
.
.
.
Emma kembali ke Rumah Papanya yang mantan anggota dewan.
"kau berani datang kesini hah? ". marah Rocel (ayah Emma).
"maaf Pa..! aku diusir oleh mereka karna Vidio itu". jawab Emma yang tak berbohong lagi sebab Vidio itu sudah tersebar luas.
"pantas saja mereka mencampakkanmu..! mereka itu keluarga Wijaya, saat kau masuk ke Keluarga itu seharusnya kau tidak menjadi jal*ng yang haus di belai". Recol masih berbicara dengan nada tinggi ke Emma.
"setidaknya cari Pria yang lebih berkuasa darinya..! kenapa kau malah rela menyerahkan tubuhmu pada seorang babu hah? ". teriak Recol
Emma hanya menundukkan kepalanya, "maafkan Emma Pa".
"aku tidak bisa menampungmu disini..! pergilah ke Rumah terpencil, kau boleh tinggal disana". kata Recol lagi.
Celinne juga menangis tanpa suara,
"dia..? anaknya Babu itu? ". tunjuk Recol ke Celinne.
"bukan Pa..! dia anak Yardan". jawab Emma
"kau fikir aku Percaya?? aku tau semua nya karna berita sudah tersebar luas..! dia hanya anak jal*ng dari hasil perselingkuhan..! itulah orang-orang menyebutnya kau tau itu? ". marah Recol pada Emma yang berani membohonginya.
Emma kembali menangis dengan tangan terkepal kuat.
"kenapa? kau tidak terima disebut jal*ng?aku saja malu punya anak jal*ng sepertimu apalagi Yardan, dia tentu saja tidak akan mau memberi kesempatan pada seorang jal*ng !! aku sekarang mengerti kenapa Yardan tidak pernah memberi kasih sayang pada anakmu itu, karna dia bukan anak Yardan!! ". Recol.
Emma sekali lagi dihina oleh Ayah dan ibu tirinya, saat ini Ibu tiri Emma telah memiliki anak jenis kelamin laki-laki, dan itu semua adalah impian Recol yang sangat ingin punya anak laki-laki.
"pergi dan bawa anak dari hasil perselingkuhanmu itu". usir Recol dengan marah dan wajahnya begitu merah.
sang istri terus menenangkan Recol, Celinne berlari keluar Rumah itu sedangkan Emma pun menyusul Celinne.
"kenapa Ma..? kenapaa?? kenapa aku harus anak Om Yunus?". teriak Celinne menepis tangan Emma
"Celin". bujuk Emma
"aku tidak mau hidup lagi Ma..! aku sudah tidak sanggup lagi". jerit Celinne berlari menjauhi Emma
Emma berlari menyusul Celinne dan terus berteriak hingga Emma berseru.
__ADS_1
"bagaimana dengan Devano? kau tidak menginginkannya lagi? ".
Celinne pun berhenti berlari dan terdiam tapi air matanya masih mengalir, "apa kelebihanku? sekarang aku hanya dikenal sebagai anak selingkuhan, dia juga memperlakukanku dengan sama".
"kita hanya perlu merebut sayang..! habisi Anna dan kamu pasti bisa mendapatkan Devano lagi". bujuk Emma
alhasil Celinne pun setuju dengan ide Emma, Emma sekarang tau kelemahan Celinne adalah Devano dengan mengatakan Pria itu membuat Celinne tenang, Emma tidak mau kehilangan anaknya.
sementara di tempat lain
Yunus menjual apartemennya karna ia merasa tidak nyaman lagi didalam sana, semua yang tinggal di Apartemen itu mencela nya setiap bertemu di Lift, Lobi dan di depan Apartemen nya hingga ia cukup tertekan dan memilih mengurung diri, pada akhirnya menyerah lalu menjual Apartemennya itu.
"Emma kamu dimana? ". tanya Yunus setelah terhubung dengan Emma.
"apa kau dipecat Yunus? ". tanya Emma
"tentu saja mereka memecatku". jawab Yunus.
"ya sudah..! sekarang kau datanglah kealamat yang akan aku kirimkan, kita akan menyusun rencana untuk membalas Anna yang sudah membuatmu malu". Emma
Yunus diam, "baiklah..!". jawab Yunus.
Yunus tidak balas dendam pada keluarga Wijaya tapi membalas ke Anna saja, karna memang perkataan Anna malam itu membuat pandangan orang berubah padanya begitu merendahkannya.
