Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
patuhi


__ADS_3

.


.


.


mereka asik berbelanja,


seketika semua pelayan dan pekerja berlarian membuat Anna, Sekar dan Caca kelimpungan melihat sekeliling.


"ada apa ya? ". gumam Sekar panik.


"apa ada gempa bumi? ". tebak Caca


Anna mengedarkan pandangannya, "tapi kenapa cuma pelayannya aja".


para gadis seumuran Anna, Sekar dan Caca pun berlarian hingga menyenggol salah satu dari mereka.


"aduuuh...? ". pekik Sekar


Sekar terjatuh,


"Sekaaar!! ". panik Anna dan Caca membantu Sekar berdiri.


"tanganmu bagaimana? ". tanya Anna khawatir.


Caca mengusap lutut Sekar, sedangkan Sekar senyam-senyum dengan kekhawatiran sahabat baiknya itu tapi matanya terbelalak seketika melihat wajah Pria yang tak asing baginya.


"An.. Anna? ". Sekar memukul-mukul pelan bahu Anna.


"kenapa? ". Anna menatap kesal Sekar


Sekar menunjuk Pria yang dikejar banyak pekerja dan perempuan, Caca berdiri dan menatap sengit Pria itu yang tak lain adalah Aditya.


"Tuan". sapa semua orang serentak.


Aditya berjalan tenang melewati mereka semua, ia sudah terbiasa menjadi pusat perhatian padahal dulu Adi begitu ditatap jijik seperti kuman yang tidak pantas untuk didekati, tapi hanya 1 orang yang tidak melakukan hal buruk padanya yaitu Anna.


Anna adalah alasan kuat bagi Adi untuk menjadi orang sukses seperti sekarang, kini Adi datang demi Anna sekaligus untuk balas dendam, satu persatu keluarga nya sudah Adi bangkrut dan sengsara terutama Istri kedua Papanya.


ciit..


bugh..


"aduh..! kenapa Tuan? ". tanya Radit mengelus bahunya yang tersenggol Adi.


Adi memutar tubuhnya lalu memiringkan kepalanya menatap sosok pemilik mata biru yang Ia kagumi sejak dahulu.


DeG!!


jantung Adi berdebar kencang melihat Anna ada ditempat yang sama dengannya,


"Anna? ". gumam Adi pelan


Radit menghela nafas panjang, ia akhirnya mengerti mengapa Aditya bisa berhenti mendadak tanpa aba-aba.


Caca dan Sekar melihat ke arah Anna,


"sebenarnya apa hubungan kalian Anna? kenapa dia bisa merasakanmu? ". tanya Sekar heran

__ADS_1


"bedeb*h gila itu yang membuat Kakek khawatir". geram Caca


Adi tiba di hadapan Anna, semua mata melihat ke arah Anna dan Adi bergantian.


"A.. Anna? bukankah dia Cucu Tunggal Asia Group? ". bisik-bisik orang yang ada disekitar mereka.


"ngapain kamu datangi aku? lebih baik pura-pura tidak kenal aja". desis Anna dengan gigi merapat.


Adi mengulum senyum nya hal itu membuat Sekar membelalak, Ia pertama kali melihat Adi tersenyum secara langsung, sebelumnya hanya melihat dari jauh saja.


"mau apa? ". Caca langsung melindungi Anna dengan tubuhnya menatap tajam Adi.


"kenapa kau begitu sinis padaku? apa salahku padamu? ". tanya Adi dengan heran.


"aku tidak perlu sopan padamu, selama ini tidak ada orang yang berani mempermainkan Kakek selain Kak Nana, anda membawa kabur Annaku lalu membawanya entah kemana? anda tidak ingat sudah membuat kacau para pengawal Asia Group mencari Anna karna ulahmu?". Caca berkata dengan tatapan tajam.


"Caca?? ". panggil Sekar


"Caca sudah, saat itu dia ingin minta aku mengobati lukanya karna dia tau aku seorang dokter". jelas Anna.


"mengobati? ". beo Sekar dan Caca dengan mata membelalak.


"ayo makan bersamaku, anggap saja sebagai ucapan terimakasihku karna kamu sudah menyembuhkan luka infeksi di tubuhku". Ajak Adi.


Anna menganga lebar saat Adi menarik tangannya sambil tersenyum begitu tampan ke arahnya, Radit memegang pelipisnya yang berdenyut nyeri.


"dia sudah gila..!". gumam Radit dengan super sabarnya.


.


.


"jika pelatuk sudah ditarik maka tinggal di tembak saja, kalau aku mundur itu sama saja aku ini seorang pengecut!! ". kata Adi


Anna menautkan kedua alisnya, "apa maksudmu? kenapa bicara tentang pelatuk? kamu menembak apa? apa hubungannya dengan Pengecut? ".


"kamu tidak ingat saat di Rumah Sakit? ". tanya Adi dan hal itu membuat Anna menganga lebar.


