
.
.
.
"sayang..? bukannya kamu bisa mengobatiku hmm?? ". tanya Arka
"Arka diam..! aku memang bisa menyembuhkanmu tapi aku harus memastikan sendiri kalau kamu memang sudah sembuh karna wajahmu masih pucat Arka". omel Nana
Arka tersenyum senang membuat Nana menatapnya tajam.
"aku suka kalau sakit karna kamu sangat memperhatikanku sayang". kata Arka
pletak...!
"aduuh..! kamu KDRT padaku sayang? aku pasien". Arka mengelus kepalanya hingga Nana tersenyum tapi dengan cepat menetralkan wajahnya.
"uuh.. kepalaku jadi pusing". gumam Arka
Nana menepikan mobilnya dan memegang kepala Arka dengan khawatir karna Nana sungguh tidak sengaja membuat Arka malah jadi pusing
cup....!
Nana menatap datar Kekasihnya yang ternyata menipunya, Arka menciumnya lagi berkali-kali sampai puas.
"penipu..! ". umpat Nana menonyor kening Arka yang terkekeh.
di Rumah Sakit
Nana menemani Arka menunggu diperiksa oleh dokter hingga tibalah giliran Devano terpanggil, "iyaa...! ". sahut Nana angkat tangan
"ayo Arka! ". ajak Nana membantu Arka berdiri
Nana merangkul Arka dan tetap setia menunggu Arka di periksa dengan berbagai alat-alat teknologi, ternyata efek itu memang ada hanya saja sistem kekebalan tubuh Arka sedikit melemah karna efek Cairan itu dan membuatnya demam ringan.
"terimakasih Dokter". ucap Nana sopan pada dokter Pria paruh baya didepannya setelah mendapatkan resep untuk menambah sistem kekebalan tubuh Arka supaya lebih kuat.
Arka menatap lekat Nana dari brankar, ia merasa beruntung memiliki Nana yang cuek dan biasa saja padanya tapi menjadi nomor 1 saat Arka sedang sakit.
Nana berjalan ke arah Arka dan membantu Arka turun dari Brankar, "ayo kita tebus obat Arka". ajak Nana
Arka merangkul pinggang Nana hingga Nana menoleh ke Arka yang tersenyum, alhasil Nana membiarkan Arka merangkul pinggangnya bahkan sampai mereka menunggu giliran menebus obat di Apotik.
.
__ADS_1
.
tiba di Perusahaan W Group ternyata ada keributan didepan pagar yaitu Nita yang berteriak memanggil-manggil nama Nana.
"ada apa sayang? ". tanya Arka celingukan hingga sadar bahwa ada wanita yang mencoba menjebaknya malam itu.
"ohh.. aku akan...? ". Arka melepaskan seatbeltnya hendak keluar tapi Nana menahannya.
"tunggu Arka..! biar aku yang atasi, kamu diam disini ingat kata dokter kamu tidak boleh terlalu lelah". titah Nana
kedua satpam penjaga memberi hormat pada Nana yang keluar dari mobil, Nita berbalik lalu berjalan ke arah Nana dengan tatapan marah dan benci.
"kau...? kau yang merusak rencanaku kan?". bentak Nita
Nana sengaja meninggalkan kartu nama Nana di dompet Nita, tapi semua rekaman CCTV telah dihapus oleh Nana.
"aku? kenapa kau bisa berpikir begitu? ". tanya Nana keliatan bingung padahal hanya pura-pura
"jangan berbohong padaku, aku tau kalau dompetku selalu bersamaku kecuali malam itu saat aku tinggal ke kamar mandi, itu sudah membuktikan kau lah yang merusak rencanaku". teriak Nita
Nana memutar bola matanya dengan jengah, "bisa saja kau lupa kan? untuk apa aku menggagalkan rencanamu? apa menurutmu pacarku Pak Toni? pacarku cuma satu yaitu Tuan Muda Arkatama, jadi rencana mana yang aku rusak? ".
"sialan kau...!! gara-gara kau aku harus menikahi Pria tua itu". maki Nita hendak menampar Nana tapi Nana sudah memegang tangan Nita.
"sayang". Arka berlari ke Nana dan mencengkram lengan Nita yang pucat pasi seketika melihat Arka ternyata ada didalam mobil yang sama dengan Nana.
