Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
menggemaskan


__ADS_3

.


.


.


ke esokan harinya


Aman dan Sarah pergi ke Rumah Yunus dan memaki Pria itu karna telah menghianati keluarganya.


"kau hanya anak pungut yang ditampung anakku tapi begitu tega nya kau menghianati anakku hah? ". amuk Aman


Yunus menundukkan kepalanya, Sarah juga tak kalah kecewa dan langsung memecat Yunus secara tidak hormat tanpa menunggu Yardan yang memecat Yunus.


"kau berani protes? ". marah Sarah


Yunus kembali menunduk.


"jika bukan karna anakku kau sudah aku laporkan ke polisi tau kau hah? ". geram Sarah


mereka melampiaskan amarah mereka ke Yunus yang tak berani berkata-kata, ia menyesali semua nya tapi karna hatinya membenci Yardan yang selalu menyakiti anak kandungnya membuatnya hilang akal, belum lagi segala bujuk rayu dan kata-kata Emma membuatnya benar-benar telah hilang akal dan melupakan jasa orang-orang baik itu.


"jangan pernah kau muncul di hadapan kami lagi, jika kau melakukannya maka kita akan bertemu di persidangan". ancam Aman dengan tatapan nyalang.


kabar perselingkuhan Yunus dengan Emma pun dengan cepat menjadi buah bibir dari kalangan masyarakat, tak disangka Emma yang mereka pikir korban menghabiskan malam panas dengan Yardan Wijaya itu ternyata hanya siasat saja.


Celinne pun telah diketahui ternyata anak Yunus, semua orang mencela Celinne yang tidak tau diri karna bertingkah sebagai Putri Penguasa padahal hanya anak jal*ng dari hasil perselingkuhan.


.


Nana datang ke Perusahaan Arkatama Group, kedatangannya disambut baik oleh semua para pekerja Devano, mereka bahkan tanpa takut bertanya pada Nana kenapa sebelumnya tidak pernah datang ke Perusahaan.


Nana tidak marah terus menjawab dengan dramatis hingga mereka semakin mengagumi Nana dan mencela Celinne yang sombong karna tidak terima Vano mencampakkan Celinne dan memilih Anna hingga Celin iri dan menyakiti Nana serta ingin menjatuhkan Nana.


"apa yang kalian lakukan? ". tanya Devano membuat mereka semua pun memberi jalan.


Devano memberi peringatan pada Karyawannya tapi Nana mengelus dada Vano.


"udah Arka..! aku senang kok mereka baik padaku, apa salahnya mereka hmm? mereka hanya bersikap ramah dan baik padaku". kata Nana


"mereka menghalangimu datang menemuiku sayang, aku tidak terima". jelas Vano


Nana tersenyum lalu mengecup pipi Devano yang punya panggilan khusus oleh Nana yaitu Arka, perlakuan Nana membuat wajah Arka merona dan tanpa ragu mengecup lama kening Nana yang tertawa.


"huuhhh manissnyaaa.... !!". semua Karyawan Arkatama Group menggoda mereka hingga Arka melototkan mata pada mereka semua.


"bubar! ". titah Arka dengan tegas.


Nana melambai-lambai pada mereka semua yang membubarkan diri, Arka menangkup pipi Nana hingga mata Nana melihat ke arah mata Arka.


"apa? ". tanya Nana tersenyum.


"kita makan dimana? ". tanya Arka dengan senyuman.

__ADS_1


"karna aku sedang bahagia..! ayo kita ke pantai". ajak Nana


"hmm? ". Arka tidak mengerti.


"ayolah! ". ajak Nana merangkul lengan Arka.


Nana dibukakan pintu mobilnya oleh Arka, Nana padahal bawa mobil tapi tidak membawa mobilnya malah ikut satu mobil dengan sang kekasih saja.


para karyawan Devano saling mengintip heboh di balik kaca dan pintu Perusahaan, mereka berdecak iri dan gemas akan kemesraan pasangan sempurna itu.


didalam mobil.


"apa kamu akan kembali ke Mansion Wijaya sayang?". tanya Arka


"hmmm?? aku belum mau menunjukkan diri ke Publik sebagai Penguasa Wijaya yang sebenarnya". jawab Nana sambil fokus memainkan ponselnya.


