
.
.
.
"minggir..! ". Sarah mengusir putranya.
Nana hanya bisa tersenyum melihat wajah masam Papanya, Sarah menangkup pipi Nana.
"Nenek sangat merindukanmu cucuku". ucap Sarah dengan lembut.
Nana semakin tersenyum hingga giginya terlihat, betapa menawannya Nana saat lesung pipinya terlihat jelas bahkan Arka meleleh melihatnya.
Sarah mencubit pipi Nana lalu memeluknya dengan penuh kerinduan, tak berapa lama Aman pun melakukan hal yang sama.
"sudah.. sudah..! kenapa malah memeluk Putriku? mamah sama papah harus ingat, Nana anakku bukan ibu kalian". gerutu Yardan hingga Sarah memukul kepala Yardan yang meringis seketika.
"Papa tidak apa-apa? ". kekeh Nana
"sakit nak". keluh Yardan.
Sarah dan Aman membawa Nana dengan hati-hati ke Sofa, mereka memperlakukan Nana seperti Tuan Putri hingga Mommy Diah tersenyum dan Mama Dewi pun tak bisa menahan tangis harunya, ia beberapa kali harus menghapus air matanya.
mereka makan bersama-sama, bahkan Nana dan Yardan pun menginap di Mansion itu.
pagi-pagi setelah sarapan Yardan dan Kedua orangtua nya pun pamit pergi.
"kamu ikut aku sayang? ". tanya Arka
Nana tersenyum mengelus rahang Arka, "nanti siang aku ke Perusahaanmu bagaimana? aku akan traktir kamu makan enak".
Arka tersenyum senang, ia mengecup punggung Tangan Nana dengan mesra sedangkan Mommy Diah segera pergi karna tidak mau dijadikan obat nyamuk oleh mereka berdua.
"perempuan diluar sana malah terbalik". kata Arka
Nana terkekeh, dan langsung pergi lalu Arka mengejarnya.
"ikut dengan mobilku bagaimana sayang? ". tanya Arka
"tidak mau..! aku punya mobil sendiri". jawab Nana
Arka pun tak lagi bicara hanya tersenyum saja saat berjalan disamping Nana, sesekali matanya melihat ke Nana.
"Arka? ". Nana tiba-tiba berhenti hingga Arka juga berhenti.
"kenapa Nana? ". tanya Arka
"mana ponselmu? ". Nana mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Arka mengeluarkan ponselnya dan meletakkannya ditelapak tangan Nana.
"ada apa sayang? ". tanya Arka
Nana meminta Arka untuk mengikutinya, Arka pun menurut hingga tiba dimobil Nana terlihat oleh Arka Nana mengeluarkan sesuatu dari laci penyimpanan mobilnya Nana.
Nana tersenyum kecil dan memasangkan Accesoris Ponsel itu yang pernah ia beli Couple dengannya saat mempertemukan Yardan dengan Dewi di Supermarket.
"apa itu Sayang? ". tanya Arka tidak mengerti
Nana mengembalikan ponsel Arka lalu mengeluarkan ponselnya hingga Arka tersenyum begitu tampan.
"Couple? ". tebak Arka
"bonus, jika kamu tidak mau berikan lagi padaku, aku akan berikan pada Pria lain". Nana
Arka buru-buru menyimpan ponselnya hingga Nana tertawa.
"aku pergi..! ". Nana menghidupkan mobilnya dan melaju kencang meninggalkan Arka yang melambaikan tangannya.
situasi mereka seperti Arka lah istrinya yang mengantarkan suami pergi bekerja, padahal kan Arka laki-laki.
.
.
Nana kembali melanjutkan pekerjaannya yaitu mencari rekaman CCTV tersembunyi di hotel targetnya.
Nana berdecak ngilu, ia masih terbilang masih polos dan tak pernah menonton begituan,
"aku tidak sanggup menontonnya". Nana menutup layar vidio rekaman itu dan mengirimnya ke publik dan Nana sudah mengaturnya hanya orang dewasa saja yang bisa melihatnya.
saat Vidio itu terputar akan mendeteksi wajah si penonton dan umurnya akan terdeteksi sesuai KTP akan muncul, jika 21+ ke atas maka Vidio itu akan terputar, jika masih dibawah umur itu maka jangan harap bisa menonton itu.
dalam hitungan jam Vidio itu sudah menyebar luas di kalangan masyarakat,
di Mansion Yardan.
"apa maksudnya ini Emmaa? ". teriak Aman melempar ponsel nya ke Emma.
Emma sampai meringis mengambil hp itu dan betapa syoknya dirinya melihat rekaman itu.
