Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
mengancam


__ADS_3

.


.


.


Arka menjatuhkan rahangnya melihat baju couple tidur yang dibelikan istrinya, "i.. ini?? ". gagap Arka.


"cepat sayang..! aku mau kamu memakainya". pinta Nana buru-buru melepaskan jubah mandi Suaminya.


Arka seperti bocah 7 tahun membiarkan Nana memasangnya set pakaian itu di tubuhnya, Arka melamun saat tersadar ternyata Nana juga sudah berpakaian lengkap set baju Couple yang sama dengan Arka.


"bagaimana sayang? ". tanya Nana dengan pandangan berbinar mengelus rahang Arka sambil tersenyum lebar.


Arka bertanya, "kamu suka aku berpakaian seperti ini sayang? ".


"tentu saja". jawab Nana tertawa senang memeluk Arka dengan erat.


Arka pun membalas pelukan Nana dan menghirup aroma tubuh Nana dalam-dalam, apapun yang Nana suka akan Arka lakukan secara Arka lumayan geli memakai pakaian bermotif ini tapi demi Nana akan dipakai olehnya.


Arka melihat model pakaian tidur lainnya, ia tersenyum malah tertawa kecil sampai bahunya bergetar.


Nana melepaskan pelukannya dari Arka, "kenapa tertawa sayang? ". tanya Nana heran.


"aku penasaran sayangku menggunakan kartu itu untuk ini? ". tanya Arka dengan gemas menoel-noel hidung Nana.


Nana mengerucutkan bibirnya, "kamu memasukkannya sayang? aku sampai bingung yang mana milikku dan yang mana punyamu". gerutu Nana.


Arka terkekeh, "gunakan yang mana saja sayang, itu semua milikmu".


Nana mengangguk pasrah lalu Arka meminta Nana mengikutinya sambil berpegangan tangan, Arka membawa Nana ke brankas yang pernah Nana minta lalu berkata,


"buka sayang..! sandi nya tanggal lahirmu".


Nana menekan sandi brankas sesuai tanggal lahirnya dan kotak Brankas itu terbuka, Nana tersenyum manis melihat uang tunai memenuhi Brankasnya.


Arka memeluk Nana dari belakang, "apa lagi yang kamu mau sayang? ". tanya Arka dengan lembut.


Nana tampak berpikir, sebenarnya apapun yang Nana inginkan bisa didapatkan olehnya tapi jika ia meminta pada Arka sudah jelas suaminya itu akan dengan senang hati mengabulkan permintaannya, tidak ada salahnya Nana menyenangkan hati suaminya.


"aku mau mobil keluaran terbaru Jerman!". jawab Nana

__ADS_1


"okeh, warna apa? ". tanya Arka dengan senyum menawannya.


"coklat". jawab Nana cepat.


"akan aku pesan untukmu sayang". gemas Arka mencium sisi leher Nana.


Nana menutup kotak brankasnya lalu berbalik menghadap suaminya sampai mereka saling bertatapan muka satu sama lain.


sedikit lagi mereka akan berciuman bunyi bel apartemen membuyarkan adegan mesra mereka, Arka mengumpat pelan hingga Nana tertawa kecil.


"biar aku yang buka sayang! ". kata Nana


"biar aku saja sayang". balas Arka


"diam dan patuhlah! ". titah Nana membuat Arka terdiam, berdiri tanpa bergerak sedikitpun.


Nana mengelus rahang Arka, "biar aku yang buka". kata Nana sekali lagi sambil tersenyum manis melihat kepatuhan suaminya.


Nana berjalan santai ke arah pintu Apartemennya lalu membukanya terlihatlah Sari yang sedang berpose seksi membawa piring berisi Cake mahal.


"kenapa malah dia yang membuka pintu? gagal menunjukkan tubuh seksiku pada Tuan Vano". batin Sari


Nana menaikkan sebelah alisnya, "mau foto model disini? maaf aku tidak bisa memotretmu sewa saja seorang fhotografer diluar sana". Nana hendak menutup pintu tapi Sari segera menahan pintu Apartemen Nana.


Sari terkejut mendengarnya, "itu hanya salah faham, aku tidak berselingkuh dengannya".


