Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
Nona Presdir?


__ADS_3

.


.


.


seketika Nona Presdir jadi pembicaraan publik, sosok Putri Penguasa Wijaya yang sebenarnya menjadi pembicaraan orang diberbagai kalangan sebab tidak pernah muncul diacara-acara penting hanya Abi atau Ara saja yang mewakilkan.


berita Putri Penguasa yang sebenarnya telah kembali sampai ketelinga Celinne dan ia sedang berteriak frustasi di kamarnya.


Emma yang fokus dengan rencana pembalasannya pada Anna tidak tau berita yang sedang Viral begitu juga Yunus.


"kenapa sayang? ". tanya Emma masuk ke Kamar Celinne yang sudah berantakan.


Yunus pun masuk ke Kamar Celinne juga bertanya dengan khawatir.


"Mama bilang Putri Penguasa Wijaya yang sebenarnya sudah mati". kata Celinne dengan wajah memerah begitu marah.


"iya.. dia memang sudah mati, kenapa?". tanya Emma melihat ke arah Yunus yang juga terlihat bingung.


"masalah Anna belum selesai kenapa muncul yang baru lagi ma??". pekik Celinne.


"ada apa Celinne? siapa yang kamu maksud yang baru? ". tanya Yunus.


"Papa dan Mama tidak lihat berita kan? coba lihat berita jangan hanya fokus dendam saja". bentak Celinne frustasi dan menjerit sekencang mungkin.


Yunus membawa pergi Emma yang menutup kedua telinganya, mereka keluar dari kamar Celinne.


"berita apa Yunus?". tanya Emma


"ayo kita lihat! ". ajak Yunus.


Emma pun mengangguk, mereka berjalan ke arah ruang tamu dan mengambil ponsel yang dicas lalu mencabutnya.


baik Emma maupun Yunus melihat berita di Ponsel masing-masing betapa syok nya mereka saat ada berita yang sedang Viral bahwa Putri Penguasa yang sebenarnya telah kembali dan kini menjadi Nona Presdir yang misterius.


tidak ada yang tau wajah Nona Presdir itu entah apa tujuannya, yang pasti Arah dan Abi selalu mengatakan bahwa Nona Presdir W Group belum siap menunjukkan diri ke Publik dan itu membuat mereka semua semakin penasaran.


bahkan cara Kerja Putri Penguasa yang sebenarnya itu sangat hebat, dalam hitungan bulan sudah menjadi Nona Muda Misterius yang sangat dihormati bahkan ide-idenya sangat berpendidikan walau ide nya selalu perwakilan yang mengatakan,


sungguh Nona Presdir tidak ada yang tau wajahnya kecuali keluarga Yardan dan kedua asistennya.


"Apa-apaan ini? ". teriak Emma juga langsung marah saat tau berita itu.


"kamu yakin sudah membunuhnya Emma? ". tanya Yunus

__ADS_1


"aku yakin..! aku sangat yakin kalau wanita itu sudah aku bunuh, tapi kenapa Anaknya bisa muncul?". Emma mengambil ponselnya yang tadi ia lempar dan mengotak-ngatik komputernya lagi.


"orang suruhan mu dulu dimana? ". tanya Yunus


"mereka sudah aku habisi karna tau kebusukanku, siapapun yang tau kebusukanku harus mati". jawab Emma


"berarti dia masih hidup". jawab Yunus


"tidak mungkin...! aku membayar mereka mahal-mahal untuk menghabisi wanita itu, mereka sendiri yang mengatakan sudah membunuh dan membuang jasad wanita itu". Emma


"kamu melihat jasadnya? ". tanya Yunus


Emma terdiam, "kenapa aku harus melihat jasadnya?".


"karna bisa saja mereka berbohong mengatakan sudah membunuh wanita itu tapi hanya untuk menutupi kebenaran kalau mereka gagal melakukannya". jelas Yunus.


Emma terhenyak mendengarnya.


