Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
dunia orang tinggal di Desa


__ADS_3

.


.


.


Arka menganga lebar melihat Nana benar-benar naik kuda tapi tidak berlari hanya berjalan santai saja, tidak ada yang berani melarang Nana karna Wanita cantik itu sangat keras kepala bahkan Arka saja tidak bisa membujuknya.


alhasil Arka juga naik Kudanya, mereka berganding masuk hutan, Arka diperingati oleh Keluarganya harus menjaga Nana baik-baik.


di dalam Hutan Kedua Kuda Nana dan Arka makan Rumput segar sedangkan Nana dengan Arka tengah bernostalgia di sana, tempat-tempat mereka menghabiskan waktu bersama sebelum ke Kota.


"huhh...! kalau aku tetap disini aku mungkin tidak akan dapat masalah seperti waktu tinggal dikota". ujar Nana merentangkan tangannya.


"iya.. tapi Papamu tidak akan tau tentang dirimu sayang lalu Mamamu tidak akan sebahagia sekarang". sahut Arka memeluk Nana dari belakang.


Nana tersenyum dan mengangguk membenarkan,, "iya juga".


Nana dan Arka menoleh ke Kuda-kuda mereka yang asik makan rumput, tidak ada tanda-tanda kepanikan pada Kuda Arka saat dibawa ke tempat asing.


"semoga anak-anak kita nanti menjadi Pribadi yang baik ya sayang". kata Nana dengan penuh harap.


Arka terkekeh dan Nana memukul lengan Arka yang menertawainya.


"kenapa? kenapa ketawa? ". tanya Nana dengan kesal.


"sayang? Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, kamu adalah wanita yang terbaik yang pernah aku temui tentu saja aku yakin kalau sayangku akan memberikan anak yang terbaik". jelas Arka.


"benarkah hanya itu? ". tanya Nana memicing tak percaya.


"iya sayang hanya itu". jawab Arka membenamkan wajahnya di leher Nana.


selama 1 minggu lebih mereka tinggal di Desa, gubuk Dewi dulu diubah menjadi Rumah bertingkat modal Papan tapi bahan-bahannya adalah yang terbaik.


"waaah...! cantik juga jadinya ya? ". Dewi berdecak kagum dengan keindahan Rumah yang telah menjadi lebih baik padahal sebelumnya hanya gubuk.


walau hanya Gubuk tapi tempat itu adalah tempat yang paling bersejarah bagi Dewi sebab Nana tumbuh besar di Gubuk itu.


Yardan mendengar cerita lucu Dewi saat mengatakan kalau Nana sering tersungkur ke sawah pulang-pulang Dewi harus memandikan putrinya yang tidak bisa diam di dalam Rumah.


Nana bahkan pernah terkena kotoran sapi lucunya wajah polos Putrinya itu terlihat sangat menggemaskan, Nana sejak dulu selalu main kotor-kotor tapi pribadi Nana sangat baik seperti mutiara dalam lumpur.


"apa perlu kita menghabiskan masa tua disini sayang? ". tanya Yardan


Dewi menggeleng kepalanya dan Yardan menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


"kenapa? ". tanya Yardan


"aku hanya ingin pulang sesekali kesini mas..! tapi kalau tinggal disini tidak deh, terlalu jauh dari Kota mas aku tidak mau". jelas Dewi


"kan ada pesawat". sambar Diah tiba-tiba.


"Bandara jauh". gerutu Dewi


"tenanglah sayang, kita bisa beli mobil untuk di desa ini". jawab Yardan.


Dewi pun tak lagi berkomentar hanya tersenyum pasrah, sebenarnya menghabiskan masa tua memang sangat menyenangkan di tempat ini tapi Dewi memikirkan Yardan yang bisa bahagia atau tidak sebab Hidup suaminya itu tidak pernah susah.


"mungkin menantuku takut kamu hidup susah Nak". ledek Sarah tiba-tiba.


Aman tergelak, dan Yardan menggaruk-garuk kepalanya.


"kan bisa belajar". sungut Yardan membuat Dewi tertawa kecil.


"dimana Nana? ". tanya Diah tiba-tiba


"Nana pergi bersama Arka ke Rumah anak Pak Junet, katanya melihat anak Yuli teman Nana dulu sudah besar". jawab Dewi


"Nana sangat terkenal disini ya nak? ". tanya Sarah


"iya mah". jawab Dewi tersenyum lebar.


mereka tertawa bersama-sama,


di tempat lain


Nana meminta pada Suaminya untuk membayar orang membangun taman bermain mewah di Desa Kawang, di Desa memang sudah masuk Listrik tapi tidak ada tempat bermain anak-anak.


