Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
beri pelajaran


__ADS_3

.


.


.


Arka menarik tengkuk Nana dan Nana pasrah saja bibirnya di cium oleh Arka, Nana memang mencintai Arka walau kekasihnya itu bertingkah seperti bayi, merengek seperti anak kecil, posesif seperti pengawal, cemburuan dan banyak lagi tapi Nana tau kalau itu semua adalah bentuk rasa cinta Arka yang tidak mau kehilangannya.


.


Nana tertidur pulas di mobil Arka, sementara tangannya digenggam oleh Arka terlihat tidak terusik sama sekali dengan gerakan tangan Arka.


Arka memarkirkan mobilnya di Mansionnya sebab keluarga Nana tidur di Mansion Arkatama.


Arka tersenyum lembut melihat Nana yang tertidur, ia mencium punggung tangan Nana.


"sepertinya sayangku lelah ya?". gemas Arka mengelus kepala Nana dengan penuh cinta.


Arka menggendong Nana memasuki Mansionnya, Yardan dan Aman yang kebetulan ada di Ruang tamu menonton bersama pun langsung berdiri panik melihat Nana di gendong Arka.


Yardan dan Aman berlari ke arah Arka dan bertanya keadaan Nana yang ternyata Arka tersenyum bahwa kekasihnya itu tengah tertidur pulas, mereka menghela nafas lega membiarkan Arka mengantarkan Nana pergi ke Kamar.


Aman merangkul Yardan dan kembali duduk ke sofa.


"Devano sangat mencintai Nana ya Dan? Nana beruntung memiliki Vano". kata Aman


"Vano menuruti permintaan terakhir Papanya bahkan mencintai Nana sebelum tau Nana itu adalah Putri Penguasa Wijaya yang sebenarnya". jawab Yardan


"bagaimana pertemuan mereka yang sebenarnya? ". tanya Aman


Yardan menceritakan pertemuan Vano dengan Nana hingga Aman berdecak antara bangga dan sedih sebab tempat Nana besar adalah didesa yang tak terkenal, pantas saja Dewi bisa membesarkan Nana hingga menjadi Pribadi yang ceria di desa itu tanpa gangguan.


Aman sedih tapi tidak bisa mengulang waktu untuk melihat Nana tumbuh besar, hanya bisa menebus dari sekarang hingga kedepannya untuk membuat Dewi dan Nana bahagia.


di kamar Nana


Arka tetap setia berada didekat Nana seolah waktu 4 hari yang tidak berjumpa dengan Nana dilampiaskan malam ini dengan memandang wajah Nana saja.


"terimakasih sayang..! kamu membuatku mengerti kesulitan orang lain, aku akan berubah demimu supaya kamu makin bangga dan Cinta padaku tanpa rasa takut aku akan berubah menyukai wanita lain, aku tidak segila itu meninggalkan berlian sepertimu sayang". batin Arka.


.


pagi-pagi

__ADS_1


di tempat lain


Toni mendapatkan kabar bahwa orang terakhir yang bertemu dengan Nita adalah Devano dan Nana.


"aaaahhhh...! kalian yang menggagalkan rencanaku?? tidak akan aku biarkan, aku akan balas kalian berdua jika tidak mau memberitauku kemana perginya Nita". teriak Toni


Toni merasa dapat Jackpot menikahi Nita tapi nyatanya harus gagal karna Devano dan Nana, entah apa yang mereka katakan pada Nita hingga bisa kabur meninggalkannya.


Toni mendatangi Perusahaan W Group, Toni meminta bertemu dengan Nana yang ternyata sedang berada di Mansion Arkatama.


Ara menghubungi Nana dan memberitau bahwa Toni terlihat marah ingin bertemu dengan Nana, Nana yang sudah tau alasannya pun membiarkan hal itu terjadi karna Nana memang sengaja meninggalkan jejak untuk diketahui oleh Toni.


"anda datang Pak? ". Nana ternyata sudah menunggu Toni di gerbang Arkatama meminta Satpam untuk meninggalkan nya dengan Toni.


Kedua Satpam Arkatama yang memang belum sarapan pun mengambil kesempatan itu untuk sarapan.


"buka pintu gerbangnya! ". titah Toni


Nana tertawa kecil, "maaf Pak..! ini bukan rumahku".


