
.
.
.
"Enter...!! ". gumam Nana lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursinya.
Nana memutar kursinya melihat Abi dan Ara tengah kebingungan seolah sedang berpikir apa yang Nana kerjakan.
"hitung mundur dari angka 5". jawab Nana
mereka pun dengan patuh mengikutinya walau tidak mengerti.
" 5 , 4, 3, 2, ......1 ....??".
Nana tertawa pelan melihat kebingungan mereka
triingg...!!
Abi pun bertanya, "apa yang Nona lakukan tadi Nona? saya tidak mengerti".
"aaahhhhhh". jerit Ara membekap mulutnya syok melihat ponselnya layar hitam namun terlihat foto Pelaku yang tengah mereka cari-cari begitu jelas
"DI CARI BURONAN W GROUP...!! SIAPA YANG MENEMUKAN DAPAT IMBALAN 100 JUTA!!". begitu lah isi layar ponsel Ara
Abi mengeluarkan ponselnya melihat tampilan layar Ponsel Ara seperti itu, Abi pun menganga lebar.
"Nona menghack semua Ponsel manusia yang ada di Negara ini kah?? ". batin Abi
sementara Nana masih tersenyum melihat layar komputernya,
"I.. Ini..? B.. Berapa lama Nona tampilan ini? ". tanya Ara tergagap
"10 menit". jawab Nana
"setelah itu akan kembali ke awal". lanjut Nana
"ta.. tapi bagaimana Nona bisa menghack semua Ponsel setiap orang? ". tanya Abi penasaran
Nana terkekeh, "bukankah setiap Ponsel punya Nomor HP? aku bisa menghack setiap ponsel mereka melalui nomor HP masing-masing".
"hah? ba.. bagaimana caranya? bukankah itu data penting yang pasti sangat dilindungi". Ara
"mudah bagi Nana". jawab Nana
__ADS_1
.
di tempat lain
Arka melihat layar ponselnya dan menautkan kedua alisnya, "siapa ini? apa orang ini bekerja dengan Nana? ". gumam Arka
Arka tidak tau kalau Nana sangat hebat meretas, ia hanya tau Nana suka bermain komputer tapi tidak tau guna komputer itu bagi Nana, dan tidak tau juga apa yang Nana lakukan pada komputernya saat Nana pernah meminjam komputernya.
Endra berlari memasuki Ruangan Arka, "Tuan..? ada apa ini?? kenapa Ponsel setiap Karyawan kita ada beginian?? ". cecar Endra
"kau fikir aku tau??". sahut Arka
"Ponsel Tuan juga sama? ". tanya Endra celingukan melihat tangan Arka
Arka meletakkan ponselnya di meja hingga Endra membelalak,
"i.. ini berbahaya Tuan..! orang ini sangat berbahaya hingga bisa membuat ponsel Tuan seperti ini". panik Endra
Arka mendengus lalu mengusir Endra yang membuatnya pusing.
Ponsel setiap Orang yang terkena Hack orang misterius pun gempar seketika, hanya dalam hitungan menit berita itu sudah tersebar dimana-mana bahkan di setiap siaran TV.
tak butuh waktu lama setelah itu Pelaku pun akhirnya tertangkap, Nana langsung pergi ke Palembang menemui si pelaku yang sudah tertangkap diikuti Ara.
kedatangan Nana disambut oleh Para tetua Perusahaan Cabang, Nana sudah dikenal sebagai Nona Presdir W Group yang sangat di hormati.
"mari ikut saya Nona..! ". ajak sang Direktur dengan sopan
Nana dan Ara pun mengikuti Pria paruh baya itu yang menjabat sebagai Direktur, sementara yang korupsi adalah CEO di Perusahaan Cabang, atasan Direktur yang menyambut Nana.
Nana tiba di sebuah Ruangan yang di kerumuni oleh Para Karyawan Perusahaan cabang W Group,
"minggir...! minggir.. Nona Presdir utama datang! ". teriak salah satu pekerja.
"Nona Presdir? ". beo mereka seketika memutar kepala dan segera memberi jalan dengan kepala tertunduk.
"kalian tidak menghakiminya kan? ". tanya Nana menyelidik
"tidak Nona..! dia hanya terluka saat para warga mengejar nya". jawab si direktur bernama Allio.
"hmm..!". Nana pun berjalan melewati para karyawan yang menunduk tengah menahan nafas mencium aroma tubuh Nana yang wangi
bukan tidak suka tapi mereka takut begitu berani mendekati Nana yang membuat malu diri mereka sendiri, bahkan ada juga yang berani melihat ke arah Nana tapi Nana tidak marah, ia terus berjalan hingga pintu dibukakan oleh Allio.