Ia tidak menyangka saat di Rumah Sakit demi dijauhi oleh para dokter bedah melibatkan Adi sebagai lelakinya, kini Adi masih melakukannya yaitu berpura-pura menjadi kekasih Anna dengan alasan yang mencengangkan.


"dia sudah gila..? apa hubungannya dengan pelatuk senapan?". batin Anna


"makanlah..! makanan disini enak". pinta Adi


Anna melihat aneh makanan yang tertata rapi karna bentuknya lucu dan berbeda, ia mencoba mencicipinya sedikit tapi ternyata sangat enak.


Ia tersenyum manis lalu memakan makanan itu dengan lahap, Adi terkekeh pelan melihat cara makan Anna yang jauh dari kesan anggun.


.


di Apartemen Adi,


Adi tersenyum tampan melihat Anna yang tertidur pulas di ranjangnya, ia melihat layar ponsel Anna yang ada panggilan masuk dari Caca dan banyak panggilan tak terjawab lainnya.


"haloo? ". sapa Adi mengangkat panggilan Caca yang kebetulan lagi muncul di layar ponsel Anna saat Adi memegang ponsel Anna.


"siapa ini?". tanya Caca di ujung sebrang.


"Aku Aditya Pratama..! tadi Anna ketiduran saat aku mau antar pulang, sepertinya dia lelah karna bekerja terlalu bersemangat dan kalian tidak melihatnya kalau dia kurang istirahat yang cukup". Adi

__ADS_1


Caca menanyakan keadaan Anna lalu Adi mengatakan kebenarannya tanpa ada yang di tutupi.


tut.. tut.. tut..


Adi menatap lekat Anna yang masih tertidur, "selamat malam Anna..!". bisik Adi membelai lembut kepala Anna.


.


di Mansion Arkatama,


Nana mendapat kabar bahwa Anna tinggal di Apartemen Adi dan bertanya apakah Caca boleh menjemputnya? tapi Nana mengatakan kalau Adi mengatakan kebenarannya maka tidak perlu menjemput Anna.


Caca bertanya dan Nana menjelaskan bahwa Pria itu adalah anak yang pernah Anna tolong sehingga Caca percaya, terdengar oleh Nana saat Sekar bertanya penasaran tentang Anna tapi Nana sudah terlanjur mematikan panggilannya.


"kenapa sayang? ". tanya Arka memegang tangan Nana yang terlihat serius memikirkan sesuatu.


"aah.. tidak ada sayang, dimana sikembar? ". tanya Nana


"mereka di Ruangan hadiahmu sayang". jawab Arka


Nana menghela nafas, "aku lihat tadi ada yang beda di Ruangan mereka, kamu membuat taman E-Zone untuk mereka sayang? kenapa?? ckk.. pantaslah mereka betah di dalam Rumah".


Arka terkekeh,


"kamu terlalu memanjakan mereka, Komputer saja sudah cukup kenapa kamu memberi mereka hal yang lebih? bagaimana jika mereka ketagihan bermain hmm? nanti tidak mau belajar lagi". gerutu Nana.


"sayang..? anakku sangat pintar, aku tidak mau membuat mereka tidak betah di dalam Rumah, biarkan aku membangun istana yang mereka inginkan untuk diri mereka saja". kata Arka


Nana mendengus, "istana? ".


Arka tertawa lebar memeluk Nana dengan erat,


"kenapa kamu begitu takut sayang? bukankah kamu tau bagaimana pintarnya anak kita hm? apa kamu mau mereka memberengut iyaa? biarkan aku memanjakan mereka selagi aku bisa sayang, jika masalah mendidik kepribadian mereka aku yakin kamu pasti bisa melakukannya bukan aku". Arka berkata dengan lembut.


Nana tersenyum tapi memukul punggung Arka dengan kesal, "kamu selalu saja bisa mengalahkanku".


Arka tersenyum lebar, "ya..! itulah kelebihanku". balas Arka dengan bangga dan Nana menggeleng kepalanya pelan sambil tersenyum kecil.


"ayo kita lihat..! aku mau tau apa saja yang dilakukan anak kita sampai betah di Ruangan itu berjam-jam". ajak Nana sambil melepaskan pelukannya dari Arka.


"iya ayo! ". Arka merangkul pinggang Nana.


bertepatan saat Arka dan Nana hendak masuk ke Ruangan Sikembar tiba-tiba pintu dibuka ada Noni membawa nampan berisi 2 piring kosong habis tanpa tersisa.


"maafkan saya Nyonya.. Tuan". ucap Noni menundukkan kepalanya.


"tidak apa". jawab Arka


"iya tidak apa, bagaimana anakku Noni? apa mereka yang menghabiskan semuanya? ". tanya Nana.


"iya Nyonya..! saat makanan tiba mereka langsung berlari makan, seperti yang Nyonya perintahkan dan mereka sangat mematuhi anda Nyonya". jawab Noni dengan sopan.


"pergilah! ". usir Arka


segera Noni pergi setelah berpamitan pada Nana dan Arka.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2