
.
.
.
alhasil Nana menyusu* kedua malaikat kecilnya disisi kiri dan kanan tepat duduk dipaha kiri juga kanannya.
"kalian harus tumbuh besar dengan baik sayang, Mama dan Papa akan menyayangi kalian, Mama tidak akan membiarkan kalian kekurangan kasih sayang". Nana menatap penuh kasih pada Ren dan Rose.
"semoga saja kesalahan Papa kalian saat itu tidak berdampak buruk pada kalian ya? Mama takut kalian akan menjadi manusia yang haus darah". gumam-gumam Nana khawatir.
"sayang? ". panggil Arka menggema di kamarnya.
Nana tersenyum manis, "Papa sudah pulang". kata Nana kepada Ren dan Rose begitu gemas.
"sayang? kalian dimana? ". tanya Arka
"kami disini". sahut Nana.
Arka buru-buru masuk ke Ruangan Komputer Nana dan tertawa gembira melihat sikembar tengah menyus* di paha kiri-kanan Nana.
"kenapa kalian tidak sabar hmm??". gemas Arka mengambil Rose terlebih dahulu untuk memudahkan Nana dan tidak kesulitan menggendong 2 bayi gembul.
Nana membenarkan posisi duduk Ren yang masih menatap Mama nya, tangannya mulai terangkat meraba dagu lancip dan bibir Mama nya.
"ada botol asinya sayang? ". tanya Arka
"ada di kulkas sayang". jawab Nana
Arka membawa Rose keluar Ruangan Nana, ia begitu merindukan Putri kecilnya yang menggemaskan.
.
.
sikembar bermain di ruang tamu,
"sayang aku boleh bertanya? ". tanya Nana
"hmm?? boleh". jawab Arka memutar kepalanya ke arah Nana juga merapat duduk disamping Nana.
"siapa Chevroni? ". tanya Nana hati-hati.
"Om Roni? ". beo Arka menebak sambil menatap Nana serius.
"Om Roni? iya... siapa dia? apa kamu dekat dengannya sayang? ". tanya Nana
"tidak..! kami tidak dekat, terakhir aku melihatnya saat Papa tiada dan dia datang membujukku supaya aku mau menerimanya sebagai Papaku, aku tidak tau apa-apa tapi aku bukan anak bodoh yang mau mengganti Papa kandungku dengan orang lain". Arka
"hah? dia datang di hari itu tapi dengan mudahnya dia memintamu untuk menerimanya menjadi Papamu? ". tanya Nana tak percaya.
"iya..! aku mengatakan hal itu pada Mommy tapi saat itu Mommy marah besar mengusir Om Roni dari Mansion Arkatama, sejak saat itu Om Roni tidak pernah muncul lagi". jawab Arka.
__ADS_1
"oh.. gitu ya? ". gumam Nana mengangguk pelan.
"kenapa sayang? kenapa kamu bertanya tentangnya?". tanya Arka serius.
"Preman suruhan itu adalah utusannya". jawab Nana santai membuat Arka tersedak seketika.
"jadi benar dia pelakunya? ". tanya Arka
"kenapa sayang? kamu sudah mencurigainya?". tanya Nana.
"iya sayang..! aku mencari dari para preman itu lalu mengatakan orangnya adalah kerabat jauh ibuku, Om Roni, awalnya aku pikir tidak mungkin karna kami sudah lama tidak berhubungan". jelas Arka
Nana mendelik, "aku merasa dia dendam padamu atau Mommy sayang, inilah yang aku takutkan. aku tidak ingin menunjukkan anakku ke publik karna hal seperti ini".
raut wajah Arka berubah pias, "apa om Roni mau berbuat nekad sayang? aku rasa tidak mungkin".
"sayang..! aku dapat kabar ternyata pak Toni meninggal dunia karna kecelakaan mengerikan itu ulahnya". jawab Nana serius.
"dari siapa sayang? kamu dapat kabar dari siapa? ". tanya Arka serius.
"dari Pak Rezantara, asistenku". jawab Nana
Arka mengacak rambutnya, "lalu apa tujuannya sebenarnya? kenapa dia membunuh Pak Toni? apa masalahnya? ".
"aku akan cari tau sayang, aku mohon jangan keluar Rumah ya? ". bujuk Arka dan Nana menatap mata Arka pun mengangguk patuh.
ke esokan harinya,
"Endra..? ". panggil Arka
"Iya Tuan Vano.. saya mendapatkan kebenarannya walau tidak akurat, saya harap bisa membantu". Endra memberikan berkas-berkas yang ia dapatkan.
