
.
.
.
benar saja,
setibanya di Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) elit, semua anak-anak yang ada sekolah itu melihat kedatangan Ren dan Rose, mereka ditatap takjub ada juga yang iri.
Kepala Sekolah Laki-laki berlari menyambut kedua putra-putri penguasa itu, "salam hormat saya Nyonya..! Tuan".
"biasa saja". sahut Arka.
Ren dan Rose di cium sana-sini oleh keluarganya seolah baru saja melepas sikembar ke Luar Negri atau akan pergi ke negara yang jauh, padahal sekolahnya juga tidak lama, nanti siang juga bakal pulang setelah jam makan siang.
sekolah Elit itu berbeda dengan TK yang lainnya yang jam 10 sudah pulang tapi kalau sekolah Elit itu pulangnya sekitar jam 12.30-an.
"hati-hati sayang". jawab Arka
Ren dan Rose segera memasuki sekolah, Nana dan Arka saling berpelukan dari samping. mereka menatap penuh cinta pada punggung Ren dan Rose yang bergandengan tangan seperti sepasang kekasih sambil membawa bekal makan siang yang sudah disiapkan Diah untuk mereka.
"ayo kita bergerak sayang..! ". ajak Arka
Nana mengangguk melihat sekitar, Ia akan bergerak cepat mencari setiap CCTV yang ada di Hotel setidaknya mendapatkan surelnya saja supaya Nana lebih leluasa menghack keamanan setiap hotel yang ada.
Nana menghubungi Reza yang disanggupi langsung oleh Asisten sekaligus Detektifnya itu, Reza berpamitan pada Ara dan Abi sekaligus, tentu mereka tidak melarang jika Reza dapat perintah langsung dari Nana.
di ruangan kelas,
"kenalkan namaku len dan ini adikku lose". kata Ren dengan santai tidak ada gugupnya sama sekali.
"haiiii?? aku lose". sapa Rose
mereka mengangguk-ngangguk, ada yang berani menatap mereka dengan iri ada juga yang kagum karna saking imut dan indahnya wajah kedua anak kembar itu.
"silahkan duduk Ren, Rose". kata guru yang bernama Nensy.
Ren dan Rose menoleh ke Nensy dengan tatapan bingung.
"aah.. maaf ya Ren, Rose kalian harus ingat disini sekolah, Ibu sebagai guru tidak bisa memanggil kalian disini tuan kecil, Nona kecil, Tuan muda, Nona muda". jelas Nensy melihat semua anak-anak di ruangan nya juga sebagian besar anak orang kaya raya.
Ren dan Rose mengangguk, "benal juga ini sekolah bukan tempat adu kekayaan". gumam sikembar serentak.
__ADS_1
Nensy melihat ke arah Ren dan Rose yang mana keningnya mengkerut, bagaimana bisa sikembar ini mengerti padahal Nensy sudah mempersiapkan diri membujuk serta menjelaskan ke mereka, sudah banyak drama yang Nensy lakukan menghadapi sifat anak-anak yang masuk ke kelasnya tapi mengapa Ren dan Rose langsung mengerti? apa anak-anak ini normal?
Nensy melihat data pribadi Ren dan Rose yang hanya orang-orang tertentu saja bisa melihatnya lalu matanya melebar melihat umur Ren dan Rose tahun ini 5 tahun, padahal Arka hanya memasukkan tahun palsu bukan tahun sebenarnya yang masih 4 tahun.
"hahh? umur kalian 5 tahun Ren? Rose? ". tanya Nensy ke anak-anak barunya itu.
"hmm? ". Sikembar saling pandang tidak mengerti sebab mereka tidak amnesia hingga tidak tau umurnya sendiri, sepertinya Arka lupa memberitau pada sikembar kalau Arka memalsukan tahun lahir mereka.
lagian sudah 4 tahun berlalu tidak ada juga yang tahu kalau anak Nana dan Arka lahir di tahun sesudahnya hanya Keluarga besar dan dokter saja yang tau, kalaupun para fans ada yang tau bisa saja, tapi tidak bagi guru baru mereka yang memang tidak tau tahun lahir sikembar jenius itu.
"belajar apa kita bu? ". tanya seorang anak perempuan yang tidak cadel.
