
.
.
.
"kenapa lagi matamu Ara? lama-lama aku khawatir denganmu, aku takut kamu tidak normal". ledek Nana
Ara tersenyum malu, "tubuh Nona terlalu mubazir diabaikan".
Nana menggeleng kepalanya, "berkas apa lagi itu? ". tanya Nana
Ara berdiri dan mengambilkan jubah mandi lalu memasangnya dengan cekatan di tubuh Nana. Ara menjelaskan isi dokumen itu sedangkan Nana berjalan mendengarkan Ara dengan serius
"Papa bilang begitu? ". tanya Nana
"iya Nona, Tuan Besar mengatakan kalau beliau sempat stress pernah gagal mengajak kerja sama dengannya hingga mabuk dan mengalami situasi itu". jelas Ara
"situasi apa? ". tanya Nana tidak mengerti.
Ara dengan malu-malu menjawabnya, Cinta satu malam dengan Mamanya Nana. Nana bukannya malu malah terlihat berpikir.
"jadi ini masalah serius ya? ". tebak Nana
"benar Nona..! dia tidak mau diwakilkan, pria ini sangat sombong tapi cukup diakui sejak zamannya Tuan Besar Nona". Ara
Nana pun mengambil Iped yang telah Ara ambilkan untuknya, Nana mencari tau Pengusaha ternama itu.
"bisa membuat Papa minum-minum artinya ini tender besar? ". gumam Nana
Ara pun menjelaskan kekayaan Pengusaha ini hingga Nana semakin mengerti mengapa Papanya bisa stres dan membuat Yardan minum-minum padahal Papanya itu tidak pernah seperti itu.
"kaya juga ya". gumam Nana pelan
"iya Nona..! kekayaan Perusahaan ini jika di Rupiahkan mencapai Triliunan dan hanya sepertiga dari jumlah kekayaan Perusahaan W Group Nona". jelas Ara
"coba kamu ingat Ara siapa nama Pria itu, apa masih muda? ". tanya Nana
"sudah berumur 60 tahun Nona, namanya Tuan Besar Leonard, Nona". jawab Ara
"Leonard?". gumam Nana begitu pelan.
"apa Papa di Mansion? ". tanya Nana
__ADS_1
"iya Nona, ada yang perlu saya sampaikan? ". tanya Ara
Nana pun meminta Ara menyampaikan pesan untuk Yardan datang ke Apartemennya, Nana terlalu malas keluar Apartemen apalagi dirinya tau sedang diawasi.
Yardan tiba di Apartemen Bintang, Ara sudah menunggu Yardan di Lobi lalu Ara menjelaskan alasan Nana meminta bertemu dan Yardan pun mengerti.
jujur saja Yardan ingin kerja sama nya dengan Perusahaan Asia Group itu berhasil, tapi ia tidak bisa berharap lebih karna upaya sebelumnya saja gagal padahal semua sudah disusun 2 bulan sebelumnya.
Jika W Group berhasil bekerja sama dengan Asia Group maka dengan mudah Perusahaan W Group akan melejit pesat di pasar Internasional.
"Papa? ". Nana menyambut kedatangan Yardan dengan pelukan manjanya.
Ara hanya tersenyum, Nana sangat tegas, pintar dan terlihat kejam namun tidak disangka Nonanya itu bisa berubah seperti kucing jinak jika sudah bersama Yardan dan keluarganya, terutama Yardan.
"putri Papa bagaimana sayang?? apa kamu kesulitan tinggal disini sendiri? ". tanya Yardan dengan lembut mengelus kepala Nana.
"tidak pa..! terkadang Ara menemani Nana". jawab Nana sambil mendongakkan kepalanya.
betapa manja nya Nana, Nana sangat kekurangan kasih sayang Ayah jadi tak heran dia bisa begitu manja dengan Yardan.
Yardan merangkul bahu Nana membawanya duduk di sofa, Nana bertanya Perihal Perusahaan ternama yang terkenal di Asia yaitu Asia Group, Yardan menjelaskan secara rinci tanpa ada yang tertinggal.
"baiklah Pa..! serahkan pekerjaan ini pada Nana, Nana akan membuat si Leonard ini bertekuk lutut pada Nana". kata Nana dengan serius malah membuat Yardan tergelak.
