Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
kembali


__ADS_3

.


.


.


Nana dan Arka keluar dari Rumah Sakit, mereka berjalan pelan dipinggiran lorong Rumah Sakit.


"apa ada yang harus diperiksa sayang? punggungmu bagaimana? ". tanya Arka


"sayang? kamu enggak dengar apa kata Dokter Heny tadi? sakit pinggang hal biasa bagi seorang Ibu Hamil". jawab Nana.


"kalau begitu mau pakai Kursi roda ya? aku tidak sanggup melihatmu begini nanti kakimu sakit sayang". bujuk Arka


Nana tersenyum dan mengangguk, Arka dengan hati-hati mendudukkan Nana di kursi didekatnya.


"sayang? ". Arka berjongkok didepan Nana dan mendongak menatap sang Istri dengan penuh Cinta.


"hmm? ". sahut Nana mengelus rahang Arka.


"aku carikan Kursi Rodanya ya? jangan kemana-mana". pinta Arka


Nana mengangguk, Arka memberi kode pada 6 pengawal bayangan Istrinya yang segera berlari ke arah Nana dan berdiri didekat Nana dengan posisi siaga.


Nana menghela nafas dengan tingkah suaminya, lalu Arka mencium punggung tangannya dan berlari entah kemana yang jelas Arka mencari kursi roda untuk Nana.


"lebih baik aku main hp aja". gerutu Nana


Nana menoleh seketika mendengar suara seseorang, Nana mengerutkan keningnya melihat Pria yang tengah membawa seorang Wanita sepertinya Istri Pria itu.


"Detektif Reza? ". gumam Nana


"sabar ya sayang? aku sudah punya uang kita periksa ya? ". kata Reza dengan hati-hati ke Istrinya bernama Mita.


"dari mana kamu dapat uang mas? bukankah uangmu sudah habis? ". tanya Mita seolah takut Suaminya berhutang.


"aku bekerja sayang, Bos Misteriusku menghubungiku mungkin 7 bulan yang lalu, saat kamu memberitauku kamu sedang hamil aku semangat bekerja dengannya sayang dan dapat uang". jawab Reza


"hutang-hutang kita? ". tanya Mita


"aku sudah lunaskan". jawab Reza


"lalu bagaimana bos Misteriusmu Mas? ". tanya Mita.


"aku sedikit berbohong padanya kalau aku tidak bisa bekerja waktu itu selama 1 bulan dengan alasan lahiranmu, aku hanya ingin menuntaskan hutang-hutang kita lalu fokus dengan kehamilanmu". jawab Reza


"bagaimana jika Bos Misteriusmu tau kamu berbohong mas? ". tanya Mita


"tidak sayang..! Bos Misteriusku orang yang baik, dia pasti mengerti". jawab Reza.

__ADS_1


mereka terus berbicara sampai melewati Nana yang dikawal 6 Pria berbadan besar, Nana memiringkan kepalanya melihat mereka berdua.


"membohongiku? ck..! lumayan karna kamu mengatakan aku baik". batin Nana menyunggingkan senyum tipisnya.


Nana tidak pernah menemui Detektif Reza walau sekalipun, Reza tidak tau kalau Bos Misteriusnya itu adalah Nana walau mencari tau bukti orang yang mencelakai Nana tapi Reza tidak pernah berfikir kalau Nana lah Bos nya.


Detektif Reza terus saja membawa Istrinya untuk diperiksa ke Dokter, ia benar-benar tak sadar ada Nana disekitarnya.


.


Arka berjalan mendorong kursi roda kosong lalu para Pengawal Arka segera memberi hormat dan membubarkan diri mencari tempat persembunyian paling aman.


"kenapa sayang? apa kamu mau melihat sesuatu? ". tanya Arka melihat Istrinya celingukan ke arah lain.


Nana tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya pelan.


"ayo sayang! ". ajak Arka lembut membawa Istrinya naik ke kursi rodanya.


"kita kesana? ". tanya Arka


Nana mengangguk sambil tersenyum cerah ke Suaminya yang sangat peka.


Arka dengan senang hati mendorong Kursi Roda milik Istrinya padahal Kursi Roda Listrik tapi Arka tetap mendorongnya karna perasaan cinta nya yang besar pada sang istri.


setibanya di tempat antrian pemeriksaan dengan dokter.