"baiklah sayang..! aku akan hubungi Endra ya? ". jawab Arka mengelus kepala Nana.


Nana mengangguk senang lalu Arka pergi dari Nana yang sedang bersama dengan Butet, Yuli dan 3 teman lainnya.


"Nana? suamimu kaya sekali ya? ". heboh Yuli


"tampan sekali malahan". sahut Butet juga.


teman-teman Nana malah memuji kehebatan Nana yang semakin cantik, Kaya-raya pantas saja Santo menangis saat gagal menikah dengan Nana yang kabur hari itu dengan alasan Nana sudah punya calon suami atau pacar.


siapa yang tidak terpesona dengan Nana? semua pasti suka Nana tapi harus tau batasan juga, kalau dulu mungkin Santo bisa memaksa tapi sekarang semua orang tau kalau Nana ternyata berasal dari keluarga kaya-raya bahkan punya pacar yang kaya dan tampan telah menjadi suaminya Nana.


salah satu orang terkaya didesa adalah keluarga Pak Junet (Kepala desa), jadi dia lah yang tau saat berita Nana tersebar di sosmed.

__ADS_1


sore harinya.


"Kakaaak? ". teriak Anna dengan riang tiba didesa Kawang.


Anna? ". Nana tersenyum lebar melihat Anna dan membalas pelukan Anna yang langsung memeluknya.


Ara sampai menganga lebar melihat pemandangan itu, ia pergi ke Desa untuk mendapatkan tanda tangan Nana tentu saja Anna, Caca, Leonard dan Sekar ikut ke Desa.


"Tuan Putri ngapain kesini? ". ledek Arka memegang punggung Nana.


"Kakak?? Anna bukan Tuan Putri kan? ". tanya Anna ke Nana dengan manja.


"tidak sayang". jawab Nana tersenyum lebar menatap sengit suaminya yang melihat arah lain.


Anna tersenyum penuh kemenangan, Sekar memperagakan pemandangan Desa dengan kedua jari telunjuknya di kiri dan Kanan, pemandangan didesa sangat indah.


"kamu mau melukis? ". bisik Caca


Sekar mengangguk-angguk senang Caca tersenyum,


Leonard langsung berkumpul dengan Yardan dan Aman. selama didesa Leonard mengerti arti kekurangan dan tau arti susah hidup, selama ini Leonard merasa hidup Cucunya tidak bahagia karna banyak penghianat dari pada teman tapi ternyata Leonard tidak bersyukur sebab banyak orang yang butuh uang sementara Leonard bisa tidur dengan beralaskan Uang.


"setiap manusia punya kebahagiaannya masing-masing ya? aku banjir uang tapi tidak bahagia sementara mereka kekurangan uang sangat bahagia, anak-anak disini juga periang sekarang aku mengerti kenapa Nana bisa membuat Cucuku jadi periang". kekeh Leonard.


Yardan dan Aman tertawa lebar,


"jujur ini juga pertama kalinya kami hidup seperti ini". keluh Aman.


"benarkah? ". tanya Leonard seakan tidak percaya.


"iya..! ". sahut Yardan melihat istrinya (Dewi) tengah berbaur dengan ibu-ibu desa membawa Diah dan Sarah.


gyuuur.....!


"aah.. Hujaaannn! ". teriak Leonard panik.


Leonard, Yardan, Aman berlari mencari tempat berteduh tapi ketiga Pria kaya yang tak pernah hidup susah itu menjatuhkan rahang melihat Anak-anak malah mandi hujan, Diah dan Sarah tadi mau cari tempat berteduh malah diberi daun pisang oleh Dewi dan kembali bergosip dunia Kota Jakarta tidak peduli hari sedang hujan deras, akhirnya mereka bisa menikmati kehidupan orang kampung walau awalnya belum terbiasa.


Arka sibuk memayungi Nana tapi Nana malah asik dengan dunianya berbicara dengan Anna, Sekar dan Caca yang tidak takut terkena hujan.


"untung saja aku tidak bawa berkasnya". gumam Ara yang lega melihat Mobilnya.


Ara berjalan santai memijak tanah kotor dengan heelsnya, ia mencari tempat berteduh.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2