Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
iri dan gemas


__ADS_3

.


.


.


pagi-pagi.


Ara mendapat panggilan telfon dari Abi yang ternyata meminta dibawakan sarapan ke kantornya, Ara lagi-lagi pasrah dan tidak melawan.


entah kemana sifat pembangkangnya selama ini pada Abi, bahkan Abi pun senang sekali menyuruh-nyuruh Ara yang berubah patuh seperti kucing jinak.


di Perusahaan.


"ini sarapanmu! ". Ara meletakkan sarapan yang dibawakan oleh Ara di meja Abi.


"kok pakai bekal? kenapa enggak beli?". tanya Abi


"sarapan buatanku sangat enak dan aku tidak perlu mengeluarkan uang, jangan harap aku mau mengeluarkan uang untukmu lagi. ckk... kau tidak memberiku uang kau fikir bawa seprai dan selimutmu ke Laundry tidak pakai uang?". gerutu Ara berbalik pergi.


"heiii..? ". panggil Abi


"apa?? ". Ara berbalik dan menatap sinis Abi seolah Abi sudah mengetahui kelemahannya hingga tidak berani melawan Abi dengan kata-kata pedasnya.


"itu untukmu! ". Abi menunjuk kue tar yang ia beli di toko.


"apa kau memasukkan obat tidur disana mau menjebakku? ". tanya Ara memicing.


Abi berdecak, "aku tidak mengerti otakmu hanya ada pikiran negatif, apa kau fikir aku Pria brengs*k? dasar culun kau sama sekali bukan tipeku".


Ara mengambil kue itu sambil menatap tajam Abi dan keluar dari Ruangan Abi, Abi mengintip kepergian Ara lalu tersenyum lebar membuka bekal sarapan yang Ara siapkan.


sejak dulu ia pertama kali melihat Ara selalu membawa bekal dari rumah membuatnya begitu penasaran dengan makanan Ara tapi Ara adalah gadis yang kasar jadi Abi harus jaga gengsi nya juga bicara dengan gadis kasar itu.


"hmmm? enaknya". gumam Abi ileran merasakan makanan buatan Ara.


sementara Ara fokus dengan pekerjaannya harus terbiasa dengan pekerjaan ganda nya sebagai Asisten Nana dan pulang kerja menjadi Asisten Rumah Tangga Abi secara cuma-cuma untuk balas budi tanpa dibayar sepeserpun.


di tempat lain.


Arka menemani Nana yang mengikuti senam ibu hamil, Nana mengikuti senam sehat jelang kelahiran sebab waktunya akan tiba.


"kenapa sayang? apa capek? ". tanya Arka dengan lembut tiba di hadapan Nana.


guru senam dan wanita hamil yang disekitar Nana begitu iri dengan Nana, mereka tidak ditemani oleh Suami tapi Nana ditemani Suami yang siaga menemani Nana.


"iya". jawab Nana dengan rengekan khasnya.

__ADS_1


"tahan ya? beberapa gerakan lagi sayang hmm? ". bujuk Arka


Nana pun Pasrah, Arka terus saja menemani Nana yang melanjutkan senam sehatnya, sebenarnya Nana tidak lelah cuma malas saja tapi Arka memaksanya mengikuti senam ibu hamil ini untuk melenturkan otot-otot rahim Nana supaya lancar melahirkan.


"senam selesai..! silahkan kakak-kakak kembali ya? sampai jumpa minggu depan, Nona Nana? semoga lancar melahirkan ya? ". kata guru senam Nana.


"terimakasih kak". jawab Nana tersenyum ramah.


Arka dengan cekatan memasangkan Nana rok seperti anak kecil saja karna Arka tidak rela melihat Nana memakai celana ketat membuat para Pria menatap Istrinya dengan lapar, Arka sangat menjaga tubuh Nana.


perbuatan Arka semakin saja membuat iri wanita hamil disekitar Nana, mereka sangat ingin punya suami seperti Arka yang rela menghabiskan waktu dengan Istri dari pada kerjaan.


di luar Ruangan Senam ibu hamil.


"kenapa sayang?". tanya Arka mendongak ke Nana.


Nana tersenyum mengelus rambut Arka lalu mengangkat kakinya dan Arka memasang sepatu dikaki Nana tanpa segan mengikatkan tali sepatu Nana.


