Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
mengingatkan


__ADS_3

.


.


.


Perusahaan Arkatama Group,


"jadi benar Istriku membantunya? ". tanya Arka sekali lagi pada Endra.


"benar Tuan tapi hanya itu saja, setelah itu tidak ada lagi". jawab Endra dengan yakin.


sebenarnya Endra juga penasaran dan heran mengapa Nana masih baik pada Celinne, apa Nana lupa apa saja yang telah Celinne lakukan pada Nana dan Mama nya Nana.


Arka memijit pelipisnya yang berdenyut, "sayannngg?? apa maumu sebenarnya? ". gumam Arka tanpa mengeluarkan suara.


"lalu apa yang harus saya lakukan Tuan? apa perlu saya buat dia dipecat Tuan? ". tanya Endra


"ckk..!". Arka berdecak menatap tajam Endra.


"Ehh?? apa saya salah lagi Tuan? lalu apa?". tanya Endra bingung.


"kau mau aku di hukum oleh istriku ya? aku marah memang mengerikan tapi kalau Istriku marah 3 sampai 4 kali lebih menyeramkan dari apapun tau? istriku pendendam jadi jangan macam-macam padanya, aku bilang awasi saja kan? ". Arka


Endra menggaruk kepalanya yang tak gatal,


"dengar tidak? ". tanya Arka dengan nada cukup tinggi.


"Iya.. iya Tuan". jawab Endra juga nada cukup tinggi.


"kau melawanku hah? ". bentak Arka


"tidak Tuan". bentak Endra juga.


"Endraa......!!!". seru Arka menggema


"Iya Tuaaaannnn! ". balas Endra juga menggema.


"kau melawanku ya? ". tanya Arka dengan tajam


"tidak Tuan...! anda tidak mengerikan kalau marah". jawab Endra lalu menundukkan kepalanya dan Cuss...! pergi meninggalkan Arka yang menggeram kesal.


sebenarnya Endra tidak takut pada Arka tapi semenjak tau Nana adalah si Peretas misterius membuatnya takut dan mulai bersikap berhati-hati pada Arka tidak mau menyinggung Nana namun tanpa di duga Endra melawan kembali seperti dulu, mungkin karna Arka sendiri yang membuat Endra seperti itu.

__ADS_1


Arka mengatakan kalau Nana marah jauh lebih mengerikan dari Arka yang artinya Arka juga berhati-hati dalam bertindak pada Istrinya, asalkan Endra tidak menghianati Arka saja itu sudah cukup kan?


di Mansion Arkatama,


sejak Nana memberikan hadiah pada Anak-anaknya, si Kembar lebih senang di dalam Ruang Perpustakaannya, kadang keluarga nya merasa heran bagaimana anak sekecil mereka malah suka dengan buku dan komputer seperti orang dewasa.


"sayang?? kalian kok nggak minum susu pemberian mbak Noni hmm? apa kalian mau mama hukum? ". tanya Nana sambil masuk ke Ruangan kesukaan anaknya.


"hehe..! ".


sikembar dengan kata Di Hukum segera meninggalkan kegiatan mereka dan berlari ke sofa, mereka meneguk susu pemberian Noni dan tak lupa rotinya juga.


Nana menghela nafas lalu mendekati sofa dan duduk dihadapan si kembar,


"kalian baru sarapan? ". tanya Nana


tidak dijawab hanya cengiran dan tak berani melihat Nana,


"lain kali Mama akan minta Mbak Noni nungguin sarapan kalian ya? mentang-mentang libur tidak ingat sarapan, mama tidak mau kalian malah asik main dan tidak ingat makan". peringatan Nana


"baik Mama". jawab sikembar patuh


"Ren sayang..? Mobil, Motor yang dibelikan Papa sudah ada di luar, kamu mau coba nak? ". tanya Nana lembut.


