
.
.
.
di tempat lain
Hemachandra mendapat kabar bahwa Anna adalah Queen Adena Sasikirana Arundati yang seorang Putri Penguasa W Group sebenarnya, ia melempar ponselnya yang ada berita tentang kebenaran itu.
"Sialaan...! bagaimana Vano bisa seberuntung itu hah??? dulu dia bertunangan dengan Celinne aku iri karna wanita itu bisa membuat Devano semakin kaya raya jika Perusahaan W Group jatuh padanya dengan menikahi wanita itu (Celin), tapi sekarang...?? perempuan yang aku sukai miliknya, Putri Penguasa yang sebenarnya adalah dia, jadi Janji itu...?? aaaahhhhh.... sialaaannnnn....! aku akan menghabisii...... mu lagi Vanoo...! kau tidak boleh menikah dengan Queen...! Queen milikku...! ".
"ada apa nak? ". tanya Toni yaitu Paman Devano Ayah kandung Hemachandra.
masa lalu terlalu rumit dijelaskan hingga Hema jadi anak angkat Keluarga Arkatama, namun tak disangka keluarga Arkatama memiliki Putra yang dulunya tidak tertarik dengan Perusahaan menjadi Raja Pengusaha berkat bantuan Yardan saat Vano umur 10 tahun.
"Pa...?? kenapa Perempuan yang aku sukai juga direbutnya Pa?? aku tidak rela, dia mendapatkan Anna tapi juga memiliki Perusahaan W Group..! aku tidak akan membiarkan mereka bersatu Pa.. tidak akannnn". teriak Hema
"bicara pelan-pelan..! Papa tidak mengerti kenapa kau bisa marah-marah begini hah? ". tanya Toni
Hema mengatur nafasnya yang tak beraturan, setelah merasa tenang ia menceritakan pada Toni yang kaget dengan kebenaran itu.
"tentu saja dia tidak boleh mendapatkan keberuntungan seperti itu". bentak Toni meninju meja
Hema berdecak, "bagaimana caranya Pa? aku sangat menyukai Anna Pa.. tidak peduli siapa namanya yang pasti aku menginginkannya".
"kita susun rencana, Papa juga heran kenapa dia bisa hidup? saat itu Papa melihat sendiri orang suruhan kita menembak ke tubuhnya ada 3 peluru masuk ke tubuhnya, bagaimana dia masih bisa hidup? ". Toni
"semua karna Anna Pa..! Nana yang mengobati Vano sampai sembuh, disana lah awal pertemuan mereka dan saling jatuh cinta". jawab Hema
mereka berbicara tentang hal jahat saja, memikirkan rencana memisahkan Devano dengan Nana. tidak perlu membunuh harus membuat Nana membenci Vano supaya Nana bisa mencampakkan Vano lalu mau membuka hati dengan Pria lain yang tak lain adalah dirinya.
.
.
di tempat lain
Nana menjemput Adiknya yaitu Anna,
"kakaaaakkk? ". Anna berlari riang ke arah Nana dan Nana berjongkok lalu mereka saling berpelukan.
"bagaimana sayang? apa ada yang membulimu? jika ada katakan pada Kakak, Kakak akan balas dia". tanya Nana dengan lembut.
__ADS_1
"tidak Kak..! awalnya Anna memang takut tapi ternyata mereka baik dan ramah bahkan mengatakan mata biruku sangat cantik". cerita Anna dengan semangat.
Nana tersenyum lembut lalu berdiri mengelus kepala Anna, "kita pulang? ". tanya Nana
"ayoo..! ". jawab Anna dengan semangat.
Anna dirangkul oleh Nana sedangkan Ara membukakan pintu untuk Nona kecil nan kaya raya itu, Ara tau siapa Anna yang seorang cucu orang hebat yaitu juga Putri Penguasa Asia Group.
tapi yang Ara kagumi Nana sangat menyayangi Anna bukan karna identitas gadis kecil itu tapi karna tulus dari hati, jika saja Nana serakah bisa saja Nana mendapatkan Asia Group dengan mudah tapi tidak? Nana tidak serakah sama sekali.
di dalam mobil Nana terkekeh mendengar celotehan Anna yang bilang dirinya banyak teman bahkan punya sahabat baik namanya Lisa, walaupun Lisa dari keluarga sederhana tapi Lisa sangat baik padanya.
"apa?? ayo katakan? ". tanya Nana dengan gemas.
