Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
kamu itu dia?


__ADS_3

.


.


.


"aiissh...! ". Pria yang mengeluarkan aura dinginnya segera bersembunyi saat Anna mencari keberadaan seseorang.


"ada apa? ". tanya Asistennya yang juga ikut bersembunyi dibelakang Tuannya.


"aku merasa dia sedang mencari seseorang, apa dia menungguku ya? ". gumam Pria tampan itu dengan gugup.


Si Asisten bernama Raditiyo menaikkan sudut bibirnya, untuk pertama kalinya Ia mendengar kata-kata keramat dari mulut Tuannya, wajarlah sejak dulu Tuannya tidak pernah dekat dengan perempuan manapun.


"apa perlu saya tanya di? ". tanya Radit.


sejak Radit bekerja dengan Tuannya, Radit merasa Tuannya sangat mengagumi Anna bahkan apapun yang membahas Anna pasti Atasannya itu rela meninggalkan apa saja yang sedang dikerjakannya demi melihat Anna.


penggemar berat Anna, amplop Merah itu adalah kerjaan Tuannya, tidak ada yang tau isi Amplop merah itu yang pasti hanya Tuannya yang tau karna Tuannya tidak pernah menyuruh Radit menulis sesuatu.


"sebenarnya apa yang dilakukan oleh Nona Anna? mengapa Aditya Pratama mau menulis surat seperti anak kecil kepadanya, bahkan disela-sela sibuknya saat dikampus tidak pernah lupa mengirim surat-surat itu". batin Radit.


Radit dan Aditya adalah teman baik, bisa dikatakan mereka satu kampus di Jerman, mereka berdua berteman dekat karna sama-sama berasal dari Indonesia.


Aditya sangat pintar, Aditya pernah Operasi plastik disebagian wajahnya yang terlihat seperti monster, Radit juga tau Aditya adalah Pria yang kelebihan obesitas tapi berkat kerja kerasnya berhasil menurunkan berat badannya selama 6 bulan lebih, bahkan saat sudah menjadi tampan pun Aditya bisa mengejar ketertinggalan mata pelajaran kampus.


"Nona Anna aku penasaran apa yang membuat Aditya bisa begitu mengagumimu, caranya tidak normal, bahkan saat Aditya sakit aku sering mendengar Adit harus mau belajar tanpa lelah demi Nona Anna..? Nona Anna.. Nona Anna dan Nona Anna. jadi aku tebak Nona Anna adalah penyemangatnya". batin Radit.


"diamlah..! ". kesal Adi ke Radit.


Radit tak lagi berbicara, ia memperhatikan gelagat Anna yang terus saja mengelus tengkuknya,


"jangan mengeluarkan aura dingimu Di..! dia merasa gelisah". peringatan Radit.


"eeh..? benarkah? apa aku yang salah?". tanya Adi ke Radit dengan serius.


"iya..! lihatlah Nona Anna mengelus tengkuknya yang terasa dingin". tunjuk Radit.


Aditya pun percaya perkataan Asistennya, nama mereka sangat mirip bahkan saat kuliah diluar negri sering kali Dosen sulit membedakan yang mana Radit dan yang mana Aditya.


.


Aditya bersikap sebagai Pria Cool dan keren, ia berjalan dengan menebarkan Kharisma nya yang bisa membuat para wanita ileran.


"selamat atas pernikahan Nona Ara dan Tuan Abi". ucap Aditya memberi bingkisan kadonya ke Abi.


"terimakasih..!". balas Abi dan Ara serentak dengan ramah dan sopan.


"semoga kalian berbahagia". sambung Adi lagi.


mereka pun semakin senang dengan doa Adi, Abi bertanya apakah Adi adalah Presdir Mal baru yang dibangun dipusat kota, Mal itu baru buka langsung dikerumuni banyak orang apalagi dapat diskon besar dihari pembukaan.

__ADS_1


"benar..! saya pemilik Mal ANA". jawab Adi.


"Aku pernah masuk ke Mal itu dan ternyata sangat megah, sumpah para pekerja nya ramah tidak membeda-bedakan pembeli walau seorang tunanetra sekalipun". Ara mengagumi Karyawan Mal milik Adi.


Adi tersenyum, "terimakasih Nona..! kami akan bekerja lebih keras lagi supaya semua orang menyukai pelayanan Mal kami".


Aditya dan Radit pun turun dari panggung pengantin, Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok mata biru yang menguasai hatinya.


"dimana kamu Anna? aku sudah punya uang 3 M mu, aku akan membayarnya sekarang". batin Aditya.


Radit berbisik pada Aditya yang langsung melihat kode mata Radit, Ia berjalan ke arah Anna yang duduk di sudut sofa sedang makan.


"Anna? ".