.
.
"Apalagi? Papa mengusirku..! selain balas dendam pada Anna kita harus mencari pelaku yang menyebarkan Vidio itu". Emma menggeram membayangkan sipelaku.
"Rumah ini cukup mewah Ma..! Om, setidaknya kita tidak saling berbagi kamar dan tidak kehujanan, hanya letaknya saja lumayan terpencil tidak ada orang". sahut Celinne
"kamu masih panggil Om Celin? setelah kau tau apa yang Papamu kau banggakan itu memperlakukanmu seperti sampah? hanya Papa Yunus yang bersikap baik padamu". Emma
"aku belum terbiasa ma". jawab Celinne pun melenggang pergi.
"biarkan saja Emma..! yang penting aku berpihak padanya, dia menginginkan Tuan Devano kan? aku akan membantunya supaya dia bahagia, untuk itu kita hanya perlu menyingkirkan Anna kan? ". Yunus
"iya..!". jawab Emma
Yunus mengeluarkan uang dari tasnya dan memberikan lumayan banyak uang pada Emma, tentu saja Emma senang menerima uang itu.
"dari mana kau dapat uang Yunus? ". Tanya Emma
"aku menjual Apartemenku". jawab Yunus
__ADS_1
"kenapa?? ". tanya Emma
"karna gosip itu semua orang yang tinggal disana mencela dan membuliku, apalagi saat Vidio itu tersebar dan Celin adalah anakku. mereka itu penggemar berat keluarga Wijaya, sebelumnya mereka tidak pernah menatapku seperti itu tapi karna Anna semua jadi berantakan". Yunus
Emma tersenyum dan mengelus Dada bidang Yunus, "aku mengerti perasaanmu..! ayo cepat masuk..! aku akan siapkan kamar untukmu". ajak Emma semangat karna menerima banyak uang dari Yunus.
semua harta kekayaan Yunus yang didapatkan dari hasil kerjanya bersama Yardan tidak diambil oleh pihak Yardan, menurut Yardan itu bukan hak Yardan melainkan hak Yunus yang sudah bekerja keras selama ini.
.
.
"apaa? ". Nana menatap kesal Arka yang tengah berada didepan Apartemennya.
Arka menerobos masuk hingga Nana membelalak, "Arka..! Apartemen ini punya ku sekarang, walaupun semua milikmu tapi kau sudah berjanji padaku..! kalau kau ingin tinggal disini usir saja aku, aku bisa cari Apartemen yang lain". omel Nana
Arka mencari minuman dingin di Kulkas milik Nana, dan mengatakan sangat lapar akan membuat masakan sendiri hingga Nana geram tentu memilih pergi.
Arka terkekeh, "mencari kunci ditengah lapangan luas memang terlihat mudah, tapi kenyataannya Nana tidak membuangnya di lapangan itu pasti dibawa pulang oleh gadis cantiknya itu".
Nana mengerjainya dan hal itu membuat Arka gemas, mana bisa dirinya marah pada Nana.
Arka membersihkan diri di kamar tamu dan mengganti pakaiannya menjadi casual, lalu pergi ke Dapur memakan roti kukus yang ia buat dengan selai tiramisu.
"apa itu Arka? ". tanya Nana sambil mempertahankan ego nya.
Arka tersenyum dan menunjukkan rotinya ke Nana, "aku buat Roti Kukus".
Nana berdecak, ia memang orang kampung dan suka masakan kampung tapi lidahnya itu juga suka masakan orang Kota.
Arka bangkit dari duduknya dan mendekati Nana, Arka menangkup pipi Nana hingga gadis itu melotot horror.
"apa hukumanku jika aku menciummu? ". tanya Arka tersenyum lebar.
"Arka..! jangan macam-macam, kalau tidak? akan aku laporkan ke Polisi atas dugaan peleceh*n". Nana terlihat panik.
Arka tergelak gemas, "aku melecehkanmu sayang? menurutmu mereka akan menerima laporanmu? ".
"apa maksudmu? ". tanya Nana tidak mengerti.
"Anna adalah si kekasih sempurna Tuan Muda Arkatama yang tinggal di LA, bukankah budaya barat sangat terbuka, dan disana terkenal dengan se*s bebas nya, kamu mau bongkar identitasmu sendiri hmmm? ". gemas Arka
Nana membulatkan matanya, "ka..kamu..? ". Nana seakan termakan oleh permainannya sendiri.
.
__ADS_1
.
.