Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
RSJ


__ADS_3

.


.


.


berita itu pun sampai ke telinga Celinne yang sedang menyapu-nyapu di kontrakan kecil, Celinne melihat ibu-ibu yang bergosip menceritakan sosok Queen yang ternyata adalah Anna.


Ibu-ibu itu tidak mengenali Celinne karna wajah Celinne kini bintik-bintik ditambah tidak memakai make-up.


"Anna? ". gumam Celinne pelan


"jadi Anna itu adalah Putri Penguasa yang sebenarnya? ". tebak Celinne dengan lirih


Celinne berlari memasuki Rumahnya lalu menutup pintu kamarnya dan merosot kebawah, Celin menangis lagi sampai sesegukan. ia tidak menyangka Anna yang selalu datang ke Perusahaan Papanya itu ternyata Papanya menemui Putri Kandungnya.


"aku bodoh...! aku tidak tau apa-apa, dia bisa belajar bisnis pasti karna anak Papa, Hiks.. hiks.. kenapa aku harus seperti ini? kenapa Mama memaksa mengambil posisi penguasa? sekarang aku menderita sedangkan Mama tidak ada disini aku lah yang sekarang menerima karma yang sudah mama perbuat sebelumnya, hiks.. hiks... aku ingin mati saja".


Celinne membayangkan Nana menikah dengan Devano pun kini menjerit sekuat-kuatnya, ia tidak percaya penderitaan terus menerpanya hingga Celinne jatuh pingsan.


kehilangan Mama, Papa, Cintanya, Posisinya diambil kembali oleh pemilik sebenarnya, Celinne benar-benar sudah bisa berpikir semua ini balasannya tapi ia juga tidak bisa bertahan karna semua itu membuatnya begitu frustasi hingga saat sadar Celinne sudah sakit terutama jiwanya, ia terus meracau bahwa dirinya adalah Putri Penguasa dan akan menikah dengan Devano.


para tetangga pun merasa ada yang tidak wajar membawa Celin ke Rumah Sakit Jiwa dan ternyata benar, Celinne punya penyakit gangguan jiwa akibat terlalu tertekan dan tidak bisa menanggung segala tekanan itu membuat Celin depresi berat berujung pada kejiwaannya.


.


.


"benarkah? jadi sekarang Celin di Rumah Sakit Jiwa?". tanya Nana ke Ara yang baru saja melaporkan berita tentang Celinne.


"iya Nona..!". jawab Ara


"panggil Abi..! ". pinta Celinne


Ara pun menggunakan telepon Celinne mengabari Abi sebab Nana tengah berjalan mondar-mandir didepan meja kerjanya, Nana memang benci dengan Celinne tapi musuh nya yang sebenarnya itu Emma sedangkan Celinne hanya korban dari keserakahan Mama nya saja.


jika saja Emma mengatakan Yunus adalah Ayah Celinne dan menikah dengan Yunus, mereka bisa saja menjadi teman sejak kecil dan permusuhan ini tidak akan pernah ada. semua yang menimpa Celinne adalah buah keserakahan Emma sendiri.


"iya..! Celinne tidak salah, dia hanya korban saja". gumam Nana meyakinkan diri

__ADS_1


Nana pun keluar dari Ruangannya mendapat tundukan hormat dari semua karyawan W Group, Nana terlihat terburu-buru hingga karyawannya bertanya-tanya masalah apa yang menimpa Nona Presdirnya.


"sayang? ". Arka berlari dan seperti kebiasaannya memeluk Nana didepan banyak orang, Ara memutar kepalanya.


Abi tinggal di Perusahaan untuk mengurus sisa pekerjaan Nana sedangkan Nana membawa Ara ingin menemui Celin di Rumah Sakit Jiwa.


"Arka..? kenapa kamu datang? ". tanya Nana


"aku merindukanmu, apa aku tidak boleh datang hmmm? ". tanya Arka balik.


"hmm.. tapi aku sibuk hari ini Arka". jawab Nana


"mau kemana sayang? ". tanya Arka


"aku mau menemui Celinne". jawab Nana membuat Arka tidak senang.


"untuk apa menemuinya lagi hmm? ". tanya Arka


"Arka..? Celinne masuk Rumah Sakit Jiwa dan tidak akan bisa menyakitiku tenang saja, biarkan aku bebas ya? ". Nana hendak pergi tapi pinggangnya ditarik oleh Arka.