"seharusnya saat itu kamu minta bawakan jasadnya supaya kamu melihatnya atau setidaknya perlihatkan jasadnya lewat foto kan". Yunus


"aku sudah bilang begitu tapi mereka bilang sudah membuang jasadnya ke pinggiran tebing". jawab Emma


"berarti kemungkinan dia bisa saja masih hidup, posisi anak kita dalam bahaya. sudah pasti anak Yardan yang mewarisi semuanya terlebih lagi dia putri Yardan yang sebenarnya". Yunus


"tidak bisa...! kita tidak tau wajahnya". jawab Yunus


"awasi Mansion Keluarga Wijaya, aku yakin anak Yardan akan tinggal disana". jawab Emma


mereka seketika saling pandang mendengar jeritan Celinne, sepertinya jika tidak menjerit dan frustasi bukan Celinne namanya. dia sudah kalah dalam segi apapun dengan Anna tapi kini ia harus dihadapi dengan Putri Penguasa yang sebenarnya.


"lama-lama aku bisa gilaaaaaa". jerit Celinne keras.


sementara sosok yang mereka cari-cari sedang bersenandung pelan menunggu kuku-kukunya diberi pewarna yang sangat cantik.


"kalau boleh bertanya ada acara apa ya Nona?". tanya pekerja yang tengah merias kuku Nana.


"oh.. nanti malam Arka..? eeh.. Tuan Devano mengajakku ke acara Pesta pernikahan rekan bisnisnya di Bandung, yaah..? aku harus tampil sempurna supaya dia tidak malu". jawab Nana tersenyum manis.


"Nona sudah sangat sempurna". puji karyawan yang lainnya.


"oh.. benarkah? kalian baik sekali, lain kali aku akan ajak temanku untuk merias kuku disini". kata Nana


mereka semua tersenyum senang, Nana berbeda dengan perempuan-perempuan berkelas diluar sana yang sangat sombong serta Angkuh.


Nana menerima telfon dari Ara dan ia pun meminta izin pada perias kukunya yang tersenyum sopan melepaskan tangan Nana.

__ADS_1


Nana mengangkatnya, "haloo?".


"Nona dimana?? banyak wartawan di Mansion Wijaya". Ara


"ohh.. biarkan saja Ara, aku sedang merias kuku". jawab Nana


"apa perlu saya jemput Nona? ". tanya Ara


"tidak perlu..! nanti datang ke Apartemen aja ya? ". kata Nana


panggilan pun terputus lalu Nana berkata pada Perias kukunya, "maaf ya? temanku itu sedikit rewel". keluh Nana


mereka hanya tersenyum dan kembali melakukan tugas untuk merias kuku Nana, setelah itu Nana juga datang ke salon untuk rambutnya supaya sehat tidak di luruskan, tidak di warnai hanya diperkuat saja akar-akar rambut Nana supaya semakin tebal dan berkilau.


Nana tiba di Perusahaan Arka, Ia harus berperan menjadi Anna dan Nona Presdir dalam waktu bersamaan tapi berkat aktingnya yang hebat itu sosok Anna dan sosok Nona Presdir bisa menjadi pusat perhatian publik walau satu terkenal satu misterius.


"Arka..?". Nana berlari ke arah sofa tunggu di Lobi melihat sang kekasih tengah duduk dan berbicara entah dengan siapa.


Endra memberi jalan untuk Anna.


Anna duduk dipangkuan Arka dan mengecup pipi Arka, Nana tidak menahan diri lagi karna Pria ini memang baik dan ia juga sudah menyukai Arka walau tidak diungkapkan.


"Arka? kamu menungguku?". tanya Nana tersenyum lebar mengayun kakinya di pangkuan Arka.


Arka menyibakkan rambut Nana, "rambutmu semakin halus sayang".


Nana tersenyum cerah hingga lesung pipinya membuat Arka tersenyum, melihat Nana bahagia Arka lah yang paling bahagia.


"lihat..? aku sudah mempersiapkan diri untuk nanti malam! kuku ku cantikkan? ". Nana memamerkan kuku-kukunya.


"coba lihat Arka? ". pinta Nana merengek sebab Arka hanya melihat wajahnya saja.


"kamu lebih cantik dari kukumu". jawab Arka membuat Nana tertawa kecil.


"lihat siapa dia? ". Arka melirik seseorang yang sedang berbicara dengannya.


Nana menoleh dan mengerjabkan matanya, "aah...? maaf Arka? aku pikir dia temanmu jadi..? ". Nana hendak turun dari pangkuan Arka tapi Arka sudah melingkarkan tangannya dipinggang Nana hingga tidak lagi bisa bergerak.


"dia abang angkatku Hemachandra". Arka tersenyum miring ke Hema yang tengah menatap takjub sosok Anna.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2