Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
datang


__ADS_3

.


.


.


"tidak usah turun". bisik Arka


Endra hanya menahan senyum saja melihat tingkah Devano yang seolah sengaja memperlihatkan pada Hema bahwa sosok Anna si kekasih sempurna Arka itu hanya milik seorang Tuan Muda Devano saja.


"haloo??". sapa Nana tersenyum sopan menangkupkan tangannya.


Hema mengulurkan tangannya dan Nana melihat ke arah Arka yang menggeleng kepalanya dan hal itu dilihat oleh Hema.


"Tuan Arkatama? bukankah anda sudah terikat janji dengan alm. Papamu? dia mengatakan padamu untuk menikahi Tuan Putri Wijaya bukan? kenapa anda melanggar sumpah itu? ". sindir Hema


Nana mendengar perkataan Hema serta cara Arka dan Hema saling bertatap membuat Nana faham kalau Hema dan Arka memiliki konflik internal.


"abang angkat? ooh.. iyaa? jadi dia yang mencoba membunuh Arka sampai jadi mayat waktu itu? apa Arka tidak balas dendam? ". batin Nana yang menyadari nya.


"Nona..? saya harap anda tidak terlalu berharap pada Tuan Muda Devano, dia sudah terikat sumpah dengan alm. Papanya". Hema mengompori Nana.


"oh ya? benar itu Arka? ". tanya Nana ke Arka seolah tidak tau apa-apa.


"aku akan tetap memilihmu sayang". jawab Arka dengan serius.


"aku tidak segila itu melepasmu demi perempuan yang belum tentu mau menikah denganku, lagian Putri penguasa yang sebenarnya tidak mau terkenal yang artinya dia hanya ingin Pria yang berasal dari kalangan biasa". Arka


"iya kan? kenapa Putri Penguasa itu bersembunyi? apa dia jelek? ". tanya Nana seolah pura-pura penasaran sosok Nona Presdir itu.


"tapi asistennya mengatakan Nona Presdir Wijaya sangat cantik Nona". jawab Endra malah ikutan.


Nana menatap tajam Arka seketika, "Arka? kamu pilih aku atau dia yang sangat cantik itu? ". tanya Nana dengan serius.


"aku sudah bilang hanya akan memilihmu". jawab Arka meradukan keningnya dengan kening Nana.


"awas saja kamu memilih dia Arka, aku akan langsung menikahi Celvin". kata Nana penuh pengancaman.


Arka memeluk Nana dan menggeleng kuat kepalanya sementara Hema terkejut saat bibir seksi Nana menyebut Celvin.


siapa yang tidak kenal nama itu? pengusaha Semen yang cukup diakui walau beda jalur bisnis nya dengan Perusahaan Teknologi seperti mereka.


Arka menggendong Nana dan membawanya pergi meninggalkan Hema, Endra pun berlari kecil mengikuti Arka tapi nanti akan masuk ke Ruangannya saja.


"apa segitu cintanya dia? tidak akan kubiarkan kau bahagia, aku akan membuatmu meninggalkan Anna demi Nona Presdir misterius yang disebut jelek itu pura-pura good looking". seringai Hema.


walaupun Asisten Nona Presdir Wijaya mengatakan Nona nya sangat cantik tapi sebagian orang tidak percaya, karna jika sosok itu memang sangat cantik mengapa harus bersembunyi? kenapa tidak berani menunjukkan diri ke Publik? tapi yang mengatakan Nona Presdir jelek itu jujur saja juga penasaran.


.

__ADS_1


.


sementara Arka meletakkan Nana di sofa dan mengambilkan Nana minuman serta roti kesukaan Nana.


"apa perlu aku temani beli gaun nanti sayang? ". tanya Arka membuka tutup botol air mineral dan memberikannya ke Nana.


Nana meneguknya sambil menggeleng kepalanya, "Nenek sudah memberiku banyak gaun". jawab Nana


"hah? tapi aku dengar Mansionmu ramai dengan wartawan yang penasaran sosok Nona Presdir". Arka


"di Apartemenku juga ada gaun Arka, lagian Ara juga tinggal disamping Apartemenku kalau aku mau bisa saja dia mengambilkan gaun di Mansion untukku". jawab Nana


"apa melelahkan menjadi Nona Presdir sayang? ". tanya Arka mengelus rambut Nana.


