Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
pemberian Nama


__ADS_3

.


.


.


Nana dan Arka masih sempat-sempatnya bermesraan di Ruang Persalinan dengan berbagai kata-kata lembut dan penuh cinta Arka pada Istrinya.


sementara di Luar Ruang Persalinan, keluarga Nana begitu terharu mendengar suara tangis bayi.


Yardan memeluk Dewi menciumi istrinya karna Dewi adalah wanita yang memberinya keturunan hingga garis keturunan Wijaya tidak terputus.


"cicitku lahir". Aman dan Sarah juga berpelukan satu sama lain.


Anna, Sekar dan Sekar saling berpelukan dengan Diah, mereka bahagia karna Nana telah resmi menjadi ibu sebab tadi Suster mengatakan bayi dan Ibu nya baik-baik saja.


Leonard tersenyum saja ditempat duduk, ia melihat Cucunya begitu bahagia bersama keluarga Nana.


"anakku..? kau bahagia melihat Anakmu kembali riang? dia persis seperti Istrimu yang memiliki sifat periang, wajahnya juga mirip denganmu anakku, melihatnya bahagia punya keluarga yang menyayanginya aku tidak takut dia akan kesepian jika aku tiada nanti". batin Leonard.


Leonard seolah tidak punya penyesalan lagi jika ada malaikat maut menjemputnya mungkin Leonard bisa tenang menyerahkan nyawanya, dulu Leonard takut Cucunya kesepian jika dirinya tiada tapi karna Nana menganggap Anna sebagai keluarga dan memberi kebahagiaan pada Anna serta semangat hidup yang besar sampai mengubah Anna menjadi pribadi yang ceria membuat Leonard lega.


"Kakek..? Anna punya adikkan Kek? mereka akan memanggil Anna kakak Kek..! Haha.. Anna punya adik". heboh Anna


"Kalau Anna adiknya Nana tentu saja anak-anak Nana harus memanggil Aunty kan? ". tanya Leonard


"hmm? tidak.. tidak jangan Aunty..! Kakak lebih bagus, Anna ingin ada yang memanggil Anna Kakak sama seperti Anna memanggil Kak Nana Kakak". jawab Anna serius


Leonard tertawa begitu juga yang lainnya.


"baiklah Kakak Anna". sahut semua keluarga Nana serentak hingga Anna yang malu menubrukkan wajahnya yang memerah dipelukan Kakeknya.


Caca dan Sekar tertawa begitu juga yang lainnya, bisa-bisanya semua keluarga Nana menggoda Anna.


Leonard juga terbahak, Anna adalah Cucu tunggal jadi wajar saja Anna ingin punya adik karna selama ini Anna memang sendirian tidak ada adik ataupun kakak.


saat mereka sibuk dengan godaan mereka ke Anna, tiba-tiba pintu dibuka dimana Nana keluar dengan brankar yang lebih mewah.


"sayang? ". Dewi dan Diah memegang kepala Nana dengan penuh kasih sayang.


semua orang membantu mendorong Brankar Nana sampai masuk ke Ruangan VVIP yang mewah dan luas bisa menampung semua keluarga Nana.

__ADS_1


"Mommy..? maafkan Arka selama ini banyak dosa pada Mommy, mungkin Arka pernah menyakiti Mommy maafkan Arka Mommy". Arka memegang tangan Diah hingga semua orang menjadi linglung.


Nana yang dikerumuni keluarganya menoleh ke Arka, begitu juga yang lainnya.


"kenapa sayang? apa terjadi sesuatu? ". tanya Diah memegang rahang putra kesayangannya.


"Arka melihat proses kelahiran Nana dengan mata kepala sendiri, hiks.. hiks". Arka menangis seperti bayi memeluk Diah.


Diah terkekeh mengelus punggung Arka, "tidak pernah nak..! Mommy tidak pernah merasa sakit hati karnamu, kamu adalah anak yang berbakti".


Yardan tiba-tiba meminta maaf pada Dewi karna tidak ada disisi Dewi saat melahirkan bayinya yang menjadi permata berlian seperti Nana.


keluarga Nana menjadi terharu satu sama lain sampai dr Heny tiba bersama 2 suster membawa 2 bayi mungil yang sudah dibersihkan.


"sini Cucuku..! ". Yardan mendekat ke Suster mengambil alih Cucunya dari Suster itu.


