Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
mendengarkan


__ADS_3

.


.


.


hari berbahagia Ara dan Abi termasuk hari bahagia bagi semua orang,


"benarkan Nana? sudah aku bilang hanya Rose yang bisa membuat anakku bahagia seperti itu". kata Intan serius.


Nana menatap El dari jauh, terlihat olehnya beberapa kali Rose memukul dan mencubit El karna menggoda gadis kecil nan galak itu.


"ayo dansa sama abang dek! ". ajak El menarik tangan mungil Rose.


"abang.. Los tidak mau dansa". tolak Rose


bukan El namanya jika mendengarkan perkataan Rose, El mengajak Rose berdansa tapi dengan sengaja Rose menginjak kaki El berkali-kali setiap El menatap tajam hanya wajah polos yang diperlihatkan gadis mungil itu.


"kenapa bang? apa los salah? kan los udah bilang tidak bisa beldansa". jawab Rose.


"jangan injak kaki abang dek! ". kesal El.


Rose melihat kebawah lalu membekap bibir mungilnya dengan syok, "ooh..! lose tidak sengaja abang". jawab Rose pura-pura merasa bersalah.


El mendelik karna tidak bisa di tipu dengan tampang polos Rose, ia kenal Rose adalah calon Ratu Drama karna bisa berakting dengan baik bisa mengecoh siapapun.


El suka membuat Rose marah karna gadis kecil itu terlihat menggemaskan saat marah.


"adekkk? ". geram El.


"isssh..! Los tidak tau abang..! pokoknya los tidak mau beldansa". Rose menjauhkan dirinya dari El yang berdecak.


Rose tersenyum lebar dengan mata berbinar tidak jadi berdansa dengan El, siapa yang mengira Rose berakting? hanya Elvin saja yang tau Rose menggemaskan itu memang berakting.


Nana menjatuhkan rahangnya melihat raut wajah Rose, perbedaan raut wajah Rose saat dihadapan El dengan dibelakang El.


"dia itu anakmu Nana..! jangan heran dia bisa berakting seperti itu". gemas Intan.


"tapi aku baru lihat dia bisa berakting seperti itu Kak..! apa aku tidak memperhatikannya?". Nana


"ya ampun Nana..! anakmu itu hanya seperti itu pada orang lain, sama kalian keluarganya ya tidak pernah". gerutu Intan.


Nana berdecak tak percaya akan melihat anaknya bisa berakting sebaik itu bahkan Nana tidak bisa membedakannya, mungkin karna pertama kalinya Nana melihat akting Rose sampai Nana hampir tertipu.


"papa? ". panggil Rose menarik ujung jas Arka.


Arka yang sedang berbicara dengan teman kerjanya segera menunduk dan senyumnya kian melebar, Arka menggendong Putri kecilnya mencium sayang wajah Rose.

__ADS_1


"kenalkan ini anakku..! Rose". Arka dengan bangga memamerkan anaknya pada teman-teman kerjanya.


mereka sampai mengendus-ngendus tubuh Rose yang wangi seperti bunga mawar, nama yang sangat pantas untuk gadis kecil itu.


"apa kalian anj*ng??kenapa mengendus-ngendus anakku heh? ". tanya Arka dengan aneh sambil menjauhkan anaknya dari temannya.


"dasar Papa Posesif". ledek mereka semua.


"papa? ". panggil Rose dengan polos


"iya nak..! mau apa sayang? ". tanya Arka lembut merapikan anak rambut putri kecilnya.


"posesifff itu apa? ". tanya Rose yang memang punya rasa ingin tau yang sangat besar.


"posesif itu sangat mengekang nak". jawab teman Arka.


"iya Rose..! mengunci seseorang itu dikatakan posesif tidak boleh anaknya di dekati oleh orang lain". sahut teman Arka lainnya.


"kalian diam". ketus Arka


Rose mencerna pun mengangguk mengerti, "Papa mengulung los ya? ". tanya Rose dengan tampang imutnya.


Arka menatap tajam teman-teman kerjanya yang malah tertawa, mereka adalah teman satu kampus Arka dulu hanya saja jarang tinggal di Jakarta, mereka berada di berbagai kota lain yang ada di Indonesia.