"i.. ini bohong Pa..! ini tidak benar". bela Emma menggeleng-geleng kepalanya.
Sarah menampar keras wajah Emma hingga terjatuh,
"ini yang kau lakukan pada Yardan hah? kenapa kau begitu menjijikkan?? kau berselingkuh dengan Asistennya Yardan?? ". marah Sarah juga.
"bohong Mah.. Pah.. ini sama sekali tidak benar". Emma masih bersikeras mengatakan semua itu bohong.
__ADS_1
"kau fikir mataku buta hah?? kau tidak tau 1 indonesia melihat perbuatan busuk mu ini". geram Aman
"jangan panggil Aku seperti itu lagi.. sekarang kau pergi dari Rumahku". usir Sarah
"bawa anakmu itu..! melihat perbuatan menjijikkanmu itu membuatku ragu dia cucuku". sahut Aman juga.
"tidak Pa..! tidak..! Celinne anak Yardan Pah.. Mah.. Celinne anak Yardan, Aku akui aku salah Mah.. Pah.. tapi aku melakukan semua itu karna Yardan tidak pernah menyentuhku". tangis buaya Emma
membayangkan Celinne juga terusir membuatnya kalap tak bisa berpikir jernih.
"tidak Pah.. Mah..! Celinne itu anak Yunus". Yardan tiba-tiba menyahut.
"apa maksudmu Yardan?". tanya Sarah
Aman memijit pelipisnya, ia sudah tau kalau Celinne bukan anak Yardan tapi tak menyangka kalau Ayah Celinne adalah Asisten Yardan yang cukup dipercayai olehnya.
"tidak Yardan..! Mah.. Pah.. Yardan berbohong, bukankah kalian sudah melihat hasil tes DNA itu? ". Emma menggeleng-geleng kepalanya
"lihat ini Pah.. Mah.. hasil tes DNA Celinne dengan Yardan memang tidak cocok bahkan Celinne itu cocok dengan Yunus". Yardan memperlihatkan 2 surat hasil tes DNA yang diam-diam ia selidiki.
Aman mengambil satu dan Sarah juga mengambil surat lainnya, Emma memucat pasi.
"Ahhhhhh.... Hahahaha". tawa Keras Aman yang merasa malu telah dipermainkan oleh Emma.
Sarah begitu geram melihat hasil itu pun menampar dan menampar wajah Emma, dan mengamuk menjambak Emma hingga pekikan dan jeritan Emma terdengar oleh Celinne yang berlari membantu Mamanya lepas dari Sarah.
Sarah mendorong Celinne hingga mengenai meja dan keningnya berdarah,
"kau bukan cucuku...! jangan panggil Aku Nenek dengan mulut anak jal*ng sepertimuu". marah Sarah
Yardan menolong Aman yang masih terlihat syok saat tau Yunus menghianatinya, Sarah begitu marah dan menarik kedua wanita yang pernah ia bela mati-matian ternyata telah menghianati kepercayaannya.
Emma dan Celin diseret paksa oleh Sarah bahkan tidak memakai alas kaki, ia sangat geram dengan kelakuan Emma yang berselingkuh dengan Asisten Yardan yaitu Yunus, jika sekali tidak bermasalah tapi ternyata anaknya Emma itu darah dagingnya Yunus.
"keluar kalian dari rumahku dan jangan pernah menginjakkan kaki kesini lagi". teriak Sarah menutup gerbang Mansionnya, satpam yang berjaga hanya bisa saling berpelukan erat saking takutnya.
Sarah meninggalkan mereka dengan nafas terengah-engah, jika bukan karna kemanusiaan Sarah mungkin sudah membunuh Emma tadi.
Emma berdiri dan Celinne menjerit histeris dan membentak mamanya yang tidak hati-hati hingga Vidio itu tersebar.
"Mama tidak tau Celin, entah siapa yang melakukan ini pada mama". bela Emma
"lepaskan tanganku..!". teriak Celinne menepis kasar tangan Emma.
"sekarang apa yang harus kita lakukan hah?? kita diusir, Om Yunus pasti juga dipecat. lalu bagaimana dengan aku ma??? mereka mencampakkanku karna aku bukan Anak Papa..!!? ini salah Mama... kalau aku anak Papa mungkin aku tidak akan terusir..! ". Celinne marah-marah lalu meninggalkan Emma
Emma berlari mengejar Celinne, pikirannya kacau karna Vidio itu menghancurkan reputasinya, bukti Celinne bukan anaknya Yardan juga sudah diketahui Yardan. ia tidak bisa berpikir untuk sekedar membuat rencana licik saking stressnya dengan masalahnya.
.
__ADS_1
.
.