Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa

Gadis Tersembunyi Itu Putri Penguasa
ketahuan


__ADS_3

.


.


.


pulang dari Dubai


Nana merangkul lengan Arka, semenjak Arka memperlakukan Nana dengan lembut dan penuh perhatian semakin manja saja Nana pada Arka.


Arka melipat lengannya yang dirangkul Nana seolah tidak mengizinkan Nana melepaskan diri dari lengannya itu, mereka ditatap oleh orang-orang yang lalu lalang melihat kehadiran Nana dan Arka, pasangan Fenomenal yang sangat dikenal publik padahal bukan artis.


sementara yang ditatap tidak peduli malah asik dengan dunia mereka berdua saja.


"mau kemana sayang? ". tanya Arka


"aku mau ke Perusahaan sayang, boleh ya? udah hampir 2 minggu aku tidak ke Perusahaan". pinta Nana memelas.


"iya sayang..! aku antar terus aku pergi ya? aku juga mau ke Perusahaan tapi aku mohon padamu jangan terlalu lelah hmm? ". bujuk Arka


Nana mengangguk senang menyandarkan kepalanya dibahu Arka dan tangannya tadi melingkar dilengan Arka kini malah memeluk pinggang Arka, Arka melebarkan lengannya merangkul bahu Nana dengan posesif mengecup puncak kepala istrinya.


senangnya Arka dengan tingkah manja Nana, memanjakan Nana adalah prioritas utamanya mungkin menurut Arka lebih penting dari saham Perusahaannya, entahlah mengapa Arka bisa begitu tergila-gila pada Nana, sejak mendapatkan tubuh istrinya yang masih bersih alias belum ternoda membuat Arka semakin mencintai Nana, dizaman sekarang mana ada perempuan cantik bertubuh seksi yang masih peraw*n kalaupun ada sangat susah ditemukan.


.


Nana datang ke Perusahaan W Group, kedatangan Nana yang tiba-tiba membuat semua Karyawannya ketar-ketir menyambut Nana.


"lanjutkan pekerjaan kalian! ". tegas Nana membuat para Karyawan Nana menunduk sopan lalu segera bubar saat Nana melewati mereka.


Nana berjalan santai dengan sepatu bukan heels sebab Nana baru saja pulang dari Dubai belum sempat membersihkan diri tapi tubuh Nana tidak bau malah kebalikannya apalagi wangi tubuh Nana bercampur wangi maskulin milik Arka yang sangat dikenal sebagai suami Nana.


"Nona Presdir! ". ucap Abi dan Ara dengan hormat saat Nana duduk dikursi kebesarannya.


"masalah apa? ". tanya Nana


"Maafkan saya Nona..! saya sudah berusaha melacak si pencuri yang mencoba menipu kami Nona, penipu yang membawa kabur uang Perusahaan". jawab Abi segera menudukkan kepalanya setunduk-tunduknya sampai tidak terasa lagi lehernya seperti mau patah saja.


"angkat kepalamu! ". titah Nana


Abi segera mengangkat kepalanya menatap Nana dengan perasaan merasa bersalah,


"aku tidak butuh rasa bersalahmu, ceritakan padaku!". titah Nana dengan serius

__ADS_1


Abi menceritakan dirinya di tipu dan Ara juga menyambung, ternyata Ara terlambat memberitau Abi bahwa Orang itu penipu yang sudah membawa kabur uang Perusahaan dengan dalih mereka adalah seorang Investor ternama.


"maafkan saya yang lalai Nona! ". ucap Ara


"saya yang bersalah Nona Presdir, setelah mendapatkan pelakunya saya berjanji menerima hukuman saya karna memiliki hati yang lemah". ucap Abi


"tidak apa..! aku akan cari". jawab Nana tersenyum tipis.


"kemarilah..! ". titah Nana


Abi dan Ara merapat ke arah Nana dan berdiri dibelakang Kursi kebesaran Nana mata mereka berdua melihat ke arah layar komputer Nana yang sangat canggih.