Nana tidak pernah membentak Anak-anaknya tapi kalau sudah mendengar kata hukuman mengapa mereka takut? Nana sangat tegas menghadapi anaknya berbeda dengan Arka yang sangat lembut pada anaknya malah tidak tega memarahi anaknya,


Arka tidak pernah bertanya pada Nana, bisa pecah perang dunia ke-6 kalau bertanya pada Nana, Arka lebih sering bertanya pada Diah yang tentu dijawab Diah kalau kelakuan Ren saat ini persis seperti Arka dulu saat kecil namun Arka malah mengelak karna ia tidak ingat.


"benalkah ma? Len lihat dulu ya?? ". izin Ren mengecup pipi Nana lalu berlari keluar Ruangan.


"sayaaang..? jangan berlari!! ". teriak Nana


Ren tidak lagi berlari hanya berjalan cepat dan hal itu membuat Nana terkekeh gemas,


"kesayangan Mama gimana? kenapa tidak keluar? ". tanya Nana berpindah tempat duduk disamping Rose.


"Los masih disini Ma..! heheee.. tidak apa kan ma? ". tanya Rose balik dengan raut wajah menggemaskannya.


"iya sayang... iya, tapi ingat makan siang harus keluar ya? tepat jam 12 harus makan kalau tidak mama hukum? ". peringatan Nana


"iya.. ma.. telimakasih". ucap Rose menyeringai lebar.


Nana mengelus kepala Rose lalu mencium sayang kening Putrinya, "Mama kebawah ya? mau lihat anak Kuda Tina".

__ADS_1


"okeh ma..!". jawab Rose menggerakkan jemari kecilnya berpose lucu, Nana tertawa kembali mencium pipi Rose.


Nana bangkit dari duduknya meninggalkan Rose yang kembali berlari ke komputernya, ia menyeringai lebar sambil melihat jam dindingnya yang berbentuk hello kitty.


.


Nana menemui Ren yang sibuk bermain mobil barunya, anehnya Ren bisa memainkannya seperti sudah mahir saja.


"kok bisa Mommy? bukannya pertama kalinya Ren megang setir mobil kecil ini ya? ". tanya Nana terheran-heran.


"baru 5 menit dia mempelajarinya sayang, awalnya nyendat-nyendat terus 4 menit kemudian udah lancar aja kayak Pembalap terkenal". jawab Diah juga takjub.


Nana melihat kesenangan Ren, Putra kecilnya itu tengah bermain mengelilingi jalan bahkan melaju kencang entah kemana sebab jalan Mansion Arkatama sangatlah luas dan panjang.


"kenapa sayang? ". tanya Diah


"eeh..? iya.. Nana tadi mau lihat Aa dan Tina". jawab Nana tersenyum kikuk.


Diah terkekeh, "ya udah...! sana pergilah".


Nana berjalan ke arah lain, dimana tempat itu adalah tempat tinggal Kuda-kudanya.


"Pak Doddy? ". sapa Nana tersenyum ramah.


"eeh...? iya Nyonya? ada apa toh? ". tanya Pak Doddy berlari ke arah Nana.


"bagaimana kuda-kuda kecilnya pak? ". tanya Nana


"hehhe..! baik Nyonya". jawab pak Doddy memperlihatkan anak-anak Kuda Aa (milik Nana) dan Kuda Tina (Kuda Arka).


Nana mendekati kudanya, ia mengelus leher kudanya yang perlahan mengingkik seolah menunjukkan protesnya ke Nana yang melupakannya.


Nana hanya tertawa lebar saja seolah mengerti kudanya sedang ngambek, "maaf ya Aa? bukannya kamu juga sudah menjadi ayah hmm?? seharusnya kamu mengerti aku dong".


Pak Doddy menjatuhkan rahangnya, bagaimana Nana bisa tau apa keluhan kuda itu seolah Nana adalah bangsa kuda mengerti bahasa kuda.


"Nyonya kok bisa tau si Aa ngomong apa? ". tanya Pak Doddy penasaran.


Nana tertawa kecil, "Bapak mungkin lupa kalau saya 19 tahun udah tinggal dikampung dan berteman dengan alam, jadi bisa sedikit bahasa hewan lewat suara, gerakan dan sorot mata".


Pak Doddy malu-malu dan meminta maaf, Nana tertawa tidak malu sama sekali dengan asal-usulnya malah pak Doddy yang malu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2