Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
Anna datang


__ADS_3

.


.


.


kini Nana tiba di Perusahaan W Group, seperti biasa semua Karyawan menyambut Nana lalu segera bubar dari sana saat Nana pun sudah melewati mereka.


Nana masuk ke Ruangan Abi dan meminta semua pejabat penting untuk berkumpul di Ruangan Rapat, tak butuh waktu lama mereka telah berkumpul di Ruangan Rapat menunggu Nana.


Nana masuk ke Ruangan itu dan semua Pejabat penting Perusahaan berdiri memberi sapaan.


"Nona Presdir! ".


Nana terus berjalan santai tapi dengan langkah lebar hingga duduk dikursi kebesarannya, setelah melihat Nana duduk semua Pejabat penting itu pun duduk.


"langsung saja..! kenapa kalian tidak ada yang memberitau ku masalah Perusahaan di Palembang?". tanya Nana serius.


salah satu Pejabat penting berbicara, "maafkan kami Nona Presdir..! Tuan Yardan yang meminta kami untuk tidak memberitahu Nona supaya Fokus dengan Perusahaan Asia Group".


Nana memijit pelipisnya, "tapi jangan rahasiakan juga dariku". keluh Nana


"maafkan kami Nona Presdir". ucap mereka semua serentak sambil menundukkan kepala.


Abi melihat Ara yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ara keceplosan pada Nona nya yang terus saja salah faham mengapa Yardan menerima tawaran kerja sama itu.


"Papa mempercayai Perusahaannya padaku jadi apapun keluhan dari Perusahaan Cabang kalian harus memberitauku, aku tidak mau dapat kabar terlambat lagi". peringatan Nana


"baik Nona Presdir". jawab mereka semua serentak.


Nana pun menghela nafas pasrah lalu meminta mereka mengatakan segala keluhan dari Perusahaan cabang, tak tanggung-tanggung mereka semua mengadukan keluhannya hingga Abi dan Ara pusing hanya Nana yang mendengarkan dengan serius.


mereka tidak bertanya mengapa Nana tidak merekam atau menulis keluhan mereka, sebab siapapun tau Nana sangat pintar dan otaknya bisa merekam perkataan apapun dengan cepat.


"baiklah..! kalian boleh bubar". kata Nana


mereka segera berpamitan lalu membubarkan diri dengan rapi, Nana menatap kesal Abi.


"kenapa tidak bilang? ". tanya Nana dengan kesal ke Abi


"maaf Nona..! saya terikat janji dengan Tuan Besar". jawab Abi dengan jujur.


"jangan marah pada Ara, jika bukan karna Ara aku sudah salah faham dengan Papa". pinta Nana dengan serius.


"salah faham bagaimana Nona? ". tanya Abi penasaran


"aku mengira Papa menerima tawaran dari pak Tua itu karna ingin kaya tapi kenyataannya butuh uang untuk menutup kerugian besar di Palembang, jika aku tau aku tidak akan menolak Pak Tua itu". jelas Nana


Abi tersenyum tulus, "Nona..? anda sangat mengagumkan..! Tuan sangat tau itu, kami tidak ingin membuat Nona dilema hanya karna masalah uang di Perusahaan cabang, sebelum Nona resmi menjadi Presdir Perusahaan itu memang sudah bermasalah".

__ADS_1


Nana pun tak lagi kesal, "ya udah..! aku minta kamu jangan marah pada Ara atau lemburmu aku tambah". ancam Nana


"baik Nona". jawab Abi menahan senyum.


jika Bos ditempat lain akan mengancam potong gaji tapi Nana malah mengancam dapat jam kerja tambahan, bukankah itu sama saja nambah uang masuk? Nana benar-benar menggemaskan.


sebenarnya Nana melakukan itu karna tidak terlalu suka bekerja lembur, jadi menurutnya menghukum Pekerjanya sangat pas dengan menambah jam lembur.


"sana pergi..! " usir Nana


Abi pun pergi, tinggallah Nana dengan Ara saja.


"ayo kita makan Ara! ". ajak Nana


"baik Nona". jawab Ara


mereka makan di kantin Perusahaan, mereka semua tidak ada yang berani makan bersama Nana bukan karna takut tapi minder sebab Nana terlalu cantik sedangkan mereka semua hanya upik abu.


"kemana semua orang? ". tanya Nana melihat bangku Kantin sebagian kosong padahal saat ini jam makan siang seharusnya ramai.


