Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
baik


__ADS_3

.


.


.


Ke esokan paginya


di Perusahaan W Group


detektif Rezantara Hindiro telah tiba, ia mengedarkan pandangannya.


"apa ini memang tidak mimpi? kenapa aku bisa bekerja di Perusahaan nomor 1 di Indonesia?". gumam Reza berdecak kagum.


Reza berjalan perlahan sambil mengagumi bentuk Perusahaan Keluarga Wijaya semenjak Nana menjadi Presdir Utama W Group suasana Perusahaan itu menjadi lebih hidup banyak pepohonan dan bunga disekitarnya.


"permisi? saya boleh masuk? ". tanya Reza pada salah satu satpam.


"eeh..? ada urusan apa Pak?". tanya satpam itu berdiri lalu mendekati Reza.


"saya di suruh Nyonya Muda Nana untuk datang ke Perusahaan W Group menemui Asisten Ara". jawab Reza.


"Nyonya Muda bilang begitu Pak? ".


"iya,, ini buktinya". Reza mengeluarkan surat resmi dari Nana berupa Undangan dari Perusahaan W Group, Nana sendiri yang menandatanganinya.


"aah.. Maafkan kami Pak..!". ucap kedua satpam serentak.


"tidak apa..! hehe.. tidak apa". jawab Reza malu-malu karna kedua satpam itu tiba-tiba saja meminta maaf padanya.


Reza pun di izinkan masuk, ia berjalan dengan langkah pelan sambil menikmati pemandangan itu bahkan ada yang mengurus kebun Perusahaan W Group, entah berapa gaji tukang kebun itu.


Reza tiba di meja Reseptionis seperti biasa mereka bertanya Reza punya kepentingan apa, Reza menunjukkan undangan Nana tentu mereka meminta maaf karna sempat tidak percaya pada Reza, sungguh mereka begitu ramah dan mengantarkan Reza ke Ruangan Ara.


Asisten Ara,


Reza menarik nafas dalam-dalam melihat pintu Ruangan Ara, ia sungguh takut menghadapi Ara yang takutnya Ara punya sifat bertolak belakang dengan Nana.


tok.. tok.. tok..


"masuk? ". sahut Ara


Reza pun masuk ke Ruangan Ara dengan langkah sangat berhati-hati padahal umurnya lebih tua dari Ara,


"dengan siapa saya berbicara? ". tanya Ara.


"na.. nama saya Rezantara Hindiro As.. eh.. Nona Ara". jawab Reza gugup.


Ara tersentak kaget, "anda calon Asisten ketiga Nyonya Nana kan?".

__ADS_1


"be.. benar Nona". jawab Reza gugup.


Ara melihat penampilan Reza,


"maaf Nona.. saya pikir ada ujiannya jadi saya hanya memakai pakaian ini saja". jelas Reza berpikir Ara merendahkannya.


"bukan Pak..! kalau Nyonya sendiri yang memilih Bapak kami tidak punya hak untuk menguji bapak, tapi apa bapak nyaman bekerja memakai baju ini? bukan saya bermaksud merendahkan Bapak tapi di Ruangan Asisten berAC, saya harap anda memakai pakaian yang lebih tebal lain kali". jelas Ara


"Ehh..? ma.. maksudnya saya langsung bekerja Nona? ". tanya Reza tergagap.


Ara tersenyum tipis dan mengangguk, "mari saya kenalkan pada semua rekan kerja kami ke bapak".


Reza pun menurut, Ara mengenalkan Reza pada Abi seorang Asisten kedua dan banyak para Pekerja Wijaya Group, setelah itu Ara membawa Reza ke Ruangan mewah yang luasnya setara dengan Ruangan Ara.


"ini Ruangan Bapak". kata Ara


"ha.? tapi ini terlalu mewah". Reza seolah tak percaya Ruangannya seluas Ruangan Bos nya dulu (Qiki).


"ini Ruangan Asisten, jika bapak bekerja disini sebagai Asisten saya yakin tempat ini akan banyak berkas-berkas penting". jelas Ara


Reza tersenyum kikuk, lalu Ara memperlihatkan Nama Rezantara Hindiro di meja kerja Reza.


"N.. Nona? ba..bagaimana bisa ada nama saya disini? ". tanya Reza tergagap.


Ara tersenyum, "Nyonya memang menginginkan Bapak kerja disini dan meminta kami merapikan Ruangan ini untuk bapak".