"siapa yang kamu lihat sayang? apa kamu mau diperiksa oleh dokter Heny lagi? ". tanya Arka


Arka mengikuti tatapan mata sang Istri hingga raut wajahnya berubah tak senang.


"kenapa menatapnya sayang? aku tidak suka". kata Arka


Nana terkekeh, "bukan apa-apa sayang tapi dia adalah Detektif swasta yang aku bayar".


"detektif swasta?". beo Arka


"iya sayang". jawab Nana


Nana menceritakan siapa Reza sampai Arka mengerti karna dirinya sempat salah faham.


"lagian kenapa aku menatapnya? suamiku jauh lebih tampan darinya, kalau ada Pria yang lebih tampan dari suamiku dan sempurna dari suamiku mungkin saja aku tertarik". kata Nana sengaja membuat suaminya cemburu.


Arka menggeleng kepalanya pelan, "aku yang pantas untukmu sayang, tidak ada Pria lain sesempurna aku yang sangat mencintaimu".


Nana mengangguk mengakui hal itu, "maka nya jangan cemburu ya? Cintaku padamu sudah terbagi dua dengan Papa, sayang pantas cemburu dengan Papaku saja sayang".


Arka tertawa pelan, "aku bisa dicoret dari daftar menantu kalau berani cemburu padanya sayang".


Nana memperlihatkan deretan giginya yang rapi, betapa cantiknya Nana saat tertawa seperti itu, Arka berjongkok dihadapan Nana lalu tanpa malu mencium pipi Nana yang terdiam seketika, Nana memutar kepalanya ternyata banyak yang melihat kelakuan sang suami.

__ADS_1


"issh.. aku malu sayang..!! cepat pulang! ". Nana menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Arka menuruti permintaan Nana membawanya pergi dari sana sambil tertawa lepas, Mita juga melihat ke arah Nana dan Arka.


"kenapa sayang? ". tanya Reza


"itu pasangan Fenomenal sayang..! aku sangat mengaguminya". jawab Mita


"benarkah?". Reza melihat ke arah tatapan Mita lalu menganggukkan kepala.


"aku bekerja mencari tau tentangnya sayang". jawab Reza


"hah? maksud mas? kenapa aku tidak tau? ". tanya Mita seakan kaget karna ia benar-benar tidak tau pekerjaan suaminya.


Reza pernah mengatakan kerjanya hanya mencari kebenaran.


"ibu Mita? ". Suster memanggil


"iya Sus". Reza angkat tangan lalu membantu Istrinya berdiri.


mereka menikah sudah hampir 10 tahun tapi belum dikaruniai Anak, saat ini Mita hamil setelah sekian lama mereka menantikan keturunan bagaimana Reza tidak bahagia? ditengah penderitaan yang mereka lalui tidak pernah mengeluh dan hanya bisa mengikuti alur takdir.


.


di Mansion Arkatama


"kakak? ". Anna berlari ke arah Nana lalu bersimpuh di hadapan Nana sama seperti Nana yang pernah bersimpuh berbicara dengan Anna saat masih di Kursi Roda.


Nana tersenyum manis mengelus pipi Anna, "kamu semakin cantik sayang". puji Nana.


Anna tersenyum lebar, "Anna ada cuti kak..! jadi langsung kesini". cengir Anna.


Arka mengunci kursi roda Istrinya dan meminta Anna menjaga Istrinya karna Arka akan membuatkan makanan spesial untuk sang Istri.


"siap bang..! Anna bertahun-tahun dikursi Roda jadi sangat mengerti tombolnya". jawab Anna dengan hormat.


Sekar dan Caca saling pandang saja,


"kalian kenapa disana? ayo bawa kakak ke Sofa kita bicara di sofa". pinta Nana.


Anna dengan senang hati membawa Kakaknya ke Kursi Roda disusul oleh Sekar dan Caca, mereka duduk di Sofa sementara Anna mengunci Kursi Roda Nana lalu duduk disamping Nana.


"ayo ceritakan kisah kalian? apa ada murid yang nakal? katakan pada Kakak! ". cecar Nana


ketiga gadis remaja yang punya nilai kecantikannya masing-masing pun tertawa, mereka pun menceritakan kesenangan masing-masing, kepribadian Sekar sudah terbuka pada keluarga Nana berkat Anna dan Caca.


berteman dengan gadis periang akan membuat diri sendiri juga tertular punya sifat periang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2