
.
.
.
"Annaaaa?? ". teriak Nana
"kaaakkk? ". sahut Anna berlari meninggalkan Kakeknya yang terkejut.
sementara yang lainnya hanya tertawa lebar melihat keterkejutan Leonard.
"harap wajar ya Tuan..? Nana dan Anna seperti saudara kandung yang tak terpisahkan". Diah
Leonard menggaruk kepalanya, "yaa..! Nana bisa memberikan kebahagiaan yang tidak bisa saya berikan pada cucu saya".
"anda sangat mencintainya Tuan, siapapun tau itu hanya saja cara anda salah". Yardan
.
Anna memeluk Nana yang mengelus kepala Anna.
"bagaimana suplemennya? diminum kan? ". tanya Nana
Anna mendongak dan mengangguk, "tentu saja..! apapun yang kakak suruh Anna pasti lakukan".
"lihat Anna? abang bawa apa??". Arka menunjukkan paperbag yang dibawanya.
Anna mengambil satu dan melihat isinya pun Anna memekik senang, "Gaun baru kak? ". pekik Anna
"iya..! Tuan Putri memang harus dimanja". Nana memberi hormat dan Anna juga melakukan hal yang sama hingga Arka ditengah-tengah mereka terkekeh menggeleng kepala.
Nana merangkul Anna dan berjalan seperti saudara kandung, "kamu main apa tadi hmm? kok bau acem".
"issh..! Anna udah mandi kak". protes Anna mengerucutkan bibirnya.
"hayo..? kenapa nggak keramas? ". ledek Nana
Anna nyengir, keakraban mereka berdua dilihat oleh Leonard sementara yang lainnya terlihat sudah biasa dan sibuk dengan kegiatan lain.
Leonard bangkit dan mengatakan pada Nana bahwa dirinya akan kembali ke Luar Negri serta mengurus sisanya, lalu Leonard juga memberikan Blackcard miliknya ke Nana tapi Nana menolaknya.
"berikan pada Putri kecil nan cantik itu Tuan, saya menolongnya karna kehidupannya sangat mirip dengan saya. maaf sebelumnya saya banyak bicara kejam". kata Nana dengan sopan.
Leonard tersenyum lalu berpamitan pada Cucunya, Leonard berjanji akan kembali setelah menyelesaikan semuanya.
setelah berpamitan dengan Keluarga Arkatama berserta Nana dan Yardan, rombongan Leonard pergi Anna melambai ceria ke Kakeknya seolah dirinya memberi kode pada kakeknya bahwa dirinya bahagia disini dan meminta kakeknya harus makan banyak supaya saat kembali Anna bahagia melihat kakeknya tidak kurus.
"ayo masuk sayang..! ". ajak Dewi dan Diah merangkul Anna disisi kiri dan kanan.
__ADS_1
Anna diperlakukan begitu baik oleh orang-orang terkasih Nana, bahkan Diah yang dulunya kesepian kini merasa bahagia dengan kehadiran putri kecil itu, Anna sosok yang ceria bisa memberikan kehangatan dan kebahagiaan pada orang sekitarnya.
Pagi-pagi.
Nana merapikan seragam sekolah Anna, "bagaimana sayang? kamu siap sekolah?? ". tanya Nana dengan gemas menoel pipi Anna.
"Anna gugup kak". kata Anna dengan serius.
Nana terkekeh, "kakak akan menemanimu..! ayo sayang..! "
semua orang yang baik pada Anna membuatkan Anna sarapan, mereka seperti menganggap Anna keluarga bukan orang asing yang harus dimanfaatkan.
"Arka? kamu belum berangkat? ". tanya Nana.
"aku harus mengikuti kalian bukan?". kata Arka memasang kacamata hitamnya.
yang lain hanya tertawa saling pandang satu sama lain.
Nana pun memasang kaca mata nya dan membukakan pintu untuk Anna yang terlihat masih gugup, Arka membukakan pintu untuk Nana, setelah itu ia berlari ke Mobilnya.
kedatangan mobil Arka dan mobil Nana di Pekarangan Sekolah Ternama di Jakarta pun begitu menjadi sorotan, Nana menggandeng tangan Anna mengantarkan adik nya itu ke kantor kepsek lalu menemaninya masuk kelas.
"halo.. semua..? kenalkan ini adikku Annastasia kalian boleh memanggilnya Anna". Nana tersenyum lebar.
"haloo.. Anna?? ". sapa mereka semua serentak.
"kakak mohon kalian jadi anak baik-baik ya? jangan ada yang mencoba menyakiti adik kakak oke? ". Nana
"iya kak! ".