"kakak tidak marah kan Anna berteman baik dengan Lisa? dia berasal dari keluarga tidak punya uang". tanya Anna ragu-ragu
Nana tertawa lebar, "tapi kamu tau dia tulus kan?"
"iya kak..! dia sangat tulus". jawab Anna yakin
"bagaimana Nona kecil bisa seyakin ini hmm? ". tanya Nana mencubit pipi Anna.
"tidak tau..! hati Anna mengatakannya begitu". jawab Anna nyengir kuda.
Nana tersenyum memeluk Anna, "apapun yang membuatmu nyaman dan bahagia tidak usah memikirkan derajat sayang..! kakak tidak sejahat itu membatasi pertemananmu, hanya satu kakak minta jangan berpacaran ya?".
hari-hari mereka begitu damai seolah tidak ada musuh lagi, tapi Nana tidak percaya karna masih banyak orang serakah di muka bumi ini.
ke esokan harinya, siang hari.
Nana tiba di Perusahaan Arkatama Group, mereka yang sudah sangat merindukan Nana berlari menyambut Anna yang masih sama walau kini statusnya berbeda.
Nana tetap ramah dan meladeni mereka semua, betapa hebatnya Nana dan beruntungnya Tuan Devano yang memiliki Nana memang pantas di juluki si kekasih sempurna.
"sayang..?". Arka tiba dengan alis ditekuk seperti angrybird.
"ada apa Honey? ". tanya Nana melangkah mendekati Arka.
"kamu sudah tiba di Perusahaanku hampir 30 menit, kenapa tidak datang langsung hmm? malah berbicara dengan semut-semut ini". omel Arka
mereka semua hanya bisa tertawa cekikikan melarikan diri sebelum terkena amukan si Raja semut (Devano alias Arka).
Nana tersenyum lebar lalu merangkul lengan Arka, "kita makan yuk..! aku lapar udah lama kita nggak makan diluar sama-sama"
__ADS_1
Arka yang tadinya marah pun kini berubah sumringah, "ayo sayang..! ayo..? ". ajak Arka merangkul pinggang Nana.
"awwh...! pelan-pelan Arka". gerutu Nana
Arka terdiam lalu segera berjongkok dihadapan Nana dan membuka heels Nana ternyata ada luka dibelakang kakinya.
"ini..? kamu terluka sayang". Arka terlihat khawatir.
"benarkah?? aku sudah cukup lama memakai heels, bahkan lebih sering memakai heels dari pada sendal biasa". Nana pun tidak tau kakinya terluka pantas saja terasa perih.
Arka berdecak, kini ia menggendong Nana yang tersenyum lebar melingkarkan tangannya di leher Arka, Kakinya tetap berayun sama seperti perannya menjadi Anna.
"kita ke Rumah Sakit terlebih dahulu". kata Arka serius.
"hei.. Honey..! hanya luka kecil, kamu bisa mengobatiku kan?". Nana
"sayang..? kita harus periksa ini ada infeksi atau tidak". Arka
Nana terkekeh, "aku juga tau tentang Pengobatan sayang..! aku tau ini tidak infeksi".
Arka melihat Nana seketika, "kamu panggil aku apa sayang? ".
"hmm..? Honey". jawab Nana dengan raut wajah bingungnya.
Arka menduselkan hidungnya dengan hidung Nana, "aku tau kamu menggodaku, kamu tau apa yang barusan kamu katakan, iya kan?? ". gemas Arka
Nana tertawa lepas hingga Arka gemas menciumi pipi Nana,
"cepat Arka..! kaki aku sudah perih". pinta Nana menangkup rahang Arka yang tak berhenti mencium pipinya.
"aah... iya.. aku melupakannya". Arka berubah serius hingga Nana terkekeh.
di dalam mobil Arka mengobati kaki Nana, dan memasang handiplast di kaki Nana lalu memasangkan sepatu cantik dari belakang mobilnya.
"ini sepatu siapa Arka? ". tanya Nana
"aku hanya punya satu kekasih, menurutmu untuk siapa sayang? apa untukku?". gerutu Arka
Nana tertawa, "jangan marah dong..! hei.. aku ini hanya terkena luka kecil dan bertanya padamu saja, aku tidak bermaksud apa-apa".
Nana mencubit pipi Arka yang terlihat serius mengikat tali sepatu kaki kekasihnya yang kini ada di pangkuannya.
.
__ADS_1
.
.