
.
.
.
Nana tersenyum manis dapat sambutan baik dari mereka.
"aku ingin kalian tunjukkan mobil yang paling bagus". pinta Nana
"baik Nona..! silahkan ikut kami".
mereka menunjukkan mobil keluaran terbaru dan Nana paling menyukai mobil lamborgini warna pink (salam).
"aku ambil ini". senyum manis Nana
"baik Nona..!" jawab pekerja wanita yang menawarkan mobil keluaran terbaru, mobil itu baru datang tadi pagi dan pekerja itu langsung mengambil sebuah alat untuk menggesek kartu.
"ini". Nana memberikan kartu andalan pemberian Papanya.
pembayaran berhasil..
Nana langsung membawa mobilnya pergi menuju Perusahaan W Group.
"permisi..! saya mau bertemu dengan Tuan Yardan". Nana seperti biasa begitu sopan.
mereka gelagapan berbicara dengan Nana, Nana hanya terkekeh lalu menjelaskan bahwa dirinya tidak sejahat itu.
Nana diantar ke Ruangan Yardan setelah mengkonfirmasi, pintu tertutup Nana melepaskan heelsnya lalu berlari mencari Yardan yang juga mendekatinya.
"Papa? ". Nana tersenyum cerah langsung memeluk Yardan begitu manja.
maklum lah, Nana tidak pernah merasakan kasih sayang Ayah jadi saat bertemu Papa kandungnya tentu ia begitu manja.
"bagaimana keadaan mu Nana? apa baik-baik saja?". tanya Yardan memegangi lengan Nana dan memutar kekiri dan kekanan tubuh Nana.
Nana tertawa kecil, "tidak pa..! hmm.. Apa papa sudah menyusun rencana? ".
"syukurlah.. hmm? rencana apa sayang? tapi tunggu.. mana alas kakimu hmm? ". Yardan menyadari kaki Nana tidak memakai apapun.
"Nana capek pake heels pa, hehe". cengir Nana
Yardan hanya tertawa kecil, "pakai sendal yang Papa siapkan ya? ".
"sendal yang Papa siapkan? ". beo Nana
Yardan berlari ke meja kerjanya lalu mengeluarkan sesuatu dari sana, Nana tersenyum lebar melihat sendal yang masih terbungkus plastik itu.
Yardan tanpa ragu bersimpuh didepan Nana dan mengelap kaki putrinya,
"Papa ngapain sih? ini tidak baik Pa". Nana pun sampai kaget akan perlakuan Yardan.
"kakimu harus dibersihkan Nak! ". Yardan bersikukuh memperlakukan Nana seperti Tuan Putri.
Yardan berdiri lalu tertawa melihat wajah Nana ditekuk masam dan bibir komat-kamit tiada henti,
"iya.. Iya.. Papa minta maaf ya?". Yardan merangkul Nana membawanya duduk ke sofa.
"rencana apa maksudmu sayang? ". tanya Yardan
__ADS_1
"lakukan tes DNA Pak Yunus dengan Celinne". jawab Nana
Yardan membelalak, "Y.. Yunus? ".
"iya Pa..! Asisten Papa". jawab Nana
"apa maksud nya sayang?". tanya Yardan berusaha mencerna kata-kata Nana.
"Papa..? Asisten Papa itu adalah Ayah dari Celinne selingkuhannya silicik itu".
Yardan tak menyangka Yunus benar-benar musuh dibalik selimut, bahkan Ayah kandung Celinne.
"alangkah baiknya jika ada bukti nak..! Papa ingin mengusir mereka". geram Yardan
"Papa tenang saja..! bukti akan Nana kumpulkan, bisakah Papa bekerja sama dengan Nana? Papa Tes DNA mereka sedangkan Nana akan mengumpulkan bukti". Nana
"bagaimana kamu bisa mengumpulkan bukti nak? ". tanya Yardan
"Nana akan ke Bandung ke Hotel itu dan meminta Rekaman CCTV kejadian malam itu Pa..!". Nana
"sayang.. tapi orang kepercayaan Papa sudah datang kesana dan tidak ada apapun, si licik itu sudah menghapus semua buktinya". Yardan
"baiklah.. ! apa ada surelnya Pa? Nana bisa mengembalikan data yang hilang". Nana
Yardan terkejut lalu kembali tersenyum karna ingat ponselnya pernah diretas Nana, "kamu hebat sekali nak..!"
"iya dong anak Papa dan Mama yang hebat tentu saja Nana juga hebat". jawab Nana dengan bangga hingga Yardan tertawa.
"siapa nama Mamamu nak? ". tanya Yardan
"Dewi Mustika". jawab Nana
Yardan yang sedang minum tersedak seketika, ia terbatuk-batuk hingga Nana bangkit dan memukul-mukul punggung Yardan hingga Papanya kembali Normal, Yardan memegang tangan Nana.
"nama Mama Dewi Mustika Pa". jawab Nana
Nana merasa tidak ada yang perlu disembunyikan lagi.
"dimana Mamamu nak? ". tanya Yardan jantung yang berdegup kencang.