Fasilitas Ruangan Nana semakin lebih baik, desaign Ruangan itu tidak diubah sama sekali bahkan foto-foto saat masa Yardan menjabat menjadi Presdir tidak berubah hanya bertambah dengan foto-foto hasil kerja Nana


dari Komputer, kursi kebesarannya juga fasilitas yang digunakan Nana menjadi lebih di sempurnakan, bukan pamer tapi memang uang Perusahaan semakin berlimpah kedua asistennya itu malah mempercantik Ruangannya saat Nana tau ia langsung meminta Abi dan Ara memutar uangnya ke Perusahaan cabang hingga Perusahaan W Group semakin kebanjiran uang masuk,


itu sebabnya banyak penipu yang berusaha merayu Perusahaan Nana untuk dapat bantuan Dana, bukan Nana pelit tidak mau memberi bantuan tapi cara orang yang menipu sangat mengerikan, Nana tidak suka cara seorang penipu, walau Perusahaannya tidak akan jatuh bangkrut menyumbangkan dana dalam jumlah yang sangat besar tapi namanya Penipu harus di basmi.


Nana tidak ingin ada Perusahaan lain yang terkena tipu hingga berakhir bangkrut, Nana ingin membasminya dan melakukan itu juga demi banyak orang.


"ini orangnya? ". tanya Nana


"benar Nona.. ini dia". jawab Abi dengan suara keras sebab ia begitu emosi orang itu menjual rasa kasihan hingga Abi luluh.


"iya..! dia lelaki Tua". jawab Abi dengan nada kesal


"hei..! nada suaramu diperbaiki". ketus Ara


"kenapa dengan suaraku? ". tanya Abi masih kesal


"kau merusak telinga Nonaku". bentak Ara


"sebenarnya apa masalahmu padaku hah? kenapa kau ramah pada orang lain sementara sangat kasar padaku hah? apa aku punya salah padamu?? ". balas Abi dengan tatapan heran tapi nada bicaranya masih meninggi


"kau sangat Dungu itu lah masalahmu! ". teriak Ara


"kau meneriakiku hah? ". bentak Abi mengelus telinganya yang terasa berdengung mendengar suara keras Ara.


Ara dan Abi akhirnya menunjukkan kelakuan asli mereka didepan Nana, Nana memutar kursi kebesarannya sambil bersidakap Nana memperhatikan mereka.


"Kalian mau aku nikahkan? ". tanya Nana dengan datar


"Tidaaak...! ". jawab Abi dan Ara serentak sambil bertatapan tajam satu sama lain.

__ADS_1


"biaya Pernikahan kalian akan aku tanggung..! ". jawab Nana lagi


"Tidaaak..! ". jawab Ara dan Abi serentak masih belum menyadari bahwa mereka telah bertengkar didepan Nana padahal sebelumnya Nana tau kalau Ara dan Abi selalu akur, sebab ia tidak pernah melihat Ara dan Abi bertengkar didepan matanya seperti saat ini.


"apa perlu aku tendang kalian dari Ruanganku hah??". tanya Nana masih datar


"hah? ". Ara dan Abi pun kompak menoleh ke arah Nana yang tengah bersidakap dengan kaki dilipat seksi sambil menatap datar mereka berdua.


Ara dan Abi segera memutar badan menundukkan kepala dengan tangan dilipat kebelakang seolah kini begitu pasrah akan dihukum Nana, mereka kehilangan kendali hingga lupa telah bertengkar didepan Nana yang seharusnya tidak boleh melihat ketidak akuran mereka berdua.


"apa kalian selalu begini? ". tanya Nana memiringkan kepalanya.


"....??".


hening,,, bahkan Nana tidak mendengar suara nafas kedua asistennya itu seolah tau Nana tidak mempermasalahkannya saat ini


"bernafaslah..! ". perintah Nana


kedua asisten Nana pun kembali bernafas menuruti perintah Nana, ia menghela nafas melihat kedua asistennya tertunduk seperti itu.


"nanti kita bahas..! ". Nana memutar kursi kebesarannya kembali menghadap ke Komputernya


"fokus". sambung Nana lagi kepada kedua asistennya


"baik Nona". jawab keduanya serentak


"apa ini orangnya? ". tanya Nana memperbesar CCTV dengan resolusi tertinggi hingga wajah mangsa nya itu saat diperbesar sangat bersih dan jelas.


"benar Nona". jawab Abi


"dimana terakhir kali kalian bertemu? ". tanya Nana


"di cafe depan Nona". jawab Abi


"baiklah..! kalian tunggu perintah dariku". jawab Nana


Abi dan Ara pun segera pamit undur diri karna tau jika Nana sudah mengatakan hal itu secara tidak langsung mengusir mereka dari ruangan itu dan tinggalkan Nana sendiri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2