Arka membawa anaknya menjauh, teman-teman Arka malah senang melihat Arka merasa malu, sejak dahulu Arka terkenal sebagai Mahasiswa tidak terkalahkan tapi bisa kalah saat mereka menggoda Putri kecil Arka, yang pasti membuat mereka tertawa lucu


.


.


di sudut Ruangan,


"jadi kamu seorang Presdir Mal baru yang terkenal itu ya? ". tanya Anna tak percaya akan jati diri Aditya.


"iya..! aku kan sudah bilang akan mengganti uangmu, terimakasih sudah menolongku Anna..! hatimu benar-benar baik". Adi


Anna tersenyum cerah, "apa aku bisa dikatakan mirip dengan kakakku? ". tanya Anna.


Adi tertawa kecil,


"kenapa ketawa? menurutmu ada yang lucu? ". tanya Anna dengan kesal.


"sudah beberapa tahun berlalu tapi kamu masih mengagumi kakakmu ya?". gemas Adi.


Anna mendelik, "terserah akulah..! aku sangat mengagumi kakakku selama apa, aku pernah lumpuh dan tidak pernah menikmati indahnya hidup ini tapi Kak Nana membawaku dari Singapura bahkan begitu bersabar mengobati kakiku, disaat semua dokter bilang kakiku tidak bisa disembuhkan tapi kakakku sangat sabar mengobatiku memberi keluarganya untuk menyayangiku juga".


Anna berkaca-kaca mengingat masa lalunya lalu dengan cepat ia menghapusnya.

__ADS_1


"setiap orang punya masa lalu nya sendiri". kata Anna.


Adi tersenyum lembut, "tapi kamu juga menyelamatkan hidupku..! kebaikan hati Kak Nana begitu membekas di hatimu itu sebabnya kamu menolongku kan? kamu pernah bilang begini rasanya setelah menolong orang lain kan? pantas saja kak Nana suka menolong Orang, iya kan?".


Anna tersenyum malu, "aku hanya ingin mengikuti jejak kakakku".


"kamu memang mengikuti jejak kakakmu". balas Adi.


Anna tersenyum cerah, "apa menurutmu aku gadis manja? ".


"tidak..! gadis manja hanya tau cara bersenang-senang tidak bisa menghasilkan uang, gadis mandiri adalah gadis yang berjuang untuk kesuksesannya sendiri". jelas Adi.


Anna semakin senang, "aku akan memberimu diskon besok..! jangan lupa datang besok ya? ".


Adi tertawa, ia mengatakannya dengan tulus bukan maksud mencari perhatian Anna tapi apa yang Anna lakukan pada Adi memang sangat luar biasa.


Anna mengagumi Nana hingga bisa membuat Anna seperti itu membuat Adi juga mengagumi Nana dan Arka.


Adi tadi melihat cara Nana menatap Anna membuat Adi yakin bahkan sangat yakin kalau Nana menyayangi Anna sangatlah tulus tidak seperti orang lain yang memanfaatkan kekayaan Anna.


"aku berhasil...!! hehe.. ! baru pertama kali aku dipuji mirip dengan kak Nana bahkan aku tidak dibilang manja?". batin Anna dengan senang.


.


"Anna?? sini makan..!! ". ajak Caca menatap tajam Adi membawa pergi Anna menjauh dari Adi.


Adi tidak marah karna tau Caca adalah orang setia Anna yang pasti tidak suka ada orang lain tiba-tiba mengacau di hidup Nona nya, membawa kabur Anna sampai semua Pengawal Leonard kewalahan mencari sosok Anna.


"maaf ya Tuan..! Caca marah karna Tuan membawa pergi Anna sampai berjam-jam". ucap Sekar dan Adi mengangguk.


Sekar berlari menyusul Anna dan Caca,


"Adi..? kamu memang mau diperiksa kan? bukan pura-pura?". tanya Radit menyelidik.


"kau tidak dengar apa katanya? turuti saja perkataannya". kata Adi.


Radit mengangguk antara lega dan tak percaya, "kamu benar sudah tergila-gila padanya ya? ". ledek Radit.


"ssst..! lakukan saja tugasmu". ketus Adi.


Radit mendengus,


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2