Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
senjata makan tuan


__ADS_3

.


.


.


diam-diam Nana tau gelagat Celinne dan Emma yang tengah gelisah menatapnya, "apa lagi rencana mereka? kenapa mereka gelisah sekali melihat Arka disampingku? apa mereka ingin melakukannya saat Arka tidak ada disampingku?". batin Nana yang memang begitu cerdas.


Nana bisa mengetahui rencana mereka hanya dengan melihat gelagat dan tatapan mereka saja, melawan orang Licik memang harus cerdas.


jika tidak punya kecerdasan dan keberanian maka apapun rencana yang dilakukan orang licik itu pasti akan menang, oleh sebab itu Nana menjadikan sosok Anna yang begitu cerdas dan berani supaya menang melawan orang-orang licik.


"Tuan? anda dipanggil oleh Tuan Yardan". Yunus tiba-tiba datang disamping Vano.


Anna menatap Yunus dari ujung kepala sampai ujung kaki, hingga Yunus melihat penampilannya.


"oh.. sayang..! kenalkan dia ini Asistennya Tuan Yardan, Om Yunus". Vano memperkenalkan Yunus ke Anna.


Nana hanya mengangguk lalu terlihat enggan mengulurkan tangannya karna ia tidak suka dengan Yunus yang seorang penghianat Papanya, membuat Papanya menangis.


"Tuan..? bagaimana dengan Tuan Yardan? ". tanya Yunus ke Vano.


"kalian sedang berusaha memisahkan kami ya? haha.. rencana kalian tidak akan berhasil". batin Nana tersenyum tipis.


"maaf om..! aku tidak bisa meninggalkan Anna". jawab Vano merangkul pinggang Nana tersenyum manis ke arah Yunus yang terlihat kebingungan supaya Vano mau pergi dan meninggalkan Nana seorang diri.


"tapi Tuan Yardan meminta saya untuk menyampaikan pesan ke anda". Yunus masih belum menyerah.


"Honey...! coba hubungi Tuan Yardan..! apa dia memang terburu-buru menyuruhmu menemuinya? ". Nana menduselkan sisi kepalanya dibahu Arka.


Arka pun tersenyum hingga Yunus gelagapan, Arka menghubungi Yardan tentu saja langsung diangkat dan menjawab dengan nada bingung bahwa dirinya tidak meminta Yunus untuk menemuinya.


Arka dan Nana melihat ke arah Yunus yang tampak sedikit panik.


"tidak ada Tuan Yardan? tapi ini Tuan Yunus memaksa Arka untuk menemui Tuan". Nana berlagak tidak tau


"tidak ada Nana..! mungkin saja Yunus iseng". jawab Yardan diujung telfon.


panggilan pun dimatikan


"kenapa Om? Tuan Yardan tidak memintaku untuk menemui nya". Tanya Vano (Arka) serius.

__ADS_1


"benarkah? berarti saya salah dengar". Yunus mengucek telinganya.


"iseng? ada masalah apa seorang Asisten dengan Anna? kenapa dia begitu berani mengisengiku Honey? ". tanya Nana ke Arka dengan nada tak senang.


"entahlah..! apa kamu pernah menyinggungnya sayang? ". tanya Arka ke Nana sambil menyibakkan rambut Nana.


"entahlah..! aku tidak pernah menyinggungnya, bahkan aku tidak kenal dengannya, lagian aku hanya menyinggung satu orang yaitu Celinne simantan tunanganmu, apa dia punya hubungan dengan Celinne?". tanya Nana


"tidak.. dia hanya Asisten". jawab Arka seolah ikut dalam permainan Nana.


"anda lucu Asisten..! aku tidak pernah menyinggungmu apa Celinne putrimu?". celutuk Nana membuat kening Yunus basah karna keringat.


"kenapa kamu bertanya seperti itu sayang? ". tanya Arka pura-pura tidak mengerti.


"habis dia berani mengisengiku Honey..! aku terima di candai oleh sahabat baikku atau temanku tapi aku tidak terima diisengi oleh orang asing, kecuali dia Ayah kandungnya Celinne". jawab Nana


beberapa orang yang mendengarnya berbisik-bisik menebak perkataan Nana.


"anda terlalu berlebihan Nona, saya tidak mungkin Ayah kandung Nona Celinne". bela Yunus dengan mengumpulkan segala keberaniannya.


"nah.. itu dia Asisten..! kenapa anda berani mengisengi aku? apa menurutmu derajatmu lebih tinggi dariku? ". Nana berkata dengan sinisnya.


"sayang?". Arka mengelus punggung Nana.