"biar aku yang atasi Arka..! ". Nana berkata dengan serius
Arka menoleh ke Nana dan menggeleng kepalanya seolah biarkan dirinya yang mengatasi masalah itu, dengan sangat terpaksa Arka melepaskannya dan menatap tajam ke arah Nita.
"aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang". batin Arka
Plak....!
Nana menampar keras pipi Nita hingga pipinya memerah, semua yang melihat hal itu memekik syok.
"aku tidak ada masalah denganmu kenapa melakukan hal ini? jangan bawa-bawa aku dengan masalahmu bersama Pria Tua itu, aku tidak tau apa-apa tentang masalahmu, berani-beraninya kau datang ke Perusahaanku dan mengatakan aku yang menggagalkan rencanamu? atas dasar apa hah?? ". bentak Nana
Nita bangkit dan menjerit histeris, "seharusnya Tuan Vano yang menikahiku".
"ayo sayang..! kita pergi, jika tetap disini aku takut lepas kendali mencekiknya". ajak Arka merangkul bahu Nana dan membawanya masuk ke mobil dan Arka lah yang menyetir padahal sebelumnya tadi Nana lah yang menyetir.
Nita berteriak tak terima mengejar mobil Nana tapi kedua satpam W Group menarik-narik Nita dan melemparnya keluar gerbang lalu menutup gerbang membiarkan Nita dikerumuni orang-orang yang merekamnya.
"apa kalian bilang...? aku GILA???". jerit Nita dengan marah sebab mendengar bisik-bisik orang yang menonton serta merekamnya dengan mengatakan dirinya gila.
__ADS_1
Nita benar-benar tidak bisa menerima dirinya harus menikah dengan Toni, Toni tentu mau menikahi Nita yang muda dan masih cantik sementara Manager dan agensinya Nita memaksa Nita harus menikahi Toni jika tidak? karir Nita akan hancur lebur.
Nita sekarang menjadi pencarian terpanas di media padahal sebelumnya Nita hanya model biasa yang tidak banyak dikenal kini bisa terkenal walau dengan cara yang tidak wajar, tapi Nita tidak sudi menikahi Toni.
.
"kamu tidak apa-apa sayang? ". tanya Arka dengan khawatir ke Nana
Nana menghela nafas panjang, "Arka..? aku tidak selemah itu, lihatlah dirimu sekarang Arka malah makin pucat".
Arka tersenyum merasakan cinta Nana yang mengelus rahangnya, Arka mencium telapak tangan Nana.
"aku hanya khawatir padamu sayang". kata Arka dengan nada pelan hingga Nana bisa mendengar suara Arka begitu seksi.
"ayo kita makan lalu minum obatmu". ajak Nana merangkul lengan Arka hingga Arka tersenyum tampan ke arah Nana walau bibir Arka pucat.
biasanya bibir Arka merah tapi sekarang malah pucat tidak lagi merah seperti biasa.
.
.
ke esokan harinya Arka sudah sembuh total lalu datang ke Perusahaannya dengan raut wajah dingin seperti akan mengebom 1 Rumah musuh incarannya, Arka terlihat menyeramkan hingga para bawahannya melarikan diri.
setibanya di Ruangannya, Arka meminta Endra datang ke Ruangannya
"ada yang bisa saya kerjakan Tuan? ". tanya Endra yang tau Arka sedang mencoba balas dendam.
"suruh mata-mata kita datang ke sel tahanan Hema, aku tidak sabar melihatnya semakin gila". titah Arka
"Sudah Tuan, gadis yang anda bayar memberi ramuan itu dengan kadar yang sangat tinggi sebelum acara, itu sebabnya ia sudah dibebaskan dan berada di RSJ Tuan". jelas Endra
"apa maksudmu? ". tanya Arka
Endra menjelaskan bahwa Hemachandra dibebaskan dari penjara karna dinyatakan positif memiliki gangguan kejiwaan, Hema bebas dari kasus percobaan pembunuhan juga penganiayaan itu malah diantar para Polisi ke RSJ terdekat.
"panggil gadis itu!". titah Arka
"baik Tuan". jawab Endra
.
.
.
__ADS_1