"iya nak.. iya..!". jawab Yardan
merasa pembicaraan Yardan dan Nana tidak lagi tentang bisnis Ara pun memilih kembali ke Apartemennya dan Nana mempersilahkan asistennya itu pergi.
kini tinggallah mereka berdua saja, "ada apa Pa? kenapa dari tadi Papa bertele-tele? ".
"Papa hanya ingin mengatakan kalau Emma sudah tidak ada". jawab Yardan membuat Nana kaget.
"nggak ada? maksud Papa dia kabur? ". tanya Nana
Yardan tertawa lalu menceritakan semuanya hingga Nana tak menyangka Papanya bisa begitu cekatan, hanya dalam beberapa hari bisa membuat wanita itu tiada.
"lalu bagaimana dengan Pelayan itu Pa? ". tanya Nana
"Papa sudah mengirimnya keluar Negri bersama keluarganya". jawab Yardan.
Nana mengatakan pemikirannya yang tengah merasa diawasi, Yardan yang mendengarnya meninju meja sofa hingga Nana kaget karna tau Papanya tidak suka ada orang jahat yang menargetkan putrinya.
"sampai kapan kamu mau bersembunyi nak? ". tanya Yardan
__ADS_1
"hmm... setelah Kerja sama dengan Asia Group berhasil saat itu Nana akan menunjukkan diri ke Publik karna Emma sudah tidak ada kan? hanya Celinne dan Yunus itu masalah kecil bagi Nana". jawab Nana yakin.
"Papa boleh menikahi Mama". sambung Nana lagi.
Yardan tersenyum lebar, "Papa sudah menikahi Mamamu nak".
"iya.. iya tapi kan harus diumumkan ke Publik, Nana tidak mau ada orang yang menjelekkan Mama nanti". balas Nana serius.
Yardan sudah menikahi Dewi tapi hanya orang-orang terdekat saja yang tau, tidak ada yang tau pernikahan mereka selain keluarga saja.
terpaksa Yardan menerima usulan Nana, ia pulang dan kini ada di Lobi. Yardan menghubungi orang-orang suruhannya untuk mengikuti serta melindungi Nana dari bahaya karna saat ini Putrinya merasa sedang diawasi jadi meminta orang suruhannya menjadi pengawal bayangan Nana.
.
.
di dalam kamar Nana tengah mencari tau keluarga terdekat Leonard dengan kemampuan jemari tangannya yang bisa meretas data penting.
"woww..! hebat juga yang menjaga Data-data mereka". seringai Nana.
Nana meregangkan jemari tangannya dan meminum susu disampingnya untuk menambah energi lalu tersenyum lebar mengotak-ngatik komputernya.
"Anna si sempurna tidak akan kalah". kata Nana
tangan Nana semakin cepat dan cepat hingga akhirnya keamanan data Asia group bisa Nana dapatkan, sejak memiliki komputer sendiri kemampuan Hacker Nana semakin meningkat pesat bahkan bisa mengalahkan Hacker yang banyaknya hampir 10 orang di Perusahaan Asia Group yang hampir merata mereka memiliki gelar khusus.
"owwwh...! Tuan Leonard ini punya Cucu ya? cucu perempuan yang kakinya lumpuh? hmmm? apa ini??".
Nana melihat Foto kedua orangtua gadis kecil nan cantik bermata biru bersama Tuan Leonard.
Nana mencari tau lagi berita tentang kedua orangtua gadis itu hingga akhirnya Nana mengetahui anak serta menantu Leonard meninggal dalam kecelakaan mobil dan hanya cucunya saja yang selamat tapi kakinya lumpuh.
"kecelakaan hebat ya? haisssh.. inilah jadi penguasa, bermain-main dengan musuh yang ingin penerusnya mati". gerutu Nana yang merasa wajar saja banyak orang yang menginginkan Perusahaan Asia Group yang sudah terkenal di manca negara itu.
Perusahaan W Group yang kekayaannya hanya sepertiga dari Perusahaan Asia Group International itu pun bisa membuat manusia begitu kejam berani membunuh apalagi Asia Group yang kekayaannya berlimpah ruah.
"pantas saja Tuan Leonard sangat angkuh dan kejam pada rekan bisnisnya, ternyata demi melindungi cucunya". gumam Nana yang kasihan dengan Leonard.
diluar sana banyak orang yang merasa memiliki uang, harta, kedudukan adalah kebahagiaan yang paling terpuncak tapi yang sebenarnya mereka yang punya itu semua sama sekali tidak bahagia.
.
.
__ADS_1
.