Anna yang dipanggil mendongak menatap orang yang memanggilnya.


"waah.. tampan sekali". batin Anna segera berdiri dan merapikan gaunnya.


"ada perlu apa ya Tuan? ". tanya Anna.


Aditya Pria yang sangat tampan dimasa Anna, kalau dimasa Nana adalah Arka, apalagi Aditya punya kedua lesung pipi yang menambah kesan manisnya saat Pria itu tersenyum.


"aku Aditya? kamu tidak kenal? ". tanya Aditya dengan senyuman.


"Aditya? siapa? ". tanya Nana dengan bingung.


"Aditya Pratama". jawab Aditya


Anna menatap aneh Aditya lalu bergumam dalam hati, "wajahnya saja yang tampan ternyata dia Pria aneh, mana aku tau siapa itu aditya, apa dia pikir aku akan terpancing taktik anehnya ini?".


"3 M". kata Aditya dan Anna berbalik melihat Aditya.


"apa 3 M? ". tanya Anna bersidakap.


"Wajah monster, Pria gendut, Rumah Sakit, kamu memberiku Uang 3 M untuk Operasi wajahku, kamu bilang kalau kamu seorang Dokter tapi tidak bisa membantuku untuk menyembuhkan wajahku hanya memberiku uang". jelas Aditya.


Anna membelalak, "k.. Ka.. Kamu itu dia? memang si Gendut? ".


Aditya mengangguk dengan senyuman,


"hah? ". Anna tercengang memperhatikan tubuh kokoh dan tegap Pria yang mengaku sebagai Pria yang pernah ia tolong.


"bagaimana? aku tampan kan? ". Aditya tersenyum memegang wajahnya yang pernah terkena luka bakar.


Anna memegang bahu Adi, memegang rahang Adi dan pinggang serta Perut Adi yang berbeda jauh.


Radit si Asisten terbelalak yang melihat dari jauh cara Anna yang suka-suka saja memegang tubuh Aditya.


"woow..!! kamu hebat juga ya?". gemas Anna tertawa lepas memukul-mukul dada bidang Adi.


"mana akun bank mu? aku akan TF hutangku". pinta Adi tersenyum memainkan anak rambut Anna.

__ADS_1


Anna menggeleng kepalanya, "simpan saja..! aku tidak menganggap itu hutang".


"lalu?? bagaimana caraku membalas budi? ". tanya Adi.


Anna tertawa, "jadilah teman baikku..! aku tidak punya teman laki-laki yang tulus, aku butuh bantuanmu untuk membuat Pria lain tidak berani mendekati bahkan tidak akan berani melamarku lagi".


Anna mengoceh seperti saat pertama kali bertemu dengan Adi, sama seperti dulu Adi juga mendengarkan celotehan gadis bermata biru nan cantik itu.


"aku Si Amplop merah". kata Adi


Anna yang tertawa terbatuk-batuk seketika, "apaaa??? ".


"maaf". cicit Adi


Anna memijit pelipisnya seketika, "apa kamu gila? ternyata kamu orang yang kurang kerjaan itu ya? ".


"apa aku terlihat gila dengan mengirim surat? ". tanya Adi menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"iya..! kamu gilaa! ". ketus Anna.


.


Nana melihat Anna yang sedang bersama lelaki, ia mengerutkan keningnya lalu berjalan ke arah Anna, bagaimana pun Anna adalah adiknya walau bukan adik kandung tapi sudah dianggap seperti adik kandung.


"sayang? ". panggil Nana


"kakak? ". Anna tersenyum lebar lalu merangkul lengan Nana.


"kenalkan..! ini kak Nana yang pernah aku ceritakan padamu, kamu ingat kan? ". Anna ke Adi.


"siapa dia sayang? ". tanya Nana


Anna berbisik ke Nana sontak saja mata indah Nana terbelalak cukup terkejut,


"ooh.. jadi kamu cinta pertama Anna". kata Nana


"aah.. kakak ngomong apa sih? aku tidak pernah mengatakan itu". Anna melototkan matanya dengan horror ke Nana


sungguh Anna tidak pernah mengatakan kalau Adi adalah Cinta pertamanya.


"benarkah kak? ". tanya Adi malah tertawa.


"kamu Pria pertama yang diceritakan Anna padaku tentu saja aku berpikir kalau kamu adalah Cinta pertama adikku". kata Nana


"iissh.. bukan Cinta pertama kak..! tapi Pasien pertama". ralat Anna dengan kesal.


Adi tertawa lebar sampai kedua lesung pipinya terlihat jelas,


"manisnyaaa!! ". Nana menangkupkan kedua tangannya menatap takjub kedua lesung pipi Aditya membuat Anna menjatuhkan rahangnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2