
.
.
.
Sikembar tumbuh menjadi anak yang pintar dan bijak, mereka seolah sudah kenyang kasih sayang kedua orangtua malah ingin Mama dan Papanya bahagia selalu berdua kemana-mana.
semua anak ingin punya orangtua dan keluarga yang harmonis bukan keluarga berantakan (Broken home).
"ayo sayang..! Papa sama mama sudah pergi ke Bandara". ajak Sarah yang mana Rose digendong oleh Aman.
Dewi dan Diah menggandeng tangan Ren memasuki Mansion, Pak Sabar mengantar Nana dan Arka ke Bandara.
.
"kalian yakin mau tidur bersama sayang? nenek tidak boleh ikut? ". tanya Diah
"Eyang Putri bagaimana nak? ". tanya Sarah
"Lah..? Eyang ini bagaimana? ". sambung Aman.
"Nenek? ". sahut Dewi menunjuk dirinya sendiri.
"sama kakek aja ya nak? ". sahut Yardan hingga semua mata menatap sengit ke arahnya.
Ren dan Rose menepuk jidatnya, sebenarnya jika ditinggal di Mansion bersama Diah saja tidak masalah tapi orangtuanya tidak percaya bagaimana pun Sikembar tetap anak kecil.
terpaksa sikembar menawarkan diri tinggal di Mansion Wijaya demi Papa dan Mamanya bisa bersama alias bulan madu berdua ke luar negeri, sejak hadirnya sikembar, Nana dan Arka jarang kemana-mana (Keluar Negri) hanya makan di Restaurant saja itupun didalam negeri (Indonesia).
"kami belajal dulu nenek, kakek, Eyang". jawab sikembar serentak.
orang dewasa yang ada disekitar Ren dan Rose pun percaya lalu meminta sikembar memanggil Noni atau salah satu dari mereka kalau butuh sesuatu.
"ya sudah kami pergi ya sayang? ". Yardan
Ren dan Rose melambaikan tangan melihat keluarganya menjauh lalu menutup pintu kamar Nana dan Arka.
"Fyuuhhhh!! ". helaan nafas lega Ren dan Rose.
sikembar pun bertos ria, "boleh megang komputel mama kan? ". kata Rose
"hehe..! boleh kakak main juga kan? ". sahut Ren nyengir.
"ayo! ". ajak Rose
walaupun Ren dan Rose masih kecil tapi diperlakukan seperti Seorang Raja dan Ratu oleh Keluarga Nana, hanya Nana saja yang paling tegas terhadap anaknya itu sebabnya Sikembar lebih takut pada Nana dari pada Arka.
__ADS_1
Arka lebih penurut pada Nana, bagaimanapun Nana mengomel pada Arka kedua anak kembar itu bisa mengamati kalau Raja diantara mereka sebenarnya adalah Nana bukan Arka yang seorang Ayah atau kepala Rumah Tangga.
tapi sikembar tau Orangtuanya sangat akur, Arka adalah Pria tegas dan kejam di luar seperti binatang buas tapi bisa menjadi jinak saat didalam Rumah bersama Nana, jika Lelaki karakter seperti Arka itu menikah sudah pasti akan membuat sepasang suami-istri jarang berdebat karna salah satu tidak emosi melainkan sabar dan mau mendengarkan.
hati wanita itu sangat lembut, mereka marah bukan tanpa sebab pasti ada alasan itu sebabnya Arka selalu meminta maaf jika membuat Nana marah setelah itu Nana akan luluh.
sikembar mengerjakan PR dari Bu Nensy sangat mudah, mereka hanya menghabiskan waktu 10 menit mengerjakan PR lalu sikembar malah asik main komputer, awalnya mereka kesulitan namun karna kompak akhirnya sikembar berhasil mengotak-ngatik komputer walau belum mahir masih pengenalan dan kegunaan tombol.
"sepeltinya kakak halus belajal bahasa ingglis". kesal Ren
"Lose juga". jawab Rose tak kalah kesal.
sifat mereka sama seperti Arka dan Nana yang pantang menyerah, tidak terima yang namanya kekalahan.
"selama 1 minggu kita bisa main komputel mama kak". ujar Rose dengan serius
"iya..!". jawab Ren
bisa-bisanya Ren dan Rose haus akan komputer bukan hanya salah satu tapi semuanya, kalau bisnis mungkin nanti akan mereka pelajari jika sudah dewasa.