"Om Yunus anda melakukan kesalahan besar, kenapa anda memancingnya? anda baru bertemu dengan Anna kan? kenapa Anda mengisenginya? apa menurut anda ini Lucu? ". sarkas Arka


Yunus pun tak bisa melawan lagi pergi dengan tatapan ejekan orang-orang disekitarnya, Yunus memang seorang Asisten tapi begitu berani menipu Anna dan Arka entah apa pun motifnya menurut mereka apa yang Yunus lakukan memang tidak lucu karna tidak ada alasan yang bisa Yunus jelaskan, kecuali Yunus mengakui Celinne itu anaknya.


Anna tersenyum tipis tapi tidak ada yang melihatnya, "hanya sentilan kecil dariku...! bersiaplah dengan sentilan dan tamparan lain dariku". seringai Nana.


"sabar sayang..?". Arka memeluk Nana dan memberi ketenangan pada Nana.


"aku mau pulang saja". Nana hendak pergi tapi Arka menarik pinggang Nana dan memeluknya.


"ada apa sayang? ". tanya Mommy Diah


"tadi mom.. Om Yunus mempermainkan Nana Mom.. entah kenapa dia bilang kalau Vano diminta datang untuk menemui Tuan Yardan, tapi Tuan Yardan bilang kalau itu tidak benar, Nana merasa Om Yunus menyinggungnya Mom". jawab Vano


Mommy Diah berdecak, "kenapa dia mempermainkan menantuku? apa dia Ayahnya Celinne? bahkan Tuan Yardan tidak marah pada Nana tapi kenapa dia yang seorang Asisten bisa marah dan berani mempermainkan seorang Anna?".


alhasil rencana Emma, Celinne dan Yunus gagal karna perbuatan Yunus sendiri.

__ADS_1


Nana semakin di kerumuni banyak orang hingga tidak ada celah lagi bagi Celinne untuk menjalankan rencananya.


"aaahhhhhhhh!! ". jerit Celinne di balkon


Emma mendorong tubuh Yunus, "kenapa bisa gagal Yunus? kenapa mereka malah membuat spekulasi kalau kau adalah Ayah kandung Celinne? semua orang berpikir begitu kau tau?? ".


"aku tidak tau gadis itu begitu pintar..! aku sudah meminta Tuan Vano untuk pergi dan bilang Yardan ingin menemuinya tapi dia malah menyarankan hubungi Yardan, dan setelah itu dia mempermainkanku hingga aku terpojok". Bela Yunus.


"gagal.. gagal.. gagal...! semua jadi gagal ma...! jal*ng itu kenapa bisa menang?? kenapaaa?? ". jerit Celinne.


.


.


di Apartemen


Nana tersenyum puas dengan aktingnya yang begitu apik hingga muncul di media bahwa Yunus mempermainkan Anna yang ditebak-tebak balas dendam tapi alasannya tidak jelas karna Yunus bukan Ayah Kandung Celinne.


banyak vidio-vidio Yunus yang tersebar, mereka mencela Yunus yang tidak disensor sama sekali sudah pasti hidup Yunus tidak akan tenang kedepannya.


"sentilanku lebih hebat dari perkiraanku". senyum lebar Nana bersenandung ria.


di Ruangan kerja Yardan.


Yardan berdecak kagum dengan kata-kata Nana yang terekam oleh seorang pekerja Arkatama Group, walau tidak memuaskan tapi wajah Yunus dan ekspresi Nana sangat jelas.


"Nana sangat hebat, hanya kata-kata saja sudah membuat Yunus terkenal dan dikatakan sok berkuasa, hanya masalah kecil dari Nana bisa terkenal jadi masalah besar.... hebat sekali anakku". gumam Yardan meraba wajah Nana di layar komputernya yang aktingnya begitu baik.


"apa yang kamu lakukan ini sangat membantu Papa nak..! Papa sudah mengumpulkan 30% bukti kejahatan Wanita licik itu, jika kamu memulihkan CCTV itu maka bukti kita menjadi lebih akurat".


Yardan tersenyum puas, bahkan ia sampai begadang melihat semua komentar-komentar kejam netizen mengenai Yunus.


Emma melakukan kesalahan dengan meminta bantuan Yunus, otak Yunus tidak secerdas dibayangkan jika dia memang hebat dan cerdas pasti Celinne juga cerdas kan? tapi nyatanya tidak, otak dangkal Celinne berasal dari Yunus, selama ini Yunus hanya rajin bekerja keras itu pun karna belas kasih Yardan, yang selalu memberi kesempatan pada Yunus.


mereka bertiga (Yunus, Emma dan Celinne) hanya tau cara menjebak dan mempermalukan orang tanpa berpikir sosok Anna yang mereka lawan bukanlah lawan yang bisa mereka permainkan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2