Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
ajak bertemu


__ADS_3

.


.


.


"apa Nyonya muda pernah bertemu dengannya? atau mendengar suaranya? dia perempuan atau laki-laki?? ". cecar Qiki dengan sopan tapi pertanyaannya itu menuntut jawaban yang jelas.


Nana tampak berpikir seolah benar-benar mencoba mengingat sesuatu, "mungkin laki-laki pak tapi kenapa saya merasa suaranya di samarkan?? ".


Qiki pun mengangguk membenarkan, peretas ini sangat misterius dan sangat berhati-hati jadi wajar saja orang itu menyamar demi menutupi jati dirinya.


"dia sangat hebat kenapa tidak mencoba mengikuti Hacker World di Jepang ya? bukankah jika menang dia bisa terkenal dan banyak uang". Qiki bertanya-tanya dengan heran.


Nana masih tenang, "kalau aku bisa meretas pasti aku akan melakukannya tapi aku tidak tau caranya? ckk.. memusingkan sekali lebih baik menonton drama atau tandatangan berkas saja". gumam Nana mengomel-ngomel pelan dan Qiki mendengarnya.


Qiki tersenyum dan tertawa kecil, "saya tidak menyangka Nyonya Muda W Group punya sisi humor".


"eehh?? maaf Pak..! saya sudah berkeluarga, kata orang-orang perempuan jika sudah berkeluarga pasti menjadi lebih bawel". jelas Nana dengan sopan.


Qiki mengangguk setuju karna memang begitulah kodratnya wanita, "alangkah baiknya jika aku dapat bantuan dari mu..! aku yakin jika kita bekerja sama pasti bisa menemukan Peretas itu".


Nana menaikkan sebelah alisnya, "kenapa bapak ingin sekali bertemu dengannya? bukankah bapak bilang itu hanya rumor? kenapa harus mencari nya kalau memang itu tidak benar".


"anda tidak mau mencari tau tentangnya Nyonya? ". tanya Qiki dengan nada serius.


Nana menghela nafas, "saya sudah berkali-kali mencari tau pak tapi tidak bisa, bahkan saya bertanya pada Perusahaan penjaga data Negara tidak bisa menemukannya kecuali pakai sidik jari, saya saja tidak pernah bertemu dengannya pak bagaimana saya mendapatkan sidik jarinya? lagian saya tidak merasa dirugikan malah dia membantu masalah saya".


"oh ya Pak..! saya tidak mau mencari masalah dengan peretas misterius itu, saya ngeri dengan kemampuannya itu, bagaimana jika dia melakukan hal yang sama pada saya? tidak.. tidak.. maaf pak..! saya tidak bisa membayangkan hal itu terjadi". tolak Nana dengan tegas.


"setidaknya bantu aku". kata Qiki dengan serius.


Nana menatap Qiki dengan santai, "alasannya? ". tanya Nana.


"kita harus dapatkan dia supaya tidak menghancurkan kehidupan orang lain lagi". jelas Qiki


Nana menggeleng kepalanya, "dia tidak menghancurkan kehidupan orang yang tidak bersalah pak..! saya mohon jangan sangkutkan saya dengan masalah Bapak,, saya tidak bodoh dengan menghancurkan diri saya sendiri mencari petaka itu".

__ADS_1


Qiki mengepalkan tangannya, "kau yakin tidak mau membantuku? jika kita bekerja sama kau akan dibantu oleh Asia Group, kita tidak akan terkalahkan hanya dengan seorang Hacker".


"apa ini wujud asli bapak? bapak sengaja membuatku masuk ke perangkap bapak?". tanya Nana dengan serius.


"bagus karna kau seorang Presdir yang pintar..! terima saja tawaranku, aku hanya butuh koneksi yang kuat". kata Qiki.


Nana tersenyum miring, "jika bapak mencari Rival Peretas itu silahkan saja tapi tidak denganku, aku bisa melawan Perusahaan bapak tapi aku tidak bisa melawan Hacker misterius itu, dia jauh diatasku".


Nana melenggang pergi meninggalkan Qiki yang mengebrak meja karna Nana barusan mengancamnya jika berani memaksa nya membantu Qiki maka Nana bisa menghancurkan Perusahaan Qiki tapi tidak dengan peretas misterius itu.