"lalu kau mau bicara di depan gerbang begini? ". tanya Toni dengan muka memerah


"iya". jawab Nana tenang


"sialan kau..!! apa tujuanmu sebenarnya? kenapa menggagalkan rencana pernikahanku? apa yang kau katakan pada Nita hah? jangan karna kau menyukaiku kau juga tidak bisa menggagalkan rencanaku, kau masih bisa jadi istri keduaku kan". marah Toni.


Toni yang awalnya kagum pada Nana ingin Nana menjadi menantunya kini berubah ingin menjadikan Nana istrinya, betapa percaya dirinya Toni bahwa Nana menaruh hati padanya.


Nana tertawa keras bukannya bahagia tapi merasa geli dan lucu akan pemikiran Toni.


"apa anda tidak berkaca pak? aku menyukaimu? sepertinya kau harus diantar ke RSJ bersama Putramu ya? apa anda pikir mata saya katarak sampai harus menikahimu ya? ". ejek Nana


Toni membelalak, "lalu kenapa kau menggagalkan rencanaku jika kau tidak menyukaiku hah?? "


Nana memainkan kuku cantiknya, "karna balas dendam, kau yang sudah mencoba membunuh kekasihku, jangan kira aku tidak tau kalau kau lah yang menembak pacarku sampai 3 peluru bersarang di tubuhnya".


Toni melangkah mundur dan menatap Nana tak percaya, "b.. bukan aku ?!! sibodoh itu yang melakukannya". bela Toni tergagap.


"mana ya pistolku". Nana merogoh tasnya terlihat kebingungan.


Toni segera melarikan diri masuk ke mobilnya dan Nana mengeluarkan pistolnya menembak ban mobil belakang Toni sampai pecah.


"2 peluru sudah melayang! tinggal satu peluru lagi". kata Nana

__ADS_1


Toni memaksa laju mobilnya walaupun sulit karna bannya sudah pecah yang penting saat ini dirinya hanya kabur dari Nana, Toni tidak percaya gadis anggun dan kaya raya seperti Nana bisa memegang pistol.


Nana tertawa terbahak-bahak, "ditembak ke bannya aja udah takut lalu bagaimana jika aku tembak ke dada dan perutnya sama seperti yang dia lakukan pada Bayi besarku".


Toni memaki dalam mobil, ia tidak bisa kencang malah mobilnya berjalan seperti siput mencari bengkel pun malah tidak ada.


dari arah lawan tiba-tiba sebuah mobil truk mengklakson kuat seperti lepas kendali karna tidak ada rem, Toni membelalak dan membanting setir ke kiri tapi karna jalannya lambat tetap ditabrak oleh mobil truk muatan berat itu hingga terseret beberapa meter dan bisa berhenti saat mobil truk menabrak sebuah pohon besar dengan mobil Toni terjepit ditengah-tengahnya.


berita kecelakaan mobil pribadi milik Toni pun muncul di media dan hampir semua siaran TV.


Nana yang ada di hotel mengurus desaigner bunga red carpet pengantin pun terkejut melihat layar TV besar didekatnya,, "Ara..? ". panggil Nana


Ara berlari ke Nana dan bersiap menunggu tugas, "aku ke Perusahaan Arka ya? kamu bisa urus ini sendiri? ". tanya Nana serius.


Ara yang melihat keseriusan Nana pun menyanggupi dan meminta Nana untuk berhati-hati tak lupa juga mengabarinya walau tidak tau masalah yang Nana cari tau.


Nana berlari keluar Aula dan masuk ke Mobilnya langsung melajukan kendaraannya ke Perusahaan Arkatama Group.


.


.


"Arka?? ". Nana tiba-tiba masuk ke Ruangan Kerja Vano ternyata banyak karyawan Arka.


"kalian pergilah..! nanti kita lanjutkan saat rapat". usir Vano ke bawahannya.


"baik Tuan Muda". jawab mereka semua serentak lalu berpamitan pergi tak lupa mereka menunduk sopan pada Nana.


Arka mendekati Nana dan merangkul pinggang Nana, "kamu merindukanku sayang? ". tanya Arka meradukan keningnya dengan kening Nana.


"Arka apa kamu yang membunuh Pak Toni? ". tanya Nana serius


Devano alias Arka mengerutkan keningnya, "hmm? aku tidak melakukan hal itu, kenapa sayang? ". tanya Arka.


Nana melihat wajah serius Arka pun diam, "bukan kamu?? ". tanya Nana


"sayang..! aku memang memberi ramuan gila pada Hema tapi aku tidak membunuhnya". jawab Arka dengan jujur.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2