Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
lengket


__ADS_3

.


.


.


"T.. Tuan? tidak perlu Tuan? saya bisa mengobatinya sendiri". Dewi memegang bahu Yardan bukan maksud apa-apa, Dewi hanya ingin menjauhkan Yardan dari kakinya.


Yardan seperti tidak mendengarnya lalu Diah datang karna khawatir ia membekap mulutnya seketika melihat Yardan menggendong Dewi yang terpekik kaget.


Diah segera meminta pelayan lainnya membersihkan pecahan kaca itu, dan ia mengikuti Yardan mencari kotak obat dan memberikannya ke Yardan.


"kalau begitu aku pergi". pamit Diah setelah memberikan kotak P3K pada Yardan.


Dewi merasa tidak nyaman, bukan karna perlakuan Diah karna ia dan Diah sudah dekat seperti teman tapi perlakuan Yardan lah yang membuat Dewi merasa tidak enak hati.


"diam..! aku sedang mengobati kakimu". pinta Yardan hingga Dewi memilih diam karna lelah meminta Yardan untuk tidak mengobati kakinya tapi tidak didengarkan.


Dewi tertegun melihat tangan Yardan terluka, ia melupakan rasa sopan santunnya dan memegang tangan Yardan.


"kenapa ini Tuan? ". tanya Dewi khawatir.


Yardan menahan senyum, "aku terluka karna memukul tembok".


"apa? kenapa memukul tembok? apa Tuan berpikir kalau tangan Tuan ini dari baja? ". bentak Dewi


Cinta lama bersemi kembali, itulah julukan yang pantas untuk pasangan yang tidak lagi muda itu.


.


.


"kenapa kamu tidak mau datang Dewi? ". tanya Diah.


"maaf Diah, aku tidak bisa datang karna permintaan putriku..! benar juga apa yang dia katakan, sebenarnya aku belum berani bertemu dengan Nyonya Emma". jawab Dewi


Diah memeluk Dewi yang tersenyum, "selamat ulang tahun ya Diah..! kita belum lama bertemu tapi aku merasa kalau kamu itu belahan jiwaku". ucap Dewi dengan tulus.


Diah tertawa, "kamu pandai sekali berkata manis seperti anakmu". gemas Diah


Dewi terkekeh, "dia lebih baik dariku".


"yaah.. dia selalu mengejutkanku dengan ide-ide cerdasnya yang membuat siapapun terpana". Diah


"sudah.. sudah.. kamu pergi saja sana..! aku di sini saja akan menyiapkan makanan enak untukmu besok pagi sebagai ucapan selamat ulang tahunku". Dewi


Dewi mengantarkan Diah kedepan, lalu membukakan pintu mobil untuk Diah.

__ADS_1


terpaksa Mommy Diah harus menerima keputusan Mama Dewi yang tidak bisa datang ke acara ulang tahunnya, ia tidak mungkin memaksa karna Dewi sendiri memang belum punya keberanian bertemu dengan Emma, seharusnya Emma lah yang tidak berani bertemu Dewi karna posisi Emma sekarang seharusnya itu memang milik Dewi.


setibanya di Aula Perusahaan Arkatama Group, Mommy Diah begitu suka dengan tatanan Aula itu hingga Devano alias Arka datang dan mengecup tangan Diah.


"selamat ulang tahun My Mom". ucap Arka dengan senyuman tulusnya.


Diah melihat sekeliling dan tersenyum lebar, ia bahagia dengan hadiah putranya itu.


Arka merangkul Diah dengan memeluk bahu Mommynya, membawa Diah ke tempat duduknya.


"selamat ulang tahun tante..! aku bawa hadiah istimewa". Ucap Celinne memberikan hadiahnya yang tidak terbungkus kado tapi jelas siapapun tau bahwa isinya pasti emas berlian mahal.


"terimakasih Celinn". ucap Diah menerima hadiah Celinne dan tersenyum saja.


Diah tau kalau Celinne berusaha untuk terlihat akrab dengannya yaitu panggilannya Tante, padahal Celinne tidak memanggil Tante tapi Nyonya.


