
.
.
.
"aku benar-benar takut sayang". isak Arka sesegukan.
Nana melepaskan pelukannya dari Arka lalu menangkup wajah Arka, ia juga ikut sedih melihat penampilan Arka terlihat kacau lalu Nana memperhatikan tubuh Arka.
"sayang kenapa sih? ada apa? kenapa celana bahanmu rusak? kenapa lututmu berdarah? mana sepatumu? ya Tuhan..! sayang kenapa kayak anak terlantar begini sih? ". cecar Nana mengomeli Arka.
Nana masih belum sadar mengapa Arka menjadi seperti itu, Arka kembali memeluk Nana.
"ada apa bu? ". tanya Nana ke Pedagang Jagung Bakar yang melihatnya.
"Mobil mewah Tuan ditabrak truk Nona, disana?". tunjuk Ibu itu.
Nana melihat arah tunjuk Ibu itu dan kaget, jujur ia tadi mendengar keributan dan Fuji juga bilang ada kecelakaan tapi karna perutnya kosong habis memuntahkan segalanya malah memikirkan makanan.
Nana tentu lebih memikirkan anaknya terlebih dahulu lalu melihat kecelakaan itu nanti, tak disangka Kecelakaan yang dihebohi orang-orang adalah Mobil milik suaminya.
"maafkan aku membuatmu khawatir sayang..! tadi sebenarnya aku tetap didalam mobil tapi tiba-tiba perutku berputar dan tidak tahan lagi langsung keluar cari Toilet, karna aku memuntahkan semuanya aku mencari makan tapi aku benar-benar tidak sengaja membuatmu khawatir sayang". jelas Nana yang akhirnya mengerti kekacauan suaminya.
Arka menggeleng-geleng kepalanya, "terimakasih sayang..! terimakasih sudah bertahan! terimakasih banyak sudah keluar dari mobil itu, hik.. hikss...". Arka kembali menangis haru padahal tadi menangis pilu karna membayangkan hal buruk menimpa istri dan anaknya.
"sudah sayang.. sudah ya? lihatlah tubuhmu sampai bergetar hebat begini". Nana menangkup pipi Arka dan mengelus-ngelus bahu Arka
suami Nana seperti tidak bertulang saat ini, Nana saja sedih melihat kondisi suaminya padahal banyak perempuan yang melihat betapa menyedihkan Arka takut akan kehilangan Nana membuat mereka semua iri akan rasa Cinta Arka pada Sosok dewi Pembisnis itu.
Nana membawa Arka ke Rumah Sakit setelah membayar semua makanan Nana tadi, Arka tidak mau diperiksa sebelum Nana diperiksa.
"sayang ku Mohon..! aku memang bisa menyembuhkan penyakit orang tapi kamu harus tau luka-luka ditubuhmu tidak bisa disembuhkan oleh dokter luka dalam sepertiku". omel Nana.
Arka tidak luka dalam hanya terluka diluar untuk itu Nana membawa Arka ke Rumah Sakit, Nana mengkhawatirkan Arka tapi Suaminya itu malah sebaliknya.
Nana terpaksa mau diperiksa, Arka menjelaskan keluh kesah Nana tadi yang tiba-tiba memuntahkan isi perutnya padahal sebelumnya baik-baik saja, Arka senang Nana keluar dari Mobil itu tapi tetap harus di beritau dokter apakah berbahaya atau tidak.
"benarkah Nona? sebelumnya yakin baik-baik saja? ". tanya dr. Heny.
__ADS_1
"iya dok..! padahal saya tidak memakan apapun yang berbaur Sirsak Dok". jawab Nana
"sepertinya bayi Nona sangat hebat, dia tau Kecelakaan itu akan terjadi dan sengaja menyusahkan Nona supaya keluar dari Mobil itu". jelas dr. Heny.
Nana sampai melongoh memegang perutnya padahal sebelumnya Nana tidak terlalu memikirkannya walaupun aneh, sebab Nana tidak akan mual jika tidak melihat buah Sirsak, minum jus Sirsak atau apapun yang berbaur Sirsak tapi mengapa Nana tiba-tiba bisa mual bahkan memuntahkan segalanya? ternyata anaknya sedang melindunginya.
Arka sampai terduduk lemas memeluk perut Nana dan mengucapkan terimakasih pada anaknya, Nana mengelus kepala Arka dan meminta Heny untuk mengerti sifat kekanakan suaminya itu.
