Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
El


__ADS_3

.


.


.


Celvin tidak bisa masuk ke Apartemen Intan dilantai 26, ia melihat-lihat sekitar menunggu pesan dari Nana.


Ida masuk ke Apartemen Intan, "sayang...? ". panggil Ida


"Mama..? ". sahut Intan berjalan dari dapur menuju Ida yang pasti duduk di ruang tamu melepas penat perjalanan dari Bandara.


"Mama..? eeh..? Nana?? ". Intan kaget melihat ada Nana juga yang menatap kesal dirinya.


"Apa..? masih anggap aku teman ya? ". tanya Nana dengan mata melotot


Intan terkekeh lalu melihat Ara yang tersenyum ramah menyapanya.


"Mama juga tidak mengerti kenapa Nana minta ikut nak, habis Nana ngambek karna kamu pergi tanpa mengatakan apa-apa padanya". jelas Ida


Intan berjalan ke arah Nana lalu mereka saling berpelukan erat,


"bagaimana kabarmu Intan? ". tanya Nana dengan nada ketus


"maafkan aku Nana..! aku ada alasan kenapa pergi darimu, lagian kamu sudah bahagia dengan Tuan Muda Arkatama". gerutu Intan


Nana mendelik, "aku merasa jadi nyamuk diantara kalian berdua, lagian aku bukan gadis bodoh yang tidak tau kalau kamu menyukai Celvin".


Intan melebarkan matanya lalu dengan cepat membekap mulut Nana dan tertawa canggung ke Ida. Ida berdiri dan menatap serius putrinya.


"jadi Pria bernama Celvin itu yang membuatmu kabur kan? ". tebak Ida


"tidak ma". jawab Intan yang tidak tau menjawab apa lagi sebab mamanya sudah menebaknya.


"mom.. mom.. mom.. mom". seorang bayi berumur 7 bulanan merangkak ke arah Intan


Intan gelagapan dan Ida mengerutkan keningnya hanya Nana bersama Ara yang terlihat biasa saja seolah sudah tau Intan memiliki anak.


"ini anak siapa Intan? kamu mengadopsi anak? ". tanya Ida


"mom.. mom.. mom.. " racau anak laki-laki yang menggemaskan itu memegang dan menepuk-nepuk punggung kaki Intan


"uuh... sayang..? sama Aunty yuk..! ". Nana menggendong Anak Intan dan menciumnya gemas.


"siapa nama anak ini intan? ". tanya Nana


"Elvin Pratama". jawab Intan


"baiklah..! aku bawa El bersamaku, kamu jelaskan pada Mamamu ya? ". Nana meminta Ara mengikutinya.

__ADS_1


Nana dan Ara pergi menggendong Elvin yang anehnya terlihat langsung nyaman bersama Nana.


"jelaskan sama Mama Nak..!". pinta Ida dengan raut wajah serius seperti menyadari sesuatu.


.


"sayang...? El..? uuh.. El gemesin banget sih..? kok bisa mirip sama Daddy nya hmm? ". Nana menoel-noel hidung Elvin.


"sepertinya Elvin suka dengan Nona, lihatlah matanya berbinar seperti jatuh cinta pandangan pertama saja". tebak Ara memainkan tangan Elvin.


Nana tersenyum manis ke El yang kini langsung menyeringai lebar dan terdengar memekik senang bertepuk tangan hal itu membuat Ara tertawa lepas karna El masih bayi bisa tau perempuan cantik yang harus di goda.


"uuh.. ini Aunty sayang..! panggil Aunty ya?? ". kata Nana mencium hidung mungil El.


keluar dari Lift dan melihat Celvin menyandarkan keningnya di dinding sambil memejamkan mata.


"sedang apa Tuan Celvin Nona? ". bisik Ara


"sst..! ". peringatan Nana


Ara pun memilih diam tak lagi berbicara hanya diam melihat apa yang tengah Celvin lakukan.


"Celvin..? ". panggil Nana


Celvin menoleh dan melihat Nana tengah menggendong Bayi.


"Elvin sayang..? jika tadi Mommymu itu adalah Daddymu". Nana menunjukkan ke arah Celvin


"siapa namanya Nana? ". tanya Celvin kini ada di hadapan El.


"Elvin Pratama". jawab Nana


"mau sama Daddy sayang? ". tanya Nana ke Elvin


awalnya Elvin memeluk Nana seolah tidak mau digendong Celvin namun El langsung memutar kepalanya ke arah Celvin saat Celvin membelai kepala El dengan penuh kasih dan kehangatan dari seorang Ayah.