"sepertinya melarikan diri Nona". jawab Ara


"kamu tidak memesan satu tempat kan Ara? ". tanya Nana menyelidik.


"tidak Nona". jawab Ara


tak berapa lama kemudian bangku di Kantin pun penuh bahkan sampai ada yang disofa.


"kalian jangan takut padaku..! aku memang jarang makan dikantin tapi jangan anggap aku kuman ya? kita manusia jangan saling menghindari satu sama lain". Nana berkata dengan tegas dan serius.


"baik Nona Presdir". jawab mereka semua serentak, padahal mereka tidak pernah menganggap Nana Kuman.


"makanlah sepuasnya..! hari ini kalian makan gratis". titah Nana


"yeee...! terimakasih Nona Presdir". ucap mereka semua begitu semangat hingga Nana ikut senang.


Nana berbalik dan melihat Ara yang tersenyum menatapnya.


"kenapa Ara? ". tanya Nana


"Nona sangat baik". jawab Ara dengan jujur.


Nana terkekeh, "ayo makan..! ".


Kantin begitu ribut tapi Nana tidak mempermasalahkannya karna ia suka, Nana meminta mereka untuk tidak bersikap formal sebab saat ini jam istirahat bukan jam kerja.


"Nona tidak risih dengan keributan mereka? ". tanya Ara penasaran


bukan hanya bunyi dentingan sendok tapi ocehan para pekerja yang tak nyambung yaitu membahas Artis dan banyak hal.

__ADS_1


"aku sudah biasa Ara..! bahkan ini belum ada apa-apanya dibanding pasar di tempat tinggalku dulu". jawab Nana.


.


Anna tiba di Perusahaan W Group bersama Pengawal nya jenis kelamin perempuan utusan Kakeknya, namanya Veronica umur 14 tahun sama seperti Anna.


jangan spelekan umurnya, Ica bisa beladiri sebab kedua orangtuanya melatihnya begitu keras untuk melindungi Anna sejak kecil, Caca sebenarnya senang bermain dengan Anna karna seumuran tapi gadis itu selalu mengurung diri sengaja menjauh darinya namun sekarang sudah berubah.


"kenapa sunyi ya Ca? ". tanya Anna


"bisa saja mereka sedang makan Anna". jawab Caca


Anna mendatangi meja reseptionis yang ternyata sedang makan tapi tetap melayani Anna,


"tidak usah kak..! sebutkan saja lantai berapa Kak Nana.. aku bisa pergi kesana dengan temanku, kakak makan saja". kata Anna


Anna sangat rendah hati, mereka tau Anna adalah adik angkat Nana sebab beberapa kali Anna pernah diajak masuk ke Perusahaan Nana.


Anna pun pergi ke Lantai 6 dimana tempat itu khusus untuk Kantin saja.


"dimana Kak Nana ya? ". gumam Anna celingukan


Caca pun mengedarkan pandangannya hingga matanya melihat Nana bersama Ara,


"itu dia! ". tunjuk Caca.


jika dilihat secara umur Caca seperti anak kecil biasa, tapi tidak ada yang tau kemampuan Caca juga hebat, Caca memang selalu bertekad menjadi kuat supaya bisa melindungi Anna yang duduk di kursi roda seperti tidak ada semangat hidup.


"kak...? ". Anna melambaikan tangannya


Ara dan Nana menoleh, Nana pun berdiri membalik tubuhnya melihat Anna.


"Anna? kamu ngapain kesini sayang? ". tanya Nana berjalan cepat ke arah Anna yang juga berlari ke arahnya namun ditarik-tarik oleh Caca supaya tidak tersungkur.


Ara hanya bisa tertawa melihat Caca begitu menjaga Anna yang memang tidak bisa diam, semenjak Anna bisa berjalan gadis kecil itu suka berlari karna itu impiannya Anna sejak duduk di kursi roda bertahun-tahun lamanya.


hap ?!


"kenapa sayang? ". tanya Nana berjongkok dan menatap lembut Anna


Nana mendongak sedangkan Anna menunduk, Nana memang suka berjongkok jika berbicara dengan Anna sebab sudah terbiasa sejak Anna ada di kursi roda.


"Kakak..? Anna tidak mau ikut dengan Papa dan Mama, bilangkan sama mereka kalau Anna baru saja sekolah, Anna tidak mau libur". curhat Anna dengan rengekan khasnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2