
.
.
.
Nana asik bergumam dengan penyebab Pelayan bernama Bianka itu terluka disekujur tubuhnya, keliatannya Bianka tidak terlalu memikirkan luka ditubuhnya, luka itu membuat Seorang Nana memikirkannya karna Nana seorang dokter walau bukan Dokter resmi hanya dokter kampung tapi semua tujuan dokter itu sama, yaitu menyembuhkan pasiennya.
tok.. tok.. tok..
"permisi Nyonya..! makanannya sudah datang". kata Bianka dengan sopan
Bianka meminta teman-temannya untuk meletakkan hidangan yang ada namun Bianka juga membantunya tidak menjadi mandor juga.
"terimakasih". ucap Nana
"sama-sama Nyonya". jawab Bianka dan rekan-rekannya.
mereka memberi tundukan sopan ke Nana lalu meninggalkan Nana yang menatap intens tubuh Bianka.
"aku yakin itu bukan peleceh*n, tapi kalau bukan peleceh*n tapi apa? kalau dia memang korban KDRT pasti dia akan lapor polisi kan? tapi dia bebas dan bisa bekerja, apa teman-temannya tidak tau kenapa dengan tubuh Bianka itu? ". celoteh Nana merasa kesal
Jiwa Dokter Nana memanggil-manggil tapi ia harus bisa menahannya sebelum bertemu dengan Detektif Reza dan menyelesaikan segalanya.
"disini Pak Reza! ". seru seorang Pelayan yang menuntun Rezantara Hindiro bersama Istri dan anaknya yang celingukan seperti orang bodoh.
Mita tidak pernah makan di tempat semewah ini.
Keluarga Caca adalah abdi setia Keluarga Anna tentu saja gaji besar adalah hal yang paling wajar hingga saat Leonard memutuskan untuk pindah ke Indonesia membuat kedua Orangtua Caca membangun sebuah Restaurant mewah untuk menjadi penghasilan hari tua mereka.
Reza merangkul Mita yang membawa Putri kecil mereka yang diberi nama Nayra.
"Bos? ". panggil Reza cukup tertegun seorang atasan misterius Reza dilihat dari belakang ada seorang perempuan.
Nana memutar kepalanya, Reza dan Mita membelalak sempurna.
"selamat datang Detektif Reza!". kata Nana berbalik lalu berjalan mendekati Reza mengulurkan tangan ke Reza.
"Nona Presdir? t.. tidak..? Nyonya Presdir? ". beo Reza dengan tangan gemetar ragu menyambut tangan Nana.
Nana melirik tangannya, "tanganku pegal, kita bicara secara Informal saja karna saat ini kita bukan dalam lingkup Perusahaan W Group".
Reza menyambut tangan Nana dengan tubuh sedikit membungkuk karna tau betapa terkenalnya Nana si Presdir penakhluk Perusahaan Raksasa Asia Group.
"perkenalkan nama ku Queen Adena Sasikirana Arundati". kata Nana dengan sopan tapi dengan bahasa non Formal.
__ADS_1
Nana tau asal-usul Reza yang akan mencurigainya jika Nana berbicara Formal, Reza seorang Pekerja lama di Perusahaan keamanan negara tentu cara bicara seorang Klien bisa mengubah penilaiannya, jika orang lain pasti ingin bahasa Formal yang menjilat dan menjijikkan demi mendapatkan perhatian tapi berbeda dengan Reza tidak suka bahasa Formal yang sudah jelas punya maksud tertentu.
"Ahh... suatu kehormatan bagi saya Nyonya". ucap Rezantara langsung memiliki nilai baik pada Nana yang berbahasa santai tapi masih terkesan sopan.
"bapak bisa panggil saya Nana". kata Nana
"terlalu berlebihan Nyonya". tolak Reza menundukkan kepalanya.
Nana beralih ke Mita dan menyalami Mita lalu meminta tamu Nana duduk,
"aku tau kalian bertanya-tanya kenapa aku meminta kalian untuk bertemu kan? ". tanya Nana tanpa basa-basi.
"benar Nyonya". jawab Reza dan Mita balas dengan anggukan.
"aku tidak punya niat buruk, makanan sudah hampir dingin silahkan makan jangan sungkan-sungkan". pinta Nana serius.
Reza dan Mita saling pandang tidak mengerti, Nayra mengerjab-ngerjabkan tangan mungilnya lalu Nana bergerak cepat mengambilkan apa yang Bayi lucu itu inginkan.