"manisnya Tuan devano". bisik salah satu wanita tak jauh dari Nana.


"siapa yang beruntung coba? Tuan Vano atau Nona Nana? mereka sangat sempurna entah kapan suamiku mau meninggalkan 1 jam saja pekerjaannya demi aku dan bayiku".


"iya.. suami kita tidak mungkin seperti Tuan Vano".


"heii.. kalian harus sadar bagaimana cantiknya Nona Nana? bahkan saat dia hamil besar seperti itu pun keliatan sangat cantik dan seksi, kalau Nona Nana tidak ditemani pasti di dekati oleh Pria lain".


"aah.. iya juga".


"mau minum apa sayang?". tanya Arka setelah mendudukkan Nana di Kursi Roda.


"mau jus jagung". jawab Nana semangat


"ayo kita beli sayang! ". ajak Arka mengecup puncak kepala Nana.


Arka mendorong Kursi roda Nana lalu membantu Nana masuk mobil, Arka benar-benar selalu ada disisi Nana sepanjang waktu.


Arka membawa masuk mobilnya ke sebuah Supermarket, Nana tak heran lagi Arka membeli jus di tempat mewah, sejak Mobil Arka pernah di tabrak oleh mobil lain di pinggir Jalan membuat Arka tidak pernah mau berhenti di pinggir jalan lagi.


"10 menit sayang? ". pinta Arka


Nana mengangguk pelan, sambil menunggu suaminya kembali Nana memainkan ponselnya sampai Arka datang membawa jus jagung untuk Nana tanpa es.


"terimakasih sayang". ucap Nana tersenyum manis.


Arka mengelus kepala Nana lalu melanjutkan perjalanannya kembali ke Mansion Arkatama,


.

__ADS_1


"kamu tidak kerja sayang? katanya ada rapat penting nanti malam iya kan? ". tanya Nana


"iya sayang..! aku akan rapat lewat laptop dan dikamar saja, kamu mau tidur dipangkuanku sayang? ". tanya Arka


Nana mengangguk sambil tersenyum, disore hari Arka rapat Online didepan banyaknya para pekerjanya yang melihat Nana berbaring dipangkuan Arka.


"kalian bekerja lah dengan baik..! jangan tatap istriku". titah Arka seakan tau isi pemikiran seluruh pekerjanya.


"baik Tuan". jawab mereka serentak.


Rapat penting berjalan dengan lancar, tangan Arka mengelus lembut kepala Nana dengan penuh kasih sayang.


"lanjutkan seperti yang kalian rencanakan..! tidak ada salahnya mencoba hal baru". kata Arka


"baik Tuan".


Arka menutup laptopnya lalu tersenyum lembut menatap Nana yang tertidur pulas.


"sayang? Papa tidak sabar menunggu kalian lahir". Arka mengelus perut Nana.


Arka membiarkan Nana beristirahat di pangkuannya sampai malam tiba,


"aahhh??? ". Nana tiba-tiba terbangun memegang perutnya.


"sayang?? ". Arka buru-buru menghubungi Mommynya.


Diah segera datang sambil berlari membawa kursi roda Nana dan Noni (Pelayan Arkatama) telah kembali, Noni berlari ke ruang ganti terlihat sibuk mencari pakaian ganti Nana akan menyusul Nana ke Rumah Sakit.


"sayang sabar ya? kita akan tiba di Rumah Sakit ya??". Arka mencium punggung tangan Nana berkali-kali.


Diah yang membawa mobil, ia melaju dengan hati-hati.


sebenarnya alasan Nana dan Arka tinggal di Mansion Arkatama lebih dekat dengan RS tujuannya untuk memudahkan segala proses kehamilan serta kelahiran Nana nanti.


"ahhh..! uhuh... huh... huh..! aaahhh". Nana memegang perutnya.


Arka mengelap keringat Nana dan berdoa semoga semua dilancarkan serta dimudahkan.


"kita sampai sayang!". bujuk Arka


Dokter Heny telah menunggu kedatangan Nana bersama beberapa suster dan dokter yang dengan cepat melayani Nana.


sebelum berangkat Diah menghubungi Yardan dan Dewi yang segera memberi kabar pada dr. Heny bahwa Nana melahirkan 3 hari lebih cepat dari waktu yang diperkirakan.


keluarga Nana sedang bergerak dalam perjalanan ke Rumah Sakit.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2