"tidak apa Nona..! Tuan Arka sangat mengkhawatirkan Nona dan menurut saya pantas saja Tuan seperti ini". dr. Heny tersenyum lembut dan tulus.
"ya sudah sayang..! sesuai janjimu obati tubuhmu ya?? ". bujuk Nana mengelus kepala Arka yang masih memeluk Perutnya.
Arka diobati oleh Heny sementara sebelah tangannya tak lepas merangkul pinggang Nana dan tangan lainnya memegang perut Nana seolah takut orang yang dicintainya lebih dari nyawanya sendiri itu menghilang seperti tadi.
Nana pun pasrah dengan kelakuan suaminya, ia sangat mengerti betapa besarnya Cinta Arka padanya sampai-sampai Arka tidak merasakan rasa sakit di tubuh nya saat terkena pecahan kaca.
.
sesampainya di Mansion Arkatama,
Nana dikejutkan oleh kedatangan seluruh keluarganya yang terlihat khawatir berlari mendekati mereka.
"Kakak? Anna takut". Anna sesegukan dibelakang Nana.
Nana memeluk Adiknya yang tangisnya pecah seketika, Leonard membantu Arka yang jalan tertatih-tatih ke Sofa.
"kenapa Arka nak? ". tanya Aman ke Nana
Aman melihat keadaan Nana baik-baik saja membuatnya lega sementara Arka terluka, Arka menjelaskan Insiden itu hingga Yardan menggeram marah lalu memilih pergi masuk ke Kamarnya di Mansion Arkatama itu lalu menghubungi seseorang.
Sarah dan Aman pun saling melirik satu sama lain, mereka tidak percaya suatu kebetulan sementara Nana pura-pura polos karna tau sebenarnya Kecelakaan itu pasti direncanakan seseorang.
Diah serta Dewi memeluk Nana dan Anna yang berpelukan belum terlepas, Anna lah yang paling ketakutan tadi, sementara Dewi, Yardan dan yang lainnya masih berusaha terlihat kuat lalu mencoba berpikir positif.
Mobil Arka yang ditabrak oleh sebuah Truk tersebar luas dimedia bahkan Tabrakan itu terlihat direncanakan hingga Supirnya ditahan di Kantor Polisi untuk diselidiki lebih lanjut.
.
malam hari
__ADS_1
di kamar Yardan dan Dewi.
Yardan belum mendapatkan titik terang pelakunya sebab pelakunya sangat pintar menyuruh Orang Suruhannya lewat panggilan telfon umum bahkan bayarannya pun tunai lewat perantara hingga sulit untuk dilacak.
"bagaimana mas? ". tanya Dewi ke Yardan.
"kamu tenang saja sayang..! aku tidak akan melepaskan Supir ini, kita akan temui besok dia di Kantor Polisi". kata Yardan serius.
di kamar lain, (Kamar Aman dan Sarah).
"bagaimana Pah? ". tanya Sarah
"pelaku nya menyuruh lewat panggilan Telfon umum Mah bahkan bayarannya juga tunai melalui orang lain". jawab Aman dengan menahan amarah.
"bedeb*h sinting..! lihat saja apa yang akan aku lakukan kalau tau pelakunya, aku sendiri yang akan membidik kepalanya". geram Sarah dengan mata berapi-api.
"Papah juga tidak akan memaafkannya mah..! kita temui besok orang yang memberi uang ke Supir itu". Aman
"maksud Papa perantara yang mengantarkan uang itu? ". tanya Sarah
"iya". jawab Aman dibalas anggukan oleh Sarah.
baik Yardan maupun Aman berusaha mencari tau pelakunya.
di Kamar Arka dan Nana.
Nana dibuat pusing sendiri oleh tingkah suaminya yang memeluknya tak mengizinkannya beranjak sedikitpun, Nana ingin mencari tau pelaku yang sengaja ingin mencoba membunuhnya dengan kemampuan Hackernya.
"sayang? mau kemana? ". tanya Arka
"sayang aku mau ke Toilet". jawab Nana memelas meminta dilepaskan oleh Arka.
Arka malah bangkit menemani Nana ke Kamar mandi sampai duduk di Kloset pun dikawal oleh Suaminya, Nana menggaruk kepalanya yang tak gatal padahal tadi dirinya hanya berbohong tapi suaminya tidak juga melepaskannya walau hanya ke Kamar mandi.
"bagaimana caraku mencari pelakunya?? ". batin Nana berkali-kali menghela nafas.
.
.
__ADS_1
.