"gendong Vin! ". pinta Nana


Celvin pun mengulurkan kedua tangannya, Elvin melepaskan tangannya dari leher Nana dan mau digendong oleh Celvin.


"lah.. gitu aja cengeng..! ". ejek Nana melihat Celvin menangis haru melihat El yang sangat mirip dengannya.


"Kakek pasti senang punya cicit laki-laki". Celvin menatap El yang hanya melihatnya saja.


Ara tersenyum lebar, alhasil Nana dan Ara duduk di sofa sibuk memainkan ponsel mengabari keluarga di rumah terutama Nana, Nana harus diomeli Aman yang tak terima Nana pergi tanpa mengatakan apa-apa padanya.


Nana mengerucutkan bibirnya diomeli keluarganya, Nana bertanya tentang Anna dan Caca yang jelas jawabannya mereka sekolah.


Celvin melakukan VC dengan Kakeknya (Zulfikar), betapa bahagianya Pria Tua itu melihat El yang sangat persis seperti Celvin saat kecil.

__ADS_1


"cepat bawa pulang Cicitku serta ibunya". sahut Zulfikar dengan tegas.


"iya Kek..!". jawab Celvin,


panggilan pun berakhir, Celvin menggendong El dan mengangkatnya tinggi melihat El begitu bahagia dan memekik senang Celvin pun melakukannya sampai El tertawa riang khas bayi.


.


"Nana...? ". panggil Intan tiba di Lobi mencari Nana dan ia membeku seketika melihat Putranya digendong oleh Celvin.


"Intan? ". Celvin mendekati Intan yang kakinya melemas seketika, beruntung Celvin menahan tangan Intan, Nana pun membantu Intan.


"Ka.. kamu kenapa bisa disini?". tanya Intan tergagap


"Intan maafkan aku..! sebenarnya saat itu aku mencari Celvin dan menanyakan dimana dirimu berada tapi dia menceritakan semua kejadian malam itu, aku merasa bersalah tidak tau apa-apa tentangmu padahal aku merasa kalau kamu adalah temanku begitu juga sebaliknya". Nana menjelaskan dengan nada pelan.


Nana menceritakan alasan menyatukan Intan dengan Celvin bahwa Nana besar tanpa Ayah dan itu membuatnya sedih tapi tidak bilang apa-apa pada Mamanya, Nana mengatakan pada Intan apa yang terjadi pada El akan sama sepertinya.


Intan memegang kepalanya yang terasa berat hingga jatuh pingsan hal itu membuat Nana dan yang lainnya khawatir.


"Nana..? biar aku gendong Intan..! ku mohon gendong anakku". kata Celvin.


Ara menahan tubuh Intan sementara Nana berdiri dan mengambil alih El dari Celvin, Celvin menggendong Intan membawanya ke Apartemennya Intan di pimpin oleh Ara dan Nana yang menggendong El.


.


.


malam harinya.


Intan tersadar dan melihat Celvin tengah menunggunya.


"udah sadar? ". Celvin membantu Intan duduk.


"maaf..! aku tidak bermaksud apa-apa, jangan terlalu pikirkan kata-kata Nana karna aku bisa membesarkan anakku sendiri". kata Intan dengan serius.


Celvin menyentil kening Intan hingga Intan meringis kesakitan memegang keningnya.


"hukuman karna memilih kabur dariku, diluar sana banyak wanita hamil malah minta tanggung jawab dan seharusnya kalau ada yang lari dari tanggung jawab itu laki-laki kan? lalu tapi kenapa kamu yang lari?". Celvin


Intan terdiam memikirkan kata-kata Celvin, lalu Celvin menarik nafas dalam-dalam dan mengatakan semua yang telah ia lakukan mencari Intan hingga hati Intan terenyuh.


"maaf aku mengambil nya dengan paksa, aku kaget saat melihat seprai itu ada bercakan dar*h, kamu keliatan wanita nakal tapi ternyata masih murni". Kata Celvin


"aku tidak minta kamu bertanggung jawab, aku juga yang salah mencoba membantumu untuk membalas sedikit kebaikanmu saat menolong mamaku malah aku... sudahlah jangan dibahas lagi". Intan


Intan terlalu sibuk berkarir hingga tidak ada waktu untuk berpacaran apalagi melakukan hubungan seperti itu tanpa ikatan pernikahan, Intan sangat menjaga harga dirinya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2