Anna diberi tau oleh Guru untuk duduk dibangku nomor 3, Nana pun memberikan nomor ponselnya ke guru wali kelas dan meminta pada wali kelas itu untuk memperhatikan Anna lebih dekat sebab adiknya itu mudah tertekan jika ada salah satu murid menjelekkan adiknya.
"terimakasih..! ". ucap Nana
Nana pun mendekati Anna lalu berjongkok didepan Anna, "sayang...? kakak pulang ya? nanti Mommy dan Mama akan menjemputmu oke? ".
"o.. ok kak". jawab Anna tersenyum kikuk.
Nana mencium gemas kening Anna lalu mengelus kepala Anna dan pamit pergi, hening.. ? tidak ada yang berani berbicara lagi lalu Wali kelas pun melanjutkan tugasnya sebagai guru mengajar murid.
.
Nana berusaha melepaskan tangan Arka yang terus saja mencoba menggenggam tangannya,
"sayang..? ". rengek Arka
"Arka disini banyak anak sekolah masih dibawah umur, jangan buat mata suci mereka ternodai". peringatan Nana
alhasil Arka tak lagi mencoba memegangi Nana, tapi mengiringi Nana sambil senyam-senyum.
__ADS_1
.
.
kini seluruh Karyawan di W Group tengah berjejer rapi menunggu Nona Presdir yang selama ini selalu bersembunyi.
mereka berbisik-bisik apakah benar Nona Presdir akan menampakkan diri, karna selama ini banyak rumor mengatakan Nona Presdir sangat jelek hingga tidak berani menunjukkan diri ke Publik.
"apa benar ya? "
"kalau jelek kita harus bagaimana? "
"ya diam dan tunduk saja, jangan bilang dia jelek atau kamu akan dipecat".
"jangan menatap berlebihan, jika dia tersinggung semua juga dalam bahaya".
"itu Mobilnya..! bersiaplah..! ". teriak salah satu penjaga
mereka segera merapikan pakaian, rambut, dan dasi saat menyambut Nona Presdir misterius itu. cukup lama membuat publik penasaran kini akhirnya Putri Penguasa yang bersembunyi itu akan menunjukkan diri.
Abi keluar dari mobil bersama dengan Ara, Abi berdiri disamping pintu mobil dan Ara merapikan jasnya lalu membukakan pintu untuk Nonanya.
Heels berwarna putih pun terlihat oleh mata mereka yang terlihat penasaran dengan sosok Nona Penguasa itu, keluarlah gadis cantik yang sangat mereka kenali bahkan sangat terkenal.
"Nona Anna? ". gumam mereka semua serasa ingin pingsan saja.
Nana menyibakkan rambutnya dan berjalan dengan anggun hingga tiba didepan mereka semua, "kenalkan Nama saya Queen Adena Sasikirana Arundati, saya adalah Putri Tunggal Keluarga Wijaya dan Mama saya bernama Dewi Mustika saya adalah Nona Presdir yang membuat kalian penasaran". kata Nana dengan senyuman ramahnya seperti Anna.
"Q.. Queenn? ". mereka saling pandang tidak mengerti.
"Anna hanya nama samaran Nona Saya saja karna ingin balas dendam pada Nyonya Emma yang merebut posisi Nyonya Wijaya yang sebenarnya". jelas Abi
"H.. Hormat kami pada Nona Presdir". ucap mereka semua serentak dengan wajah begitu pucat sebab mereka selama ini sok akrab dengan Nana tanpa tau ternyata Nana adalah Putri Penguasa yang sebenarnya.
mereka yang mengatakan Nana jelek kini merasa malu, bahkan ingin mencabik-cabik mulut orang yang menyebarkan rumor itu karna orang yang mereka ketakan jelek itu adalah si sempurna milik Tuan Devano.
"bersikaplah seperti biasa..! ayo kita mulai bekerja..! hari ini adalah hari pertama saya muncul kan? kalian harus melakukan yang terbaik dipertemuan pertama kita..! ". Nana
"sampai jumpa di Ruang Rapat..! ". Nana pun berbalik pergi diikuti oleh kedua asistennya.
terkulai lemas!! mereka semua sampai tumbang dan terduduk tak bertenaga saat tau kebenarannya ternyata Nana adalah Putri Penguasa yang sebenarnya menyamar menjadi Anna untuk balas dendam pada Emma yang mengambil hak milik Mamanya.
segala gosip pun beredar sampai nama Queen Adena Sasikirana Arundati menjadi trending topik diberbagai kalangan.
.
.
.
__ADS_1