Reza terharu lalu berjanji akan bekerja keras dan Ara mengangguk saja, selama beberapa hari kemudian Ara maupun Abi mengajarkan Reza, ternyata walau umur Reza tidak muda lagi tapi otaknya cukup jenius sebab langsung menangkap semua yang diajarkan Abi dan Ara.


.


"silahkan masuk". sahut Reza


sepasang heels cantik memasuki Ruangan Reza, "bagaimana Pak? ". tanya Wanita cantik itu yang tak lain adalah Nana.


"Nyonya? ". Reza tersentak melihat kedatangan Nana .


Reza segera berdiri dan berjalan ke arah Nana lalu memberi hormat.


Nana tersenyum tipis bersidakap dada, "aku dengar dari Ara dan Abi kalau Bapak sudah bisa diandalkan".


"belum Nyonya, saya masih belajar banyak". jawab Reza membuat Nana terkekeh.


"mulai besok Bapak harus bekerja keras". kata Nana


Reza menautkan kedua alisnya, "ha.?".


Nana tersenyum, "sudah aku bilang kan pada bapak kalau kedua Asistenku hampir 1 tahun tidak pernah cuti, aku memberi mereka berdua cuti selama 1 bulan penuh".


"saya akan berusaha Nyonya". jawab Reza

__ADS_1


Nana berkata, "mencari Asisten tidak semudah yang bapak kira, saya harus mengujinya terlebih dahulu jadi saya tidak bisa mencari asisten ke-4 karna belum ada yang bisa dipercaya, bapak mengerti maksud saya kan? ".


"mengerti Nyonya..! saya akan bekerja dengan sangat baik supaya Nyonya tidak kecewa akan hasil kerja saya". Reza berkaca-kaca melihat ke bawah.


"angkat kepala bapak! ". titah Nana


Reza mengangkat kepalanya,


Nana menghela nafas panjang, "bapak selalu saja menangis, apa bapak tidak ingat umur? ".


Reza tidak tersinggung dengan ejekan Nana karna ia tau Nana sengaja melakukan itu supaya Reza malu dan untuk kedepannya tidak akan menangis seperti itu lagi padanya.


"kalau begitu aku pergi pak..! lanjutkan pekerjaan bapak". kata Nana berbalik pergi.


"baik Nyonya". jawab Reza memberi hormat.


.


Nana keluar dari Lift dan mendapat tundukan hormat dari semua pekerjanya, ia terus berjalan hingga bertemu dengan Mita yang menggendong anaknya sambil membawa sebuah bekal.


"Bu Mita? ". Nana


"Eeh..?? Nyonya? ". Mita mendekati Nana begitu juga sebaliknya, Mita memberi hormat pada Nana tapi dicegah oleh wanita cantik dan menawan itu (Nana).


"hai.. Nayra? ". sapa Nana ke anak Mita yang terus saja menyeringai lebar padanya.


Nana melihat jam tangannya, "sudah lewat jam makan siang nya kenapa lama sekali datangnya Bu?". tanya Nana


"tadi cukup lama di depan Nyonya, hehe.. mereka mungkin tidak percaya pada saya karna pakaian saya". cengar-cengir Mita.


Nana meminjam telepon Reseptionis ternyata memanggil kedua satpam yang berjaga, Nana meminta mereka untuk membiarkan Mita masuk ke Perusahaan tanpa dipersulit, kedua satpam meminta maaf pada Mita yang semakin mengagumi Nana yang baik hati.


"ya sudah silahkan bekerja pak..! ". titah Nana.


kedua Satpam pun segera pergi karna sudah di usir, Nana meminta maaf pada Mita sebab Perusahaannya memiliki keamanan yang sangat tinggi jadi sulit percaya dengan orang baru.


"tidak apa Nyonya saya mengerti! ". jawab Mita tersenyum malu.


Nana meminta salah satu Reseptionis mengantarkan Mita ke Ruangan kerja Reza, keluarga kecil Reza semakin mengagumi Nana yang dikatakan baik oleh media ternyata memang baik dan rendah hati, Nana tidak bermuka dua seperti para pejabat yang lakukan.


tak berapa lama mereka bercengkrama, tiba-tiba saja Seorang Pria datang ke Ruangan Reza mengantarkan banyak Paperbag, saat di lihat ternyata isinya pakaian Formal dengan jumlah yang banyak.


"a.. apa ini? kenapa banyak baju bagus mas? ". tanya Mita tergagap.


"aku tidak tau sayang, apa Nyonya mengirimkan baju-baju ini untukku sayang?". gumam Reza


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2