Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
sok


__ADS_3

.


.


.


beberapa hari kemudian


Nana tiba di Bandara Soekarno-Hatta bersama keluarga kecil Celvin dan Ara.


Nana memutar kepalanya melihat Arka melambaikan tangan memanggilnya hingga Nana hanya bisa menghela nafas pasrah dan terkekeh pelan.


"kalian duluan saja !". pinta Nana


semua orang pun menunduk sopan ke Devano lalu pergi meninggalkan Nana dan Vano termasuk Ara yang pergi bersama Abi tadinya mau menjemput Nana tak disangka Arka sudah datang.


Nana bersidakap dada menatap Arka yang kini ada di hadapannya, Arka mendekat hingga tiba di hadapan Nana dan memegang kedua tangan Nana.


"sebenarnya aku salah apa sayang? kenapa kamu menghukumku begini hmm? ". tanya Arka dengan lembut


Nana tersenyum tipis, "kamu tidak salah Arka, aku hanya membantu Celvin dan Intan bersatu". jawab Nana sambil merangkul lengan Arka dan membawanya pergi.


"ha? bayi tadi anak siapa? ". tanya Arka penasara


Nana menceritakan semuanya saat di dalam mobil hingga Arka mengerti dan tidak lagi merasa bersalah seolah dirinya melakukan kesalahan sampai Nana pergi.


"udah kan?". tanya Nana dengan datar


"iya..! maaf, siapa suruh kamu tidak memberitauku tapi keluargamu tau itu kan? dan mereka tidak mau memberitauku". gerutu Arka


Nana menggeleng kepalanya pelan, "kamu tidak bisa dipercaya".


Arka mendengus tapi tidak tersinggung kata-kata Nana, sebenarnya bukan tidak bisa dipercaya hanya saja Arka posesif pasti Arka tidak akan membiarkannya jika tau Celvin satu pesawat dengannya.


hari berlalu begitu cepat, pernikahan Intan dan Celvin akan di gelar secepatnya yaitu 3 minggu setelah akad.


sebenarnya Celvin dan Intan sudah sah menjadi suami istri tapi belum resepsi pernikahan, jelang pernikahan Nana dan Ara dipercaya menjadi pengiring pengantin wanita menuju altar pengantin dan penata rias red karpet menuju panggung pengantin.


.


kini Nana ada di Mal sedang membeli perlengkapan bunga asli untuk hari pernikahan Celvin dan Intan 2 minggu lagi.


"bagaimana Bu? apa ada masalah dengan pemesanan? saya harap tidak mengecewakan ya bu? ". kata Nana ke Ibu penjual bunga

__ADS_1


"iya Nona..! kami akan berusaha untuk tidak mengecewakan Nona". jawab si Ibu jual Bunga.


"ya sudah bu..! saya permisi ya bu? ". izin Nana ramah dibalas ramah juga oleh Si Ibu yang segan pada Nana.


Anda sopan kami pun segan,,


"Nona? ". panggil Ara melambaikan tangannya.


Nana juga menyahut tapi tidak bersuara hanya balas dengan lambaian tangan dan tersenyum, Nana berjalan dengan santai hingga tiba-tiba ada seseorang menarik rambutnya.


Nana memekik melihat ke atas, Ara yang melihat itu berlari ke arah Nana namun Nana sudah memutar tangan wanita itu hingga dialah yang memekik kesakitan.


ternyata wanita itu adalah Sari wanita yang pernah Nana kerjai di Bioskop karna mencoba mencekal kaki Nana.


"oh... kau..? sedang apa kau disini?? kenapa menarik rambutku? ". tanya Nana dengan datar dan dingin


tempat itu mulai di kerumuni hingga Ara menerobos masuk dan mendengar drama Sari yang berlagak polos tidak tau mengapa Nana tiba-tiba menyakitinya.


"apa kau bodoh..? disini ada CCTV, kalau mau menyerang orang itu lihat situasi". ejek Nana mendorong tubuh Sari hingga terjatuh di lantai.


Sari melihat sekeliling dan ke atas, tak disangka diatas kepalanya tepat ada CCTV.


Sari bangkit karna sudah terlanjur malu akan lebih baik langsung menyerang Nana saja tapi Ara sudah bertindak dengan membanting tubuh Sari ke lantai hingga semua yang melihat hal itu memekik ditempat.