Reza dan Mita kaget,
"aah... maaf? aku sudah terbiasa dengan gerakan refleksku karna anakku umurnya tidak berbeda jauh dengan anak kalian". Nana angkat tangan
Nana mendumel karna tangannya terlalu cekatan, alhasil Mita tertawa kecil dan Nana tersenyum tipis.
setelah makan bersama, Nana melihat raut wajah Mita yang seolah menyayangkan makanan yang belum tersentuh tapi perutnya sudah tidak muat, alangkah lebih baik jika boleh dibawa pulang
begitulah isi pikiran Mita yang ditangkap Nana, Nana mengulum senyum nya karna tau pemikiran Mita.
"apa Nyonya adalah bos misterius saya selama ini? ". akhirnya pertanyaan sejak tadi keluar juga dari bibir Reza.
"ya". jawab Nana tersenyum tipis.
Reza tergugu-gagap tak bisa berkata-kata lagi, bagaimana seorang wanita bisa sejenius Nana yang suka menyelidiki sesuatu.
"aku suka kinerjamu, aku butuh Asisten di Perusahaan W Group, aku rasa kamu pantas menjadi orangku". kata Nana serius
Reza terbatuk-batuk dan Mita membelalakkan matanya tak percaya.
"bu.. bukankah Nyonya sudah Punya 2 Asisten? ". tanya Reza dengan raut wajah tak percaya.
Nana tersenyum manis, "aku jarang di Perusahaan, aku juga tidak boleh egois tidak memberi waktu liburan untuk Orang-orang setiaku, mereka hampir 1 tahun tidak pernah cuti".
"tenang saja aku sanggup menggaji 5 asisten jika aku mau". kekeh Nana
glek..!
__ADS_1
Orang Kaya memang suka-suka, tapi mengapa Alasan Nana sangat tulus namun bisa menembak isi kepala mereka yang memikirkan gaji, hal itu membuat mereka malu.
Nana meminta Reza untuk datang ke Perusahaan W Group dan menemui Asisten pertamanya dipanggil Asisten Ara disana,
Nana membayar semua makanannya lalu meminta Bianka untuk membungkuskan makanan yang tersisa berikan pada Mita, Nana tidak merendahkan Reza dan Mita malah tanpa ragu menundukkan kepalanya dengan sopan saat Nana hendak pergi seperti rasa hormat pada Orangtua.
.
"mas? ". Mita memeluk suaminya dengan berkaca-kaca.
Reza melihat Nayra, putrinya yang dianggap sebagai keberuntungannya.
"semenjak ada Nayra hidup kita menjadi lebih baik sayang". lirih Reza juga terharu dengan pekerjaan yang Nana tawarkan.
mereka saling berpelukan satu sama lain tak lupa memberi ciuman pada anak mereka.
di Mansion Arkatama.
"sayang..? kamu kemana aja? sore hari kok baru balik?? ". Arka ternyata sudah di depan pintu menunggu sang Istri
"kenapa sayang? apa ada masalah dengan Baby Ren dan Baby Rose? ". tanya Nana
"bukan sayang, asi yang kamu kumpulkan sangat banyak, mereka tidak tidur dan terus saja bermain dengan orangtua kita". jawab Arka
Nana menghela nafas lega, "syukurlah semua baik-baik saja".
"kamu belum jawab aku sayang, kamu kemana? ". tanya Arka mengekori Nana.
"aku menemui Pria Tua itu, dia berani mengajak kerjasama denganku mau membongkar identitas di hacker tersembunyi". jawab Nana
Arka terkejut mendengarnya, "aku akan habisi dia sayang".
Nana menggeleng kepalanya, "jangan lakukan apa-apa padanya sayang, aku mau membuatnya gila sendiri demi mencari identitasku, aku yakin semakin lama dia akan jatuh miskin".
Arka menjatuhkan rahangnya, kata-kata Nana seakan ingin menyiksa Pria itu sampai ke akar-akarnya.
bayaran untuk menyewa seorang peretas terkenal itu tidak murah, dengan karakter Qiki yang keras dan tak terima kekalahan pasti tidak akan menyerah mencari tau dirinya walau harus mengeluarkan uang banyak.
sama seperti orang ketagihan berjud* selalu menang lalu tiba-tiba kalah tentu saja tidak akan berhenti bermain tak peduli uang yang mereka habiskan asalkan hasrat menang itu ada walau hanya sekali.
.
.
.
__ADS_1