"oh ya? ". sindir Nana seolah tidak percaya


"ekheem...!". Sari berdehem pelan lalu berkata


"aku baru saja pindah diapartemen depan ini..! sebagai tanda bertetangga yang baik ini untuk mu dan Tuan Vano". Sari memberikan piring yang berisi cake mewah yang ia beli dari toko terkenal.


"oh..! terimakasih". ucap Nana menerima pemberian Sari lalu basa-basi mengucapkan terimakasih padahal Nana ogah memakannya.


Nana pun hendak menutup pintu lalu ia menatap tajam ke arah Sari yang bertanya apakah dirinya tidak boleh masuk untuk berkenalan lebih dekat.


"tidak usah..! suamiku tidak pakai pakaian di apartemen kami jadi tidak boleh ada wanita lain disini! ". tegas Nana lalu menutup pintu dengan keras hingga Sari terbelalak.


Wajah Sari memerah darah membayangkan Arka tidak berpakaian, otomatis bug*l dong, otak kotornya sudah melayang kemana-mana dengan langkah pelan ia berjalan kembali ke Apartemennya.


"siapa sayang? kenapa kamu lama sekali? ". tanya Arka yang kini menyusul Nana dan melihat Nana membawa Cake.

__ADS_1


"siapa sayang? ". tanya Arka


"ada jal*ng itu yang memberi ini untuk kita, dia pindah ke Apartemen depan". jawab Nana


Arka menaikkan sudut bibirnya sebelah, "buang itu sayang..! ". pinta Arka.


Nana pun membuangnya ke tong sampah tanpa berpikir lagi.


"aku ada rapat Online sayang..! boleh aku ganti baju sebentar? ". tanya Arka dengan hati-hati.


"tidak boleh". jawab Nana tegas


"baiklah". jawab Arka pasrah.


Arka pergi ke Ruangan kerjanya lalu langsung melakukan Rapat Online, pakaian yang Arka kenakan membuat semua wanita dan Pria yang ada di ruangan rapat gelisah sebab Vidio Arka di buat layar lebar seperti Bioskop saja.


"apa yang kalian lihat?? cepat mulai! ". titah Arka


mereka yang melihat secara Online pun segera menggeleng kepala untuk menyadarkan diri supaya kembali fokus tanpa terganggu karna pakaian atasan mereka.


Arka terlalu malas ke Perusahaan akhir-akhir ini, mungkin karna efek pengantin baru masih melekat pada sepasang pasutri muda itu.


Nana di kamar sedang mengotak-ngatik komputernya lalu mengirim Vidio Sari dengan Pak Bara melakukan hubungan terlarang pada Ponsel Sari, ia sedang mengancam Sari jika tetap menggoda Tuan Devano maka Vidio itu akan tersebar di media.


Sari menjerit frustasi setelah mendapatkan rekaman itu, ia tidak bisa menahan amarahnya yang meledak-ledak karna diancam tidak boleh mendekati Devano jika tetap melakukannya maka Vidio itu akan tersebar di sosmed.


"sebenarnya siapa orang ini?? kenapa dia bisa tau rencanaku?? siapaaaaa??? ". teriak Sari histeris.


Sari mengacak-ngacak rambutnya sendiri, sebenarnya Sari juga di usir oleh Papanya sendiri karna Sari bersikeras Operasi Plastik demi mendapatkan Devano, jika Sari tetap teguh pada pendiriannya maka diancam tinggalkan Rumah Basir dan ternyata Sari memilih teguh pada pendiriannya.


Basir tidak memberi uang sepeserpun pada Sari, tapi entah bagaimana caranya Sari punya uang banyak bisa Operasi sendiri.


kini Sari menjadi jauh lebih tenang setelah melampiaskan amarahnya dengan menjerit dan memaki sendiri di dalam Apartemennya.


"apa orang ini Asistennya Wanita itu? tapi tidak mungkin.. ! apa mungkin wanita itu? aaahhh... tidak mungkin dia sehebat ini bisa mengirim ke ponselku dan meretas semua ini, dia kan seorang pembisnis tentu hanya tau dunia bisnis saja". Sari bergumam-gumam sendiri mencari tau siapa kira-kira orang yang mengancamnya.


"siapa dia?? apa aku sewa detektif? tapi uangku sudah habis karna menyewa selama 6 bulan di Apartemen ini". Sari di buat stres dengan pengeluarannya sendiri dan sekarang semakin stres karna pelaku yang mengancamnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2