
.
.
.
beberapa tahun kemudian.
hidup Arka dan Nana bahagia sambil memperhatikan tumbuh besar anak-anaknya, kini usia Ren dan Rose sudah memasuki 4 tahun.
kedua bocah kembar itu sangat pintar tapi Arka meminta anak-anaknya untuk menutupi kepintaran tidak normal anaknya didepan Nana.
Nana bekerja di Perusahaan W Group seperti biasa, ia belum dianugerahkan kepercayaan memiliki keturunan jadi meminta izin pada Suaminya untuk kembali bekerja, Arka tidak melarangnya sebab sikembar sangat pintar juga sejak kecil sudah dibanjiri kasih sayang berlimpah dari Nana yang hampir 4 tahunan tidak datang ke Perusahaan.
"kenapa nak? ". tanya Arka menggandeng tangan Rose.
"Papa? ". panggil Rose
"iya sayang? ". Arka berjongkok menatap penuh cinta putri nya.
sementara Ren sibuk memainkan robot canggihnya, ia suka dengan mainan teknologi canggih terutama barang limited.
"papa kita tidak kekantol mama? ". tanya Rose
"iya sayang..! kita akan ke kantor Mama ya? tapi Papa sedang ada rapat penting, kalian mau menunggu Papa kan? papa sudah terlanjur berjanji". bujuk Arka.
Rose menyeringai lebar, "boleh..! ayo Papah..! papa sudah beljanji halus ditepati dong". Rose menggandeng jari telunjuk besar Arka membawanya pergi.
Arka buru-buru berdiri sambil tersenyum tampan, "Ren? ". panggil Arka
"baik Papa". jawab Ren patuh.
Arka membawa kedua anak-anaknya masuk Lift, kedua anak-anak Arka tidak bisa di dalam Rumah selalu mau ikut dengan kedua orangtuanya karna sikembar punya rasa ingin tau yang sangat besar, mereka tidak mau tinggal di Rumah walau ada Kakek, Nenek dan Eyangnya sekalipun,
hari ini adalah pertama kalinya Arka membawa kedua bocah kembar pintar itu ke Perusahaan Arka sebab Rose penasaran Kantor Papanya dan ingin melihatnya walau hanya sekali, Ren juga penasaran kantor Mama nya.
para Karyawan melihat wujud Ren dan Rose secara langsung untuk pertama kalinya pun merasa lemas, mereka tidak bisa menahan rasa takjub melihat betapa menggemaskan kedua anak kembar Arka, benar-benar gabungan ketampanan Arka dan Kecantikan Nana.
"waahahhh".
__ADS_1
bergosiplah para Karyawan yang ada ke teman-temannya yang tak melihat Ren dan Rose, jika Nana tau mungkin Nyonya Muda Arkatama itu sudah mengomel sepanjang jalan tol karna memperlihatkan wajah sikembar ke publik.
memang bukan media hanya para karyawan saja, Arka sudah memperingati seluruh karyawannya untuk tidak memotret wajah putra-putrinya, siapa yang bisa melarang seorang Arka yang posisinya lebih tinggi diantara mereka, tentu saja semua Karyawan Arka menuruti perintah Arka bisa melihat Sikembar saja sudah membuat mereka merasa gembira sebab di anggap penting tau wajah sikembar.
.
di Ruangan Arka,
"kalian tunggu disini nak? atau ikut Papa ke Ruangan Rapat? ". tanya Arka.
"tapi mama tidak mengijinkan kita muncul dipublik papah". protes Ren
Arka terkekeh, "papa tau..! tapi Papa di Ruangan rapat mungkin 1 jam-an, kalian mau menunggu Papa disini? lagian semua karyawan Papa sudah terikat janji dan tidak akan mau membocorkan wajah anak papah dan mamah ke publik".
"oteh". jawab sikembar serentak.
"Tuan..? sudah waktunya untuk memasuki Ruangan rapat! ". tunduk sopan Endra.
Arka mengangguk,
"halo Om? ". sapa Rose ramah sedangkan Ren hanya melirik Endra dan tersenyum tipis.
Endra tersenyum lebar memberi tundukan sopan juga pada sikembar nan hebat itu, walau ia tidak tau apa saja kelebihan sikembar tapi ia yakin kalau anak-anak Arka pasti jenius apalagi Istri Arka (Nana) memiliki gen yang sempurna.