"aahh.. iya.. baiklah..! ". akhirnya Nensy menutup data Pribadi sikembar menguncinya di dalam laci lemarinya tak lupa menguncinya,
bukan hanya data sikembar itu saja yang harus di rahasiakan, ada juga beberapa murid yang data pribadinya juga harus dirahasiakan.
.
.
Nana mendapatkan setiap Surel yang dikirim oleh Reza, ia bergerak cepat menghack satu persatu Hotel dengan semua CCTV nya di 1 hotel saja.
"sebenarnya yang mana orangnya? kenapa wajahnya tidak ada? apa si Roni atau Robert ini punya wajah lain?? ". gumam Nana meracau
tiba-tiba Nana tersadar, ia terdiam memikirkan kata-katanya,
Nana segera mencari sesuatu di layar ponselnya ternyata ada namanya topeng wajah yang bisa menutupi wajah asli sipelaku,
"apa dia memakai ini?? ". gumam Nana gelisah.
"aku dapat cara baru untuk menyembunyikan wajah anak-anakku tapi umur mereka belum bisa mengenakan topeng seperti itu, wajah anak kecil sangat sensitif.. ya Tuhan...! semoga aku bisa menemukan wajah topeng Pria pengecut ini".
Nana tak menyerah, kini ia mencari nama-nama orang yang menginap di setiap hotel tepat di hari Rabu bukan melihat dari CCTV lagi.
"ini Robert masuknya di hari Rabu tapi kenapa di Hotel lain ini juga ada nama yang sama Robert, bahkan hari masuknya juga sama". gerutu Nana.
Nana mengatakan semua pada Arka, mereka akan bekerja sama mencari tau Pria bernama Robert ini.
alhasil Nana dan Arka berpencar mendatangi 2 Hotel itu mencari kebenaran tentang tamu yang datang di hari rabu, walau sedikit ada kendala tapi akhirnya Nana menemukannya karna identitasnya sama seperti yang Nana duga,
"sayang..? kesini..! ". pinta Nana
Arka langsung berlari mendapat panggilan telfon dari Nana tanpa mematikannya, Nana menutup panggilan suaminya dan menunggu di Lobi.
__ADS_1
beberapa menit kemudian Arka sudah ada di Lobi mengedarkan pandangannya, terlihat oleh Nana kalau suaminya itu sedang terengah-engah.
"sayang? ". Nana melambai.
Arka berlari ke arah Nana lalu terduduk lemas sambil mengambil nafas sebanyak-banyaknya, Nana mengelus punggung Arka.
"kenapa lari-lari sih? ". tanya Nana dengan khawatir.
"aku tidak bisa membuat istriku menunggu". jawab Arka terengah-engah.
Nana tersenyum lembut lalu memeluk suaminya, "aku jadi ingin bertempur denganmu diatas ranjang". bisik Nana
Arka tertegun lalu memutar kepala ke arah Nana yang tersenyum nakal, Arka menggeleng-geleng kepalanya.
"jangan menggodaku sayang". gerutu Arka
Nana tertawa cekikikan, ia menenangkan suaminya sampai kembali normal, setelah itu baru mereka menyusun rencana.
"di kamar 1101?". tanya Arka
Nana mengangguk, "seperti dugaanku sayang, sepertinya dia memakai topeng wajah".
"hah? apa itu topeng wajah? ". tanya Arka
Nana menjelaskannya hingga Arka menjatuhkan rahangnya,
"benarkah? apa seperti wajah asli? ". tanya Arka seakan tidak percaya.
"iya sayang..! karna topeng wajah ini dari bahan plastik yang bisa di buka dipakai seperti baju". jelas Nana.
"aku penasaran bagaimana rupa nya itu". kata Arka
"ayo kita kesana! ". ajak Nana.
Arka mengangguk, mereka memasuki Lift dan memasukkan kartu penginapan disamping Kamar Pria yang menjadi target mereka berdua, sebab masuk ke lantai itu harus menggunakan kartu penginapan dilantai yang sama.
"kita dikamar nomor berapa sayang? ". tanya Arka
"1102". jawab Nana
Arka pun tak lagi berbicara hanya diam menunggu pintu lift terbuka, setibanya di lantai tujuan, mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan dengan mesra, walau sudah punya anak tak memudarkan perasaan Cinta diantara mereka.
.
__ADS_1
.
.