"ada apa Endra? kenapa kau terlihat pucat? ". tanya Arka dengan heran.
Endra menggeleng kepalanya mengelus dahinya yang basah karna berkeringat.
Arka menautkan kedua alisnya menatap aneh Endra hingga ia membuka dokumen itu, terlihatlah oleh Arka kebenaran yang tidak terduga sama sekali yaitu Om Roni nya jatuh cinta pada Nana.
"bedeb**h...!". marah Arka berdiri tegak memukul meja dengan kuat.
Endra bersandar di dinding, Endra juga tidak faham mengapa Roni jatuh cinta pada Nana? apa Om Nya Arka gila? bukankah dulu terobsesi dengan Mommy nya? lalu mengapa bisa jatuh Cinta pada Istri Arka yang pantas dijadikan anak bagi Roni.
"maaf Tuan". cicit Endra mengelap keringatnya yang semakin bercucur saja.
"cari tau keberadaan Om Roni! ". titah Arka.
"baik Tuan". jawab Endra.
Endra buru-buru pergi dari Ruangan Arka, berada di Ruangan yang sama dengan Arka membuatnya sesak apalagi sejak tau Nana adalah peretas misterius, Endra harus berhati-hati berhadapan dengan Arka padahal dulu suka-suka saja seperti teman dekat.
Arka memukul meja tak puas sampai disitu ia meremas kertas-kertas tentang Roni, ia melempar semuanya ke sembarang arah.
"tidak akan aku biarkan kau mencoba mendekati istriku, tidak akan pernah". gumam Arka menyeringai iblis.
__ADS_1
.
di tempat lain Nana mengerutkan keningnya melihat foto-foto akun pribadi Roni, mudah bagi Nana menemukan akun Pria tua itu.
"apa dia menyukai Mommy? tapi kenapa malah membawaku? apa dia sudah pikun? ya Tuhan..! semoga anakku akan baik-baik saja kedepannya". gumam Nana penuh harap.
Nana memang menyembunyikan anaknya tapi namanya musibah kedepannya tidak ada yang tau, akan lebih baik bagi Nana untuk bersikap waspada sebelumnya seperti saat ini.
beberapa menit kemudian Anna datang bersama Caca dan Sekar,
"hei... sayang? apa kalian lagi tidak ada tugas? ". tanya Nana menoel-noel hidung ketiga gadis cantik itu.
Anna, Caca dan Sekar cengar-cengir, "mana sikembar kak? ". tanya mereka bertiga serentak.
Nana memutar bola matanya dengan malas tapi bibirnya tersenyum manis menunjuk ke arah balkon, buru-buru mereka bertiga mendatangi sikembar sampai Nana tertawa.
tidak ada yang lebih membahagiakan bagi Nana selain melihat betapa menggemaskannya wajah kedua bocah kembar itu saat digendong dan disayang oleh perempuan cantik.
"kakak mandi dulu ya sayang? ". teriak Nana
"siap kak". sahut ketiga gadis cantik itu serentak.
.
.
Arka mengedarkan pandangannya mencari sikembar dan Istrinya, ia menautkan kedua alisnya melihat ke arah pintu balkon.
"hei...? kenapa kalian bisa ada disini? ". tanya Arka sudah ada dibalkon kamarnya sendiri.
"eeh...?? abang..? hehe". cengir Anna
Caca dan Sekar menunduk tanpa berani menatap Arka karna Pria itu terlihat dingin jadi menyeramkan bagi kedua gadis cantik itu tapi kalau masalah hati Arka semua orang juga tau Arka baik tidak berbeda jauh dengan Nana.
"dimana Istriku? ". tanya Arka
"di kamar mandi, katanya mandi bang". jawab Anna
senyum licik Arka terbit seketika, ia pun berbalik tapi mendengar celotehan Rose membuatnya lupa tentang Nana,
"sayaaang?". Arka kembali menghadap Rose ia tersenyum lebar dan merentangkan tangannya sambil bersimpuh dengan lututnya.
Caca membantu Rose berdiri lalu Rose menjatuhkan mainannya dan berlari dengan kaki kecilnya ke arah Arka,
hap...!!
Rose masuk ke pelukan Papanya, Arka mengangkat tinggi-tinggi tubuh putri kecilnya sampai Caca dan yang lainnya gemas sendiri mendengar tawa lucu Rose.
.
.
.
__ADS_1