
.
.
.
Nana tanpa malu membuka pakaian suaminya sampai tak tersisa, Nana memandikan Arka seperti seorang Ibu memandikan anak laki-lakinya.
"sayang? semua hanya salah faham, aku tidak tau kenapa pak Bara mengutus jal*ng itu ke Perusahaanku". bela Arka
Nana mencium bibir suaminya dan melepaskan pakaiannya sendiri, Arka membalas ciuman agresif istrinya hingga terjadilah adegan percinta*n mereka di pancuran Shower, Nana semakin mencintai suaminya yang teguh pendirian tidak peduli dengan bentuk tubuh wanita lain hanya setia padanya saja.
Arka menatap lekat istrinya, "kamu marah padaku sayang? ". tanya Arka
Nana tersenyum, "mana ada istri marah malah menid*ri suaminya". kata Nana
Arka menautkan kedua alisnya, "maksudnya sayang?".
"Sayang..! aku melihat dari awal sampai akhir, aku malah semakin mencintaimu karna sikap kasar dan kejammu pada wanita itu". jelas Nana dengan lembut mengelus rahang Arka.
Arka pun tersenyum, "kamu tidak marah sayang? ". tanya Arka sekali lagi sambil tersenyum lebar.
"aku tidak akan melampiaskan kemarahanku padamu sayang tapi aku akan balas wanita tadi". kata Nana serius.
"iya sayang..! aku tidak peduli dengan wanita itu mau kamu bunuh atau gantung sekalian aku tidak keberatan". ujar Arka dan Nana tersenyum menanggapinya.
Nana hendak melepaskan tautan tubuh mereka tapi Arka membalik keadaan dan memainkan aksinya yang semakin liar sampai Nana meracau dan mencengkram bahu serta punggung Arka, memang tidak ada Kuku lagi tapi cengkraman Nana cukup menggores punggung Arka.
Arka tidak merasa kesakitan semakin semangat saja ia memompa tubuh istrinya, membalik tubuh Nana dan memompanya dengan posisi membelakangi Arka, Cara baru Arka yang berhasil membuat Nana tak bisa mengelak pesona kejantanan Arka.
.
"huh... huh.. huh..! sudah sayang!". Nana memeluk tubuh Arka setelah mencapai puncak kepuasan itu.
"aku benar-benar puas sayang, terimakasih". ucap Arka menciumi bahu Nana berkali-kali.
Nana tersenyum, "ayo kita keluar..! aku membuat makan siang untukmu". ajak Nana
Arka tersenyum lebar, "istri sempurna ku".
Nana tersenyum manis, "aku harus membuat suamiku hanya menatapku saja, aku menyenangkannya yang membebaskanku bisa bekerja seperti biasa".
Arka terkekeh mengecup bibir Nana, mereka berganti pakaian tak peduli penilaian Karyawan Arka nanti karna Nana dan Arka sudah suami istri, hubungan itu tidak akan menjadi buah bibir Karyawan Arka nanti malah membuat iri siapapun itu.
__ADS_1
Arka mengeringkan rambut Nana, ia sangat suka mencium aroma tubuh Nana juga wangi rambutnya padahal mereka memakai shampo dan sabun yang sama tapi saat dipakai Nana malah berbeda.
.
"masak apa sayang? ". tanya Arka memeluk Nana dari belakang.
Nana berdiri dimeja kerja Arka sambil membuka bekal makan siang yang ia bawakan,
"aku masak spesial sayang, aku coba menu di Youtube dan rasanya tidak buruk". jawab Nana
Arka menciumi bahu Nana tapi Nana tidak risih karna sudah biasa kelakuan Arka, kedatangan Sari dikira akan menjadi malapetaka diantara hubungan Nana dan Arka tapi Sari malah tidak tau kalau Cinta Nana dan Arka malah semakin kuat dan tak terkalahkan oleh jebakan licik itu.
Nana menyuapi Arka yang terus saja menatap Nana, "aku jadi lapar sayang! ".
"kan ini makan". jawab Nana
"bukan tapi itu lagi". jawab Arka melihat asetnya dan Nana melihatnya lalu menghela nafas.