"kenapa? ada masalah lagi? bukankah semua sudah selesai? si licik Emma dan Celinne sudah di usir kan?? ". tanya Arka


Nana tertawa menyimpan ponselnya, "Arka? kamu pikir masalah akan selesai saat mereka terusir? ".


"hah?". Arka tidak mengerti


"mereka akan balas dendam Arka, aku tau itu". jawab Nana


"mereka tidak menyerah? bukankah itu semua akibat dari perbuatan mereka sendiri? ". Arka


"mereka itu tidak punya otak dan tidak tau malu Arka, jadi saat mereka terusir harga diri mereka akan semakin terinjak dan memupuk dendam dihati mereka yang semakin subur, aku yakin mereka akan mencari celah untuk balas dendam yang lebih berbahaya lagi". Nana


"lalu apa yang harus kamu lakukan sayang? apa kamu pikir hidupmu akan tenang dengan selalu bersembunyi terus seperti ini? ". tanya Arka


Arka mengangguk, "kenapa kamu bisa begitu mengerti rencana mereka sayang? seolah kamu itu...? "


"sutradaranya kan? ". potong Nana


Arka tersenyum mengangguk lalu tangannya mengelus kepala Nana.


"tentu saja..! aku gadis yang sangat cerdas..! mereka tidak sebanding denganku". jawab Nana dengan entengnya.


Arka terkekeh, "baiklah kamu menang".


Nana tersenyum, "kita belok kanan Arka! ". pinta Nana


"okkeeeh". Arka pun menurut


setibanya di tepi pantai, Nana dan Arka makan di Restaurant pinggir pantai bahkan makan sambil menikmati pemandangan alam.


"bagaimana dengan Aa ku Arka? ". tanya Nana bertanya tentang kuda nya.


"tenang saja..! aku sudah bilang kan kalau Aa mu baik-baik saja, dia begitu senang dengan teman barunya yang aku beri nama Tina". jawab Arka


Nana tertawa kecil, "tina? ".


"iya kuda mu jantan dan kudaku betina". jawab Arka

__ADS_1


Nana tertawa hingga lesung pipinya terlihat, Arka menarik dagu lancip Nana dan mengecup pipi Nana hingga Nana terdiam dengan mata melebar.


"Arkaa! ". bentak Nana memukul bahu Arka


"siapa suruh kamu terlalu menawan hmm? ". jawab Arka dengan entengnya.


Nana menggeleng kepalanya sambil mengusap kedua pipinya yang dikecup Arka,


"awas saja apa yang akan aku lakukan padamu Arka". kesal Nana


Arka tetap tersenyum tampan, ia tau karakter Nana yang pendendam apapun hukuman Nana, Arka akan menerimanya.


.


.


Arka tertawa gemas melihat kepergian Nana membawa kabur mobilnya, ia ditinggal seorang diri di parkiran.


"jadi ini hukumannya? ". gemas Arka yang tak bisa marah pada Nana malah ingin sekali menggigit pipi Nana jika diperbolehkan.


Arka pergi naik taksi yang kebetulan sedang mengantar sewa ke Restaurant tepi pantai itu.


setibanya di Perusahaan


mobil Nana sudah tidak ada hanya tinggal mobilnya saja yang terparkir di tengah lapangan luas, Arka pun tertawa terpikal-pikal.


"aku yang berbuat kenapa mobilku yang disuruh hormat bendera? ". tawa Arka tak bisa ditahan lagi.


"Tuan? ". Endra datang dengan raut wajah panik tapi mendengar tawa Arka malah membuatnya merinding.


"ada apa? ". tanya Arka.


"Nona tadi keliatan marah Tuan dan membuang kunci mobil anda ke lapangan". cicit Endra yang takut Arka marah.


Arka kembali tertawa, "gemasnya aku sayang..! aku ingin sekali memakanmu". batin Arka


Endra menganga lebar Arka malah senyam-senyum sendiri mencari Kunci mobilnya di tengah lapangan luas itu.


bukankah Arka tidak waras? mencari kunci ditengah lapangan luas itu bukanlah hal normal, bukannya marah malah cengar-cengir mencari kuncinya, kunci cadangan tidak ada karna Arka meninggalkannya di Apartemen yang pasti Nana tidak akan mengizinkannya masuk.


"sebenarnya apa masalah mereka? ". gumam Endra kebingungan sendiri.


.


.


.


haha.. pulak Arka udah gila ... karna Cinta.. 😂😂😂


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2