
.
.
.
Pagi-pagi,
"sayang..? mau mama antar? ". tanya Nana berjongkok dihadapan Rose yang wataknya paling keras kepala dari pada Ren lebih patuh ke Nana.
"Mama tidak ada pekerjaan? ". tanya Rose serius sebenarnya terlihat imut tapi tidak boleh ada yang tertawa.
"hmm? nanti jam 9 Mama ada rapat, jadi Mama bisa antar kamu kan nak? ". tanya Nana
"Papa sayang? Papa boleh dong antar Rose". sahut Arka entah sejak kapan sudah ada disamping Nana.
Ren diam saja malah fokus dengan roti nya, Yardan dan Dewi masih ketiduran di Ruangan Sikembar, mereka sepertinya masih kelelahan akibat merasa muda jalan kesana-kemari padahal sudah punya Cucu (sudah Tua) tidak cocok lagi jalan-jalan seperti pasangan baru.
"Oma boleh dong sayang? iya kan? Oma udah nggak ada arisan lagi, palingan minggu depan". Diah tak mau kalah.
Rose akhirnya mengalah dan mau diantar oleh keluarganya, sementara Ren tersenyum tipis.
di sekolah,
"jangan makan-makanan kantin ya sayang? makan masakan Mama aja, pasti dikantin banyak masak ayam kan? ". Nana mengelus kepala Rose.
Rose mengangguk polos, "Iya ma..! Rose tau tidak bisa makan ayam".
"mau Papa temenin sampai ke kelas sayang? Papa mau tau kelas Putri kesayangan Papa dimana". Arka
Nana pun terlihat memelas ke Putri kecilnya,
"ayo Mama!". ajak Ren menarik tangan Nana yang tersenyum lebar.
Diah pun ikut-ikutan masuk mengekori sikembar yang digandeng oleh Nana dan Arka, kedatangan pasangan fenomenal itu membuat geger 1 sekolahan, awalnya mereka ragu kalau Ren dan Rose adalah anak nya Arka dengan Nana.
ternyata Rumor itu benar, si Kembar memang anak Arka dan Nana,
di hari pendaftaran ulang Kedua orangtua Sikembar tidak datang, wajar saja semua orang sempat tidak percaya Sikembar anaknya pasangan fenomenal itu, sebab dunia mengatakan bahwa Arka dan Nana sangat mencintai anak-anaknya yang rela meninggalkan pekerjaan demi kepentingan anaknya.
"disini bangku Rose Papa". Rose menunjuk tempat duduknya.
"iya nak..! terimakasih nak, Papa senang melihat kelas pilihanmu sayang, Kelas unggulan kan? ". Arka mengedarkan pandangannya.
"tidak tau Papa..! Rose hanya suka kelas ini paling dekat sama kantor guru". jawab Rose yang memang tidak tau kelas nya ini adalah kelas khusus orang pintar saja.
Diah pun takjub melihat kelas baru Sikembar, ternyata mata cucunya sangat jeli bisa memilih kelas yang paling bagus.
"Mama hati-hati ya? jangan lupa makan siang nanti". peringatan Ren seperti orang dewasa.
"hei..! siapa yang kamu atur? hanya Papa yang boleh mengingatkan Mamamu". Arka tiba-tiba menyahut.
Ren mengabaikan Papanya dan menyalami orangtua serta Oma nya,
__ADS_1
"dasar anak durjanah..! kenapa dia suka sekali menganggapku patung? ". gerutu Arka melihat kepergian Putranya yang langsung masuk ke kelas.
.
.
di Perusahaan,
Nana tiba-tiba mual, Ia memegang keningnya yang terasa masih batas normal.
"kenapa aku mual?". gumam Nana masih memegang keningnya.
"hah? telat bulan? tunggu.. tunggu..! kapan aku terakhir datang bulan? ". gumam Nana meletakkan pulpennya dan mengambil kalender didekatnya.
Nana melihat tanggal terakhir Ia datang bulan dan ternyata Nana baru menyadarinya.
"aku telat 2 minggu". gumam Nana menatap perut datarnya.
"apa aku hamil? ". gumam Nana lagi tak percaya.
setelah sekian lama Nana tidak terlalu memikirkan anak lagi, Ia berusaha menerima takdir jika Tuhan hanya memberinya Ren dan Rose saja.
"sepertinya aku harus cek sendiri". Nana mencari sesuatu dari dalam tasnya.
Nana memang membeli tespek hanya untuk berjaga-jaga, sebagai seorang Istri tentu saja Ia ingin memberi hadiah yang Istimewa untuk Suami dan anak-anaknya yang ingin punya adik lagi.