"sudah sayang, pakaianku disini hanya beberapa helai saja kamu harus beli lagi untukku disini ya? ". Nana
"iya sayang, aku akan suruh Endra membeli pakaianmu". jawab Arka
"enak saja..! kamu yang belikan". tegas Nana
Nana tertawa pelan kembali menyuapi Arka dengan hati-hati, Arka juga tak terima menyuapi Nana terjadilah adegan suap-suapan.
setelah selesai dengan aktifitas makan siang mereka yang tertunda, Nana dan Arka berjalan keluar dari Perusahaan malah terlihat semakin mesra padahal kedua Reseptionis sempat takut Pengantin baru itu akan bertengkar hebat apalagi Sari ada di Ruangan Arka tadi, tapi melihat kemesraan kedua pengantin baru itu akhirnya mereka menghela nafas lega.
Sari di dalam Mobil membelalak melihat Arka semakin mesra saja dengan Nana, ia memukul setir mobilnya
"kenapa mereka malah semakin mesra? kenapa tidak bertengkar hebat? apa dia tidak melihat situasi kami tadi sangat mudah disalahfahami? ". pekik Sari tak terima.
Sari menjerit frustasi, "aku harus cepat-cepat mencari Rivalku untuk memisahkan mereka, Pak Bara terlalu lemah untuk menjadi Rival Tuan Vano".
Sari sedang berpikir mencari Pria yang sepadan dengan Devano tapi tidak ada, jujur saja ia kebingungan mencari Rival yang pantas untuk menjadi saingan Vano.
"apa aku ambil dari kalangan biasa, aku Operasi wajahnya supaya lebih tampan dari Tuan Vano? ". gumam Sari akhirnya menemukan ide.
Sari merasa kalau Nana gila Pria tampan jadi harus ada Pria tampan yang lebih-lebih dari Arka Supaya Nana melirik Pria itu tanpa Sari sadari kalau Cinta Nana sudah penuh hanya untuk Arka, Pria kasar dan kejam pada wanita lain tapi hanya bersikap lembut pada Nana dan memperlakukan Nana sebagai Ratu yang tidak boleh tergores sedikitpun.
.
di Mansion Arkatama
__ADS_1
"Mommy? ". Arka datang bersama Nana yang tersenyum ke arah Diah.
Diah mengelus pipi Nana sedangkan Arka mengecup pipi Nana tanpa malu dihadapan Diah, mereka begitu memanjakan Nana bagaimana Nana bisa rela melepaskan diri dari Arka dan Diah? Nana bukan wanita bodoh.
"kita mau ke Apartemen Mom.. kebetulan Nana hanya ingin tau bagaimana keadaan Sekar? ". tanya Nana penasaran
Diah membawa Nana ke halaman belakang, ternyata Sekar sedang tersenyum ke arah Caca dan Anna yang membuat kehangatan diantara mereka bertiga.
"haiii?? ". sapa Nana
Anna berdiri lalu berlari langsung memeluk Nana hingga Sekar tercengang, "bagaimana teman baru kalian? apa asik? ". tanya Nana mengelus kepala Anna
Diah dan Arka meninggalkan Nana bersama adik-adiknya, mereka berbicara tentang Sekar dan Arka menjelaskannya sedetail-detailnya ke Diah tanpa ada yang ditutupi.
"ya Tuhan...! Nana baik sekali". decak Diah semakin kagum pada Nana.
Arka tersenyum, "istri siapa dulu dong". ucap Arka bangga.
Diah memutar bola matanya dengan jengah tapi tak mengelak perkataan Arka karna memang benar adanya.
di tempat Nana.
"tidak usah takut pada kami Sekar! kami tidak sejahat itu walaupun menghukum Papamu, kamu tau kan alasannya? ". Nana berbicara dengan serius.
"iya kak..! kalau Papa tidak dihukum dan menjadi buronan Aku akan merasa bersalah kak". cicit Sekar.
"besok kakak libur bekerja, kita akan melihat Papamu di Penjara ya? ". Nana mengelus kepala Sekar.
Sekar mengangkat pandangannya, "boleh kah kak? ". tanya Sekar berbinar.
"tentu saja..! ". jawab Nana sambil tersenyum.
"tidak perlu takut pada kami Sekar, kita sama-sama adik angkat kak Nana". kata Anna dengan semangat.
Sekar tersenyum malu saja punya kakak secantik Nana siapa yang tidak akan malu, sebenarnya Sekar tidak cantik tapi jika Sekar terawat ia akan terlihat sangat imut dan menggemaskan.
Anna sudah cerita bahwa ia juga ditolong oleh Nana bahkan lebih dekat dengan Nana padahal ia punya Kakek yang lebih kaya dari Nana, Sekar merasa hangat dengan kejujuran Anna.
.
.
.
__ADS_1