"Mama ada ditempat aman, Nana harap Papa jangan temui Mama dulu karna Nana tidak mau Mama dalam bahaya". Pinta Nana
.
.
Nana cerita banyak hal pada Yardan hingga pada akhirnya Nana mengucapkan terimakasih.
"Nana beli mobil baru dengan kartu pemberian Papa, Nana boros kan Pa? tapi Nana bisa menghasilkan uang banyak nanti Pa". Nana
Yardan tertawa, "kenapa hanya mobil? Rumah bagaimana? ".
"Nana tinggal di Apartemen Arka yang kosong Pa, dia tidak pakai karna dia sering tinggal di Mansion Mommynya". Jelas Nana dan Yardan mengangguk
tok.. tok.. tok..
"itu dia sudah datang nak..!". Yardan
Abi masuk lalu mengunci pintu dan berjalan ke arah Yardan yang ternyata ada di Sofa, betapa terkejutnya Abi melihat Nana yang kini dikenal sebagai nama samarannya Anna.
__ADS_1
Yardan mengenalkan Abi orang kepercayaannya pada Nana, dan Nana pun menyapa dengan ramah, Abi memberikan surel yang ada diponselnya terhubung ke CCTV yang ia ambil dari Hotel yang dibandung.
"kalau begitu Nana pamit ya Pa..? Nana akan kembalikan rekaman yang hilang dalam waktu 1 minggu ini". Nana berdiri sambil menyalami Papanya lalu Yardan mengecup kening Nana.
Abi hanya tersenyum kikuk disapa Nana lalu melihat kepergian Nana, Abi sebagai laki-laki tentu terpesona dengan kecantikan Nana tapi harus sadar diri juga karna mereka tidak satu kasta.
.
Nana menyapa semua karyawan yang bertemu dengannya dengan senyuman, tentu saja akan menjadi buah bibir satu Perusahaan yang akan sampai ke Telinga Celinne dan Emma.
Nana menaiki mobil barunya dan pergi dari sana, sedangkan Celinne terlambat datang karna ia mendengar kabar bahwa Anna datang ke Perusahaan menemui Papanya.
Celinne berlari memasuki Lift tanpa menemui penjaga tamu, dan tidak peduli orang lain membuat karyawan W Group membandingkan sifatnya itu dengan Anna.
"Papa? ". Celinne berlari masuk ke Ruangan Yardan.
Yardan sudah menyembunyikan Abi di balik kolong meja nya, karna ia dapat kabar dari Reseptionis dari Lobi bahwa Celinne datang.
"apa? kau tau aku bukan Papamu kan? ". sindir Yardan semakin geram melihat Celinne yang ternyata baru ia ketahui adalah anak Yunus.
"kenapa Anna kesini Pa? apa tujuannya? apa wajahnya memang baik-baik saja? ". cecar Celinne dengan muka temboknya.
"dia akan menjadi rekan bisnisku". jawab Yardan
"apaa?? maksud Papa apa? ". tanya Celinne
"apa? dia seorang pembisnis tentu saja kami bicara bisnis, menurutmu apa lagi? ". Yardan
"bagaimana wajahnya Pa? apa wajahnya baik-baik saja? ". tanya Celinne
"tentu saja..! dia cantik seperti biasa, apa masalahmu? ". Yardan memicingkan matanya curiga ke Celinne.
Celin pun langsung pamit pergi meninggalkan Yardan,
"ada apa dengannya? apa maksud kata-katanya? apa dia telah melakukan sesuatu pada Nana? ". gumam Yardan.
Celinne sudah pasti menahan marah, ia tidak menyangka rencana Mamanya gagal sebab orang suruhan mereka menghilang entah kemana.
Anna tiba di Perusahaan Arkatama Group, "apa aku bekerja saja ya?". gumam Nana
"tapi aku ingin bekerja di Perusahaan Papa". celoteh Nana lagi hingga mobilnya sudah terparkir.
Nana seperti biasa menyapa semua orang dengan senyuman ramahnya, dan meminta sopan pada Reseptionis memanggil Arka.
"sayang? ". panggil Arka berlari dengan langkah lebar ke arah Nana yang bercerita dengan karyawan Arka.
"Honey? kenapa lama sekali? aku sudah lapar, kamu mau aku balik lagi ke LA hmm? ". Nana berjalan ke arah Arka.
"kenapa pakai dress pendek hmm? ". tanya Arka malah melenceng.
"bukankah aku tidak boleh memperlihatkan bahu dan leherku? jadi aku boleh dong memperlihatkan kaki indahku ini? aku pakai baju panjang lengan Honey". Nana melihat pakaiannya yang menurutnya normal.
Arka menggeleng-geleng kepalanya, sebenarnya ia suka dengan penampilan Nana sekarang tapi pakaian Anna membuat Arka cemburu, karna Anna menjadi perempuan yang terlihat sangat sempurna hingga menjadi incaran banyak saingan bisnis Arkatama Group.
Devano tentu tau tatapan Celvin sebelumnya tidaklah biasa.
.
__ADS_1
.
.