Diah juga mengambil bayi satunya lagi dari Suster, Nana tersenyum lebar melihat kasih sayang keluarganya pada Bayi-bayinya.


"Anna mau lihat..! ". tunjuk tangan Anna


Diah dan Yardan tertawa lalu memberi sedikit tempat pada Anna supaya bisa melihat anak-anak Nana.


"Arka beri nama untuk anak-anak kita, bukankah kamu sudah menyiapkan nama-nama untuk calon anak kita 1 buku penuh". Seru Nana ke Arka.


Arka mengusap tengkuknya yang tak gatal melihat seluruh keluarganya yang tertawa, tentu saja Arka yang punya hak memberi nama pada bayi-bayi mungil ini.


Arka menarik nafas dalam-dalam lalu mendekati Yardan mengecup kening Bayi laki-laki digendongan Yardan.


"Ren yang artinya peduli sesama dan akan menjadi teman yang baik bagi banyak orang". kata Arka.


"Ren?? ". beo semua orang suka dengan nama pemberian Arka termasuk Nana.


"Ren Pratama Arkanawijaya, perpaduan 2 nama keluarga Besar Arkatama dan Wijaya". Kata Arka


Yardan dan yang lainnya terharu dengan nama yang diberikan Arka pada bayi Nana.


"Nana adalah Putri tunggal Papa dan tidak punya saudara laki-laki, Arka memberi nama Wijaya supaya semua orang tau kalau garis keturunan keluarga Wijaya belum musnah". kata Arka.


"terimakasih nak! ". ucap Yardan ke Arka


Aman dan Sarah memeluk Arka dengan gemas hingga semua tertawa haru begitu juga Nana yang tak habis fikir mengapa dirinya bisa memiliki suami sempurna seperti Arka? perbuatan baik apa yang ia lakukan dimasa lalu hingga punya Pria yang sangat baik dan bijak seperti Arka.

__ADS_1


"kalau Bayi perempuan ini sayang? ". tanya Diah ke Arka.


Arka mendekati Bayi perempuannya dan mencium kening Putrinya.


"Rose, Anak perempuan Arka sangat cantik dan harum seperti bunga mawar akan Arka beri nama Rose Mutiara Arkanawijaya". kata Arka yang bisa mencium aroma tubuh Bayi perempuannya sangat wangi seperti bunga mawar.


"Rose? ". beo semua orang begitu senang


"Ren dan Rose". gumam Nana


"hai.. Rose?? kamu memang wangi kayak bunga mawar". sapa Anna dengan senang ke bayi mungil yang terlihat sangat cantik itu.


"Ya Tuhan..! Arka Anak Laki-lakimu akan menggemparkan ya? lihatlah wajahnya sangat menawan saat bayi". Leonard sampai kaget melihat paras Ren.


"dia akan menjadi idola banyak wanita". sahut Sarah


"tenang saja..! Ren akan mencintai 1 wanita sama seperti Papanya yang setia pada 1 wanita saja, dia pasti menurutiku". bangga Arka


"dan Rose seperti Nana yang bar-bar melukai Papanya yang seorang laki-laki seperti Mama nya". gemas Diah.


Nana tersenyum malu-malu karna Keluarganya pasti tau bagaimana hebohnya Nana tadi melahirkan bayi perempuannya.


"kita tidur disini saja ya? ". bujuk Aman


"tentu saja". sahut semua orang.


Arka merawat Istrinya menyelimuti Nana, "sini tidur denganku sayang! ". pinta Nana


Arka tersenyum lembut dan menggeleng kepalanya, "aku tidak mau menyenggol tubuh Istriku yang baru saja melahirkan anak-anakku, aku tidak ingin melukaimu sayang..! istirahatlah". bisik Arka dengan penuh cinta.


Nana menunjukkan deretan giginya yang rapi dan Arka mengecup bibir serta pipi Nana.


Ren dan Rose diletakkan di sisi kiri dan kanan Nana sedangkan keluarga Nana tampak heboh melepas tikar di lantai yang luas, laki-laki tidur di tikar sedangkan perempuan tidur di sofa.


Nana mencium kedua permata kecilnya dengan penuh Cinta, rasa sakit saat melahirkan tiba-tiba hilang seperti dibawa angin sejak melihat kedua permata kecilnya yang selama 9 bulan penuh berada di rahimnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2