
.
.
.
di kamar Anna bersama Adi,
"kenapa jadi begini Anna? nanti orang lain akan mengira aku memanfaatkanmu dan bilang aku hanya ingin hartamu saja". omel Adi bolak-balik seperti setrika dihadapan Anna.
Anna juga terlihat berpikir, Ia terbebas dari perjodohan gila itu tapi masalah baru muncul.
"bisakah kamu diam Adi? kenapa dari tadi mondar-mandir hmm?". omel Anna.
Adi pun terpaksa duduk disamping Anna,
"diluar sana malam pertama pasangan pengantin sangat bahagia kenapa kita malah sibuk memikirkan masalah? apa pernikahan kita ini normal? ". decak Adi.
Anna tertawa,
"kenapa kamu malah tertawa? kamu pikir ini lucu? ". tanya Adi dengan datar.
"dari awal pernikahan kita memang tidak normal, bagaimana bisa kita menikah saat kita tidak saling mencintai hmm? ". Anna.
Adi diam saja melihat arah lain, "pikirkan masalah ini..! aku tidak bisa berpikir jernih".
"iya.. iya..! aku akan pikirkan dengan jernih". balas Anna dengan tenangnya menatap cincin pernikahannya.
menjadi gadis cantik pasti memiliki masalah yang rumit apalagi jika berada di kalangan orang kaya-raya yang senang memperebutkan harta atau haus akan tahta.
banyak lelaki yang mengejar Anna tapi tidak tau niat apa yang diinginkan oleh mereka semua, tapi karna Cincin yang melekat di jari manisnya pasti tidak ada lelaki yang menggoda atau mendekatinya lagi.
Istri? Anna tidak percaya akan menjadi seorang Istri tapi bukan karna Cinta, jujur saja Anna tidak merasa menyesal menikah dengan Adi tanpa cinta, dizaman sekarang Cinta yang tulus itu sulit untuk didapatkan.
Anna hanya mencari aman saja supaya tidak direndahkan oleh lelaki atau dimanfaatkan oleh lelaki lain, itulah manfaat dari pernikahannya dengan Adi.
"kenapa Anna? apa kamu panas? ". tanya Adi memegang kening Anna.
Anna memutar wajahnya ke arah Adi,
"tidak panas..! kenapa mata birumu begitu senang melihat cincinmu? apa kamu senang terbebas? lalu aku malah terikat? ". tanya Adi dengan datar
Anna mengulum senyum manisnya hingga Adi cukup terpana namun segera Adi menampar wajahnya sendiri.
__ADS_1
"jangan bilang kamu akan menerima tawaran Kakekmu Anna? ". tanya Adi seolah tau pemikiran Anna lewat senyum manis gadis yang telah sah menjadi istrinya itu.
"inilah yang membuatku mau menikah denganmu Adi..! jadilah Presdir tertinggi Asia Group lalu hancurkan hama-hama itu Ok? aku mau mandi dulu..! ". Anna menepuk pundak Adi lalu berdiri sambil bersenandung berjalan ke arah kamar mandinya.
Adi menjatuhkan rahangnya selebar-lebarnya,
"dasar gadisku ini..! apa dia memang seorang dokter hebat? si jenius itu? kenapa dia seperti tidak mau berpikir hal rumit padahal saraf manusia lebih rumit, ckkk.. apa ?? dengan sangat mudah Ia mengatakan hal itu? apa dia tidak takut aku akan memakannya?". kata Adi dengan frustasi.
sebelumnya Adi pusing masalah barunya kini malah frustasi karna Anna dengan entengnya mengatakan akan mandi membuat otak bersih Adi berkeliaran entah kemana.
Adi memang belum mengatakan bahwa dirinya mencintai Anna tapi Adi juga lelaki yang normal, mendengar perkataan itu dari bibir gadis yang dicintainya selama ini, bukankah bisa membangkitkan hasr*t tersembunyinya? Cinta pertama Adi yang tidak bisa dilupakan oleh Adi sampai detik ini, bahkan Ia kembali demi Anna.
ada untungnya memiliki pujaan hati yang terkenal di sosmed bisa melihat gadis itu setiap hari?, apa saja yang dilakukan Anna setiap hari?, kegiatan apa yang dilalui Anna?,
Adi diam-diam mengawasinya lewat akun kecilnya yang mengikuti Akun Sosmed Anna.
"Adiii?? ". teriak Anna.