"sialan...! aku ingin sekali memotong jari-jari Peretas itu, wanita itu juga tidak bisa diandalkan, bedeb*h..! siapa pelakunya sebenarnya? kenapa seorang Presdir terhebat di dunia bisnis pun menyerah melawannya? ".


Qiki marah-marah dan mengamuk karna tidak menemukan orang yang bisa dijadikan Rival Si Misterius yang mengacaukan kehidupannya.


"aku tidak akan menyerah..! aku akan mencari seorang peretas yang terkenal juga, berapapun akan aku bayar demi mendapatkan informasi Hacker pengecut ini". geram Qiki.


di mobil Nana,


Nana terkekeh saat perjalanan pulang, ia tak habis fikir bagaimana ada manusia seperti Qiki ada di muka bumi ini.


"apa katanya? menghancurkan kehidupan orang lain? lalu dia tidak bisa berpikir kalau yang dia lakukan selama ini juga menghancurkan kehidupan orang lain? dasar bedeb*h tak tau malu..! kau bisa bilang aku pengecut? tapi kau seorang manusia kejam yang bersembunyi diwajah polos itu, aku tidak akan membiarkanmu menemukan titik keberadaanku". seringai Nana.


Jujur saja Nana benci orang tidak tau malu yang tidak sadar akan kesalahannya malah menyalahkan orang lain mengacaukan hidupnya tanpa bisa berkaca apa kesalahannya itu.


Nana menghubungi nomor ponsel Rezantara, Detektif bayarannya.


"datang ke Restaurant Caca! aku tunggu di Ruangan VVIP nomor 3". kata Nana lalu mematikan panggilannya secara sepihak.


detektif Reza yang menggendong anaknya dan Mita (Istri) yang mengangkat panggilannya pun sama-sama tertegun,


"pegang anak kita". pinta Reza


Mita mengambil anaknya dari Reza lalu Reza mengambil ponselnya dari Mita dan mengirim pesan pada Bos Misteriusnya.


Nana dalam perjalanan ke Restaurant Caca, ia mengambil ponselnya dan melihat pesan masuknya.


"Bos..? boleh kah saya membawa istri dan anak saya?? ". pesan detektif Reza.

__ADS_1


Nana balas dengan emoticon jempol yang artinya mengizinkan Reza membawa istri dan anaknya yang umurnya belum cukup 1 tahun.


Nana meletakkan ponselnya, ditempat Reza yang mendapatkan izin pun segera bergerak membawa Istrinya yang masih kebingungan.


"jaket pakai untuk anak kita sayang". pinta Reza


"iya mas". jawab Mita memakaikan anaknya jaket mungiil.


Reza pengangguran tapi uang dari hasil kerjanya bersama Bos Misterius itu cukup untuk keseharian mereka selama 2 bulan penuh jika bisa berhemat, lebihnya Reza terkadang bekerja berat seperti membangun Ruko (Kuli bangunan) tapi sistem kerjanya tidak setiap hari.


di Restaurant Caca,


Nana keluar dari mobil coklat kesayangannya, siapa yang tidak mengenal Nana? ia seperti gadis muda yang belum menikah padahal Nana sudah bersuami dan punya anak.


"selamat datang Nyonya Presdir". ucap semua pelayan Restaurant serentak.


Nana tersenyum tipis dan mengangguk, Manager Restaurant pun menuntun Nana ke Ruangan yang sudah di reservasi oleh Nana, tak lupa Nana berpesan akan ada tamu nya bernama Rezantara Hindiro nanti yang sudah ada janji dengannya bertemu di Restaurant Caca.


"pesannya sekarang atau nanti Nyonya? ". tanya Salah satu pelayan dengan sopan.


Nana berdiri dan mendekati pelayan itu matanya melihat nametag pelayan itu yang penuh luka ditubuhnya,


"Bianka? ". panggil Nana.


"iya saya Bianka Nyonya". jawab pelayan itu dengan sopan pada Nana.


"kalau begitu aku pesan semua makanan terbaik kalian kesini". pinta Nana lembut.


"baik Nyonya saya permisi". ucap Pelayan bernama Bianka dengan hormat lalu izin keluar dari Ruangan Nana.


Nana menatap kepergian pelayan bernama Bianka itu, "apa dia korban peleceh*n?". gumam Nana pelan.


Nana menggeleng kepalanya, "bukan? itu bukan bekas pukulan seperti itu, ada apa ya? ". gumam Nana lagi sambil melangkah ke tempat duduknya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2