Nana melihat seorang Pria tengah di ikat dikursi dan mulut dilakban, Nana berjalan mendekati Pria itu yang membelalak melihat Nana.
__ADS_1
Ara mengambilkan kursi dan meletakkannya di belakang Nana, Nana duduk dengan anggun dan melipat kakinya lalu menatap Pria tua didepannya sambil memiringkan kepalanya.
"kau mungkin bisa melarikan diri Papa atau semua orang tapi kau tidak bisa lari dariku". kata Nana memainkan kuku-kuku cantiknya.
"hah? kau bicara apa Pak? ". tanya Nana pura-pura tidak sadar kalau mulut Pria itu ditutup lakban.
"apa perlu saya bukakan lakbannya Nona? ". tanya Ara
"oh.. iya. ! pantas saja suaranya tidak jelas, ya sudah lepaskan saja lakbannya Ara dan ingat Ara jangan terlalu lembut ya??". peringatan Nana
Ara pun tersenyum, ia melepas kuat lakban dimulut Pria itu hingga meringis kesakitan.
"ooh.. gimana? enak kaburnya?". tanya Nana
"am.. ampuni saya Nona..! s.. saya minta maaf, saya akan kembalikan semuanya tapi saya mohon lepaskan saya".
Nana tertawa namun membuat bulu kuduk Ara berdiri,
"kau berani meminta maaf padaku? kau fikir aku dengan murah hati membebaskanmu? selain membuat Perusahaan ini dalam bahaya akan jatuh bangkrut karna korupsi mu yang tidak wajar, apa kau tidak berpikir bagaimana nasib para Karyawan ini jika Perusahaan ini sampai tutup?? ". Nana
"mereka bisa kehilangan pekerjaan karna keserakahanmu itu..! kau bahagia sementara mereka menderita? iyaa ?? Papaku sampai menutupi kasus ini dariku karna apa?? Papaku mungkin murah hati memikirkanmu sudah bekerja cukup lama dengannya tapi aku lah yang sekarang menjadi Presdir utama W Group, aku bisa membuangmu dan mencari gantinya jadi jangan berpikir aku akan melakukan hal yang sama seperti Papaku". Nana
"anda perempuan apa anda tidak punya hati??". tanya Pria itu dengan nada marah
Nana tertawa keras lalu berdiri dan menampar Pria itu dengan kuat hingga terjatuh bersama kursi-kursinya ke lantai, Ara meminta Allio membantunya, sementara Karyawan yang lainnya membekap mulut masing-masing ada juga yang memegang kedua pipi masing-masing saking ngerinya mereka melihat ketegasan Nana padahal Nana Perempuan.
Pelaku Korupsi pun duduk dengan sudut bibir berdarah dan kening merah terkena lantai.
"aku tidak punya hati pada manusia yang tidak tau diri sepertimu..! jangan mencoba memprovokasiku seolah kesalahanmu itu hanya kesalahan kecil, aku tidak terima kesalahan orang yang merugikan orang lain kau faham itu...! ". bentak Nana
Nana membenarkan rambutnya lalu kembali duduk, "aku akan ambil semuanya lalu membuatmu menjadi pelajaran untuk orang lain supaya tidak ada yang berani mencoba menyelewengkan dana saat aku menjadi Presdir W Group".
"a.. apa maksud Nona? ". tanya Pria itu tergagap.
Nana melihat ke Ara yang mengangguk, Ara menghubungi seseorang dan tak lama kemudian 5 Polisi setempat pun datang menyeret Pria itu bahkan Nana juga meminta Wartawan meliput berita itu, dengan senang hati mereka menerima tawaran Nana.
"dimana orang yang membawa Pria itu pada kalian?". tanya Nana ke Allio
"Hmm.. Begini Nona..? hmm.. dia hanya anak-anak yang melapor pada Ayah dan ibunya, Ayahnya memukul kepala Pria itu hingga pingsan lalu memberinya ke kami". jawab Allio
"tidak masalah..! ayo temui mereka". ajak Nana
Al pun mengantarkan Nana ke Ruangan khusus, Nana melihat seorang anak kecil berlari-lari sementara sepasang suami istri itu terdengar oleh Nana bahwa mereka sungguh ragu akan mendapatkan uang 100 Juta.
.
__ADS_1
.
.