Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
permintaan Nana


__ADS_3

.


.


.


Nana berhasil mendapatkan heels model sepatu boot anak-anak, Nana juga membeli satu karna sangat cantik dan ingin memilikinya.


saat Nana berbalik tak sengaja ia melihat Sari tengah melompat-lompat melihatnya, senyumnya terbit walau tipis ia sangat tau bahwa Sari tengah menatap Arka.


"ayo sayang..! ". ajak Arka menggenggam tangan Nana sambil membawakan belanjaan Nana.


Nana berjalan santai lalu saat merasa dekat dengan Sari sengaja Nana pura-pura tidak menyadari kehadiran Sari.


Sari hanya bisa melihat kepergian Arka dengan Nana terlihat mesra seperti sepasang suami istri saja, baru menjadi pacar saja Tuan Devano memanjakan Nana seperti seorang Putri lalu bagaimana jika Devano menikahi Nana? pasti Nana akan diperlakukan seperti Ratu.


jujur saja hal itu membuatnya iri, Sari bertekad melakukan operasi plastik dan mengubah wajahnya seperti Nana lalu menggantikan posisi Nana nanti.


"aku harus bekerja dengan giat untuk menghasilkan banyak uang lalu bisa operasi Plastik di Luar negeri". gumam Sari penuh tekat.


Sari tidak peduli jumlah uang yang ia keluarkan dengan operasi Plastik supaya memiliki wajah secantik Nana padahal jika pun Operasinya berhasil belum tentu bisa sama persis dengan tubuh Nana, secara tinggi Nana dengan Sari saja sudah berbeda.


sesampainya di Mansion Arkatama


alasan Nana suka ke Mansion Arka karna Anna tinggal di Mansion Arkatama,


Anna sosok yang dicintai hingga Diah dan Dewi meminta Anna tinggal bersama mereka sementara tubuh Anna hanya 1 tidak mungkin berada di Mansion Arkatama dan Mansion Wijaya dalam waktu bersamaan, alasan Dewi mengalah karna Diah tinggal seorang diri tidak punya suami sedangkan Dewi punya Yardan tentu tidak kesepian, apalagi Yardan sering di dalam Mansion saja sebab pekerjaannya sudah diambil alih oleh Nana.


Dewi tak bisa berkata-kata karna Diah memang tinggal sendiri, Arka sering pulang malam bekerja di Perusahaan, itu sebabnya semua orang sering bermain ke Mansion Arkatama yang selalu terbuka lebar untuk keluarga Nana.


"Kakak..? ". panggil Anna dengan riang seperti biasa menyambut Nana.


Nana menunduk dan memeluk Anna lalu mengatakan bahwa dirinya sangat merindukan Anna begitu juga dengan Anna yang merindukan Nana, Caca menerima paperbag yang diberikan Arka.


Caca membukanya tapi karna tangannya keseleo kotaknya jadi jatuh hingga Anna dan yang lainnya menoleh ke arah Caca.


"Maaf kak! ". ucap Caca merasa bersalah segera berjongkok memungut sepatu cantik itu.


"Kak ini buat Anna? ". tanya Anna mengambil sepasang sepatu boot berwarna merah muda dengan penuh bulu diatasnya.


"iya.. itu warna hitam untuk Caca". jawab Nana


Anna dan Caca mengucapkan terimakasih pada Nana, Anna dengan ceria sementara Caca dengan kikuk dan malu-malu.

__ADS_1


.


ke esokan harinya


acara Fashionshow cilik sekolah Anna pun tiba.


Yardan, Dewi, Diah, Aman dan Sarah datang ke acara itu untuk melihat kehebatan Anna yang sudah dianggap keluarga oleh mereka semua.


Nana, Ara, Abi, Arka dan Endra datang ke acara Fashionshow cilik itu, mereka datang karna diajak oleh Keluarga Nana dan Arka.


"uluuhhh...! adik kesayangan kakak cantik sekali! tapi kenapa keliatan gugup ya? ". gemas Nana menoel-noel hidung Anna.


Anna berkata jujur bahwa dirinya gugup dan Nana menenangkannya dengan menceritakan pengalaman pertamanya yang juga gugup berada di keramaian.


Anna yang merasa terhibur pun menjadi lebih berani, "terimakasih kak..! Anna sayang Kakak".


"iya..! kakak juga sayang Anna". balas Nana


tok.. tok..


"Anna? ayo maju!! giliranmu". kata guru seni dengan sopan pada Anna.


Anna pun menarik nafas dalam-dalam dan Nana mengelus kepala Anna sambil memberikan senyuman lembut supaya Anna lebih tenang.


