
.
.
.
"terimakasih Papa". bisik Nana
"iya sayang". balas Yardan membawa Nana ke Sarah dan Aman.
Sarah dan Aman tentu memperlakukan Nana seperti tuan Putri, terlihat sekali Keluarga Wijaya menyayangi sosok Anna hingga kedekatan mereka menjadi pertanyaan banyak orang.
"sebenarnya siapa Anna bagi kalian Tuan? ". tanya teman Aman yang seumuran dengan Aman.
"Anna penolong kami". jawab Sarah
mereka semua akhirnya mengerti hingga kedatangan seseorang membuat semua mata melihat ke arahnya, dia adalah seorang perempuan karir yang diakui kesombongannya, sulit untuk diajak bekerja sama, tidak banyak yang kenal dengan perempuan itu.
Nana tersenyum tipis melihat perempuan itu tengah merangkul seorang wanita paruh baya, siapapun menebak kalau wanita itu adalah Ibu dari si perempuan karir nan cantik itu.
"ayo ma". ajak Intan
mereka menaiki panggung pengantin dan mengucapkan selamat pada pasangan yang sedang berbahagia itu.
saat menuruni tangga mata Intan mengedar hingga terhenti pada sosok Anna, "ma..? ada Nana". bisik Intan ke Ida
"dimana nak? mama kangen sama gadis itu". jawab Ida.
Intan membawa Ida ke Anna yang tengah Viral itu, Nana menyalami Ida hingga beberapa orang kaget melihatnya termasuk Yardan dan orangtuanya.
"hai Nana? sudah lama tidak bertemu ya? kamu pikir bisa menipu kami heh? ". sapa Intan
Intan dan Anna pun berpelukan layaknya sahabat baik, Intan bahkan tidak memiliki sifat seperti yang dikatakan orang padanya.
"aku sedang balas dendam atas apa yang terjadi pada mamaku, itu sebabnya aku ambil identitas Anna". bisik Nana ke Intan
Intan terkekeh, "baiklah..! aku tidak tau apa itu tapi aku yakin pasti kamu bakalan menang".
Nana tersenyum manis lalu memperkenalkan Yardan dan kedua orangtua Yardan, mereka yang tak pernah mengira bisa bersalaman dengan Intan dan Ida pun hanya bisa berbangga hati akan pesona Nana.
Nana sangat hebat, suka menolong tanpa pamrih hingga orang yang di tolong itu tidak melupakan kebaikannya.
Nana dan Intan saling merangkul satu sama lain lalu pergi ke tempat yang sedikit menjauh dari Yardan, sementara Ida bercerita sudah akrab pada Yardan dan orangtua nya betapa terkejutnya Ida saat dapat bisikan dari Sarah bahwa Nana adalah Putri Kandungnya Yardan, Ida pun berjanji akan merahasiakannya karna Nana itu adalah malaikat penolongnya.
"Nona Anna? ". sapa seorang Pria membuat Nana berbalik dan memiringkan kepalanya.
"Celvin? eeh.. Maaf..? Tuan Celvin? ". tebak Nana
"iya..! tidak perlu terlalu formal. apa kamu juga diundang? ". tanya Celvin basa basi.
__ADS_1
Nana pun tersenyum ramah dan mengangguk, lalu mengenalkan Intan adalah sahabat baiknya.
"Celvin". Celvin mengulurkan tangannya.
"intan". jawab Intan membalas uluran tangan Celvin, mereka berdua pun berjabat tangan.
"dimana Kakekmu Celvin? ". tanya Nana
"kakek sedang istirahat, dia sudah tidak sanggup jalan-jalan disini katanya lelah lebih baik dia tidur saja di rumah, gitu katanya". jawab Celvin
Nana terkekeh, "Kakek sangat imut"
Intan akhirnya menyadari sesuatu, "ohh.. jadi kamu yang menolong mamaku saat itu ya? kamu juga membantu Nana saat di Rumah Sakit kan? ". tanya Intan.
"iya". jawab Nana dan Celvin bersamaan.
"oh... maaf aku tidak mengenalimu..! terimakasih atas pertolonganmu saat itu, aku terlalu panik hingga tidak sempat mengingat orang yang menolong mamaku". Intan
"tidak masalah". jawab Celvin mengangguk tidak mempermasalahkan saat Intan tidak mengenalinya.
"dimana kekasihmu Anna? ". tanya Celvin.
"oh..! dia sedang bersama rekan bisnisnya, biasalah dia sangat cemburuan". kekeh Nana
"wajar saja". sahut Celvin dan Intan bersamaan.