Arka berdiri tegak didekat Rose lalu ia mengulurkan jari telunjuknya dengan cepat Rose berlari ke arah Arka menggengggam jari telunjuk Arka,
"kamu nak? ikut Papa? ". tanya Arka ke Ren.
Ren menghela nafas pasrah akhirnya mengikuti Arka tapi berdiri tepat disamping Rose.
Endra memberi jalan Arka untuk jalan duluan bersama anak-anaknya lalu Endra mengikuti dari belakang, sesampainya di ruangan rapat semua orang berdiri memberi hormat namun terdengar suara gelang kaki alias gemerincing kaki, mereka kompak saja menautkan kedua alis tidak mengerti lalu melirik dengan ekor mata masing-masing sampai mereka menjatuhkan rahang melihat ada kaki mungil berjalan sejajar dengan Arka.
"kalian duduk dimana sayang? Papa kerja dulu ya? ". Arka berjongkok dihadapan Rose.
Ren memutar kepalanya melihat semua mata menatap takjub dirinya dan Rose, "apa? ". tanya Ren dengan datar.
semua membeku ditempat langsung menatap lurus kedepan, tidak ada yang berani mencuri pandang melihat kedua bocah itu walaupun mereka belum puas mengamati betapa menggemaskannya sikembar itu.
"bekerja seperti biasa!". titah Arka
__ADS_1
"baik Tuan". jawab semua orang serentak.
Rapat berjalan lancar sementara Rose dan Ren bermain di sudut sofa, mereka memainkan ponsel terkadang makan cemilan yang dibawakan oleh bawahan Endra untuk sikembar.
.
selesai Rapat Arka membawa kedua anak-anaknya ke Perusahaan W Group demi sikembar yang ingin tau Perusahaan Mama nya.
tidak tau saja bahwa Perusahaan Arkatama dengan gempar kedatangan sikembar Arka ke Kantor, tidak pernah Arka membawa anak tapi tiba-tiba bawa anak? bukankah Nana tidak mau anaknya diketahui banyak orang? lalu mengapa Arka membawa sikembar menggemaskan itu ke Perusahaan?
Ren dan Rose punya kepribadian keras kepala yang Arka sendiri tidak bisa melawannya, apalagi anaknya Arka punya rasa ingin tau yang begitu besar tentu jika ingin tau sesuatu harus didapatkan walau melawan perintah Nana.
"Mamma?? ". Ren berlari memasuki Ruangan Nana.
Nana yang sedang membaca berkas dan memegang pulpen pun seketika menjatuhkan segalanya, buru-buru Ara dan Reza mengutipnya sedangkan Abi melongoh saja melihat sikembar datang ke Perusahaan otomatis wajah mereka dilihat Karyawan.
"Ka.. Kalian? kenapa tidak di Mansion? ". tanya Nana tidak percaya.
Arka dengan jujur menjelaskan semuanya sebelum Nana salah faham kalau Arka melanggar janji tapi kemauan sikembar tidak ada yang bisa menolaknya apalagi keluarganya tadi mengizinkan, tidak ada salahnya sikembar datang ke Perusahaan walau hanya sekali.
Nana menghela nafas panjang berkali-kali, ia memeluk kedua malaikat kecilnya.
"mama hanya takut kalian kenapa-napa sayang, kalian tau kan penjahat yang Mama katakan? ". tanya Nana serius.
"tau mam". jawab Ren dan Rose kompak.
"terus kenapa masih mau datang padahal kalian tau Mama melakukannya juga demi kalian berdua". Nana
"Mama..! ini hadiah ulangtahun kami, lose janji tidak akan kecini lagi tanpa ijin mama, lose hanya penasalan mama". kata Rose dengan raut wajah menggemaskannya.
"mama tkan tau kalau len tidak suka dikulung". keluh Ren.
Nana memeluk kedua anak-anaknya dengan erat, ia menyesal telah meminta kedua anaknya tidak keluar Rumah, Nana berjanji akan membebaskan kedua anak-anaknya tapi dalam pengawasan bodyguard.
"tentu saja mam". jawab sikembar mencium pipi kiri kanan Nana dengan gemas lalu memeluk Nana.
Arka tersenyum lembut, ia juga khawatir tapi hanya Arka yang tau tau betapa hebatnya sikembarnya yang pintar, licik dan banyak akal, Arka yakin anaknya tidak akan mudah dibodohi.
.
__ADS_1
.
.