"aku ikut! ". kata Arka serius.


"kenapa kamu begitu baik sayang? ". tanya Arka menyibakkan rambut Nana dibalik daun telinganya.


"Arka..? dia memang jahat tapi dia tidak minta dilahirkan dari rahim wanita jahat kan? selama ini aku hanya ingin memberinya pelajaran tanpa diduga dia harus kehilangan Mama dan Papanya, apalagi dia tau aku adalah Penguasa yang sebenarnya. dia pasti menderita Arka, dia tidak pernah hidup susah tapi semua tekanan yang menimpanya sudah pasti dia tidak bisa menanggungnya".


"bukankah itu hukuman atas dirinya sendiri? ". Arka


"sudah aku bilang dia itu hanya korban keserakahan mamanya saja, jika dia terusir dari Mansion dan hidup sederhana bersama kedua orangtuanya melupakan dendam pasti dia akan bahagia, tapi nyatanya... namanya Emma ya Emma yang sangat licik dan serakah".


Arka mendengarkan omelan Nana yang mengutuk Emma yang jahat, berharap wanita itu tersiksa di Neraka sana, wanita kejam dan jahat itu tetap seorang Ibu namun caranya menyayangi Putrinya salah hingga membuat hidup Celin menderita.


setibanya di RSJ Melati


Nana yang berjalan bersama Arka dan Ara dilihat para pengunjung yang menjenguk kerabat dan saudara di Rumah Sakit itu, Nana sangat menawan saat berbicara dengan suster yang mengagumi Nana mau bertemu dengan Celinne dulu merebut posisi Nana.


"terimakasih Suster! ". ucap Nana dengan sopan menangkupkan tangannya.


si suster malu-malu menjawab karna Putri Penguasa itu tau cara berterimakasih, jika diluar sana mana ada orang kaya yang mau mengucapkan terimakasih dan minta maaf.

__ADS_1


Nana melihat seorang wanita yang memeluk boneka beruang, wanita itu selalu meracau dibalik jeruji besi.


"Celinne? ". panggil Nana


"aku adalah Putri Penguasa dan aku akan menikah dengan Tuan Devano..! kami akan menikah 1 minggu lagi, kami akan menikah". kata Celin memeluk boneka nya.


"dia sudah gila". decak Arka


Nana menatap tajam Arka hingga Arka buang muka sedangkan Ara hanya bisa menahan senyum, Arka adalah Seorang Pengusaha ternama yang sangat dihormati tapi Pria itu begitu takut ditatap tajam oleh Nona nya karna Arka itu juga tidak waras sebab begitu menggilai Nona nya.


"Celinn? ". panggil Nana


Nana sengaja tidak memberitau dirinya karna nanti hanya memancing amarah Celinne, orang sakit jiwa juga bisa mengamuk jika mengatakan apa yang membuatnya gila yaitu Nana.


"boleh aku minta undangan pernikahan kalian? ". tanya Nana


Celinne melihat ke arah Nana, "iya..! boleh.. tapi kami belum buat undangan... ooh.. ini dia.. ini dia undangannya".


Celinne mengambil amplop putih yang terjatuh dari berkas Suster saat memeriksanya,


"ini dia.. ini dia". racau Celinne memberikan Amplop itu pada Nana dengan bahagia.


"terimakasih..! aku akan datang ke Pernikahanmu". kata Nana


"iya, Vanooo?? Dia akan datang". Celinne merangkak dan kembali memeluk boneka beruangnya.


Arka sampai geli sendiri, "dia benar-benar sudah gila". gumam Arka


Nana bangkit dan menatap kesal Arka, "namanya aja sakit jiwa ya memang gila". kesal Nana melenggang pergi.


Arka gelagapan melihat Nana terlihat kesal ia buru-buru mengejar dan membujuk Nana, tanpa ragu Arka meminta maaf pada kekasihnya itu.


Ara dibelakang mereka hanya bisa senyam-senyum sendiri mendengar Tuan Muda Arkatama meminta maaf, jujur saja Arka pun aneh sudah tau Celinne masuk RSJ masih aja meledek dia Gila, benar-benar sudah Gila.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2