"jangan coba-coba menyakiti Nona saya atau akan saya laporkan pada polisi dan Tuan Yardan". ancam Ara dengan dingin


Sari menjerit histeris, ia bangkit dan melepaskan heelsnya tanpa ragu ia melempar heelsnya ke arah Nana tapi ternyata Nana tau saat berbalik langsung mengelak.


Nana tersenyum miring, "kalau putus dari Celvin ya move on dong kenapa malah balas dendam padaku? kau fikir Celvin pacarku? 1 negara mengenalku adalah Kekasih sempurna Tuan Muda Arkatama lalu kenapa kau bertindak seolah aku merebut pacarmu hmm?? ". ledek Nana berbalik menatap sinis Sari


"waah...! "


"ketahuan kedoknya".


seketika suasana menjadi recok, mereka malah menghina Sari terang-terangan berani membentak Nana padahal jelas Nana tidak bersalah apalagi balas dendam sungguh lucu sekali Sari.


"hei... jal*ng...! kau yang melempar sepatuku saat itu kan?? gara-garal kau aku jadi diteror mereka semua". jerit Sari


"apa kalian lihat-lihat?? sana pergi...!! ". usir Sari dengan berang.


Sari berteriak mengusir mereka semua hingga bubar dan saat tersadar Sari kembali menjerit marah ternyata Nana membawa kabur heelsnya yang digunakan olehnya tadi melempar Nana.


"kenapa kamu bawa kabur heelsnya Ara? ". kekeh Nana melihat kelakuan Ara.

__ADS_1


"saya akan buang heels ini Nona, biar dia sadar kalau membuang sepatu itu bukan kita tapi dia yang melemparnya sendiri, jangan harap kita akan berbalik lalu mengembalikannya dengan hormat padanya". kata Ara


"ya sudah..! ayo pergi..!". ajak Nana tak memperdulikan Ara yang menenteng heels itu.


sesampainya di parkiran Ara melemparnya ke jalanan supaya hancur di pijak ban mobil.


"cepat Ara..! ". ajak Nana


"iya Nona". sahut Ara segera berlari ke mobil dan melaju kencang meninggalkan area itu.


di dalam mobil


Nana memeriksa indeks Perusahaan W Group.


"apa ada masalah dengan Perusahaan Ara? Abi ada mengeluh? ". tanya Nana serius


"tidak Nona..! semua aman dan teratasi berkat ide-ide Nona mengsukseskan Perusahaan cabang". jawab Ara dengan senyuman


Nana pun mengangguk, "apa tidak ada berkas yang harus aku tanda tangani? ". tanya Nana


"ada Nona..! nanti malam Abi akan mengantarnya ke Apartemen saya". jawab Ara


"hmm..? aah.. Ara kita ke Mansion Wijaya, aku kangen Papa sama Mama". pinta Nana


"baik Nona". jawab Ara


setibanya di Mansion Wijaya Nana dipeluk dan dicium oleh Yardan yang tak habis-habisnya merasa bangga dengan Putri tunggalnya itu, bahkan Yardan merasa tidak masalah mereka tidak punya anak lagi malah ingin punya cucu.


"Papa..? kenapa Papa suka sekali menciumku? lama-lama Papa kaya Arka, apa Mama tidak cemburu? ". kesal Nana tapi memeluk manja Yardan.


Yardan tertawa sementara Dewi datang sambil berkata, "Mama tidak cemburu sayang, lebih baik kamu segera cuti bermain ke Rumah nenek dan kakekmu".


Nana nyengir, "nanti kalau Nana diomeli bagaimana?".


"tidak akan". jawab Yardan dan Dewi bersamaan.


"paling hanya ngambek! ". sambung Yardan lagi dan Dewi terkekeh


Nana pun mengiyakan sambil mengerucutkan bibirnya memang benar saat Nana di Jerman Kakeknya itu mengomel karna tidak izin padanya, jika tau Nana pergi ke Jerman kakeknya tidak akan datang ke Jakarta hanya di Vila tepi pantai saja.


Aman dan Sarah sesekali ke Kota ya karna merindukan Cucunya bukan merindukan anaknya (Yardan), tapi saat mereka datang tidak ada Nana tentu saja mereka tak terima cucu mereka ternyata tidak ada, sudah pasti Kakek dan Nenek Nana ngambek di sana.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2