"untung saja masih ada". Nana lega melihat benda yang sangat ia butuhkan.
beberapa saat kemudian,
namun syok nya Nana hanya sesaat, Ia melihat ke Ponselnya yang bergetar, sekali lagi Nana kembali tercengang mendapat kabar ternyata Intan juga sedang hamil 3 bulan.
anehnya lagi Intan baru menyadarinya, awalnya Intan hanya mengira perutnya berbeda karna terlalu banyak makan tapi entah mengapa ia terlalu malas berolahraga padahal Intan suka berolahraga.
Intan merasa kepalanya begitu pusing, karna tidak tahan Ia pergi ke Rumah Sakit, disitulah Intan akhirnya menyadari dirinya tengah hamil.
"maaf ya Nana..! aku baru mengabarimu sekarang, aku terlalu bahagia bersama suamiku dan El jadi lupa mengabarimu". ucap Intan merasa bersalah.
"Aku juga hamil Kak". kata Nana.
"Apaaaa? Ya Tuhan...! Nanaaaa kamu hamil lagiii...! pokoknya aku mau Rose menjadi menantu masa depanku". pekik Intan malah tidak nyambung.
diluar sana banyak sahabat yang sedang hamil bersama akan menjodohkan anak didalam perut masing-masing tapi ternyata Intan masih mengincar Rose menjadi calon menantu masa depannya.
"bukankah El sudah punya adik Kak? jangan mikir macam-macam dulu, fokuskan pikiran kakak hanya pada bayi itu sekarang". peringatan Nana lalu tersenyum mendengar celotehan panjang Intan.
.
Nana menatap lama 2 garis merah alat yang dipegangnya kini,
"suamiku ulang tahun hari ini..! padahal aku ingin memberinya hadiah yaitu diriku ternyata aku punya Hadiah yang lebih berharga lagi". senyum manis Nana.
saat ini yang bekerja di Perusahaan hanya Rezantara dan Abi saja, sementara Ara juga sedang hamil muda tidak bisa bekerja di kantor dan tidak boleh stres yang akan membahayakan anaknya nanti, tapi Nana yakin Reza dan Abi bisa bekerja dengan baik jika Nana tidak bisa datang ke Kantor seperti biasa demi menjaga kandungannya.
__ADS_1
kini Nana pergi ke dokter kandungan demi memastikan kebenarannya, ia melakukan USG yang ternyata memang ada nyawa di rahimnya.
"tolong cetakkan dok..!". pinta Nana
"baik Nyonya". balas Dokter Heny yang merupakan dokter Nana sejak Sikembar masih diperut Nana.
.
Nana membeli kotak kecil lalu mengisi foto USG dan alat tes kehamilan di dalamnya,
Nana pun langsung pulang setelah membungkus kado spesial untuk suaminya
di Mansion Arkatama,
semua orang yang ada di Mansion Arkatama mengucapkan selamat ulang tahun pada Arka tapi Nana masih betah didalam kamar.
"mungkin Mama lelah Pa..! ". jawab Ren
Arka mengelus kepala Ren dan Rose lalu pamit kepada keluarganya untuk memeriksa keadaan Istrinya, tidak ada yang melarang Arka. sesampainya di Kamarnya, Arka kaget melihat banyak Lilin dan Bunga mawar di Ranjang nya sementara lampu yang tadinya gelap tiba-tiba terang benderang.
"sayang? ". Arka terharu dengan hadiah Istrinya.
selama 4 tahun Arka selalu mendapatkan hadiah yang istimewa dari Istrinya, sebenarnya apa yang Nana berikan belum ada apa-apanya dibanding hadiah yang Arka berikan disetiap hari istimewa Nana terutama hari pernikahan mereka berdua.
(lebih spesial)
Nana menyanyikan lagu ciptaannya dan Arka sudah mendengar lagu itu setiap hari ulang tahun Arka, lagu itu hanya Nana saja yang menciptakannya untuk Arka.
"terimakasih sayang". Ucap Arka terharu
Nana tersenyum lebar, "tidak ada kue ulang tahun tapi aku akan membuatmu menangis sayang..! ini untukmu".
Arka menerima kotak kecil pemberian Istrinya dengan bingung, Ia membukanya saat Nana yang memintanya.
"apa ini sayang? ". tanya Arka tapi masih sibuk membuka kado nya.
"lihat saja". Nana berkata dengan senyuman.
DEG!!
mata Arka membola melihat alat tes kehamilan yang menunjukkan garis 2,
"ka.. kamu hamil sayang? ". tanya Arka tergagap
"lihat lagi! ". pinta Nana.
Arka melihat lagi kotak kecil itu ternyata ada foto USG, Arka melempar asal kotak itu setelah mendapatkan isinya.
Arka menatap gambar USG yang dipegangnya dengan mata berkaca-kaca, tak disangka Nana memberinya hadiah yang sangat spesial dan begitu berharga.
.
.
__ADS_1
.