Kak..! Anna temani ke Toilet". ajak Anna
"biar abang aja Anna..! kamu disini temani kakekmu". Arka mengelus kepala Anna serius.
Nana memijit pelipisnya merasa rencana Hema lumayan licik, jika bukan karna gaunnya mungkin Nana tidak akan mudah terkena lemparan jus buah itu, Nana sangat cekatan tapi saat memakai gaun berat tentu gerakannya juga melambat.
"huuh... ini Karna Arka yang terlalu cerewet tidak mengizinkanku memakai dress pendek, apa dia pikir aku ini Tuan Putri Kerajaan harus pake gaun mewah?? ". batin Nana menepis tangan Arka hingga Arka kebingungan
"kenapa Sayang? ". tanya Arka
"ini semua karna gaun pilihanmu ini..! untung saja aku bawa gaun lain". jawab Nana melenggang pergi
Arka ketar-ketir berlari mengikuti Nana, "Sayang..? apa maksudnya? kenapa dengan gaun pilihanku? ". tanya Arka
"....??". Diam
Nana tidak menjawab terus saja berjalan ke arah mobil Arka hingga Arka frustasi bertanya tidak dijawab Nana.
didepan mobil
"minggir...! jangan berani mengintip! ". peringatan Nana mendorong tubuh Arka yang melangkah mundur saja.
__ADS_1
"apa salahku? gaun itu tertutup dan sopan, apa salah jika aku menyuruhnya memakai gaun sopan? ". gumam Arka yang tidak mengerti
di dalam mobil Arka
"kalau aku bisa memberitau nya tentang rencana Hema bisa saja Arka hanya mengganggu saja tidak bisa membantu walau hanya sedikit". gumam Nana dengan kesal.
"untung aja aku sudah memperkirakan ini terjadi hingga bawa gaun ganti dan aku bisa pakai gaun yang aku suka bukan gaun ekor begini". celotehnya
.
"Nana??? kenapa pakai gaun begini? ". tanya Arka mendekati Nana
Arka memegang bahu Nana yang terbuka sementara Nana melototinya,
"aku tidak suka gaun seperti itu, lain kali jika kamu mengatur gaunku aku akan cari gaun yang lebih pendek dan seksi, sudah berapa kali aku bilang kalau aku bukan perempuan murah*n yang bisa dirayu, aku suka memakai gaun pendek atau celana pendek karna nyaman". omel Nana dengan mata melotot
"gaun tadi berat jika aku memakai gaun ini sejak awal aku tidak akan terkena jus itu". Nana
Arka terdiam, Nana melenggang pergi dan tersenyum miring karna menyadari ada yang tengah mengintip mereka.
"lakukan lah Hema..! aku akan membatalkan rencanamu karna aku tau kamar yang kau sewa itu, bukankah rencanamu berhasil? yah..!! rencanamu berhasil sudah membuat ku marah pada Arka kan?? hmm... Konflik diantara kami seperti ini yang kau tunggu...! dasar bedeb*h...!!". batin Nana
Arka berlari mengikuti Nana namun akting Nana yang marah pada Arka berhasil membuat Arka setengah gila.
Nana masuk lift tidak melihat Arka, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang keluar dari Lift lain sementara Lift Nana sudah tertutup, wanita itu mendekati Arka.
Arka terkejut saat wanita itu tiba-tiba menyerang Arka memegang alat suntik,
"dasar jal*ng.! berani kau mencoba melukaiku hah? ". amuk Arka mendorong kasar wanita itu hingga terbentur dinding dan merosot ke lantai.
Arka mencoba membuka Lift dengan terus menekan-nekan tombolnya tanpa disadari Arka wanita itu tengah merangkak dengan segala kemampuannya, bukannya Arka tidak mampu membuat wanita itu pingsan tapi perasaannya Arka sedang kacau karna Nana marah padanya.
"aahhh...! ". Arka meringis saat ada sesuatu mengenai kakinya seperti ditancap jarum.
saat Arka melihat kebawah, Arka marah dan menjambak rambut wanita itu melemparnya jauh hingga wanita itu terguling-guling dilantai sampai dalam*nnya terlihat.
jangan salahkan Arka kejam, siapa suruh wanita itu berani mengganggunya saat Arka sedang dalam masa mengejar Nana yang marah padanya.
Arka melihat pintu lift terbuka lalu segera ia masuk melepas dasinya dan satu kancing kemeja nya, Arka menyimpan dasinya di saku celananya.
.
__ADS_1
.
.