"kalian kompak sekali". puji Nana tertawa kecil.
tinggallah Intan dengan Celvin saja yang diam ditempat.
Nana tersenyum lebar, "semoga saja mereka berjodoh". kata Nana terkikik gemas.
Nana memeluk Arka dari belakang, "Arka? ".
Arka menoleh dan tersenyum tampan, "kenapa? ". tanya Arka lembut.
"aku terlalu kesepian Arka, kamu meninggalkanku sendiri. kan kamu tau aku tidak kenal siapapun disini". rengek Anna hingga rekan-rekan bisnis Arka terkekeh gemas.
Anna yang Viral sebelumnya adalah Anna yang kejam tanpa hati memijak aset berharga Pria hanya karna melecehk*nnya secara lisan. kini mereka mendengar sendiri Anna tengah bermanja pada kekasihnya, betapa iri nya mereka pada Devano yang bisa membuat seorang Anna mencintainya.
"maafkan aku ya? ". Arka menarik pelan tangan Nana kini sudah ada disampingnya.
Arka merapikan rambut Nana dan menyibakkannya kebelakang, lalu ia melepaskan jas nya dan memasangnya ke tubuh Nana yang tidak mengelak sedikitpun.
muah...! Arka mengecup kening Nana lalu merangkul pinggang Nana dengan mesra dan melanjutkan pembicaraannya bersama rekan bisnisnya.
Nana tampak antusias mendengarkan cerita mereka bahkan ikut pembicaraan bisnis itu hingga Nana bertambah wawasannya di dunia Bisnis.
.
__ADS_1
"kenapa Abi? ". tanya Ara
"Nona sangat menakjubkan". jawab Abi
"iya..! walaupun Nona tidak punya sertifikat atau penghargaan khusus tapi cara Nona mengelola Perusahaan sangat hebat, tak berbeda jauh dengan orang berpendidikan dari luar negri". jawab Ara
mereka malah bergosip tentang Nona mereka yang sangat pintar hingga Yardan sangat menyayanginya, berkat Nona Presdir, Yardan bisa bersantai tidak memikirkan beban di Perusahaan lagi.
Hemachandra entah mengapa kini sudah ada dibelakang Anna, tangannya berusaha meraih tangan Anna dengan posisi membelakang.
Nana yang merasa risih pun menoleh kebelakang sedangkan Arka yang melihat Nana melihat kebelakang pun ikut melihat apa yang dilihat Nana hingga Arka begitu marah tapi Nana dengan cepat menenangkan Arka.
"ayo kita pindah". ajak Nana
Hema belum juga menghentikan aksinya meraba-raba tangan Nana dari belakang hingga keningnya mengkerut, akhirnya Hema bisa menggenggam tangan seseorang betapa senangnya Hema seolah dirinya tidak bermasalah menjadi simpanan Nana.
"Tuan?? ".
Hema menoleh sambil tersenyum lebar tapi melihat orang yang memanggilnya membuatnya berteriak syok, semua orang melihat aneh Ke Hema.
"bukankah Tuan yang memegang tanganku? ". tanya wanita itu yang lumayan cantik tapi gigi nya sedikit maju.
"tidaaak...! aku salah orang". elak Hema
"salah orang bagaimana? ". tanya wanita itu semakin mendekat hingga Hema gelagapan dan berlari menjauh tapi sialnya Wanita itu terus mengejarnya.
.
Devano alias Arka mengepalkan tangannya,
"sabar ya Arka! ". Nana mengelus dada bidang Arka memberi ketenangan.
"apa kamu sempat berpegangan tangan dengannya sayang? ". tanya Arka serius.
"tidak Arka..! aku hanya merasa risih siapa orang yang menarik-narik jasmu yang ada ditubuhku lalu berusaha menggapai tanganku". jawab Nana
"anak itu harus aku racuni". geram Arka
"lakukan saja..! dia tidak pantas kamu beri kesempatan Arka, kamu hampir jadi mayat karna nya kan? kenapa membiarkannya hidup? ". tanya Nana heran.
Arka menjelaskan situasinya hingga Nana mengerti dan menyarankan Arka memberi racun menghentikan detak jantung hingga tidak akan ada jejak saat tim penyelidik memeriksa Hema nanti.
"iya juga". Arka mengangguk lalu memeluk Nana dengan erat.
"aku takut sayang kalau kamu diambil orang". lirih Arka.
Nana tertawa pelan, "hei..! baik Anna maupun Queen adalah milikmu kan? bukankah kamu sendiri yang mengatakannya?". ledek Nana.
.
__ADS_1
.
.