Emma juga memberi hadiah yang tak kalah mewah, hanya Yardan yang duduk tenang di sudut ruangan, sejak bertemu dengan Dewi, Yardan menjadi lebih bahagia tapi tidak terlihat jelas hanya makannya saja semakin lahap.


mereka saling mengucapkan selamat hingga Mommy Diah tersenyum bahagia, ia merasa tahun ini lebih spesial dari tahun-tahun sebelumnya.


"kenapa acaranya belum mulai Tante? ". tanya Celinne


"oh..Tante sedang menunggu calon mantu". jawab Mommy Diah tersenyum bahkan mengatakannya tanpa beban.


Celinne tersenyum tapi tangannya terkepal, ia tau Anna akan datang namun jawaban Celinne yang mengatakan Anna calon Mantu membuatnya geram.


beberapa puluh menit kemudian


Nana datang membawa 1 rangkaian bunga cantik untuk Mommy Diah, Devano berlari dengan langkah lebar ke arah Nana yang menjadi pusat perhatian.


"kenapa lama? apa ada masalah? ". tanya Vano dengan lembut menyibakkan rambut Nana.


"aku cukup kesulitan mencari gaun Arka, kamu yang minta aku cari gaun yang sopan". jawab Nana menggerutu.


"ini masih belum sopan". Arka berdecak memegang pinggang Nana.


tak peduli bagaimana tatapan orang pada mereka, Nana memukul tangan Arka dan berkata nakal hingga Arka tersenyum lebar.


Contoh Gaunnya Anna.



"Ayo jalan! ". ajak Arka mengulurkan tangannya.


Nana menyambutnya, beberapa kali Nana berusaha menurunkan bajunya supaya bahunya terlihat tapi Arka selalu menaikkannya hingga yang melihat mereka berdecak iri.


siapapun laki-laki yang berada di posisi Arka pasti akan melakukan hal yang sama,

__ADS_1


Celinne mengepalkan tangannya, Anna memang pantas di sebut sisempurna karna memakai baju harga ratusan ribu saja sudah elegan dan terlihat mahal saat sudah terpasang di tubuhnya.


"baju Nona Celinne yang limited itu seperti tidak ada nilainya di tubuh Nona Celinne. tapi gaun harga ratusan ribu di tubuh Nona Anna malah membuat orang menginginkan gaun itu".


"itu ada di Online".


"aku pesan deh".


mereka langsung sibuk memainkan ponsel dan memesan gaun yang dikenakan Nana, sampai stok nya habis.


Nana tiba di hadapan Mommy Diah yang tersenyum saling Cuppika-Cuppiki dengan manis seperti ibu dan anak.


"selamat ulang tahun Mom..! " ucap Nana memberikan bunga nya hingga Mommy Diah tersenyum senang menerima bunga pemberian Nana.


panggilan Nana tentu membuat telinga Celinne panas, "lihat saja apa yang akan aku lakukan..! aku akan membuat wajah topengmu itu rusak dan memperlihatkan wajahmu yang buruk rupa itu". batin Celinne.


acara di mulai, Arka terlihat begitu lengket pada Anna merangkul bahu Nana dan terkadang merangkul pinggang Nana.


"mau kemana? ". tanya Arka menggenggam tangan Nana.


"aku mau ambil minum Honey". jawab Nana


"tunggu disini..! biar aku ambilkan". Arka


Nana pun berdiam diri dan Arka mengambilkan minuman yang Nana mau dan memberikannya ke Nana, Nana tersenyum mengelus rahang Arka.


mereka memang seperti sepasang kekasih, Celinne mulai geram karna Devano selalu mengekori Anna. bagaimana cara Celinne menyiram Anna jika Pria itu (Devano) selalu mengikuti Anna seperti anak anj*ng yang lucu.


"maa? gimana cara nyiramnya kalau Tuan Vano selalu mengikuti wanita jal*ng itu". adu Celinne ke Emma


"mama juga tidak mengerti, wanita itu jampi-jampinya begitu kuat". jawab Emma tak kalah geram.


"ciih... lagian apa bagusnya sih dia? aku lebih seksi dan boh*i darinya". geram Celinne begitu benci Nana yang sangat di manja oleh Vano.


"sabar ya sayang..! Ayahmu juga sedang membuat rencana". Emma


"rencana apa Ma? ". tanya Celinne semangat juga penasaran.


"dia sedang mencoba memisahkan mereka". jawab Emma


Celinne mengangguk, ia semakin tidak sabar menjalankan rencana nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2