"yahh..! bukan pekerjaannya tapi peranku harus dua sebagai Anna dan sebagai Nona Misterius". kekeh Nana


"Tuan Yardan sudah meletakkan mata-mata di tempat tinggal Emma dan dia tidak melakukan apa-apa hanya memberi racun pada Emma secara perlahan-lahan". Arka


Nana terperanjat kaget, "Papa memberi mata-mata pada mereka? kenapa? apa Papa tidak percaya padaku? ". tanya Nana


"bukan sayang..! Papamu sangat benci dengan Emma dan akan membalas setiap racun yang pernah dia berikan untuk Papamu, jika bukan karna peringatanmu mungkin Papamu sudah sakit-sakitan sekarang". Arka


Nana diam lalu menarik nafas dalam-dalam, "iya juga sih..! Papa memang begitu benci pada Si Licik itu".


"Papamu sudah lelah berpura-pura lemah sayang". Arka tergelak


Nana tersenyum, "aku tau Papa tidak lemah hanya sedikit tidak berdaya saja demi melindungi kami".


.


.


malam harinya.


Yardan datang bersama Aman dan Sarah, sebab Orangtua sipengantin adalah teman Orangtua Yardan.


banyak wartawan yang bertanya-tanya pada Yardan mengenai sosok Nona Presdir yang tak pernah muncul diberbagai acara padahal 1 keluarga diundang.


"maaf..! cucuku tidak bisa datang tapi menitipkan kado istimewanya pada asistennya nanti untuk sang pengantin". Sarah menjawab.


setelah itu mereka semua masuk mengabaikan pertanyaan reporter yang masih penasaran itu.


mereka kecewa tak mendapatkan celah untuk mencari tau Identitas Nona Presdir, hingga mereka berlari ke Mobil mewah yang berhenti ternyata Ara dan Abi berjalan layaknya pasangan mewakili Nona Presdir mereka yang tak bisa datang.


.


kekecewaan mereka hilang melihat sepasang kekasih yang juga terkenal, Arka mengulurkan tangannya ke Anna yang menyambut tangan Arka.


Arka memberikan dompet emas yang dipegangnya pada Nana, bukan miliknya tapi milik Nana yang dipegang oleh Arka saat didalam mobil.

__ADS_1


"ayo! ". ajak Arka


Nana balas dengan senyuman, mereka berdua berpegangan tangan dengan mesra. Arka hanya menunduk sedikit saja tapi bibirnya tak tersenyum sedikitpun hanya Anna yang tersenyum elegan melambaikan tangan.


"kapan Kalian akan menikah Tuan? ". tanya salah satu reporter.


Anna dan Arka saling pandang, "jika Anna-ku sudah siap". jawab Arka


mereka pun memindahkan mic nya ke Nana yang mengatakan bahwa dirinya masih menikmati kebersamaannya dengan Arka sebagai sepasang kekasih.


merasa pertanyaan mulai membuat pusing kepala, Arka merangkul pinggang Nana membawanya pergi dari sana memasuki acara pesta.


acara pesta cukup disorot publik sebab dipengantin wanita dari kalangan artis dan si pengantin Pria pengusaha muda yang baru merintis beberapa bulan ini.


kedatangan Anna dan Arka begitu mencuri perhatian, semua wanita berpakaian glamor memamerkan harta benda disetiap inci tubuh mereka tapi Anna hanya mengenakan anting-anting dan gelang tanga. saja.


"selamat ya? ". ucap Nana tersenyum ramah ke pengantin wanita yang tersenyum bahagia kecup pipi kiri dan kanan Nana tak lupa mengucapkan terimakasih karna Anna mau datang ke hari bahagianya.


Nana turun dari panggung pengantin dan terkejut melihat ada tangan yang seolah sedang seolah membantunya turun.


"kenapa Pria jahat ini disini? dia juga diundang? ". batin Nana tersenyum tipis saja ke Hema, Nana memilih menunggu Arka.


"aku membantumu Nona! ". jawab Hema


Nana tersenyum saja, "maaf ya? aku tidak suka memacu perkelahian 2 bersaudara". jawab Nana menangkupkan tangannya.


Hema tertawa, "kami tidak bersaudara Anna".


"oh ya? ". Nana


"iya..! mari! ". tawar Hema lagi.


Nana melihat ke tangan lain dan tersenyum lebar menyambut tangan itu yang tak lain adalah Yardan.


"Tuan Yardan? sudah lama tidak bertemu". kata Nana sambil melangkah menuruni anak tangga.


"Iya Anna..! bagaimana keadaanmu? ". tanya Yardan merangkul bahu Nana dan membawanya pergi dari Hema yang tersenyum tapi tangannya mengepal.


.


.


.




.

__ADS_1


.


.


__ADS_2