"udah ah..! lose suntuk kalna bahasa komputel ini". oceh Rose dengan kesal.
"hmm..! kita main game aja bagaimana? ". tawar Ren
"malas..! lose mau main mobil-mobilan". jawab Rose cepat berlari meninggalkan Ren.
.
.
di Amerika,
Nana tiba di Hotel membersihkan diri, lalu keluar dari ruangan gantinya melihat Arka tengah sibuk menelfon seseorang.
"kenapa sayang? ". tanya Nana
Arka menoleh dan segera menutup panggilan telfonnya, "kita sedang beruntung sayang".
"kenapa? ". tanya Nana
"ternyata Undangan pesta besok malam kita diundang, kita bisa memberi pelajaran pada kedua Orangtua yang tidak tau tentang membesarkan anak itu". Arka merapikan anak rambut Nana yang basah.
Nana tersenyum, "aku tidak bawa gaun".
"kita beli". jawab Arka dibalas senyuman manis oleh Nana.
ada hikmahnya juga mereka diterpa masalah anak bernama Riyan yang membuat Arka bisa teralihkan dari rasa sakit hatinya itu saat tau Ayahnya meninggal dunia bukan karna suatu kebetulan semata saja.
__ADS_1
ke esokan harinya dimalam hari adalah acara seminar peresmian Perusahaan teknologi terbaik di dunia, semua Presdir/ CEO diundang termasuk Arka dan Nana merupakan atasan tertinggi 2 Perusahaan besar di Indonesia.
"siapa dia sayang? ". tanya Nana
"aah.. dia saudara jauhnya Anna, sepertinya dia mewakili Tuan Leonard yang sedang sakit". jawab Arka
"huh..! apa Anna mempercayainya? ". tanya Nana dengan kesal.
"kita bisa apa sayang? bukankah kamu sudah masukkan mata-mata di Perusahaan Asia Group? ". bisik Arka
Nana mendengus, "kamu meledekku ya? mata-mata ini hanya pekerja bawahan sebagai pengamat bukan asisten Anna yang pasti lebih dicurigai, sulit mendapatkan bukti jika menjadi seorang pengamat".
Arka terkekeh pelan, "iya..! ayo kita cari kedua orangtua itu".
Nana menganggukkan kepalanya,
sepasang suami Istri yang terlihat sempurna itu mengedarkan pandangan, sesekali mereka harus berpencar menyapa Rekan kerja yang kedudukannya sama dengan Nana maupun Arka walau berbeda Perusahaan.
"bagaimana sayang? ". tanya Arka
"ini terlalu memusingkan, sebaiknya aku bawa komputer". gerutu Nana
"tidak apa sayang, kita bisa cari pelan-pelan". bujuk Arka.
Arka merangkul pinggang Nana, mereka kini lebih leluasa mencari kedua orangtua Riyan.
"apa itu mereka sayang? ". tunjuk Arka dengan ekor matanya.
Nana melihat ke arah tatapan Arka, "iya sayang". jawab Nana yang sudah mencari tau data Pribadi Kedua orangtua Riyan melalui Bu Nensy.
sebenarnya bisa saja Nana mencari data Pribadi Riyan tapi ia takut dicurigai, beberapa Karyawan nya sudah bertanya-tanya hubungan Nana dengan Peretas Misterius itu padahal Orang tersebut adalah Nana sendiri, terpaksa Nana untuk sementara waktu berpura-pura menjadi orang normal yang tidak terlalu memperlihatkan kehebatannya dengan komputer.
Arka dan Nana mendekati Sepasang suami istri yang terlihat hampir tua itu padahal umur mereka sebaya dengan Arka dan Nana, jika sibuk bekerja dan jarang merawat diri bisa membuat penampilan berbeda hingga tidak sesuai dengan umurnya.
"dengan kedua orangtua Riyan? ". tanya Arka
sepasang Suami istri itu menoleh ke Arka dan Nana, mereka tertegun sesaat.
"i.. iya..? bagaimana Tuan Arkatama dan Nyonya Wijaya bisa tau? ". tanya si Istri dengan nama singkat Meilani
"ada apa Tuan? bagaimana anda bisa tau Anak kami? ". tanya Si suami dengan nama singkat Adreniom
.
.
.
__ADS_1