.


Nana bertanya,, "ada apa? ".


"dari mana sayang? ". tanya Arka penasaran


Nana menjawabnya dengan jujur hingga Arka tersenyum menggenggam tangan Nana tanpa malu mengecupnya lembut dan Nana hanya melihat ke arah panggung yang akan menjadi milik Anna saat berpose didepan mereka.


acara berlangsung riuh dan penuh sorakan anak, karna banyak anak-anak sekolah yang menonton dibelakang bangku orangtua/ wali yang di undang.


"itu Anna..! ". heboh Dewi dan Diah bertepuk tangan paling kuat, Yardan bersiul seperti anak lajang menggoda anak gadis orang saja.


Nana tersenyum cerah melihat Anna bisa melawan rasa gugupnya tampil menjadi seorang putri versi muda yang sangat menawan apalagi mata Anna sangat unik yaitu biru.


tepuk tangan mengiringi langkah kaki Anna yang berpose sebagaimana pelatihan mereka sebelumnya, Anna sangat cantik dengan busananya yang dibuat oleh desaigner ternama khusus baju Anak yang suka pada Anna lewat pandangan pertama dan langsung menunjuk Anna mengenakan desaign buatannya yang pas sekali baru launching beberapa hari sebelumnya.


"Eeh..? Pak Leonard? ". kaget Diah


Leonard memberi isyarat untuk merahasiakannya hingga Diah tersenyum, Dewi melihat tak sengaja melihat senyuman Diah pun mencari arah tatapan Diah hingga ia membekap mulutnya syok.

__ADS_1


.


.


Anna memenangkan juara Fashionshow cilik, ia mendapatkan mendali emas sedangkan Caca dapat mendali perunggu.


Caca sama sekali tidak iri pada Anna karna Caca merasa dirinya tidak berbakat dibidang Modeling dan ia mengakui kecantikan Anna yang pantas mendapatkan posisi juara pertama.


"terimakasih..! sebenarnya ini semua berkat kakakku, keluargaku, terimakasih telah memberikanku kebahagiaan membiarkanku mencari jati diriku yang sebenarnya, terimakasih buat Kakek yang tidak bisa datang telah membuatku bertemu dengan keluarga baruku yang hebat". Anna berpidato singkat.


lalu MC Wanita pun bertanya karna ia seorang guru dimanakah kakek Anna, mereka sungguh penasaran siapa Kakek Anna yang dikatakan tidak datang sebab Aman ada di Acara Fashionshow ini.


"ada juga Kakek saya yang lain ibu guru". jawab Anna


semua melongoh melihat seorang pria terkenal ada dibelakang Anna tengah mengendap-ngendap, Anna terlihat sedih karna Kakeknya tidak datang sejak dulu hampir tidak pernah ada waktu untuknya, itu sebabnya Anna sering kesepian.


"selamat ya sayang..! Kakek bangga padamu". kata Leonard tiba-tiba menunjukkan sebuah buket bunga untuk Cucu tersayangnya.


Anna menoleh kesamping dan memekik melihat kedatangan Leonard, Anna melompat memeluk Kakeknya itu yang memegang pinggangnya hingga Yardan dan yang lainnya tertawa.


sedangkan yang lainnya mematung tanpa bisa bergerak mengenai Kakek Anna yang lain.


"apa Anna tidak sadar Kakeknya sudah Tua sementara Anna sudah besar". kata Arka menahan tawa sekuat tenaga.


"itu karna Anna terlalu bahagia". jawab Nana


Arka tersenyum lebar ke Nana, "kamu kapan seperti itu sayang? ".


"Arka jangan aneh-aneh deh..! lihat kedepan! ". Nana memindahkan pandangan Arka


Endra melirik pelan-pelan kemesraan Arka dan Nana, ia tau kalau Arka mencintai Nana tapi tak mengira mereka semakin romantis saja.


dibelakang panggung


"Kakek datang?? ". tanya Anna dengan riang memeluk Leonard sambil melompat-lompat senang mendongakkan kepalanya melihat Leonard.


"iya sayang..! Kakek datang untuk melihat aksi cucu Kakek yang cantik ini". jawab Leonard bahagia melihat betapa bahagianya Anna.


ini adalah hari pertama bagi Anna kakeknya mau menghabiskan waktu dengannya meninggalkan pekerjaannya demi Anna.


sebenarnya Nana lah yang meminta Leonard datang, Nana menggunakan balas budinya untuk tidak ditolak Leonard ternyata Leonard tidak merasa rugi sama sekali memberi kejutan untuk Anna.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2