"hah? ". sahut Adi yang sedang melamun tersadar mendengar teriakan Anna.
"ambilkan aku handuukk...! cepattt!?". teriak Anna.
"hah? apa kamu gila? apa didalam itu tidak ada handuk? ". cecar Adi dengan panik.
"dasar gadis ini..! apa dia tidak tau kalau aku lelaki? apa dia memang senyaman ini berbicara dengan lelaki? ". dumel Adi tapi mencarikan handuk juga untuk Anna.
sesekali mereka harus terlibat pertengkaran kecil, bukan main tangan melainkan cekcok mulut biasa, Anna tak terima Adi mengomelinya karna ceroboh menjatuhkan handuknya.
"dasar aneh...! sana tidur di sofaaa! ". usir Anna mendorong Adi sampai terduduk di sofa.
Adi hendak berdiri tapi Anna menahan bahunya dengan kedua tangan Anna.
"melawan? tidur disini..! beraninya kamu mengomeli aku hanya karna handuk? ". kesal Anna dengan cepat melempar bantal nya ke Adi.
Adi menghela nafas panjang memeluk bantal itu, Ia diam-diam merutuki dirinya sendiri yang tak bisa menahan diri untuk tidak mengomeli Anna, bukannya membuat Anna jatuh Cinta padanya malah tidak sengaja membuat Anna kesal karna nya.
di Ruangan lain,
"kenapa Kakek percaya sama Adi? ". tanya Nana penasaran.
"Iya Kek..! kenapa? ". tanya Caca dan Sekar
Arka hanya mendengar, Ia tau pasti ada alasan mengapa Leonard memilih Aditya Pratama yang baru dikenal oleh Anna beberapa bulan.
__ADS_1
"Kakek sudah melihat data Pribadinya, Dia adalah lelaki pekerja keras, alasan dia hidup dan sukses karna Anna". jawab Leonard.
Nana, Sekar dan Caca saling pandang tidak mengerti.
"bagaimana Kakek bisa tau? ". tanya Nana.
"Kakek bisa mencari data Pribadi siapapun kecuali yang dilindungi olehmu nak". kekeh Leonard ke Nana.
Nana terkekeh pelan, "lalu? Kakek menyewa peretas lain? ".
"iya..! tentu saja, apa gunanya banyak uang?". jawab Leonard dengan santainya.
"tapi apa maksud Kakek kalau Bang Adi hidup demi Anna? bukankah Adi hanya teman Anna saja? bukan pacar". tanya Sekar.
"jadi dia mencintai Anna Kek? ". tanya Caca menyambar.
"sudah aku kira". Arka bergumam pelan.
"laki-laki yang berjuang dari nol dengan upaya jeri payah sendiri adalah laki-laki yang pantas menjadi pendamping Anna, apalagi dia mencintai Anna sejak saat itu dan berubah demi Anna". jelas Leonard.
"lalu Mal ANA memang ada hubungannya dengan Anna Kek? ". tanya Nana.
"hmm...? Adi dan Anna". jawab Leonard.
"wooow...! bang Adi serigala berbulu domba". decak Sekar dengan raut wajah syok saat tau Adi memang mengincar Anna karna Cinta.
"pantas saja dia mau dimanfaatkan". gumam Caca juga terkejut makna nama Mal milik Aditya.
.
Nana dan Arka kembali ke Mansion Arkatama, dan ternyata ada Yardan bersama Dewi menginap di Mansion tidur bersama sikembar di Ruangan favoritnya sikembar.
Nana ingin membangunkan kedua orangtuanya tapi Diah mengatakan bahwa Yardan dan Dewi baru saja pulang dari Vila Tepi pantai tempat Eyangnya Sikembar (Aman dan Sarah).
"Mama sama Papa selalu saja jalan-jalan, apa mereka tidak lelah? tidak ingat umur? mereka sudah punya cucu". gerutu Nana.
Diah meledek bahwa pernikahan Dewi dan Yardan masih muda walau umur mereka sudah tua, Nana tak lagi bisa berkata-kata hanya tersenyum kikuk saja, lalu melarikan diri dari Diah karna mengatakan Nana terpisah dari Yardan selama belasan tahun.
bisa dikatakan Yardan masih kasmaran dengan Istrinya itu, seperti pengantin baru saja yang suka jalan-jalan dan bulan madu kesana-kemari.
.
.
__ADS_1
.